Alhamdulillah angka 25 di tahun ini jadi
perumpamaan jagung yang mulai matang namun belum enak rasanya. Pemaknaan
sederhana ini membantu kita untuk faham bagaimana arti matang dalam asumsi awam. Layak diperhitungkan apabila jagung yang tumbuh dan akan dijual di
pasar. Pastinya rasa jagung yang dijual tidak boleh mengecewakan pelanggan yang
membelinya. Pernahkah kita berfikir apa pelanggan itu tau bagaimana proses
jagung itu bisa menjadi makanan yang enak dan berkualitas?
Awali dengan kisah
gigi bolong yang jadi tamparan sederhana, karena begitu tahu rasa sakitnya gigi
bolong serta besar biaya pengobatannya. Makan makanan yang enak dan lupa akan
kesehatan gigi dimana tidak pernah ingat untuk menyikatnya dengan tingkat disiplin
maksimal. Termakanlah usia, barangkali kata sederahana yang terbesit di dalam
otak ini untuk mendeskripsikan mengapa gigi ini harus berlubang/bolong. Ada
Teknik unik yang saya gunakan untuk mendeteksi bolongan tersebut yakni dengan
mengunyah permen karet Happydent
White". Tepat
dibagian yang berlubang ketika menggigit permen karet ini terasa enak terhadap
gigi yang berlubang ini. Makanan makanan yang menyelinap juga bisa terangkat
karena harus menempel dengan bubble gum tersebut. Di malam itu sakit yang
terasa sampai obat yang namanya Pondstan pun ditenggak oleh tenggorokan ini.
Keeseokan harinya saya mencoba untuk memeriksa gigi saya ini ke klinik rumah
sehat di Slipi (dekat tokem).
Proses pemeriksaan
berlangsung cepat namun sebelumnya saya bersama dokter gigi menyempatkan diri
untuk salat Isya di Masjid Attakwa sebelum akhirnya melakukan pemeriksaan gigi
saya. Pengalaman sebelumnya saya ke dokter gigi hanya untuk membersihkan karang
gigi yang ada menempel sekuat karang di gigi saya. Pembersihan karang ini
dilakukan demi tuntutan job pada saat itu yang harus sering terlihat didepan
umum untuk memimpin suatu acara non formal. Setelah itu saya baru sadar untuk
pentingya merawat gigi. Kembali ke cerita tadi, usai salat Isya berjamaah saya
bersama dokter kembali ke klinik untuk dilakukannya pemeriksaan gigi.
Nah ternyata
betul dokter langsung menganalisa dengan cepat serta menyimpulkan bahwa gigi
saya bolong dan harus ditambal. Proses penambalan yang lumayan lama, karena
harus membersihkan kotoran yang menyempil di gigi bagian graham sebelah kiri.
Satu setengah jam,cukup lama jika dibandingkan harus menonto pertandingan bola
tanpa perpanjangan waktu. Masih belum selesai, karena diharuskan penambalan
dobel dengan bahan GC(kalo tidak salah) dan proses pengidentifikasian dengan
laser (gak ngerti saya ) karena yang saya kerjakan adalah membuka mulut
selebarnya sambil berkali kali membuang air ludah hasil pengeboran dan
pembersihan kotoran yang menyempil di lubang.
Selesai, gigi
saya menjadi aneh lalu dokternya bilang nanti kalo terasa sakit segera bilang
dan kembali kesini ya (itu garansi yang diberikan sepertinya). Ok dok!
Itu saya langsung to the point berapa dok besar biayanya? . Dokter tersebut
mengambil list biaya pengobatan. Lalu dia bilang dengan disertai penjelasan,
maka Rp. 300.000,- harga yang cukup berat sebagai diri saya(
alhamdulillah tapi di rembous oleh kantor) .