Selasa, 21 Juni 2016

Idung Mampet = Sinusitis, Mulut Nyinyir = Situsinis ? (karya Erick Yusuf)

Bismillahirrahmanirrahim..

      Ketika mengembara di tweetland saya menemukan status tetangga yang cukup menggelikan. Kurang lebih berbunyi seperti ini " Gejala idung mampet namanya sinusitis. Gejala mulut nyinyi disebut sinusitis". Hahaha dari sana saya langsung membuka KBBI yang menerangkan bahwa sinusitis adalah radang pada rongga sekitar hidung, sedankan nyinyir kurang lebih berarti mengulang-ulang perintah, permintaan atau cerewet. Sinis sendiri jika kita kembali ke pernyataan "gejala mulut nyinyir namanya situsinis" atau orang yang sinis diartikan 1. Bersifat mengejek atau menganggap rendah ; 2. Tidak melihat kebaikan apapun dan meragukan sifat baik yang ada pada sesuatu.

      Bahasan tersebut mengingatkan saya pada kakek bijak bersuara lembut yang sangat saya sayangi, eyang Ahmad Dahlan Nasution yang selalu menasihati saya agar jangan mempunyai sifat "Under Estimate" merendahkan orang lain, sekaligus meragukan orang untuk berbuat baik atau benar, alias berburuk sangka lebih lagi suudzhon.

      Suudzhon diambil dari kata zhan yang artinya prasangka, sedangkan su'u dapat diartikan sebagai adab/perangai yang buruk. Jadi Suudzhon berarti prasangka buruk terhadap seseorang atau sesuatu. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang ini:
     
      "Jauhilah olehmu prasangka, sesungguhnya prasangka itu pendusta benar (sedusta-dusta pembicaraan). Dan janganlah kamu mendengar rahasia orang, jangan mengintip aib orang, jangan tambah menambah harga untuk menipu, jangan saling mendengki, benci - membenci dan janganlah pula bermusuhan. Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara." (H.R Abu Daud dari Abdullah bin Maslamah)

     Itulah larangan terhadap prasangka yang buruk yang akan lebih jauh lagi menimbulkan fitnah yang menyebabkan kita berbuat zhalim terhadap orang lain. Ada 7 hal yang Rasul ingatkan dari petikan hadist diatas :

Pertama,  jangan berburuk sangka menyangka tanpa bukti dan mengira tanpa diselidiki klarifikasi sebab dengan berprasangka buruk dapat mengakibatkan fitnah lebih jauh lagi permusuhan.

Kedua,  suka mendengar rahasia, jauhilah rasa untu ingin menetahui rahasia orang lain yang tidak baik, hal ini pun dapat menimbulkan fitnah.

Ketiga,  suka mencari cari dan membicarakan orang lain.

Keempat,  suka menambah - nambahkan harga dalam jual beli untuk menipu, curang atau menawar lebih tinggi dari orang lain sedang ia sendiri tidak jadi beli.

Kelima,  hasad yaitu saling mendengki, iri hati, tak suka orang lain memperoleh kenikmatan atau menginginkan kenikmatan itu hilang dari orang lain,

Keenam,  cepat marah lambat reda.

Ketujuh, saling bermusuhan, tak mau menegur karean adanya suatu kesalahan spele.

            Itulah kiranya hal hal yang semestinya kita hindari agar tidak menjadi zhalim terhadap orang lain, juga menimbulkan permusuhan dan keretakkan persaudaraan..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...