Kebanyakan orang yang mengalami kegagalan tidak
suka melihat dirinya sendiri sebagaimana adanya seperti yang ditampilkan di
cermin. Anak-anak muda khususnya, dipengaruhi oleh reaksi emosional semacam ini
ketika menghadapi masalah yang sulit ditemukan solusinya. Ingatlah bahwa ketika
Anda melakukan kesalahan, secara alamiah Anda tidak akan suka pada diri Anda
sendiri, kesalahan itu tidak sama dengan diri Anda; tidak seperti diri kecil
Anda. Hal pokok yang penting diingat dalam menjadi diri Anda sendiri adalah
bangkit mengatasi diri kecil Anda yang pesimis dan minder. Anda mesti bangkit
dari kesalahan-kesalahan dan ketidakberuntungan hari kemarin. Anda harus
mencoba untuk menggapai diri besar Anda.
Manusia itu pembuat kesalahan namun kita juga pendobrak kesalahan. Kita bisa
aja membuat kesalahan, tetapi kesalahan itu seringkali mengajarkan kita banyak
hal dan membuat kita menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, usaha untuk menjadi
diri sendiri – diri besar Anda – adalah menerima diri Anda sebagaimana adanya
pada saat Anda berbuat salah. Tataplah diri Anda yang ada di cermin dengan mata
yang jernih, lembut dan sadarilah bahwa Anda jauh lebih besar dan jauh lebih
hebat dari sejumlah kesalahan, kesialan, sakit hati, dan kesalahan serius. Anda
mesti hidup melampaui kekalahan-kekalahan Anda daripada hidup bersama
dengannya. Anda harus menerima kelemahan Anda, berdiri di atas kaki Anda
sendiri pada saat-saat krisis, dan menyadarkan diri pada kepercayaan diri dan
sukses-sukses masa lalu untuk mengubah masa-masa sulit itu menjadi
kesempatan-kesempatan yang kreatif.
Pembaca yang budiman,
Jika Anda tidak menyukai diri Anda sebagaimana adanya, mulailah dengan melihat
dan focus pada kekuatan Anda sendiri. Berhentilah hidup dengan kesukaran ini,
sebab Anda dan diri Anda sendirilah yang dapat, baik suka maupun tidak suka,
menerima diri Anda seperti apa adanya. Sadarilah bahwa Anda dapat menjadi diri
Anda yang lebih baik, dengan bangkit dari kesalahan-kesalhan Anda. Itulah inti
dari kehidupan yang sukses. Karena alasan itulah, menjadi diri Anda sendiri itu
adalah hal terpenting. Ingat : Jadilah diri Anda sendiri yang terbaik dan
sukses, sekali Anda membuat kesalahan, ambil hikmah positifnya dan pembelajaran
untuk melakukan lebih baik di kesempatan berikutnya. Jangan takut untuk melakukan
kesalahan, karena jika Anda tidak mencoba maka Anda tidak tahu apa yang bisa
Anda lakukan dan apa yang Anda bisa capai dalam hidup Anda. Berani untuk
mencoba !!!
Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !
Rabu, 27 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013
ALAD (visi analisis penyakit akibat polusi)
GILANG AINAN DRAJATMARTHA. Risk
Analysis of Enviromental Plumbum (Pb) Level
in Amino Acids Levulinat Dehydratase (ALAD) Gene Mutation. Undergraduate
Thesis. Jakarta: Faculty of Mathematics and Natural Science. State University
of Jakarta. 2013.
Heavy metal Plumbum (Pb) poisoning that occurs in children recently is the
main problem in developed countries as well as in developing countries. Many
researches about heavy metal Plumbum (Pb) have shown that children are more susceptible to negative
influences of heavy metal spread than adults. Polluted environment is certainly
influential to the spread of plumbum at children which can be seen from DNA
genome coding Amino Acid Levulinat Dehidratase (ALAD) enzyme. This research is
aimed at getting optimum ALAD gene fragment which can be used as environmental
Pb polluted gene mark. The method used in the research is descriptive method
with laboratory PCR AAS and RFLP as well as conducted interviews to obtain
information of research subject. 30 research subjects consisting 10 students of
SD Pisangan Baru 01, 10 students of SD Pulo Gebang 01, and 10 students of SD
Malaka Jaya 10 are used as research samples. The results show that 4 from 30
research samples succeed to be amplified by ALAD gene fragment along 500bp
which represent each elementary school. The AAS test of school hedgerow
resulting 2 bends in RFLP test along 150 bp and 350 bp proves that there is
plumbum (Pb) contamination in environment at Amino Acid Levulinat Dehydratase
(ALAD) Gene Mutation.
Key words :Plumbum,
environment, ALAD gene, mutation.
ketika sulit, pasti ada jalan
Wahai manusia,
setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada
tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu,
dalam kesesatan akan dating petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap
kegelapan akan terang benderang.
“Mudah-mudahan ALLAH
akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-NYA) atau keputusan dari sisi-NYA”
(QS. Al-Ma’idah: 52)
Sampaikan kabar
gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti dating mengusirnya dari
puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada ornag yang
dilanda kesusahan, bahwa pertolongan akan dating secepat kelebatan cahaya dan
kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan
dekapan hangat akan segera tiba.
Saat anda melihat
hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa
dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.
Ketika anda melihat
seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa, tali itu akan segera putus.
Setiap tangisan akan
berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman dan
kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Kobaran api tidak
akan mampu mebakar tubuh nabi Ibrahim A.S. dan itu, karena pertolongan Ilahi
membuka “jendela” seraya berkata
“Hai api menjaddi
dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al-Anbiya: 69)
Lautan luas taj kuasa
menenggelamkan Kalimur Rahman (nabi Musa A.S). Itu, tak lain karena suara
agungkala itu telah bertitah,
“Sekali-kali tidak
akan tersusul. Sesungguhnya, RABB-ku besertaku, kelak DIA akan memberi petunjuk
kepadaku.” (QS. Asy-Syu’ara: 62)
Ketika bersembunyi
dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad S.A.W yang ma’shum
mengabarkan kepada Abu Bakar, bahwa ALLAH Yang Maha Tunggal dan MAha Tinggi ada
bersama mereka. Sehingga rasa aman, tenteram dan tenang pun dating menyelimuti
Abu Bakar.
Mereka yang terpaku
pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang (mungkin) sangat kelam, umumnya
hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusan dalam hidup mereka.
Itu, karena mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah
mereka. Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai ke belakang
tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar
rumahnya.
Maka dari itu, jangan
pernah merasa terhimpit sejengakalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan
sebaik-baiknya ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari
demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan terus berganti, malam demi
malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap
tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-NYA, dan
ALLAH mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru stetelah itu semua. Tetapi
sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.
Disadur dari buku
berjudul La-Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qarni (#1 buku terlaris di dunia)
Biarkan masa depan
Rizky
Hadyanto
“Telah
pasti datangnya ketetapan ALLAH, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan
(datang)nya” (QS. An-Nahl: 1)
Jangan
pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda mau mengeluarkan
kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak?
Hari
esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, karena belum berwujud,
dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus
menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin
akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan
meramalkan bencana-bencana yang bakal ada didalamnya? Bukankah kita juga tidak
tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok itu
kita akan berwujud kesenangan atau kesedihan?
Yang
jelas hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak
sepantaasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebeb,
siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi
kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu,atau mungkin pula
jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya.
Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian
menyeberanginya.
Dalam
syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan
membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang
baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu
termasuk thuful amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan
itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan
baying-bayang. Namun ironisnya, kebanyakan manusia di dunia ini justru termakan
oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, dan krisis
ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal semua itu hanyalah bagian
dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.
“Setan
menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat
kejahatan (kikir), sedang ALLAH menjanjikan untukmu ampunan daripada-NYA dan
karunia” (QS. Al-Baqarah: 268)
Mereka
yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan
hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia
ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya
berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu
yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar
bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.
Biarkan
hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar
beritanya, dan janganlah pernah menanti serangan petakanya. Sebab hari ini anda
sudah sangat sibuk.
Jika
anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus
kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan
bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang
berlebihan.
Disadur
dari buku berjudul La-Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qarni (#1 buku terlaris di
dunia)
Rahasia Amanah
Rahasia Amanah
Kata amanah satu akar dengan kata iman,
aman. Dalam surah Al-Mu’minun:8 Allah menyebutkan bahwa di antara ciri ahli
surga adalah menjaga amanah. Ustadz Sayid Quthub menjelaskan dalam tafsirnya,
maksud amanah dalam ayat tersebut adalah amanah iman. Dari sini kita
mendapatkan beberapa pelajaran:Pertama, bahwa menjaga amanah adalah bagian dari iman. Sungguh dipertanyakan iman seseorang yang sering berbuat khianat, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Karena itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa di anatara ciri manusia munafiq adalah: “Bila berbicara berdusta, bila berjanji melanggar dan bila dipercaya mengkhianati.” Dari sini nampak bahwa masalah amanah –apapun namanya- : jabatan, harta, anak dan lain sebagainya, itu kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah swt.
Itulah yang membuat Umar bin Khaththab tidak enak tidur ketika diberikan kepadanya amanah kepemimpinan. Umar masih selalu menagis, sekalipun semua rakyatnya telah menikmati buah keadilan yang ia tegakkan. Menangis karena takut kalau kelak di hari Kiamat ketahuan bahwa ada seekor kuda yang tergelincir jatuh disebabkan sebuah lubang di jalan yang belum ia perbaiki. Umar merasa bahwa semua itu pasti Allah mintai pertanggungjawabannya. Kesadaran seperti inilah seharusnya yang dimiliki oleh setiap pemimpin terhadap amanah ya ia pikul.
Ingat bahwa rakyat memilih supaya disejahterakan, bukan dibikin semakin menderita. Maka setiap penderitaan rakyat kelak di hari kiamat pasti akan dipikulkan oleh Allah kepada pemimpinnya.
Kedua, bahwa untuk menjalankan amanah secara jujur dibutuhkan iman yang kokoh. Iman bahwa Allah melihat segala perbuatannya, maka ia hati-hati karena takut kepada-Nya. Iman bahwa dunia bukan segala-galanya, melainkan akan dihancurkan dan akan diganti dengan alam Akhirat. Di sanalah setiap insan akan diadili di hadapan Allah yang Maha Mengetahui, maka ia bersungguh-sungguh menjalankan amanah tersebut. Bila seseorang benar-benar mengimani makna amanah ini, maka tidak ada amanah yang dikhianati.
Sungguh telah terbukti dalam sejarah, bahwa hancurnya sebuah negeri dan terlantarnya kemanusiaan adalah kerana kebusukan akhlak pemimpinnya dalam menjaga amanah. Ingat bahwa segala fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia sudah Allah sediakan secara seimbang. Tidak mungkin Allah mendzalimi makhluk-Nya. Maka jika ternyata ditemukan ketimpangan di sana-sini itu pasti terjadi karena adanya kedzaliman yang diperbuat oleh manusia sendiri.
Benar, dunia ini tidak butuh banyak kehebatan dan keahlian manusia. Dunia ini sudah Allah lengkapi segala fasilitasnya. Bertahun-tahun manusia telah menjalani hidup di muka bumi. Dan terbukti bahwa memang Allah sediakan segala kebutuhan manusia. Berdasarkan ini, sebenarnya dunia ini hanya butuh satu kata: “kejujuran” (menjaga amanah). Bila kualitas ini hilang dari perilaku manusia, jangan di harap keseimabangan hidup akan berjalan dengan baik, apapun keahlian dan kehebatan teknologi yang dicapai manusia.
Ketiga, kata amanah identik dengan kata aman. Ini menunjukkan bahwa menjaga amanah dan menjalankannya dengan baik itu identik dengan memberikan rasa aman kepada kemanusiaan. Sebaliknya mengkhianati amanah adalah identik dengan menyebarkan kegelisahan bagi kemanusiaan.
Bila seorang kepala rumah tangga tidak amanah pasti penghuni rumah tangga tersebut tidak akan mendapatkan rasa aman. Istri dan anak pasti akan tercekan kegelisahan sepanjang masa. Lebih luas lagi, bila seorang pemimpin desa tidak amanah, pasti seluruh penduduk desa tersebut akan merasa menderita. Lebih besar lagi, bila seorang pemimpin kabupaten atau propinsi tidak amanah, sungguh bisa dipastikan bahwa seluruh rakyat di kabupaten atau di propinsi tersebut akan terseok-seok, jatuh dalam jurang penderitaan tak terhingga. Lalu bayangkan apa yang akan menimpa sebuah negeri bila sang pemimpin negeri dan seluruh jajaran kebinetnya tidak amanah? Wallahu a’lam bishshawab.
Langganan:
Komentar (Atom)
Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...
-
..............................................................................................................................................
-
Ada hikmah dalam kebersamaan Ada nikmat dalam bingkai silaturahmi Ada cinta dalam dekapan ukhuwah Bukber rasa baru, karena bebe...



