Rabu, 07 September 2016

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA ARTRITIS REUMATOID

Sendi terdiri dari 2 ujung tulang yang tertutup tulang rawan dan tendon yang menahan kedua tulang agar tetap menyatu. Tulang rawan terdiri dari protein yang memungkinkan tulang meluncur diatas satu sama lain dan bertindak sebagai bantalan peredam kejut. Ketika tulan rawan menipis atau rusak, tulang anda saling bergesekan tanpa bantalan yang akhirnya akan merusak sendi.
                Artiritis reumatoid (AR) adalah penyakit autoimun dengan inflamasi kronik yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri sendi serta destruksi jaringan sinovial yang disertai gangguan pergerakan diikuti dengan kematian prematur. Penyakit ini dapat mempengaruhi berbagai jaringan dan organ, terutama menyerang sendi yang disebut inflamasi sinovitis, bekembang menjadi kerusakan tulang rawan artikuler dan kekakuan sendi. AR dapat menimbulkan peradangan yang menyebarkan ke paru paru, perikardium, pleura, sklera dan timbul lesi noduler yang paling sering dibawah kulit.
                Kriteria diasnotik AR menurut American Collage of Rheumatology (ACR) tahun 1987 :
-          Kaku pada sendi terutama pada pagi hari
-          Telibat lebih 3 sendi
-          Nodule Rheumatoid simetris
-          Rheumatoid factor (RF)
-          Perubahan radiologi
Kriteria tersebut diatas berada paling sedikit 6 minggu.
                Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan jelas tapi dianggap kelainan autoimun memegang peranan penting. Penyakit ini sering didapatkan pada usia lain. Wanita 3x lebih sering dibanding pria. Penyakit ini akan menonaktifkan dan menimbulkan rasa nyreri pada sendi saat terjadi mobilitas.
                Bagaimana diagnosis penyakit AR?
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
1.       Gejala klinik
Sinovitis adalah peradangan membran sinovial yang melapisi sendi dan tendon. Sendi tersebut akan menjadi bengkak, lembut, hangat dan kaku sehinga pergerakan sendi akan terbatas. Peningkatan kekakuan ini terutama terjadi pada pagi hari yang merupakan gejala menonjol pada penyakit ini dan dapat berlangsung lebih dari 1 jam.

Gerakan lembut bisa meringankan gejala pada tahap awal penyakit. Kelainan sendi pada AR biasanya simetris dan pada awal penyakit biasanya asimetris. Sering dijumpai adanya nodule rheumatoid yaitu benjolan subkutan yang menunjukkan nekroisi fibrinoid dengan diameter dalam milimeter sampai sentimeter.
Pada AR dapat dijumpai dengan fibrosis paru, amiloidosis ginjal karena peradangan ginjal kronik, timbul arterosklerosis yang menyebabkan infark jantung dan stroke.
Biasanya pada AR didapatkan kelainan poliartritis sendi kecil dan besar secara simetris. Kerusakan ini didasarkan atas perubahan radiografi dan rheumatoid factor.
2.       Pemeriksaan radiologi sendi
3.       Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium dikaitkan dengan AR adalah pemeriksaan rheumatoid factor (RF) dan anti citrullined protein antibodies (ACPA)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...