Senin, 22 Maret 2021

31 Tahun ini gw harus dapat kerja yang lebih baik

 Yup,

sesuai dengan judul ini adalah fokus doa kerja dan harap di usia gw yang 31,

Loh kenapa baru sekarang?

Telat memang?

ga juga, 

sesuai dengan rumus ekonomi mengenai basic ekonomi (gajian), Pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran.

Bener atau engga nya ga bisa jadi tolak ukur atau toleransi dasar dalam menilainya. Ada efek pandemi covid 19 yang sudah 1 tahun lebih yang belum kemana-mana masih ada di Jakarta. Sudah ada vaksin yang menjadi suatu harapan besar untuk mencapai heard immunity, namun tetap dalam proses nya membutuhkan waktu serta tidak menolak untuk tetap melakukan 3M.

Seakan akan menjadi hal lumrah dalam kegiatan ekonomi di Indonesia khususnya. Berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah untuk membantu rakyat yang terdampak. Positif memang tapi masih perlu ditambahkan dan harus menyeluruh kepada rakyat yang membutuhkan. Namun di masa pandemi ini kata "orang yang membutuhkan" menjadi hambar, dikarenakan untuk kondisi saat ini Rp. 1 pun dibutuhkan oleh semua orang tidak menilai mau dia kaya atau miskin. 

Ini unik, diskusi bersama istri dalam perjalanan pulang, ga kan semua berdampak bang, yang kaya mah tetap kaya, yang terdampak ya terdampak. Disitu gw sempet ngigo, ah masa iya, tapi kenyataanya di awal pandemi tahun 2020 orang kaya justru menyimpan sebanyak2nya uang nya di bank, bukan membelanjakannya dalam rangka meningkatkan kondisi ekonomi Indonesia. Jauh dari peniliaian itu banyak orang terdampak menjadi tidak mendapat pekerjaan bahkan di phk atau tidak dilanjutkan kontraknya. 

Contohnya tempat saya kerja di bimbel jakarta barat, tutup akhirnya bahkan sempat tidak membayar sisa gaji dari para guru dan karyawan nya. Ini nyata bahwa pandemi memberikan dampak instan di dunia pendidikan. Bimbel ini memang bergerak di rentan usia SMA dan target lulus UN serta SNMPTN. Keaadaan tidak adanaya UN serta adanya PJJ membuat para orang tua yang mau membimbelkan anaknya menjadi ragu dan akhirnya resign dan meminta uang kembali. Rugi memang, namun ini adanya. Hutang dimana2 menjadikan bimbel ini bangkrut....

Pelajaran tidak berhenti disitu, ada harapan ada cahaya serta ada keinginan. Pandemi ini memaksa kita untuk beradaptasi ekstra dalam rangka BERTAHAN Hidup. Beda Jakarta, beda Bandung ataupun Bogor, Jakarta cukup ketat dalam penerapan 3m, masalah tracing PCR, dan juga perawatan pasien covid 19 yang positif. Beda dengan Bali, kondisi perekenomian yang mati, sejak adanya pandemi. Bali sangat mengandalkan wisatawan asing dalam rangka menggerakan roda ekonomi nya. 

Saudara saya yang bekerja di Bali pun dirumahkan. Bahkan ada kalimat yang saya ingat sampai nulis ini yaitu apabila hanya mengandalkan wisatawan lokal tidak bisa menutupi okupansi yang ada. 


Jika memang ini menjadi seleksi alam, maka janga menyerah. Kupu kupu biston bertularia di London ketika revolusi industri dengan banyak nya asap kabut hitam menyebebabkan beberapa kupu kupu berwarna cerah di mangsa, namun yang gelap tetap bertahan dan berusaha terus untuk bisa Hidup.

Hidup itu penting kenapa? karena udah dikasih gratis oleh ALLAH SWT untuk bisa bernafas dll. Tapi masa iya kita mau nyerah..Jadi biarlah kejadian hari ini kita terima dengan baik, nah bagaimana kita untuk bisa menerima mensyukuri serta tidak berdiam diri. Lanjutkanlah hidup, karena semampunya kita belum tentu semampunya sang khalik yang menciptakan kita. Banyak doorprize yang tidak disangka sangka, bahkan seharusnya kita menysukurinya,


31 ini kenapa harus lebih baik, karena sudah ada buah hati solehah. Ingin lebih baik untuk apa? untuk bertahan hidup agar bisa tetap sehat. Kenapa sehat saja? karena kunci untuk bisa bertahan dikondisi hari ini adalah Sehat.


doa yang sama untuk kalian semua.semoga tulisan ini bermanfaat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...