Senin, 11 Desember 2017

Akang Anon

Sore tadi, Ciroyom Des 2017

Saya berencana untuk pulang menggunakan salah satu moda transport online. Saya mendapati pengemudi menggunakan salah satu motor Honda matic terbaik saat ini. Sebenarnya bukan itu, kita sebut Anon, nama sang driver tersebut. Mudah mudahan ada hikmah dalam cerita saya malam ini.

Seperti biasa, saya dari kecil di didik untuk bisa humble terhadap semua orang, terlepas dari muka saya yang jutek. Saya selalu memulai kepada setiap driver online dengan percakapan ringan. Percakapan ringa seperti orang mana? asli mana ? tinggal daerah mana? sudah punya anak berapa? ini sambilan atau utama? sampai kepada pertanyaan berkisar tentang keluarga. Umur saya 27 tahun jalan 28, sedangkan sang driver kang Anon umurnya beda 3 tahun dari saya.

Pertanyaan tertuju pada, Kang tos gaduh Murangkalih? (ini bahasa adalah bang sudah punya anak?) karena pertanyaan sudah nikah atau belum agak kurang lazim ditanyakan, namun pertanyaan sudah punya anak mungkin bisa menjelaskan beberapa pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan. Beliau dengan ringan menjawab pertanyaan, teu acan gaduh kang. Saya pun bilang ya ikhtiar terus kang, akang nya pun bercerita iya istri teh tos 3x kaguguran kang. Naha kitu ? saya langsung bertanya kepadanya sesuai dengan informasi yang saya tahu tentang perempuan yang berbadan kurus sulit punya anak, terlebih apabila tidak memiliki pingul bentuk piano. Saya tanya berapa beratnya 45kg, tingginya berapa gitu ?ya setinggi saya. Saya imaji cukup kurus sepertinya, namun sang akang menjelaskan tidak ingin menyalahkan hal itu, tapi yang harus disalahkan adalah dirinya.

Kenapa harus dirinya?
sederhana kata abdi baheulana bangor kang, ngomong ke saya seperti itu. Maksudnya gimana kang anom? (kang anom ini juga bekerja sebagai salah satu pegawai lapangan BUMN Listrik di Bandung). Iya saya dulu nya bandel, sempet ngobat, nge ganja, bahkan minum minuman. Sontak saya bertanya bagaimana masih merokok? iya sih, tapi saya berhenti mengkonsumsi obat obatan setelah 2 tahun pernikahan saya. Kenapa bisa begitu kang? iya jadi saya udah banyak sekali konsul kepada beberapa dokter yang ada di Bandung. Ternyata ada masalah sperma (Quality of Sperm), jadi efek dari dulu mengkonsumsi obat obatan. Lalu saya pun sedikit menjelaskan beberap konsep teori tentang perkembang biakan sesuai yang saya pelajari saat kuliah. Sambil saya diawal menjelaskan bahawa saya seorang biologist. Kenapa sih harus diawali merek? karena orang orang zaman sekarang tidak ingin digurui bahkan selalu merasa lebih pintar dibanding lawan bicara. Saya hanya mengingatkan beda penyampaian suatu hal apabila mereka berkata tidak sesuai experience nya.

Usai menjelaskan, saya walau belum menikah, mencoba memberikan satu trend positif untuk terus berdoa, berikhtiar serta tawakkal kepada Allah SWT. Karena anak itu urusan Allah, Allah SWT yang mengatur kapan diberi amanah untuk anak atau mungkin belum diberikan amanah tersebut. Teringat adik kelas berkata bahwa anak merupakan amanah terbesar dari Allah SWT.

Semoga bisa menjadi hikmah buat saya pribadi dan kawan kawan yang sempet membaca tulisan ini.


Mudah mudahan kita bisa menjadi orang yang terus belajar untuk terus belajar memperbaiki kekurangan kita yang tiada habisnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...