Rabu, 03 Juni 2015

optimis

Hal yang tidak diinginkan bukan berarti selalu jadi harapan yang tertunda.(idiom)
Beginilah keadaan yang membuat suatu perumpamaan dasar bahwasanya air terus mengalir tanpa melihat ada apapun didepan, ia akan terus melaju tanpa perduli sebagaimana menggambarkan kondisi optimis.
Jika mengibaratkan segala sesuatu dengan mudah bisa kita lalui bukanlah berarti optimis. Optimis butuh perhitungan, bukan sekedar kata yang diucap dengan mudah. Optimis menjadi bahan baku untuk orang orang yang punya mimpi. Bukanlah mimpi bodoh yang datang begitu saja tanpa ada tanda dan menandakan apa yang sebenarnya terjadi. Optimis dijadikan suatu kata yang tidak diperuntukan untuk orang yang tanpa usaha. Tanpa usaha disini dijadikan realita kehidupan di sekitar masyarakat di pertengahan umur. Bukan berarti tidak ada kesempatan, tapi optimis tidak datang begitu ada kesempatan tapi kosong perlakuan. Layaknya variabel dalam suatu penelitian yang ingin membuktikan hipotesis dibuat. Secara logika tidak mungkin air bisa menghancurkan batu, namun karena dengan suatu usaha yang tidak berhenti maka air pun dapat menghancurkan batu yang begitu kuat. Optimis bukan untuk orang yang sibuk di sosial media.

Hubungan erat antara perilaku seseorang terhadap keadaan sosial nya di media internet. Sudah barang tentu, tidak jadinya keinginan dikarenakan suatu kegagalan dalam berharap. Khusus kata optimis menjadi hal spesial untuk mereka yang rela tidak pernah mengecap kata istirahat dalam meraih mimpinya. Banyaknya suatu harapan membuat kata optimis bisa berubah menjadi ion positif atau ion negati didalam diri ini. Hal ini layak di perhitungkan karena positif atau negatifnya yang akan menjemput satu gerakan dalam diri kita untuk mendapatkan hal itu.  Hal yang tidak diperuntukan untuk orang yang belum tau apa makna terpendam dari optimis.
Beras atau nasi keduanya bukti bahwa manusia membutuhkan makanan untuk dapat hidup. Tanpa itu banyak yang kelaparan , sakit bahkan ada yang meninggal. Kebutuhan primer di abad 20 ini menjadi primadona yang tidak mudah dihilangkan dari kebiasaan orang orang. Orang orang yang berada di semua strata kehidupan. Tapi apa yang bisa kita ambil dari beras yang menjadi suatu kebutuhan primer manusia saat disinkoronisasikan dengan optimis. Optimis hidup untuk memakan nasi dari beras ini menjadi standar yang tidak hilang agar satu manusia bisa hidup di bumi yang indah ini.

Optimis menjadi keharusan yang berat dikala banyak stigma negatif yang beredar diantara Cerebrum, Mesencephalon dan Celleblum ini.
Optimis dapat dikayuh antara otak menuju reseptor otot melalu sistem saraf sensori dan motorik yang saling bekerja sama didalamnya.
Optimis bagai rangkaian bait lagu yang disetiap katanya saling berhubungan demi menghasilkan keindahan lagu.

Optimis diharuskan,,karena kita sebagai manusia yang juga orang harus memiliki optimisme yang besar terhadap yang menciptakan manusia.
Optimis = Prasangka baik
Optimis = Ubah Otakmu untuk berpikir baik
Optimis 




Ainan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...