Rabu, 29 April 2020

2020 akan ada yang baru di keluarga kami (insyaallah)

Assalammualaikum,

Gw hari ini kembali untuk menulis blog setlah hampir 1 tahun  lebih tidak menulis lagi.
Di tulisan ini, menandakan gw udah ga sendiri lagi. Tepatnya tanggal 21 April 2018 gw menikah dengan cw yang memang gw yakin banget tepat buat gw dan keluarga gw kedepannya. Apapun hal hal yang terjadi sebelumnya, adalah suatu misteri takdir yang menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan. Amanah begitu berat sekali ketika jabat tangan pada saat akad nikah dengan bapak mertua, ketika terucap dengan bismillah, semua saksi bilang sah. Yah disitu pundak gw berat banget. Kenapa berat ya 1 detik setelah salaman ini berarti Amanah untuk seorang Istri gw ada di pundak gw dunia akhirat.

Fyi, gw adalah anak yatim yang menikah di umur 28 tahun, dengan 5 syarat khusus yang diberikan oleh ibu gw. Niat awal 25 namun apa yang terjadi jadi ngaret 28 tahun. Kisah yang seru ini gw beranikan tulis disini karana menurut gw bisa menjadi satu kisah yang baik  apabila di lihat dari sisi positif. Setelah 5 syarat yang hampir terpenuhi, ternyata ada tahap selanjutnya yakni berdikusi atau rapat dengan keluarga di Bandung. Beberapa kali meyakinkan mama n juga semua sodara sodara yang ada di Bandung. Alhamdulillah 30 Desember 2017 gw datang ke Depok untuk melakukan lamaran dan alahamdulillah di terima. Udah lah ya itu aja, intinya sih anak cowo dari keluarga yang sudah lama tidak ada bapak, seorang ibu sangat sulit untuk melepaskan anak laki lakinya kepada orang lain yang belum lama kenal. Seperti itulah intinya. hehehe

Berlanjut dari paragraf pertama, pernikahan gw sesuai dengan tulisan ini tepat di 2 tahun 9 hari. Oh ya tulisan ini dibuat ketika ada pandemi Covid 19, posisi gw yang di Jakarta sebagai zona merah membuat WFH, social distancing, dll dilakukan demi menghindari Corona Virus. Lanjut ya, jadi ketika Tahun Baru Islam, gw bareng istri gw makan di tempat yang unik sih namaya Bakmitopia, kita cobain popcorn chicken dan nasi goreng. FYI istri gw doyan menjelajah nasi goreng, mau itu solaria, bakmitopia atau yang terakhir enak itu nasi goreng di bakso lapangan tembak. Nah setelah selesai makan disitu, tepatnnya di Transmart Cempaka Putih. Gw sempet banget nge tweet yang isinya seperti ini "SEMOGA TAHUN BARU ISLAM INI KITA BISA BERTIGA". Itulah alasan yang benar benar menjadi basic tulisan ini dibuat. Ternyata benar, Allah SWT mengabulkan doa kami. Gw inget banget tuh yang jawab amin, temen gw yakni bapak Ridwan Nur Ihsan di twitter.

Sebenarnya ga langsung gitu, maksudnya gw berdoa di malam tahun baru islam, dan itu jadi momen yang gw inget banget tenteng bagaimana barokahnya dari tahun baru islam itu.
Jadi gw mencoba untuk memberikan informasi yang bisa membuat pembaca bisa memaknai bahwa tahun baru islam kita gunakan dengan berdoa membaca shalawat insyaallah barokah kobul. Compare apabila kalian main terompet di tahun baru masehi atau begadang dll hal-hal yang kurang positif. Barangkali bukan gw tidak suka dengan tahun baru, namun marilah kita mencoba untuk merenungkan tentang memaknai tahun baru islam.

Oh ya istri gw namanya Aulia Astari Justica, seorang wanita yang menurut gw apa adanya, kita berdua memiliki default face jutek, nama panggilannya AJ, dia guru di salah satu sekolah dasar swasta di Jakarta Timur. Apa ya yang unik, kita memiliki hampir banyak kemiripan, bahkan kadang gw mikir ya ini orang kok kayak cermin gw ya.... Kita sama sama pemarah, sama sama egois, sama sama keras kepala, sama sama kekeuh, dan sama sama apa adanya ya segitu adanya maksudnya (bersyukur aja). Tapi perbedaannya juga ga sedikit sih, dia orang nya baik ke orang apalagi ke temennya suka ngasih kado ini itu (yg gw sebagai co males banget ya ngasih kado gitu aja), dia loyal (sedangkan gw penuh perhitungan apalagi masalah keuangan), pelupa (gw lumayan lah rada inget), ga bisa diem orang nya (gw kan kalem banget) dan masih banyak lagi. Diantara itu semua pada intinya ya apapun yang dipunya didapat atau dimiliki pasti tidak ada yang sempurna maka mensyukuri, saling membantu dan yinyang hidup itu penting menurut gw. 

Untuk 2020 akan ada yang baru, ya kami mohon doanya ya, sedang menghitung hari...
nanti gw akan coba konsistem menulis lagi di blog terkait dengan kami...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...