Merencanakan banyak hal dalam angan angan tetapi batal tidak terlaksana karena ketidaksesuaian pikiran.
Seumpama katak yang berenang sesuai dengan arah keinginnanya, namun bisa saja berubah arah karena hujan datang. Layaknya lumut yang ada dimana mana apabila kondisi lingkungan lembab, bahkan seperti bunga pukul empat Mirabilis jalapa yang memang akan berkembang bunganya waktu sore menuju petang.
Ilusi disini ada bisa jadi karena perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Ilusi ada setidaknya seperti teori kemungkinan yang mungkin ada untuk bisa dipecahkan jawabannya. Ilusi seperti telur di tengah tengah sayuran apa saja dengan bumbu kacang yang dikenal gado gado. Ilusi bukan hanya sebuah kata, namun terkadang orang orang suka menyebutnya dikala membutuhkan kata ini untuk dikeluarkan sebagai suatu jawaban diluar fakta serta logika. Ilusi bukan opini, bukan juga narasi yang tergiring untuk memberikan efek pemikiran sama sesuai sang subjektif kata.
Semua orang punya rasa, kata dan wicara. Nelangsa betul, apabila orang orang yang punya rasa, kata serta wicara harus di kerangkeng penyampaiannya. Terlihat aneh, seolah tidak bernyawa sebagai seorang manusia. Di lain sisi, banyak orang berkata kata dengan bayaran selebihnya via dunia maya. Entah itu orang ataupun bukan, sama saja mereka tidak menulis dengan hati yang bersih. Maksudnya apa? bukan bersih dari dosa, tapi kebebasan bernarasi mendeskripsikan apa yang didalam pikirannya untuk disampaikan sehingga ada 2 pilihan yakni bermanfaat atau tidak.
Selebihnya terserah anda,
Ini hanya ilusi, enteh benar atau salah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar