Sebenarnya melek
pas lagi dapat training Biosafety Cabinet di PRVKP Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Gila ini sih
namanya bukan learning by doing, but
doing by learning. Ini sih kalimat pertama yang saya coba sampaikan ke
Kepala Lab saya, dia dengan gampang nya menjawab “Mas juga gitu kok, sama”.
Tidak pandang bulu bahwa peserta yang datang pada
pelatihan ini kurang lebih dihadiri oleh 60 orang yang pesertanya tersebar se
Indonesia. Ada yang dari Univ Syah Kuala Aceh, Univ Sumatera Utara medan, IPB,
Bandung, dan beberapa kampus swasta sampai beberapa perusahan yang bergerak
dibidang Biologi terapan dan klinis juga hadir dalam acara ini. Menurut panitia
ini merupakan pelatihan yang ke 16 di PRVKP. Kata panitia nya pelatihan ini
sudah dilaknsanakan selama 8 tahun. Mungkin luar biasa megahnya pelatihan ini
sesuai dengan beberapa peserta
harapkan. Dengan rincian biaya tiket masuk untuk acara dilangsungkan selama 4
hari dari tanggal 23- 27 Agustus 2016 yakni S1 (Rp. 100.000,-), S2
(Rp.300.000,-) dan S3/Umum (Rp. 500.000,-). Menurut saya yang agak perhitungan
masalah uang ini cukup garansi banget acara karena biayanya 500 men. Mudah mudahan
saja
Acara pun
berlangsung selama 4 hari dan saya sungguh menikmati dengan penuh rasa syukur
akhirnya diberi kesempatan untuk bisa mengikuti pelatihan ini. Asal tahu saja
saya menjadi urutan terakhir dari Tim Cellsafe yang ikut pelatihan ini,, maklum
lah paling bungsu disini dan ga punya power apaapa. Tapi tak apalah yang
menting bisa menyerap ilmu sebanyak banyaknya dalam acara ini meskipun saya
tergolong pasif dalam diskusi,karena lebih senang mendengar pengalaman orang
lain di setiap instansi yang berbeda.
Materi yang didaptkan
cukup banyak nih,,,yakni :
a.
GLP
Biosafety Training
b.
Klasifikasi
Mikroorganisme
c.
Kultur
Sel
d.
PCR
dan DNA Rekombinan
e.
Risk
Assesment
f.
Biosafety
Cabinet Level
g.
Serologi
dan Aspek Biosafety nya
h.
Transport
Bahan Infeksius
i.
Hewan
Uji
j.
SOP
k.
Alur
Pembuangan Limbah Lab
l.
Dekontaminasi
m.
Aerosol
n.
General
Safety
o.
Keamanan
Bahan Kimia
p.
PPE
Ada beberapa hal kritikal ketika saya mendengar presentasi yang disampaikan
oleh beberapa pembicara, yakni terkadang teori tidak sesuai dengan kanyataanya.
Namun apabila dikendalikan dengan baik mungkin akan sesuai dengan teorinya. Satu
lagi baru kali ini saya melihat ada seorang pembicara sedang presentasi dan
badannya menyenderkan ke dinding begitu kurang menghargai audience menurut
pengalaman saya. Selanjutnya, makanan yang alhamdulillah kenyang, namun perlu
dikritisi karena tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan oleh para peserta
umum. Sebaliknya penyajian materi yang empuk dan tidak terkesan menggurui
membuat dinamisasi dalam diskusi ini menjadi hidup.
Selama 3 hari materi disajikan sesuai apa adanya dengan run down karena
beberapa pembicara yang tidak sesuai dengan jadwalnya, seperti kurang
persiapan. Namun alasanya jelas sih karena tim mereka tidak hanya menjadi
pembicara di satu tempat ini. Huft,, luar biasa mereka..yang jadi pembicara
Doktor S3, dokter hewan, para Biomed dan beberapa S.Si.
Salah satu peserta terbaik yakni dari UDAYANA Bali , dimana bapak staf lab
Mikrobiologi UDAYANA ini sangat kritis ketika mengajukan pertanyaan kepada para
pembicara.
Nanti kita lanjutkan lagi, insyaallah akan ada beberapa foto hasil Seminar
Kemarin....
Wait
ya,,,,
