Pagi itu tampak berbeda untuk Ilyas, ia berlari kecil seturunnya ia dari miniarta 47 di depan SMA Labschool, berlari ke arah jembatan bus way UNJ. Tepat di bawah jembatan tersebut ada beberapa sohib yang telah menunggu kedatangannya sedari beberapa menit yang lalu. Para sohibnya pun menyambut kedatangan Ilyas dengan sapaan hangat. Mereka adalah Lutfi, Richard, Gilang dan Chai. Ya, bersama ke empat sohib tersebutlah Ilyas akan melanglang menuju Bandung, tepatnya di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), untuk melancarkan sebuah misi PKMU. Tak terasa waktu begitu cepat melaju, hingga arloji pun menunjukkan waktu pukul 07.30 wib. Itu lah saat-saat kedatangan sang fasilitator tercinta di kelompok 4 PKMU UNJ 2011, yaitu ka Pipit dengan menggiring sobat karib di BEM UNJ, ka Qori.
Tak sabar sang sopir khusus perjalanan kami bertujuh untuk langsung tancap gas. Dan mobil carry merah milik keluarga Richard yang penulis tidak tahu keluaran tahun berapa itu melaju dengan kecepatan stabil.
Di perjalanan menuju Bandung, sebagian dari mereka sangat asyik berdiskusi terkait isu kampus terkini, ada yang larut menjajaki dunia maya dengan membaca laman cyberspace mengenai berita nasional juga sekaligus sekedar update status sedang berada dimana ia, yang memandangi suguhan panorama alam Sang Pencipta di kanan kiri jalan juga ada, dan satunya lagi, ia tenggelam di dasar lautan kata pada sebuah buku yang baru saja diserobot dari personil kelompok 4 lainnya.
Penulis sejenak termenung saat pandangnya menuju lukisan hijau Sang Ilahi, “Andai semua personil kelompok 4 bisa ikut semua, pasti akan tetap berkesan dan mungkin lebih berkesan.” Tetapi si penulis tak mau terus merenungi apa yang sudah ditakdirkan. Ia bertekad, bersyukur dan bersemangat akan menjalankan misi kali itu bersama sohib-sohib di kelompok 4 dengan baik dan ceria.
Tepat tertera di telepon genggam milik Lutfi menunjukkan pukul 10. 40 wib, mereka tiba di kampus Bageur itu. Mengapa disebut bageur karena memang apa yang ditangkap oleh mata si penulis, citra kampus eks IKIP terbaik se-Indonesia itu memanglah bagus. Bagus penataan gedungnya, masjidnya terutama, sistem kelola parkir yang berbeda dengan kampus UNJ (free alias gratis), dan juga budaya diskusi mahasiswanya yang terdengar asyik membincangkan beberapa penelitian. Dan setelah calling-calling ke salah satu pengurus BEM UPI, mereka bertujuh pun dijemput dan digiring menuju Gd. PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa).
Rombongan tujuh orang dari UNJ yang diketuai oleh Gilang itu pun dipersilahkan masuk ke sekretariat BEM UPI. Di sana mereka disuguhi aneka kudapan ringan layaknya tamu saat perayaan Idul fitri di rumah-rumah. Bersyukur mereka dapat kesempatan bertemu dengan Presma UPI langsung, sehingga dapat berdiskusi cukup banyak hal. Padahal ia, Sang Presma UPI, baru saja terlibat dalam aksi mahasiswa atas kedatangan SBY ke Bandung.
Luar Biasa Perjalanan yang banyak memberi pembelajaran. Semua patut bersyukur..
Para anggota kelompok 4 PKMU UNJ sangat bersyukur berkesempatan untuk dapat berkunjung ke BEM REMA UPI, dan berdiskusi beberapa hal. Setelah misi yang mereka jalankan rampung dan cukup dengan membawa beberapa informasi, sesi manis di UPI pun ditutup dengan foto-foto bersama di depan Gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UPI. Selanjutnya 5 orang dari kelompok 4 PKMU dan kedua fasilitatornya merimba di penatnya kemacetan Bandung. Ternyata Bandung dan Jakarta dalam hal ini tak ada bedanya. Tapi tenang kawan, Dian, Herda, Adi, Ajeng, Fadli, dan Angga. Kami telah merampas apa yang belum diketahui kelompok lain.
Luar Biasa Perjalanan yang banyak memberi pembelajaran. Semua patut bersyukur..
By: Rekannya Gilang di kelompok 4 PKMU BEM UNJ 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar