Ilmu
itu akan terus diingat meski engkau sudah tiada
Hari
ini tepat tanggal 1 Januari 2015, dosen tercinta Almarhumah Ibu Lily meninggal.
Sakit yang diderita tidak pernah ia ceritakan pada keluarganya. Beliau sakit
pun diketehaui ketka beliau sedang salat dalam keadaan duduk. Apabila tidak
ditanya mungkin beliau tidak akan bercerita penyakit apa yang di deritanya. Adik
beliau langsung menawarkan untuk di cek ke rumah sakit. Ternyata setelah dianalisa beliau terkena penyakit yang cukup kronis (meskipun saya pribadi
belum jelas penyakit apa sebenarnya) sudah hampir menggerogoti bagian kelenjar
hati beliau. Badan beliau sudah kurus, menguning dan tertampak tidak berdaya.
Info yang didapatkan seperti stengah sadar dan setengah tidak sadar. Keadaan
ini yang membuat keluarga beliau sudah ikhlas jika harus diambil oleh maha
Kuasa.
Pukul
03.30 WIB 1 Januari 2015, beliau meninggalkan kita semua. Beralamat dijalan
Panca warga Yoga no. 19 RT 05 RW 05 Cipinang Besar Selatan, Kebon Nanas Jakarta
Timur. Beliau di mandikan dan dingajikan serta disolatkan di kediamannya.
Jenazah akan di makamkan di Bandung hari ini juga. Begitu cepat, begitu tak
terduga dan ini semua adalah kehendak Allah SWT. Semua akan kembali kepada sang
pencipta.
Para
pembaca blog ini, penulis ingin mencoa memberikan pandangan bahwa kejadian ini
banyak sekali memberikan hikmah besar yang sungguh sangat luar biasa. Beliau
adalah dosen terbaik yang di miliki BIOLOGI FMIPA Universitas Negeri Jakarta.
Beliau adalah Pembantu Dekan 1 disaat saya menjabat menjadi Ketua BEMF MIPA
2011. Beliau juga dosen genetika, salah satu mata kuliah yang saya sangat
gemari. Beliau mempunyai ciri khas semangat daya juang tinggi dalam meraih cita
cita terutama ketika beliau bercerita ketika kuliah di Amerika. Ini memberikan
inspirasi kepada kami para mahasiswa untuk gigih dalam menuntut ilmu serta
tidak mengenal lelah dalam bermimpi.
Sejarah
menceritakan saya termasuk orang yang sering berselesih pendapat dengan beliau
dalam menerapkan kebijakan di FMIPA terutama ketika saya memegan amanah sebagai
ketua BEMF MIPA. Namun saya sadar kebijakan yang dibuat dari sudut pandang
dosen serta kebutuhan fakultas yang bersandar pada aturan Universitas
memberikan pro dan kontra di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa yang ingin
lulus kuliah. Termaktub jelas akan keinginan beliau untuk memajukan FMIPA
UNJ. Secara bijak dan agak kontroversial
kami bisa berbincang membicarakan solusi terbaik untuk mahasiswa. Sosok yang
tak pernah lelah memikirkan Fmipa disaat tugas beliau sebagai dosen pun tidak
terabaikan.
Genetika sebagai mata
kuliah penting di semester 6 beliau juga sangat mensupport mahasiswa aktif yang
tetap memikirkan kuliah. Hal yang berbau ilmu tidak akan pernah saya lupakan
adalah ketika beliau menjelaskan tentang proses Domba Dolly dalam hal
Bioteknologi. Kami diminta untuk menonton film tentang sejarah pembuatan Domba
Dolly, video yang sampai hari ini saya manfaatkan ketika saya menjelaskan
tentang bioteknologi didepan murid murid saya.
Kuliah Kerja Lapangan
hal yang tak kan pernah saya lupakan karena saya berdampingan ketika saat
menyebrang ke pulau Manjangan di Bali. Beliau ternyata welcome ketika diskusi
dengan saya secara saya adalah mahasiswa nya dan bukan sebagai jabatan sebagai BEMF. Tapi ada hal yang saya cukup ingat bahawa ibu bilang kamu bagus
bisa aktif di mahasiswa, kamu harus bermanfaat dan jadi orang yang lebih besar.
Insyallah
Ini
kejadian yang banyak hikmahnya, orang yang meninggal, ilmunya tidak akan pernah
tertinggal, tetap ada di dalam otak ini.
Maka,
ilmu akan terus diingat meski engkau sudah tiada,
Ini
tulisan untuk almarhumah ibu Lily dan Ibu Tri
Terimakasih
banyak bu, kalian akan selalu diingat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar