Sebuah renovasi cerdas paripurna untuk kampus, oleh sang penuntas mimpi.
Perbaruan merupakan sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman agar kemudian semakin pasti melangkah menuju kemenangan esok hari. Perbaruan merupakan sala satu proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta. Segala sesuatu di alam melaksanakan pembaharuan, bahkan pembaruan itu sendiri. Dengan pembaruan inilah alam semseta ini bergerak dan hidup hingga mampu tetap eksis dan bertahan menghadapi gelombang kehidupan.
Setiap pelaku sejarah yang tersejarahkan adalah juga pelaku perubahan,agent of change. Peelaku pembaharuan . Siapakah mereka itu > sebagian orang biasa menamakan mereka dengan pahlawan. Sebagai makhluk yang saling mengagumi, kita tentu dibesarkan dalam kehidupan mengagumi kepahlawanan, mulai dari kepahlawanan di dunia nyata sampai kepahlawanan di dunia maya. Para pelaky perubahan dialah “sang penuntas mimpi”. “Sang penuntas mimpi” ini adalah “sejarah yang tersejarahkan”. Sebetulnya keadaan / keabadian sejarah kehidupan hakikatnya adalah keabagian jiwa-jiwa. Mereka itulah sebenarnya sejarah yang sebetulnya. Tanpa mereka, sejarah tidak akan menjadi sejarah.
Sang penuntas mimpi sebenarnya mereka yang bertugas mengeksekusi impian-impian manusia.
Mereka yang menggerkkan mimpi-mimpi kehidupan dari dunia impian ke dunia kenyataan. Mereka yang merealisasi keinginan keinginan umat manusia. Sang penuntas mimpi bisa diibaratkan sebagai seorang pahlawan ditengah kegelapan. Memiliki model yang indah namun gerakannya mematikan. Kita akan menemukan model-model kehidupan sebagai Umar bin Khattab r.a yang setiap malam meronda guna mengecek kndisi kemasyarakatannya. Atau kehidupan Abdullah bin Abbas r.a yang menghabiskan siang dan malam dalam tarbiyah dan dakwah. Atau pilihan Abu Dzar Al Ghifari r.a yang menyendiri guna mempertahankan idealismenya.
Dalam surat Ar Ra’d ayat 11, kita akan mendapatkan kesimpulan tentang hakikat pembaharuan bahwa sebuah pembaruan tiadak akan pernai tercapai manakala kita belum berhasil melakukan perbaikan diri sendiri. Dalam tataran konsep taktis strategis dapat termanifestasikan 3 agenda besar dalam hal perbaikan diri internal sendiri yakni back to ashalah, menghapus trauma persepsi, dan berkomitmen terhadap sikap terbaik.
Masih berlanjut,,tungguin ya,,,,
Jadilah sang penuntas mimpi..
BalasHapustungguin?haha^