Selasa, 25 November 2014

Follow up Hazaka Plant, Sendai Japan 1

  Assalammualaikum,,
selamat siang,,,
Semoga dimudahkan dalam setiap rangkaian kata, iringan kalimat serta segenggam parapraph tentang cerita follow up dari Hazaka Plant.

Pertama, diawali dengan kepulang dari Sendai,Japan menuju Jakarta. Ada banyak sekali harapan tentang bagaimana masa depan bisa ditatap lebih baik. Sinar harapan itu kian jelas,ketika banyak hal berbeda yang didapat setelah pulang dari Jepang. Sifat bangga pernah menginjakkan kaki di negeri orang yang bahkan tidak tercatat dalam 100 keinginan yang saya tulis ketika kuliah semeseter 1. 
Begini kisahnya, tiba di Bandara Soetta di siang hari WIB(lupa jamnya) ibu dan pak agus (kawan papah) menjemput dan dengan haru mama terlihat bahagia melihat anaknya dalam keadaan sehat walafiat. Nafsu makan ku akan masakan Indonesia menjadi bergelora sehingga langsung meminta untuk makan masakan padang di restauran sederhana (sekali kali boleh lah). Sesampainya disana langsung merasakan rendang,ayam pop dan masakan khas padang yang saya suka. Saya berniat setelah saya sampai Jakarta saya akan melakukan puasa sunnah untuk membersihkan makanan yang masuk kedalam tubuh saya khawatir makanan yang di makan tercampur dengan minyak babi. ( alhamdulillah terasa membaik setelah melakukan puasa untuk membersihkan diri ini dari masakan yang tidak halal). Namun disela itu ada kabar buruk berat badan saya menjadi 91kg, pipi chuby dan perut tambah buncit. Disaat itu pula saya berniat untuk membeli sepeda untuk bisa berolahraga dan kembali memperbaiki berat badan saya menjadi ideal (karena belum nikah, kalo belum nikah buncit ya bagaimana nanti ? )

Setelah sampai dirumah aku langsung menghubungi ke sepuluh teman baik alias temen temen seperjuangan selama sma. Dan disaat itu saya mencoba untuk sharing pengalaman dan seperti biasa anak anak main PES sampai shubuh, saya mah tidur aja.

(kisah kejadian diatas diperkirakan bulan November tahun lalu ketika penulis menulis tulisan ini< jadi tahun berapa tebak? > hehehe)

UNJ meminta kami untuk melakukan follow up terhadap kegiatan yang kami lakukan (red: Isnin,Gilang,Irfan dan Nabila) namun khusus Nabila sang entrepreteur/penterjemah, setelah pulang dari Jepang dan terakhir bertemu dengan keluarganya di Bandara kami semua tidak menemukan kabar dia, dan sangat sulit dihubungi untuk bisa membantu dalam kegiatan follow up kegiatan dari Jepang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...