Hari ke 7
Ada pertanyaan untuk
apa Puasa?
Pertanyaan dari
seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di
masjid Nurussalam.
dari pertanyaan diatas
banyak jamaah yang menjawab untuk menjadi orang yang bertakwa. Ustadz tersebut bilang
bukan itu jawabanya, menjadi orang yang bertakwa adalah tujuan dari puasa. Lalu
para jamaah mulai berfikir untuk memikirkan jawaban apa yang tepat untuk
menjawab pertanyaan tersebut.
Sampai pada waktu
dimana pak Ustadz menjelaskan bahwa siapa yang akan menilai puasa kita. Ibadah
puasa adalah ibadah yang bukan hanya menahan lapar dan haus atau menahan hawa
nafsu, tapi lebih tepat lagi bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang langsung di
nilai oleh Allah. Karena puasa hanya Allah yang tahu seseorang tersebut
berpuasa atau tidak. Bisa jadi orang di lingkungannya bilang sedang berpuasa di
bulan ramadhan, namun di belakang ketika tidak banyak orang, ternyata orang
tersebut sengaja menelan air keran ketika wudhu.
Umat nabi Muhammad
mendapatkan tempat khusus dalam melaksanakan ibadah puasa, yakni sebulan penuh.
Berbeda dengan Nabi - nabi sebelumnya, ada kisah nabi Nuh yang mengajak anaknya
untuk mengikutinya naik Perahu lalu mengajak anaknya untuk tidak mengikuti
ibunya. Namun sang anak memilih ikut ibunya, di saat itu lah bagaimana Nabi Nuh
menahan. Jadi bukan berarti sebelum nabi tidak ada puasa, jadi sudah ada yang
mungkin keistimewaanya berbeda dengan umat nabi Muhammad.
Jadi marilah sama-sama
menikmati ibadah di bulan ramadhan. Ibadah puasa, adalah ibadah yang istimewa
karena dinilai langsung oleh Allah SWT. Bulan yang penuh pengampunan, bulan
yang dilipatgandakan pahalanya.