Jumat, 23 Desember 2011

Siapa Sebenarnya Aku?

Ya Allah kian terasa sekali anugerah dari Mu,,berilah sebuah kekuatan kecil yang akan siap memuncak dikala nanti waktunya tiba,,berilah kesabaran akan keadaan sekitar yang setidaknya membuat hati ini goyang,,,kuatkanlah dari segala arah,,arah kehidupan yang mungkin lebih nikmat dan indah,,,besar harapan orang tua untuk anaknya,,,besar pula godaan atau ketidak digdayaan dalam melakukan langkah,,,,Ya Rabb,,,,diatas bumi ini hamba mu meminta atas apa yang hamba ingin,akan dan sudah lakukan,,,kuatkanlah hati ini dalam berfikir untuk masa depan,,,tidak untuk diri sendiri,,tapi banyak orang yang berharap besar akan kelemahan diri ini,,,ya Rabb,,hambamu yakin ketika ini baik suatu saat nanti akan tercipta kebaikan hakiki yang tidak lekang oleh waktu,,,,wallahu alam,,,,


Janganlah jadikan ranah amanah ini berat,,,terasa indah dan gagah ketika dilihat orang,namun sungguh bengis jika hati ini selalu terbohongi akan keberdayaan potensi,,,sumber makna akan asa yang penuh harap,,,,terdorong bahkan terhambat oleh inhibitor kompetitif yang cuma ada 2 pillihan untuk terus berlanjut,,,


yakni,,antara terus bekerja untuk kebahagiaan orang lain atau bekerja untuk kebahagiaan diri sendiri???

ini perenungan nyata untuk yang membaca dikala lipatan-lipatan paru-paru yang masih terus memainkan alveolusnya mengalirkan secara difusi tentang oksigen yang halal tanpa biaya....

maka dari itu,,,,nikmatilah hidup ini selagi bisa,,namun selagi bisa nikmatilah hidup ini untuk bisa membuat kedua orang tua kita (baik yang masih ada atau pun tidak) bahagia nanti ketika di akhirat kelak,,,bangga bisa melihat anaknya,,anaknya,,,,berbakti kepada orang tua...


maafkan diri ini papa,,,niat ini ikhlas untuk tidak akan meninggalkan mama dan adik,,,


insyaallah suatu hari nanti kelak,,kalian akan bersyukur memiliki anak sepertiku,,,



Senin, 19 Desember 2011

Part 2,sang penuntas mimpi lagi lagi beraksi



Sebuah renovasi cerdas paripurna untuk kampus, oleh sang penuntas mimpi.
               Perbaruan merupakan sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman agar kemudian semakin pasti melangkah menuju kemenangan esok hari. Perbaruan merupakan sala satu proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta. Segala sesuatu di alam melaksanakan pembaharuan, bahkan pembaruan itu sendiri. Dengan pembaruan inilah alam semseta ini bergerak dan hidup hingga mampu tetap eksis dan bertahan menghadapi gelombang kehidupan.
               Setiap pelaku sejarah yang tersejarahkan adalah juga pelaku perubahan,agent of change. Peelaku pembaharuan . Siapakah mereka itu > sebagian orang biasa menamakan mereka dengan pahlawan. Sebagai makhluk yang saling mengagumi, kita tentu dibesarkan dalam kehidupan mengagumi kepahlawanan, mulai dari kepahlawanan di dunia nyata sampai kepahlawanan di dunia maya. Para pelaky perubahan dialah “sang penuntas mimpi”. “Sang penuntas mimpi” ini adalah “sejarah yang tersejarahkan”. Sebetulnya keadaan / keabadian sejarah kehidupan hakikatnya adalah keabagian jiwa-jiwa. Mereka itulah sebenarnya sejarah  yang sebetulnya. Tanpa mereka, sejarah tidak akan menjadi sejarah.
               Sang penuntas mimpi sebenarnya mereka yang bertugas mengeksekusi impian-impian manusia.
Mereka yang menggerkkan mimpi-mimpi kehidupan dari dunia impian ke dunia kenyataan. Mereka yang merealisasi keinginan keinginan umat manusia. Sang penuntas mimpi bisa diibaratkan sebagai seorang pahlawan ditengah kegelapan.  Memiliki model yang indah namun gerakannya mematikan.  Kita akan menemukan model-model kehidupan sebagai Umar bin Khattab r.a yang setiap malam meronda guna mengecek kndisi kemasyarakatannya. Atau kehidupan Abdullah bin Abbas r.a yang menghabiskan siang dan malam dalam tarbiyah dan dakwah. Atau pilihan Abu Dzar Al Ghifari r.a yang menyendiri guna mempertahankan idealismenya.
               Dalam surat Ar Ra’d ayat 11, kita akan mendapatkan kesimpulan tentang hakikat pembaharuan bahwa sebuah pembaruan tiadak akan pernai tercapai manakala kita belum berhasil melakukan perbaikan diri sendiri. Dalam tataran konsep taktis strategis dapat termanifestasikan 3 agenda besar dalam hal perbaikan diri internal sendiri yakni back to ashalah, menghapus trauma persepsi, dan  berkomitmen terhadap sikap terbaik.

Masih berlanjut,,tungguin ya,,,,

Minggu, 11 Desember 2011

The Winner is (part 1)

Kemenangan, itulah kemenangan dan bukan tugas biasa, dibutuhkan niat, ikhtiar, doa dan tawakkal,

Tugas menegakkan amar maruf nahi mungkar merupakan sesuatu yang sangat fundamental dalam islam. Melalui tugas inilah ALLAH SWT menyeleksi kehidupan ini menjadi hitam dan putih, menjadi benar dan salah, menjad berserah dan berserak, menjadi islam yang berlandaskan syukur dan jahl yang mencerminkan kufur.
Melalui tugas inilah ALLAH SWT memberikan gelar kepada umatnya ini khaira ummah ( umat terbaik) (Ali Imran:110).

Biasanya sesuatu yang terbaik dalam kemanusiaan dan kehidupan akan selalu dijadikan rujukan. Maka kemudian umat islam dikenal pula sebagai umat pertengahan ( Al Baqarah:143)

Jika diibararkan negara, kampus bisa dikatakan sebagai negaranya mahasiswa, mahasiswa butuh dakwah, dakwah membutuhkan mahasiswa yang pada hubunganya saling berhubungan dengan syarat yang utuh dan saling mengakar.

Kampus sebagai salah satu lembaga akademik merupakan salah satu lahan subur bagi perkembangan dakwah islam. Kampus memainkan banyak peran signifikan yang dapat dimanfaatkan oleh islam dan dakwah islam, antara lain :


1. Kampus merupakan lembaga akademik tinggi, tempat pembelajaran, penempaan, dan penerapan ilmu-ilmu tinggi baik di bidang keilmuan, sains dan teknologi, filsafat, ilmu politik, ekonomi,budaya, sejarah, bahkan pertahanan dan keamanan.

2. Kampus selalu memainkan peran suplai energi kritis dan pemikiran kritis guna membangun masyarakat, bangsa dan negara, hingga peradaban.

3. penghuni kampus sebagian besar adalah kalangan muda potensial dan kelak berpotensi menempati pos-pos potensial di berbagai wilayah potensial umat.

4. Kultur kampus yang merupakan lembaga ilmiah, masih memungkinkan bagi masayarakat luas saat ini untuk mengangungkan kampus dan penghuni kampus.

5. Kampus merupakan lingkungan bebas, dimana semua aliran pemikiran dapat mengungkapkan pendapatnya.

Minggu, 20 November 2011

Mujahid,,,yes.....

Hasan Al-Banna berkata, “Imanmu kepada bai’at ini mengharuskanmu menunaikan kewajiban-kewajiban berikut, sehingga engkau menjadi ‘batu bata’ yang kuat bagi bangunan.”
• Wajib dalam hal ini berarti segala bentuk komitmen dakwah yang dituntut oleh gerakan islam masa kini.
• Kewajiban ini telah mencakup semua sisi kepribadian seorang akh mujahid
• Kewajiban-kewajiban yang berjumlah empat puluh ini adalah muatan operasional bai’at terhadap sepuluh rukun bai’at ini.

Kewajiban Pertama
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau memiliki wirid harian dari kitabullah tidak kurang dari satu juz. Usahakan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hari.”
• Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan atau seminggu, karena dalam diri seorang mujahid ada hak-hak lain yang harus ditunaikan , sekaligus akan mendapat pahala penghayatannya
• Al-Qur’an mengandung santapan dan pengobatan hati manusia
• Jika tidak memiliki waktu cukup untuk membaca Al-Qur’an, maka usahakan menentukan waktu beberapa hari dalam sebulan untuk melakukannya.

Kewajiban Kedua
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaknya engkau membaca Al-Qur’an dengan baik, memperhatikannya dengan seksama, dan merenungkan artinya.”
• Memperbaiki bacaan Al-Qur’an dengan mempelajari ilmu tajwid
• Menghayati makna Al-Qur’an
• Mendengarkan bacaannya dengan khusyuk dan memperhatikannya dengan serius

Kewajiban Ketiga
Ustadz Hasan Al-Bann berkata, “Hendaklah engkau mengkaji Sirah Nabi dan sejarah para generasi salaf sesuai dengan waktu yang tersedia. Buku yang dirasai mencukupi kebutuhan ini minimal adalah buku Hummatul Islam. Hendaklah engkau juga banyak membaca hadist Rasulullah saw, minimal hafal empat puluh hadist; ditekankan untuk menghafal Al-Arba’in An-Nawawiyah. Hendaklah engkau juga mengkaji risalah tentang pokok-pokok akidah dan cabang-cabang fiqih.”
• Membaca sirah nabi untuk menuju kedudukan sebagai teladan yang utama
• Melakukan kajian terhadap ilmu dasar aqidah melalui buku-buku ahlus sunah wal jamaah
• Pendalaman berbagai ilmu termasuk mempelajari satu kitab tentang fiqih dalam madzhab seorang imam Ringkasan – Membina Angkatan Mujahid 6

Kewajiban Keempat
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau bersegera melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Di samping itu perhatikanlah faktor-faktor penyebab kekuatan dan perlindungan tubuh, serta hindarilah faktor-faktor penyebab lemahnya kesehatan.”
• Melakukan general check up dan berobat bila terkena penyakit
• Mengontrol secara ketat makanan dan minuman yang dikonsumsi dan olahraga harian
• Memperhatikan hal-hal yang dapat melemahkan dan mengganggu kesehatan tubuh
• Memelihara tubuh agar dapat digunakan untuk kebaikan

Kewajiban Kelima
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau menjauhi sikap berlebihan dalam mengkonsumsi kopi, teh, dan minuman perangsang semisalnya. Janganlah engkau meminumnya kecuali dalam keadaan darurat dan hendaklah engkau menghindarkan diri sama sekali dari rokok.”

Kewajiban Keenam
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau perhatikan urusan kebersihan dalam segal hal menyangkut tempat tinggal, pakaian, makanan, badan, dan tempat kerja, karena agama ini dibangun atas dasar kebersihan.”
Kewajiban Ketujuh
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau jujur dalam berkata dan jangan sekali-kali berdusta.”
• Menjadi orang yang jujur
• Perkecualian untuk jujur yang membawa mudharat

Kewajiban Kedelapan
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau menepati janji; janganlah mengingkarinya, bagaimanapun kondisi yang engkau hadapi.”

Kewajiban Kesembilan
Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri, dan dapat menguasainya dalam keadaan marah sekalipun.”

Kewajiban Kesepuluh
Ustad Hasan Al-Banna berkata, “Hendaklah engkau senantiasa bersikap tenang dan terkesan serius. Namun janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda yang benar, senyum dan tawa.”

Kamis, 17 November 2011

Imajinasi kepahlawanan

“Seluruh lembah, gunung, dan gurun yang pernah kulewati, pasti akan selalu kuingat, sekaligus kubayangkan segenap strategi yang akan kugunakan, jika suatu saat aku berperang di tempat itu.”Itulah ungkapan Khalid bin Walid tatkala ia mengenang strategi kardus yang digunakannya dalam Perang Yarmuk. Itulah kemenangan perang, sekaligus prestasi militer paling prestisius yang pernah dicapai Khalid. Itu pulalah pembuktian paling nyata dari gelar yang diberikan Rasulullah saw kepadanya sebagai Pedang Allah yang Selalu Terhunus.

Jadi, segalanya bermula dari imajinasi. Ini bukan hanya ada dalam dunia kepahlawanan militer, melainkan merata dalam semua bidang kepahlawanan. Temuan-temuan ilmiah selalu didahului oleh imajinasi: jauh sebelum dilakukannya pengujian di laboratorium; jauh sebelum adanya perumusan teori. Maka, fiksi-fiksi ilmiah selalu menemukan konteksnya di sini: bahwa mercusuar imajinasi telah menyorot seluruh wilayah kemungkinan dan apa yang harus dilakukan kemudian adalah tinggal membuktikannya. Studi-studi futurologi juga menemukan konteksnya di sini. Memang, selalu harus ada bantuan data-data pendahuluan. Namun, data-data itu hanyalah bagian dari sebuahdunia yang telah terbentuk dalam ruang imajinasi.

Para pemimpin bisnis dan politik serta tokoh-tokoh pergerakan dunia juga menemukan kekuatan mereka dari sini. Bahwasanya apa yang sekarang kita sebut visi dan kreativitas adalah ujung dari pangkal yang kita sebut imajinasi. Bacalah biografi Bill Gates atau Ciputra, maka Anda akan menemukan seorang pengkhayal. Bacalah biografi John F. Kennedy atau Soekarno, maka Anda juga akan menemukan seorang pengkhayal. Bacalah pula biografi Sayyid Qutlib, maka sekali lagi Anda akan menemukan seorang pengkhayal. Dalam dunia pemikiran, kebudayaan, dan kusenian, imajinasi bahkan menjadi tulang punggung yang menyangga kreativitas parapahlawan di bidang ini.

Kekuatan imajinasi sesungguhnya terletak pada beberapa titik. Pertama, pada wilayah kemungkinan yang tidak terbatas, yang terangkai dalam ruang imajinasi. Itu membantu kita untuk berpikir holistik dan komprehensif, menyusun peta keinginan, dan menentukan pilihan-pilihan tindakan yang sangat luas. Kedua, optimisme yang selalu lahir dari luasnya ruang gerak dalam wilayah kemungkinan dan banyaknya pilihan tindakan dalam segala situasi. Ketiga, imajinasi membimbing kita bertindak secara terencana oleh karena ia menjelaskan ruang dan memberi arah bagi apa yang mungkin kita lakukan.

Akan tetapi, imajinasi tentu saja bukan mukjizat. Harus ada kekuatan lain yang menyertainya agar ia efektif. Yang jelas, jika Anda mau belajar menjadi ‘pengkhayal ulung’, barangkali Anda telah memiliki sebagian dari potensi ledakan kepahlawanan.

Senin, 14 November 2011

Ayo,bergerak kawan

MAHASISWA
                Sangat jelas sekali ketika melihat banyak sekali orang yang mendambakan untuk bisa menjadi seorang mahasiswa. Apa daya ketika orang yang diluar mahasiswa hanya melihat sebelah mata bahwa mahasiswa kerjaannya adalah hanya demo dan rusuh,kerjaannya hanya bisa berteriak-teriak tidak jelas, dan yang paling parah adalah banyak orang yang menilai setelah menjadi sarjana sulit mendapat pekerjaan. Buka semua pikiran yang membuat anda berfikir dibawah tekanan garis kotak didalam Cerebrum dan Celebellum anda. Coba buka pintu hati kalian ketika posisi anda yang hanya bisa mengkritik mahasiswa adalah diri anda yang sekarang sedang berada di dalam keadaan mahasiswa. Pahit dan munafik rasanya ketika kita hanya bisa duduk, tertawa terbahak-bahak, bermain tidak jelas dan hanya bisa mengkritik orang yang berjuang untuk kebangkitan bangsa ini. Buanglah sudah emosi dan egois sebagai seorang mahasiswa,ketuklah pintu hati masing-masing. Lihatlah diluar sana masih banyak sekali orang-orang yang berharap besar kepada seorang mahasiswa. Seorang agen perubah peradaban, yang selalu siap membangkitkan jiwa raga orang-orang yang perduli dan mau berjuang sebagai mahasiswa untuk kebangkitan bangsa.
                Hari ini pergerakan mahasiswa tidaklah berkutat kepada hal- hal yang bernilai sosial politik,namun hari ini pergerakan mahasiswa sudah seharusnya meluas dengan titik intonasi gerakan yang jelas dan tepat sasaran. Contohnya adalah dalam hal pendidikan,disekitar lingkungan kampus masih banyak sekali orang-orang yang sangat membutuhkan amalan ilmu para mahasiswa mipa dalam hal pendidikan. Selain itu taman sosial atau taman bacaaan yang setidaknya bisa kita buat untuk bantu mempermudah mereka dalam hal buku bacaan. Selain itu juga masih banyak hal yang bisa dilakukan kepada masyarakat sekitar seperti memberikan pengajaran cara mengetik di komputer, cara memasak,cara menjahit atau pun penyuluhan lingkungan yang saya fikir ketika mahasiwa yang terjun langsung ke masyarakat akan ada feel tersendiri sebagai nilai jual mahasiswa dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu pergerakan mahasiswa dapat dilihat dari sisi pengabdian ilmu yang di tekuni sewaktu kuliah yang notabenenya bisa bermanfaat bagi orang lain dan menghasilkan penelitian-penelitian dibidang sains dan tentunya akan meningkatkan kualitas mipa UNJ.
                Pergerakan mahasiswa juga dapat dilakukan dengan cara berdiskusi hal-hal yang memberikan manfaat atau setidaknya berdiskusi tentang keadaan bangsa Indonesia hari ini, sehingga dapat ditegaskan mulai dari titik mana kita harus bergerak. Mahasiswa pun pergerakan secara halus dapat dilihat dalam hal mengikuti PKM,PKM GT atau pun PMW(program mahasiswa wirausaha) semua program ini ditunjukkan kepada mahasiswa untuk bisa terus mengaplikasikan pergerakannya dalam hal keilmiahan maupun kewirausahaan.
                Pergerakan mahasiswa juga konkret harus dapat bergerak di internal kampus dalam hal melayani,mengadvokasi dan mengkader mahasiswa untuk bisa terus berjuang di jalan perjuangan yang pedas dengan keberagaman namun empuk dengan ukhuwah.
                Lihat kesemuanya mungkin hanya bernilai normatif,akan tetapi tergantung bagaimana seorang mahasiswa melakukan dan juga ikhlas dalam menjalankan aktifitasnya yang tentunya tertuju untuk mengharap ridho ALLAH SWT. Kesemuanya ini memiliki  arti lebih yang membuka pandangan sosial tentang siapa mahasiwa, masih banyak hal-hal yang bisa kita lakukan demi tercapainya rakyat Indonesia yang benar-benar bebas.
                Secara egois,pandangan saya adalah pergerakan mahasiswa hari ini haruslah jelas dan konkret bukan hanya sebatas retorika namun juga jelas keberadaannya. Memang masih banyak sekali kekurangan ketika saya menulis ini. Realita keadaan Indonesia yang dapat menjawab semua ini. Sebenarnya kita masih dijajah secara perlahan oleh negara lain,namun tentu tidak akan terlihat jelas. Negara ini masih jauh dari merdeka,masih banyak sekali kemiskinan,masih banyak sekali bencana-bencana yang sebagian disebabkan oleh kelalaian manusia itu sendiri.TKI yang sudah menampar negara ini dengan kasus penganiyaan kepada para pahlawan devisa. Ini sudah merobek hati bangsa, namun apa yang bisa dilakukan pemerintahan. Secara pribadi saya tidak menyalahkan siapa yang memimpin namun sistem yang dibuat dinegara ini yang menurut saya belum mampu melakukan perubahan yang bisa memberikan dampak positif bagi bangsa ini. Ketika melihat kasus lapindo oleh Bakrie family yang belum selesai untuk dipertanggung jawabkan, kasus tambang emas di irian, kasus monopoli produk cina yang masuk ke Indonesia sehingga menurunkan harga produk-produk lain untuk bisa menyeimbangkan sistem ekonomi Cina. Pemerintah Indonesia yang kita harap bisa melakukan apa yang kita doakan dan mimpikan ternyata sampai hari ini belum terlaksana. Ibarat pohon damar(Agathis alba) yang sudah terlalu tinggi dan besar sangat sulit untuk ditebang ketika sudah berumur tua. Nah itulah gambaran buram pemerintahan yang ketika masih banyak rakyat yang menderita namun para anggota dewan yang sangat kami hormati malah bertengkar,tidur-tiduran ketika rapat ataupun nitip absain ketika rapat sama halnya yang dilakukan anak sd ketika bolos. Mana harga diri bangsa ini,mana keprcayaan bangsa ini,akankah kita sebagai rakyat Indonesia lelah dan tidak perduli terhadap keadaan yang seperti sekarang ini.
                Konkret mahasiswa harus dapat langsung terjun ke dalam sebuah gerakan yang terfasilitasi dan memiliki arti dampak yang sangat jelas yakni dengan aksi. Aksi mahasiswa bukanlah demo orang-orang bayaran yang geraknya seperti musuh pac man, namun aksi ini dikaji dan didiskusikan secara mendalam,secara pelaksanaan untuk proses aksi dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Terkadang para anggota dewan harus dimelekkan dengan keberadaan mahasiswa ketika aksi, sebenarnya para anggota dewan sadar akan masalah-masalah apa yang seharusnya di urus, namun mereka terkadang bingung masalah yang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Maka dari itu kita sebagai seorang mahasiswa harus dapat berkontribusi konkret dan jelas dengan penuh argumentasi yang tidak menyulutkan suatu pihak. Ingat kita adalah mahasiswa yang brgerak dengan penuh intelektualitas. Jutaan rakyat menunggu pergerakan kita sebagai seorang mahasiswa. Ini hanyalah sebagian kecil sejarah yang terjadi di dalam akses peradaban untuk menjadi yang lebih baik. Tetap semangat,ikhtiar,berdoa dan tawakkal serahkan semua kepada ALLAH SWT.

HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT INDONESIA

GILANG “iy4nk” AINAN

Cobalah mengerti

Kaidah-Kaidah Dalam Menyikapi Permasalahan Masyarakat

Aktivitas masyarakat dewasa ini berkembang begitu cepat dan pesat, melampaui kecepatan berpikir manusia. Demikian ungkap Dr. Ali Gom'ah, Mufti Negara Mesir. Realita ini berdampak pada munculnya penyikapan-penyikapan yang cenderung datar dan mengambang dari berbagai macam lapisan masyarakat, termasuk diantaranya para da'i. Sehingga tidak jarang sikap-sikap tersebut bukannya menyelesaikan masalah. Akan tetapi malah sebaliknya, semakin menambah runyam permasalahan yang ada.

Oleh karena itu, kiranya sangat diperlukan adanya kaidah-kaidah khusus dalam menyikapi berbagai permasalahan masyarakat, terutama bagi para da'i. Dengan mengikuti kaidah-kaidah ini, diharapkan para da'i dapat lebih arif dalam menyikapi setiap permasalahan yang sedang terjadi serta mampu menyelesaikannya. Hal ini tentunya akan sangat mendukung keberhasilan dalam berdakwah.

 Berikut ini adalah beberapa kaidah dimaksud yang disarikan dari Kajian Fikih Dakwah yang diasuh oleh Habib Ali Al-Juffri dan disampaikan kepada para peserta Daurah Shaifiyah XV Pesantren Darul Mushthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, pada hari Sabtu malam Ahad, 5 Sya'ban 1431 H./17 Juli 2010 M . dengan beberapa pengurangan dan penambahan tanpa merubah subtansinya.

1.      Mengaitkan akar permasalahan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Seorang da'i jangan hanya berupaya menangani sebuah permasalahan dari akarnya, tanpa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga tampak kaku dan kurang dapat dicerna oleh masyarakat. Jangan pula hanya terkonsentrasi kepada apa yang muncul dipermukaan, tanpa memperhatikan akar permasalahan yang sebenarnya.

2.      Pengecekan terlebih dahulu validitas informasi yang didapat sebelum mengambil sikap dan melakukan reaksi. Seorang da'i tidak diperkenankan menerima begitu saja informasi yang beredar di masyarakat dari berbagai media massa. Akan tetapi dia harus melakukan cek dan ricek terlebih dahulu kepada sumber yang betul-betul dapat dipercaya. Baru kemudian menentukan sikap yang tepat.

3.      Memilih solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah antara diam atau melakukan reaksi. Karena tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan melakukan sebuah reaksi. Banyak diantara permasalah justeru akan lebih cepat selesai dengan cara diam.

4.      Menghindari pemerataan (ta'mim), baik dalam mengungkapkan pujian ataupun celaan. Sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

(ومن أهل الكتاب من إن تأمنه بقنطار يؤده إليك ومنهم من إن تأمنه بدينار لا يؤده إليك إلا ما دمت عليه قائما)  

"Dan diantara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) diantara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya."  (S. [03] Ali Imran: 75).

5.      Tidak gegabah dan tergesa-gesa dalam upaya penyelesaian masalah. Dengan kata lain, pengambilan sebuah sikap dan tindakan haruslah didasari pertimbangan yang matang; apakah tindakan yang akan diambil efektif ataukah tidak?

Kewajiban seorang da'i dalam menyikapi sebuah permasalahan adalah berupaya untuk menyelesaikannya (tafa'ul ma'al isykal). Bukan menampakkan perasaan emosi dan marah dengan segala cara (infi'al bil musykilah).

Poin ini sangat penting untuk diperhatikan. Karena pengambilan tidakan yang salah justeru akan membuat permasalahan menjadi semakin besar.

Ambil saja contoh aksi-aksi pelecehan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Barat yang berhaluan ekstrim dan fundamental, terhadap Al-Qur`an atau Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Mayoritas umat Muslim, yang diantaranya mendapatkan arahan dari sebagian pemuka agama Islam, menyikapinya dengan kepala panas. Sehingga pada akhirnya berbuntut pada tindakan-tindakan anarkis seperti pembakaran, pengrusakan, penghancuran aset-aset Barat dan lain-lain.

Berbagai tindakan ini kemudian dimanfaatkan oleh media massa barat untuk semakin memojokkan Islam. sehingga tidak heran jika kemudian banyak  diantara orang Barat yang asalnya tidak peduli atau bahkan mengecam tindakan pelecehan tersebut, menjadi berubah pikiran dan berbalik arah mengecam tindakan-tindakan anarkis umat Muslim. Citra Islam menjadi semakin buruk di mata Barat.

Dengan demikian, secara tidak sadar berarti kita telah mempersempit atau bahkan menutup pintu kesuksesan untuk berdakwah dan misi islamisasi di Barat.

Segelintir orang yang melakukan pelecehan tersebut, semakin bergembira dan tertawa terbahak-bahak menikmati hasil upaya mereka yang jauh melampaui apa yang mereka bayangkan sebelumnya. 

Namun, bukan berarti kita hanya diam membisu menyaksikan pelecehan-pelecehan tersebut. Kita tetap harus mengambil sikap serta melakukan tindakan untuk menghentikannya. Hanya saja, sebelum melakukannya, terlebih dahulu harus dipikirkan masak-masak efektifitas tindakan tersebut.

Jika seandainya saat itu umat Islam tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis serta menyerahkan penyelesaian masalah kepada para ulama dan kemudian para ulama mengambil tindakan-tindakan yang dianggap efektif untuk menghentikannya. Misalnya dengan mengadakan dialog-dialog terbatas dengan para pemuka Barat. Tentu kenyataannya akan berbeda.

6.      Berupaya semaksimal mungkin menghindari adanya indikasi pemihakan (tahayyuz) terhadap kelompok tertentu dalam penyampaian sikap. Seorang da'i haruslah mengambil kebenaran serta berupaya meluruskan kesalahan dari kelompok manapun.

7.      Menghargai para ahli dalam bidang apapun (ihtirom al takhosshush). Atau dengan kata lain, seorang da'i tidak diperkenankan untuk berbicara tentang sesuatu yang tidak ia kuasai.

Seorang da'i yang kurang menguasai ilmu ekonomi misalnya, seharusnya tidak berbicara panjang lebar  mengenai sebab-sebab krisis ekonomi serta solusi dalam mengatasinya. Agar tidak menjadi bahan tertawaan para ekonom.

Contoh lain, seorang da'i yang kurang menguasai pemikiran liberal serta cara membantahnya misalnya, tidak selayaknya melakukan debat terbuka dengan kaum liberal. Agar tidak menjadi bahan tertawaan masyarakat, sehingga mengesankan seolah-olah kaum liberal-lah yang berada di jalan kebenaran.

Bukanlah sebuah aib, jika seorang da'i mengatakan; saya tidak tahu.

8.      Menghindari cara-cara yang justeru dapat memperluas permasalahan pada masyarakat umum. Seorang da'i janganlah berpidato atau berceramah tentang sebuah permasalahan, di hadapan masyarakat yang sama sekali tidak mendengar dan tidak tahu-menahu permasalahan tersebut. Kecuali sekedar untuk memperingatkan mereka agar jangan sampai terjerumus kedalamnya.

Seorang da'i janganlah berceramah panjang lebar tentang liberalisme mislanya, dihadapan masyarakat pedesaan yang sama sekali tidak mengetahui hal ini. Kecuali sekedar mengingatkan mereka agar jangan sampai mengikuti orang-orang yang berpikiran nyeleneh dan berpesan agar tetap berpegang teguh dengan apa yang diajarkan oleh para as-salafus shalih.

9.      Menghindari sikap ambivalensi (plin-plan) dalam menyikapi sebuah permasalahan. Seorang da'i janganlah berkata A di timur, tapi kemudian berkata B di barat.

Tidak ada masalah seandainya dia hanya menerapkan cara yang berbeda dalam menyampaikan sikap, sesuai dengan situasi masyarakat yang sedang ia hadapi, tetapi dengan syarat subtansinya harus tetap sama. Yang terlarang adalah ambivalensi sikap yang sampai pada taraf berlawanan. Karena hal ini dapat menghilangkan kepercayaan kedua kelompok masyarakat terhadapnya.

Satu contoh, Ketika terjadi kasus pelecehan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam oleh salah satu media massa Denmark,  ada seorang da'i yang tidak diragukan keikhlasannya dalam berdakwah, jatuh martabatnya gara-gara tidak mengikuti kaidah ini. Kepada umat Islam dia menyeru untuk melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Denmark. Tetapi ketika dia berkunjung ke Barat dan ditanya apakah dia menyeru untuk melakukan pemboikotan, dia menyatakan tidak. Selang sehari setelah pernyataanya itu, beberapa media massa memuat fotonya di bawah judul; Syekh Pembohong Besar. Tak ayal lagi, kepercayaan masyarakat terhadapnya menjadi pudar. Baik dimata umat Islam maupun dimata masyarakat Barat.

10. Menghindari penyebutan nama individu atau kelompok yang sedang dikritik sebisa mungkin. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dengan menggunakan kalimat;  "ma balu qaumin" dan yang semisal tanpa menyebutkan nama kaum tersebut.

Inilah kaidah-kaidah utama sebagai penunjang kesuksesan dalam berdakwah, yang dapat saya tangkap dari apa yang disampaikan oleh Beliau selama kurang lebih satu jam.

Sebelum mengakhiri muhadharah-nya, beliau menegaskan bahwa tugas seorang da'i adalah berupaya meluruskan sebuah kesalahan (mu'alajah al-khatha'). bukan memusuhi orang yang melakukan kesalahan (mu'adah al-mukhthi').

Semoga bermanfaat.

 Wallahu A'lam bis Showab

Catatan Perjalanan


      Pagi itu tampak berbeda untuk Ilyas, ia berlari kecil seturunnya ia dari miniarta 47 di depan SMA Labschool, berlari ke arah jembatan bus way UNJ. Tepat di bawah jembatan tersebut ada beberapa sohib yang telah menunggu kedatangannya sedari beberapa menit yang lalu. Para sohibnya pun menyambut kedatangan Ilyas dengan sapaan hangat. Mereka adalah Lutfi, Richard, Gilang dan Chai. Ya, bersama ke empat sohib tersebutlah Ilyas akan melanglang menuju Bandung, tepatnya di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), untuk melancarkan sebuah misi PKMU. Tak terasa waktu begitu cepat melaju, hingga arloji pun menunjukkan waktu pukul 07.30 wib. Itu lah saat-saat kedatangan sang fasilitator tercinta di kelompok 4 PKMU UNJ 2011, yaitu ka Pipit dengan menggiring sobat karib di BEM UNJ, ka Qori.
      Tak sabar sang sopir khusus perjalanan kami bertujuh untuk langsung tancap gas. Dan mobil carry merah milik keluarga Richard yang penulis tidak tahu keluaran tahun berapa itu melaju dengan kecepatan stabil.
      Di perjalanan menuju Bandung, sebagian dari mereka sangat asyik berdiskusi terkait isu kampus terkini, ada yang larut menjajaki dunia maya dengan membaca  laman cyberspace mengenai berita nasional juga sekaligus sekedar update status sedang berada dimana ia, yang memandangi suguhan panorama alam Sang Pencipta di kanan kiri jalan juga ada, dan satunya lagi, ia tenggelam di dasar lautan kata pada sebuah buku yang baru saja diserobot dari personil kelompok 4 lainnya.
      Penulis sejenak termenung saat pandangnya menuju lukisan hijau Sang Ilahi, “Andai semua personil kelompok 4 bisa ikut semua, pasti akan tetap berkesan dan mungkin lebih berkesan.” Tetapi si penulis tak mau terus merenungi apa yang sudah ditakdirkan. Ia bertekad, bersyukur dan bersemangat akan menjalankan misi kali itu bersama sohib-sohib di kelompok 4 dengan baik dan ceria.
      Tepat tertera di telepon genggam milik Lutfi menunjukkan pukul 10. 40 wib, mereka tiba di kampus Bageur itu. Mengapa disebut bageur karena memang apa yang ditangkap oleh mata si penulis, citra kampus eks IKIP terbaik se-Indonesia itu memanglah bagus. Bagus penataan  gedungnya, masjidnya terutama, sistem kelola parkir yang berbeda dengan kampus UNJ (free alias gratis), dan juga budaya diskusi mahasiswanya yang terdengar asyik membincangkan beberapa penelitian. Dan setelah calling-calling ke salah satu pengurus BEM UPI, mereka bertujuh pun dijemput dan digiring menuju Gd. PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa).
      Rombongan tujuh orang dari UNJ yang diketuai oleh Gilang itu pun dipersilahkan masuk ke sekretariat BEM UPI. Di sana mereka disuguhi aneka kudapan ringan layaknya tamu saat perayaan Idul fitri di rumah-rumah. Bersyukur mereka dapat kesempatan bertemu dengan Presma UPI langsung, sehingga dapat berdiskusi cukup banyak hal. Padahal ia, Sang Presma UPI, baru saja terlibat dalam aksi mahasiswa atas kedatangan SBY ke Bandung.

    Para anggota kelompok 4 PKMU UNJ sangat bersyukur berkesempatan untuk dapat berkunjung ke BEM REMA UPI, dan berdiskusi beberapa hal. Setelah misi yang mereka jalankan rampung dan cukup dengan membawa beberapa informasi, sesi manis di UPI pun ditutup dengan foto-foto bersama di depan Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UPI. Selanjutnya 5 orang dari kelompok 4 PKMU dan kedua fasilitatornya merimba di penatnya kemacetan Bandung. Ternyata Bandung dan Jakarta dalam hal ini tak ada bedanya. Tapi tenang kawan, Dian, Herda, Adi, Ajeng, Fadli, dan Angga. Kami telah merampas apa yang belum diketahui kelompok lain.

Luar Biasa Perjalanan yang banyak memberi pembelajaran. Semua patut bersyukur..

By: Rekannya Gilang di kelompok 4 PKMU BEM UNJ 2011 

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...