Alhamdulillah kita berlanjut di hari ke tiga.
Hari ini diawali
dengan Shubuh yang memberikan informasi terkait
bagaimana menjadi pemimpin yang dicontohkan didalam kehidupan sehari
hari. Salah satu contohnya, untuk menjadi imam Mesjid ketika salat, sebaiknya
diisi misalkan oleh para pemimpin RT,
para pemimpin RT atau RW harus muslim, karena bisa memimpin salat di
Masjid. Harus ada pola bergantian, agar para rakyat (masyarakat) bisa mengenal
pemimpin nya.
Berlanjut ke waktu dhuha, telat sih gw kekantor nya, karena
hujan yang cukup mendinginkan suhu Jakarta kemarin. Unik sih dikala hujan,
jalanan tetap macet dimana para pengendara terlihat menikmati tiap buih jatuhnya
air hujan. Bukan lowong, tapi gw jadi inget Ustad Fikri (Putra Zainudin MZ)
pernah bilang, ketika waktu macet adalah waktu terbaik untuk berdzikir. Sabar,
menjadi satu ujian dalam menghadapi kemacetan.
Disiang hari, ada informasi selepas salat Dzuhur membahas
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan Al Quran. Uniknya pembahasannya
jadi mengerucut ke harta warisan. Kenapa harta warisan? karena hal ini menjadi
suatu permasalahan yang dapat menimbulkan masalah baru. Rasulullah SAW menjelaskan
perihal ini dengan cukup detail tidak langsung terburu buru. Timbul pertanyaan
jika mengingat pembagian harta warisan untuk anak pria dan wanita. Jika
mengikuti hukum di pengadilan tinggi peraturan syariah islam tentang warisan
tidak berlaku, ini dikarenakan mereka memperjelas persamaan gender antara
wanita dan pria. Warisan harus segera di urus apabila sudah ada ahli waris. 2/3
untuk pria dan 1/3 untuk wanita. Kenapa ya? karena seorang laki laki itu harus
mengurusi serta menghidupi istri anak dan ibunya. Wanita harta warisannya untuk
dirinya sendiri, tapi bisa digunakan juga untuk membantu suaminya apabila
membutuhkan. Selain itu sekarang ramai sekali apabila ada suatu perceraian
langsung segera menghubungi pengacara khusus perceraian. Padahal perceraian
adalah suatu yang halal namun tidak disukai oleh Allah SWT. Dalam Al Quran
sudah dibahas bagaimana cara menyelsaikan masalah apalagi masalah hubungan rumah
tangga yang menuju ke arah perceraian. Ada kalanya harus diselesaikan secara
musyawarah terlebih dahulu, jangan lansung menghubungi pengacara untuk
melakukan sidan perceraian. Karena apabila perceraian terjadi yang menjadi
korban adalah anak. Masa depan anak tergantung kedua orangtuanya karena mereka
yang bertanggung jawab dunia akhirat.
Malam hari nya, ada hal sederhana mengenai silaturahim antar
pemain Futsal. Walau berbeda agama tetap saja kita teman sepermainan. Mereka
tetap menghargai temannya yang muslim berpuasa.
Pola syukur akan terbentuk sebagaimana arah pikiran
membentuknya.
Jika kita merasa sulit itu dikarenakan kita berfikir untuk
menjadi sulit.
Namun yang baik adalah suatu hal yang diniatkan, dilakukan
serta di tawakkal kan berdasarkan core kebaikan dari dalam hati yang
dilindungin logika mumpuni serta analisa yang tepat.
Selamat menjalankan puasa hari ke 4 buat kawan serta lawan
!!!!
Follow
IG :@ainanstagram
TW :@KerakTeloer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar