Rabu, 27 Februari 2013

be yourself

Kebanyakan orang yang mengalami kegagalan tidak suka melihat dirinya sendiri sebagaimana adanya seperti yang ditampilkan di cermin. Anak-anak muda khususnya, dipengaruhi oleh reaksi emosional semacam ini ketika menghadapi masalah yang sulit ditemukan solusinya. Ingatlah bahwa ketika Anda melakukan kesalahan, secara alamiah Anda tidak akan suka pada diri Anda sendiri, kesalahan itu tidak sama dengan diri Anda; tidak seperti diri kecil Anda. Hal pokok yang penting diingat dalam menjadi diri Anda sendiri adalah bangkit mengatasi diri kecil Anda yang pesimis dan minder. Anda mesti bangkit dari kesalahan-kesalahan dan ketidakberuntungan hari kemarin. Anda harus mencoba untuk menggapai diri besar Anda.

Manusia itu pembuat kesalahan namun kita juga pendobrak kesalahan. Kita bisa aja membuat kesalahan, tetapi kesalahan itu seringkali mengajarkan kita banyak hal dan membuat kita menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, usaha untuk menjadi diri sendiri – diri besar Anda – adalah menerima diri Anda sebagaimana adanya pada saat Anda berbuat salah. Tataplah diri Anda yang ada di cermin dengan mata yang jernih, lembut dan sadarilah bahwa Anda jauh lebih besar dan jauh lebih hebat dari sejumlah kesalahan, kesialan, sakit hati, dan kesalahan serius. Anda mesti hidup melampaui kekalahan-kekalahan Anda daripada hidup bersama dengannya. Anda harus menerima kelemahan Anda, berdiri di atas kaki Anda sendiri pada saat-saat krisis, dan menyadarkan diri pada kepercayaan diri dan sukses-sukses masa lalu untuk mengubah masa-masa sulit itu menjadi kesempatan-kesempatan yang kreatif.

Pembaca yang budiman,

Jika Anda tidak menyukai diri Anda sebagaimana adanya, mulailah dengan melihat dan focus pada kekuatan Anda sendiri. Berhentilah hidup dengan kesukaran ini, sebab Anda dan diri Anda sendirilah yang dapat, baik suka maupun tidak suka, menerima diri Anda seperti apa adanya. Sadarilah bahwa Anda dapat menjadi diri Anda yang lebih baik, dengan bangkit dari kesalahan-kesalhan Anda. Itulah inti dari kehidupan yang sukses. Karena alasan itulah, menjadi diri Anda sendiri itu adalah hal terpenting. Ingat : Jadilah diri Anda sendiri yang terbaik dan sukses, sekali Anda membuat kesalahan, ambil hikmah positifnya dan pembelajaran untuk melakukan lebih baik di kesempatan berikutnya. Jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena jika Anda tidak mencoba maka Anda tidak tahu apa yang bisa Anda lakukan dan apa yang Anda bisa capai dalam hidup Anda. Berani untuk mencoba !!!

Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !

Selasa, 19 Februari 2013

ALAD (visi analisis penyakit akibat polusi)


GILANG AINAN DRAJATMARTHA. Risk Analysis of Enviromental  Plumbum (Pb) Level in Amino Acids Levulinat Dehydratase (ALAD) Gene Mutation. Undergraduate Thesis. Jakarta: Faculty of Mathematics and Natural Science. State University of Jakarta. 2013.

Heavy metal Plumbum (Pb) poisoning that occurs in children recently is the main problem in developed countries as well as in developing countries. Many researches about heavy metal Plumbum (Pb) have shown that children are more susceptible to negative influences of heavy metal spread than adults. Polluted environment is certainly influential to the spread of plumbum at children which can be seen from DNA genome coding Amino Acid Levulinat Dehidratase (ALAD) enzyme. This research is aimed at getting optimum ALAD gene fragment which can be used as environmental Pb polluted gene mark. The method used in the research is descriptive method with laboratory PCR AAS and RFLP as well as conducted interviews to obtain information of research subject. 30 research subjects consisting 10 students of SD Pisangan Baru 01, 10 students of SD Pulo Gebang 01, and 10 students of SD Malaka Jaya 10 are used as research samples. The results show that 4 from 30 research samples succeed to be amplified by ALAD gene fragment along 500bp which represent each elementary school. The AAS test of school hedgerow resulting 2 bends in RFLP test along 150 bp and 350 bp proves that there is plumbum (Pb) contamination in environment at Amino Acid Levulinat Dehydratase (ALAD) Gene Mutation.

Key words :Plumbum, environment, ALAD gene, mutation.

ketika sulit, pasti ada jalan


Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah begadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu, dalam kesesatan akan dating petunjuk, dalam kesulitan ada kemudahan, dan setiap kegelapan akan terang benderang.
“Mudah-mudahan ALLAH akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-NYA) atau keputusan dari sisi-NYA” (QS. Al-Ma’idah: 52)
Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti dating mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada ornag yang dilanda kesusahan, bahwa pertolongan akan dating secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.
Saat anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, ketahuilah bahwa dibalik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan.
Ketika anda melihat seutas tali meregang kencang, ketahuilah bahwa, tali itu akan segera putus.
Setiap tangisan akan berujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.
Kobaran api tidak akan mampu mebakar tubuh nabi Ibrahim A.S. dan itu, karena pertolongan Ilahi membuka “jendela” seraya berkata
“Hai api menjaddi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al-Anbiya: 69)
Lautan luas taj kuasa menenggelamkan Kalimur Rahman (nabi Musa A.S). Itu, tak lain karena suara agungkala itu telah bertitah,
“Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, RABB-ku besertaku, kelak DIA akan memberi petunjuk kepadaku.” (QS. Asy-Syu’ara: 62)
Ketika bersembunyi dari kejaran kaum kafir dalam sebuah gua, Nabi Muhammad S.A.W yang ma’shum mengabarkan kepada Abu Bakar, bahwa ALLAH Yang Maha Tunggal dan MAha Tinggi ada bersama mereka. Sehingga rasa aman, tenteram dan tenang pun dating menyelimuti Abu Bakar.
Mereka yang terpaku pada waktu yang terbatas dan pada kondisi yang (mungkin) sangat kelam, umumnya hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan keputusan dalam hidup mereka. Itu, karena mereka hanya menatap dinding-dinding kamar dan pintu-pintu rumah mereka. Padahal, mereka seharusnya menembuskan pandangan sampai ke belakang tabir dan berpikir lebih jauh tentang hal-hal yang berada di luar pagar rumahnya.
Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengakalpun, karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baiknya ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar. Betapapun, hari demi hari akan terus bergulir, tahun demi tahun akan terus berganti, malam demi malam pun datang silih berganti. Meski demikian, yang gaib akan tetap tersembunyi, dan Sang Maha Bijaksana tetap pada keadaan dan segala sifat-NYA, dan ALLAH mungkin akan menciptakan sesuatu yang baru stetelah itu semua. Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan itu tetap akan muncul kemudahan.
Disadur dari buku berjudul La-Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qarni (#1 buku terlaris di dunia)

Biarkan masa depan


Rizky Hadyanto

“Telah pasti datangnya ketetapan ALLAH, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya” (QS. An-Nahl: 1)

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak?
Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, karena belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada didalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok itu kita akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

Yang jelas hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantaasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebeb, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu,atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thuful amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tidak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan baying-bayang. Namun ironisnya, kebanyakan manusia di dunia ini justru termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit, dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang ALLAH menjanjikan untukmu ampunan daripada-NYA dan karunia” (QS. Al-Baqarah: 268)

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan janganlah pernah menanti serangan petakanya. Sebab hari ini anda sudah sangat sibuk.
Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.
Disadur dari buku berjudul La-Tahzan karya Dr. ‘Aidh al-Qarni (#1 buku terlaris di dunia)

Rahasia Amanah


Rahasia Amanah

Kata amanah satu akar dengan kata iman, aman. Dalam surah Al-Mu’minun:8 Allah menyebutkan bahwa di antara ciri ahli surga adalah menjaga amanah. Ustadz Sayid Quthub menjelaskan dalam tafsirnya, maksud amanah dalam ayat tersebut adalah amanah iman. Dari sini kita mendapatkan beberapa pelajaran:
Pertama, bahwa menjaga amanah adalah bagian dari iman. Sungguh dipertanyakan iman seseorang yang sering berbuat khianat, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Karena itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, menjelaskan bahwa di anatara ciri manusia munafiq adalah: “Bila berbicara berdusta, bila berjanji melanggar dan bila dipercaya mengkhianati.” Dari sini nampak bahwa masalah amanah –apapun namanya- : jabatan, harta, anak dan lain sebagainya, itu kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah swt.
Itulah yang membuat Umar bin Khaththab tidak enak tidur ketika diberikan kepadanya amanah kepemimpinan. Umar masih selalu menagis, sekalipun semua rakyatnya telah menikmati buah keadilan yang ia tegakkan. Menangis karena takut kalau kelak di hari Kiamat ketahuan bahwa ada seekor kuda yang tergelincir jatuh disebabkan sebuah lubang di jalan yang belum ia perbaiki. Umar merasa bahwa semua itu pasti Allah mintai pertanggungjawabannya. Kesadaran seperti inilah seharusnya yang dimiliki oleh setiap pemimpin terhadap amanah ya ia pikul.


Ingat bahwa rakyat memilih supaya disejahterakan, bukan dibikin semakin menderita. Maka setiap penderitaan rakyat kelak di hari kiamat pasti akan dipikulkan oleh Allah kepada pemimpinnya.
Kedua, bahwa untuk menjalankan amanah secara jujur dibutuhkan iman yang kokoh. Iman bahwa Allah melihat segala perbuatannya, maka ia hati-hati karena takut kepada-Nya. Iman bahwa dunia bukan segala-galanya, melainkan akan dihancurkan dan akan diganti dengan alam Akhirat. Di sanalah setiap insan akan diadili di hadapan Allah yang Maha Mengetahui, maka ia bersungguh-sungguh menjalankan amanah tersebut. Bila seseorang benar-benar mengimani makna amanah ini, maka tidak ada amanah yang dikhianati.
Sungguh telah terbukti dalam sejarah, bahwa hancurnya sebuah negeri dan terlantarnya kemanusiaan adalah kerana kebusukan akhlak pemimpinnya dalam menjaga amanah. Ingat bahwa segala fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia sudah Allah sediakan secara seimbang. Tidak mungkin Allah mendzalimi makhluk-Nya. Maka jika ternyata ditemukan ketimpangan di sana-sini itu pasti terjadi karena adanya kedzaliman yang diperbuat oleh manusia sendiri.
Benar, dunia ini tidak butuh banyak kehebatan dan keahlian manusia. Dunia ini sudah Allah lengkapi segala fasilitasnya. Bertahun-tahun manusia telah menjalani hidup di muka bumi. Dan terbukti bahwa memang Allah sediakan segala kebutuhan manusia. Berdasarkan ini, sebenarnya dunia ini hanya butuh satu kata: “kejujuran” (menjaga amanah). Bila kualitas ini hilang dari perilaku manusia, jangan di harap keseimabangan hidup akan berjalan dengan baik, apapun keahlian dan kehebatan teknologi yang dicapai manusia.
Ketiga,  kata amanah identik dengan kata aman. Ini menunjukkan bahwa menjaga amanah dan menjalankannya dengan baik itu identik dengan memberikan rasa aman kepada kemanusiaan. Sebaliknya mengkhianati amanah adalah identik dengan menyebarkan kegelisahan bagi kemanusiaan.
Bila seorang kepala rumah tangga tidak amanah pasti penghuni rumah tangga tersebut tidak akan mendapatkan rasa aman. Istri dan anak pasti akan tercekan kegelisahan sepanjang masa. Lebih luas lagi, bila seorang pemimpin desa tidak amanah, pasti seluruh penduduk desa tersebut akan merasa menderita. Lebih besar lagi, bila seorang pemimpin kabupaten atau propinsi tidak amanah, sungguh bisa dipastikan bahwa seluruh rakyat di kabupaten atau di propinsi tersebut akan terseok-seok, jatuh dalam jurang penderitaan tak terhingga. Lalu bayangkan apa yang akan menimpa sebuah negeri bila sang pemimpin negeri dan seluruh jajaran kebinetnya tidak amanah? Wallahu a’lam bishshawab.

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...