Senin, 22 Mei 2017

Dulu cuma mengandai tapi sekarang udah ada,,,




Apa sih?
Gw termasuk anak yang emang ga bisa jauh dari musik, bahkan sampai sekarang. Mulai dari Kaset, CD, MP3, dan jenis jenis file musik lainnya. Seinget gw, dulu waktu SMA identik dengan MP3 player merk Creative 128MB yang dapat dibeli pada saat ke Bandung. Gw rasa beda banget dengar suara mp3 di gadget ini. Namun sayang, ketika dipinjamkan ke salah satu teman, MP3 Player nya pun rusak, diganti dengan merek advan, lagi lagi tidak bertahan lama. Saat ini masih identik sekali dengan iphone 3. Dimana orang yang mendengar lagu lewat iphone/ipod terlihat keren. Bukan tidak ingin mengikuti, tapi kemampuan keuangan yang membatasi kehidupan mahasiswa kampus, gw pun tetep konsisten sebagai pengguna Nokia. Khususon N-Gage, dimulai dari N-Gage QD yang gw beli 2nd saat itu. Sampai pada akhirnya mengetahui kemampuan hardware internal yang dimiliki NGage Classic, membuat gw ingin memilikinya, saat itu QD rusak dikarenakan jatuh. QD memiliki penggenggaman yang pas ditangan dan enjoy ketika bermain game khusus N-Gage saat itu. Classic memang cukup besar namun worth it untuk memilikinya apalagi dari suaranya yang maksimal ditemani dengan Headset yang mumpuni.

Nah dulu bisnis jual beli MP3 beserta paket gamesnya marak sekali di Roxy mas. Ada paket 50 ribu, smpai 100 ribu. Tapi berhubung gw getol otak atik komputer, ya gw bajak aja filenya untuk bisa dinikmati sendiri. Ini best part nya, "Seandainya ada aplikasi musik yang menawarkan kualitas suara yang baik, jadi tidak usah bajak file mp3 dan bisa dinikmati semua gadget apa saja pasti keren". Hal ini berlaku diakhir tahun 2012, dimana itunes merajai dunia musik, karena bisa menjual 1 judul lagu Rp.6000. Coba deh pengen 10 lagu berarti 60 ribu, berapa banyak keuntungan yang diperoleh oleh IPhone. Gw mengakui bahwa terjadi monopoli dunia musik, disaat kaset pita menghilan serta harga kaset CD yang cukup tinggi sehingga menimbulkan adanya penjual CD bajakan.
Konsentrasinya di awal tahun 2015, dengan kerjasama XL muncul nama Guvera. Gw sempet menikmati musik yang ditawarkan, tapi kena biaya Rp. 25.000,- . Lenovo yang gw gunakan terlindas mobil, ya pecah lah LCD nya begitu pula menikmati musik Guvera menjadi terhenti. (info saja sudah 2x HP gw kelindes mobil, yang pertama NGage Classic tapi tidak terjadi apapa, tapi Lenovo A690 ini langsung hancur.
2016 mulai terjadi  penyempurnaan apps musik tidak berbayar. Muncul yang namanya Spotify, JOOX. Menurut gw 2 apps ini sangat berguna, walau tetap menerapkan tarif premium apabila ingin mendengarkan atau paket vip agar semua lagu bisa terbuka serta didengarkan. Tapi bukan kesana sih gw arahin kalian, coba deh kembali ke kalimat ini "Seandainya ada aplikasi musik yang menawarkan kualitas suara yang baik, jadi tidak usah bajak file mp3 dan bisa dinikmati semua gadget apa saja pasti keren".

Jawaban nya adalah ini sudah terjadi, semua bisa menikmati musik asalkan terkoneksi dengan internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...