Senin, 05 Januari 2015

Ilmu itu akan terus diingat meski engkau sudah tiada

Ilmu itu akan terus diingat meski engkau sudah tiada

            Hari ini tepat tanggal 1 Januari 2015, dosen tercinta Almarhumah Ibu Lily meninggal. Sakit yang diderita tidak pernah ia ceritakan pada keluarganya. Beliau sakit pun diketehaui ketka beliau sedang salat dalam keadaan duduk. Apabila tidak ditanya mungkin beliau tidak akan bercerita penyakit apa yang di deritanya. Adik beliau langsung menawarkan untuk di cek ke rumah sakit. Ternyata setelah dianalisa beliau terkena penyakit yang cukup kronis (meskipun saya pribadi belum jelas penyakit apa sebenarnya) sudah hampir menggerogoti bagian kelenjar hati beliau. Badan beliau sudah kurus, menguning dan tertampak tidak berdaya. Info yang didapatkan seperti stengah sadar dan setengah tidak sadar. Keadaan ini yang membuat keluarga beliau sudah ikhlas jika harus diambil oleh maha Kuasa.
            Pukul 03.30 WIB 1 Januari 2015, beliau meninggalkan kita semua. Beralamat dijalan Panca warga Yoga no. 19 RT 05 RW 05 Cipinang Besar Selatan, Kebon Nanas Jakarta Timur. Beliau di mandikan dan dingajikan serta disolatkan di kediamannya. Jenazah akan di makamkan di Bandung hari ini juga. Begitu cepat, begitu tak terduga dan ini semua adalah kehendak Allah SWT. Semua akan kembali kepada sang pencipta.
            Para pembaca blog ini, penulis ingin mencoa memberikan pandangan bahwa kejadian ini banyak sekali memberikan hikmah besar yang sungguh sangat luar biasa. Beliau adalah dosen terbaik yang di miliki BIOLOGI FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Beliau adalah Pembantu Dekan 1 disaat saya menjabat menjadi Ketua BEMF MIPA 2011. Beliau juga dosen genetika, salah satu mata kuliah yang saya sangat gemari. Beliau mempunyai ciri khas semangat daya juang tinggi dalam meraih cita cita terutama ketika beliau bercerita ketika kuliah di Amerika. Ini memberikan inspirasi kepada kami para mahasiswa untuk gigih dalam menuntut ilmu serta tidak mengenal lelah dalam bermimpi.
            Sejarah menceritakan saya termasuk orang yang sering berselesih pendapat dengan beliau dalam menerapkan kebijakan di FMIPA terutama ketika saya memegan amanah sebagai ketua BEMF MIPA. Namun saya sadar kebijakan yang dibuat dari sudut pandang dosen serta kebutuhan fakultas yang bersandar pada aturan Universitas memberikan pro dan kontra di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa yang ingin lulus kuliah. Termaktub jelas akan keinginan beliau untuk memajukan FMIPA UNJ.  Secara bijak dan agak kontroversial kami bisa berbincang membicarakan solusi terbaik untuk mahasiswa. Sosok yang tak pernah lelah memikirkan Fmipa disaat tugas beliau sebagai dosen pun tidak terabaikan.
Genetika sebagai mata kuliah penting di semester 6 beliau juga sangat mensupport mahasiswa aktif yang tetap memikirkan kuliah. Hal yang berbau ilmu tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika beliau menjelaskan tentang proses Domba Dolly dalam hal Bioteknologi. Kami diminta untuk menonton film tentang sejarah pembuatan Domba Dolly, video yang sampai hari ini saya manfaatkan ketika saya menjelaskan tentang bioteknologi didepan murid murid saya.
Kuliah Kerja Lapangan hal yang tak kan pernah saya lupakan karena saya berdampingan ketika saat menyebrang ke pulau Manjangan di Bali. Beliau ternyata welcome ketika diskusi dengan saya secara saya adalah mahasiswa nya dan bukan sebagai jabatan sebagai BEMF. Tapi ada hal yang saya cukup ingat bahawa ibu bilang kamu bagus bisa aktif di mahasiswa, kamu harus bermanfaat dan jadi orang yang lebih besar. Insyallah
Ini kejadian yang banyak hikmahnya, orang yang meninggal, ilmunya tidak akan pernah tertinggal, tetap ada di dalam otak ini.
Maka, ilmu akan terus diingat meski engkau sudah tiada,

Ini tulisan untuk almarhumah ibu Lily dan Ibu Tri
Terimakasih banyak bu, kalian akan selalu diingat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...