Minggu, 03 November 2013

ITADAKIMASU
Pekan 1 :Diawal kami merasa tidak cocok,
Pekan 2 :Perlahan tapi pasti kami  mulai mencoba
Pekan 3 :Meresapi dengan menghilangkan rasa enak atau tidak
Pekan 4: Cocok

Pekan 5 : Kangen Nasi padang, nasi bebek, ayam sabana, nasi goreng mamah, baso, mie ayam, kwitiau, soto ceker, beras merah, sate padang,




Alhamdulillahirrabbil alamin,,,mendekati waktu pulang kembali ke negeri tercinta Indonesia.
Berikut penulis akan mencoba untuk  share beberapa informasi terkait dengan berbagai fasilitas umum, serta beberapa keunikan yang ada disini.






1






Kantor Polisi 
2.       Kantor Pos 
3.       Family Mart (Alfa Martnya Jepang) 
4.       Seven & I Holdings (Sevelna Jepang)
5.       Kantor Pemadan Kebakaran.
6.       Hotto Motto ( HokBen nya Jepang, banyak iklannya di Tipi)
Tidak jauh beda sih dengan negara Indonesia, namun ada beberapa catatan unik yang penulis coba untuk analisis seperti :
a.       Di kantor polisi tidak banyak orang hilir mudik ataupun pereistiwa peristiwa criminal, ini memungkinkan karena suasana kantorjika dilihat dari luar cukup sepi. Selain itu, setiap malam jam 9 mobil polisi patrol melewati penginapan kami. Mencerminkan sekali keamanan yang luar biasa disni. Hampir setiap rumah tidak memiliki pagar walaupun banyak mobil mobil bagus terpakir di rumanhnya. Keyakninan akan hal itu diperkuat dengan banyak orang ketika meninggalkan mobil sejenak tidak perlu untuk mencabut kunci mobilnya. Jaminan tindakan kriminal disini sangatlah kecil.
b.      Kantor pos yang begitu rapih dan bersih. Selain itu juga jika dilihat dari tata ruang dari luar cukup sederhana, atau uniknya jarang terdapat kantor pos disini, biasa aja sih tapi ada beberapa kemunkinan aktifitas per posan disini cukup. Ada juga semacam JNE atau TIKI yang memobilisasi pengiriman barang disini, seperti halnya dilakukan di kantor Hazaka Plant.
c.       Family Mart dibanding Seven & I Holdings, tapi sebelumnya saya mencoba untuk menjelaskan tentang kenapa sih namanya seven eleven, jadi kata Sakai sang, dahulu ketika pertama kali sevel buka, bukanya itu pukul 07.00 dan tutup pukul 11, baru baru ini 24 jam. Begitu kata AKAMSI (Anak Kampung Sini red:copy dari Cacing Changcuters). Bedanya dengan family mart , lebih ketat terkait ketajaman harga. Family mart menawarkan harga yang cukup murah jika dibandingkan dengan Sevel. Selain itu di family mart terkenal akan chicken nya yang enak. Sedangkan di sevel terkanal akan Oden nya. Dan temen temen mesti tau, disini tidak seperti sevel atau Lawson Jakarta yang menyediakan tempat duduk untuk para penikmat minuman atau makanan disini. Disini sama sekali tidak menyediakan itu sehingga tidak banyak sampah berserakan bahkan mereka lebih memanfaatkan waktu dengan berbelanja dengan cepat lalu beraktifitas kembali. Beda halnya dengan anak muda di Indonesia yang lebih suka nongkrong di sevel,,,ups….hehe
d.      Kantor pemadam kebakaran, cukup luas parkirannya, dan mobilnya tidak sebanyak di Indonesia. Penulis tidak berani menganalisa lebih jauh, karena kurangnya data dan juga informasi yang penulis dapatkan.
e.      Hotto moto, penyelamat kita, meskipun belum halal, karena sulit sekali mencari makanan yang halal disini. Ada beberapa keunikan diantaranya disini menggunakan system pesan ambil. Jadi, tidak makan di tempat seperti McD atau KFC. Selanjutnya, harganya cukup s2x lipat sih dibanding Jakarta. Tapi ada chicken karage seharga 100 yen, menyelamatkan diri penulis, karena apalah arti hidup ini jika tidak makan ayam (ahay lebay). Rasanya mirip ayam Sobana dan saraso sob, ayam rakyat di Jakarta dst. Tapi ukurana tidak sebesar mereka “SI Sobana”.



  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...