Rabu, 28 April 2021

Day 15 (Sepuluh Amaliyah Ramadan) (Part 2)

 Mari kita lanjutkan tentang sepuluh amaliyah ramadan. 

Amaliyah Keenam, Ith'aamul Ifthor atau Memberi Buka Puasa

        Jangan diremehkan memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, baik langsung maupun lewat masjid atau perkantoran. Walau hanya sebutir kurma, seteguk air, makanan, minuman, dan lainnya. Sebab, nilai dan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa yang kita beri berbuka tersebut. 

        Di negara-negara Timur Tengah, tradisi memberi buka puasa sangat kental. Hampir hampir setiap rumah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kerabat, tetangga, sahabat dan musafir untuk turut serta berbuka bersama dengan mereka. Tradisi memberi berbuka ini akan menguatkan cinta kasih di antara umat islam.


Amaliyah Ketujuh, I'tikaf 10 hari akhir Ramadan. 

        Inilah amalan sunnah muakadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW semasa hidupnya. bahkan di tahun di mana beliau meninggal, beliau beri'tikaf 20 hari akhir ramadan. Beliau membangunkan istri-istrinya dan kerabatnya untuk menghidupkan malam-malam mulia dan mahal ini.

        "Adalah Rasulullah SAW jika masuk pada sepuluh hari akhir Ramadan, beliau mengencangkan sarungnya lebih giat beribadah, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (H.R Bukhari)


Amaliyah Kedelapann, Taharri Lailatal Qadri atau Memburu Malam Lailatul Qadar.

        Usia rata rata umat Nabi Muhammad SAW adalah 60 tahun, jika lebih, itu kira kira bonus dari Allah SWT. Namun usia yang relatif pendek itu bisa menyamai nilai usia umat-umat terdahulu yang bilangan umur mereka ratusan bahkan ribuan tahun.

        Bagaimana caranya? Ya, dengan cara memburu lailatul qadar, sebab orang yang meraih lailatul qadar dalam kondisi beribadah kepada Allah SWT, berarti ia telah berbuat kebaikan sepanjang 1000 bulan atau 83 tahun 3 bulan penuh. Jika kita meraih lailatul qadar  sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka nilai usia dan ibadah kita bisa menyamai umat-umat terdahulu. 

Rasulullah SWT, bersabda :

" Sesungguhnya bulan ini telah dihadirkan kepada kalian, dan di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang dari kebaikan. Dan orang yang terhalang (tidak mendapatkan kebaikannya sama sekali)". (HR. Ibnu Majah, AL Albani mengganggap hadis ini Hasan)

"Burulah oleh kalian malam lailaitul qadar itu dibilangan ganjil di sepuluh malam akhir Ramadan." (HR.Bukhari)


Amaliyah Kesembilan, Umroh

        Melaksanakan ibadah umroh di bulan Suci Ramadan, terutama 10 akhir Ramadan. Sebab melaksnakan umroh di bulan suci ini seperti melaksanakan ibadah haji atau ibadah haji bersama Rasulullah SWT. Rasulullah SWT bersabda :

"Umrah di bulan Ramadan sebanding dengan haji. Dalam riwayat yang lain: "Sebanding haji bersamaku." (HR. Imam Muslim)


Amaliyah Kesepuluh, Menunaikan ZISWAF 

        Yaitu mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Rasulillah SWT bersabda :

"Zakat fitrah menjadi pencuci bagi orang yang shaum dari perkara yang tidak ada gunanya, dari perkara yang jorok sekaligus untuk memberi makan bagi kaum miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat idul fitri, maka zakatnya diterima, sebagai zakat fitrah yang wajib. Dan barangsiapa yang menunaikannnya setelah shalat Iedul Fitri, maka itu bagian dari sedekah biasa." (HR. Al-Baihaqi, Al- Albani mensahihkan.)

        ZISWAF adalah merupakan ibadah maaliyah ijtimaiyyah, ibadah yang terkait dengan harta yang berdampak pada manfaat sosial, menumbuhkan cinta kasih antara aghniya dan fuqara bahkan mensejahterakan masyarakat. 

        Mengeluarkan ZISWAF tidak hanya bulan suci Ramadan, kecuali zakat fitrah yang memang harus dikeluarkan sebelum salat idul fitri, sedangkan zakat-zakat yang lain, sedekah dan juga infaq dilakukan kapan saja dan dimana saja. Namun karena bulan ramadan menjanjikan kebaikan berlipat, biasanya kesempatan ini tidak disia-siakan umat muslim untuk mengeluarkan ZISWAF.

        Akan lebih efektif dan berdampak luas, jika ZISWAF disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat yang mengelola dana-dana umat secara rutin. 

        Sepuluh amaliyah ibadah yang khusus di bulan suci ramadan ini akan bisa kita laksnakan dengan gembira dan optimal jika laksanakan bersama-sama dengan anggota keluarga. Saling memotivasi antara anggota keluarga. Saling membantu sesama anggota keluarga. 


Selasa, 27 April 2021

Day 14 (Mensyukuri Pertemanan)

 Rezeki memang sudah pasti dan diatur oleh Allah SWT. Jalan mendapat rizki bisa dari mana aja, arah mana aja serta terkadang datang tiba tiba tak terduga. Pertemanan bisa dikatakan sebagai insvestasi silaturahmi. Karena dengan menjalin juga tidak memutus tali silaturahmi maka rezeki pun akan terbuka. 

Teman juga menjadi pintu lingkungan kita ke arah mana. Teman yang baik adalah teman yang ada ketika kita butuh atau tidak butuh, selalu bisa memberikan yang terbaik serta paham tentang bagaimana etika menjaga pertemanan itu. Saling mendoakan sahabata atau teman bisa menjadi suatu amalan yang tidak sia sia, bahkan saling menguatkan serta mensupport satu sama lain.

Bersyukur sudah memiliki teman, walau hanya 1. Saya pribadi menyaksikan beberapa peristiwa orang orang disekita meninggal, yang namanya teman sahabat pasti hadir untuk ikut ke kuburannya. Bahkan ketika kita tanya teman yang datang pun menyempatkan waktunya 

Biasakan mensyukuri pertemanan, karena mereka bisa menjadi pembawa kebaikan kita menuju Akhirat kelak.

Day 13 (Ibadah batin)

 Ibadah batin justru lebih utama dibanding ibadah ibadah lain. Ada 7 golongan yang kelak nanti mendapat naungan dari Allah SWT, 4 dari 7 itu adalah orang orang yang berprestasi dari amal ibadah batin. Orang orang yang saling mencintai karena Allah,bertemu dan berpisah pun alasannya karena Allah. Sesorang yang dalam kesepian berdzikir kepada Allah sampai berderai air mata nya. Ini juga mendapatkan rahmat dari Allah SWT. 

Seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid. Salat wajib 5 waktu, jadi orang itu menungu diantara salat wajib ke salat wajib lainnya. Itulah ciri ciri orang yang hatinya dengan masjid. 

Ada seseorang lelaki normal yang diajak berdzinah dengan wanita cantik, tapi karena mengingat Allah maka perbuatan itu bisa dihindari. 

Amal amal lahir bisa tidak bernilai jika tidak didukung dengan amal batin. Orang itu shalat kalau sampai batin nya tidak hadir apalagi tidak ada niat maka tidak bisa. Orang puasa kelihatanya bisa tapi apabila hatinya tidak hadir maka tidak bisa. Hati ini raja, bagian lainnya adalah prajurit. Jika hati kita buruk maka buruklah seluruh bagian tubuhnya. 

Ingat didalam diri kalian ada segumpal daging, segumpal darah yang apabila segumpal itu baik maka akan baiklah semua yang ada di didalam diri. 

Allah tidak menilai kita dari sosok lahir, tapi juga dari sosok batin kita. Maka bagaimana cara kita untuk meningkatkan ibadah batin yakni dengan cara bagaimana kita bisa mengolah hati. Kalau sudah batin nya bagus sudah pasti lahir nya bagus. 

Day 12 (Sepuluh Amaliyah Ramadan) (Part 1)

     Bulan suci Ramadan, menjadikan kita semakin cinta beribadah dengan melakukan berbagai macam amaliyah (kerja) ibadah ramadan secara optimal. Begitu sebaliknya, ketika berbagai amaliyah ibadah ramadan dilaksanakan dengan baik, maka cinta itu akan menguat dan mengantarkan seseorang menjadi kekasih Allah SWT.

Nah, diantara amaliyah ibadah khas bulan suci Ramadan adalah : 

Amaliyah Pertama, Shaum 

     Shaum tidap

bih, yaitu menjaga dari yang mebatalkan nilai dan pahala shaum. Apa yang mebatalkan nilai shaum.   Apa yang membatalkan nilai shaum ? di antaranya berbohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian mata, telinga, lisan, tangan kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.

        "Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendaptkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar adn dahaga semata. Dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam Ramdan tiada mendapatkan dari perbuatannya tersebut kecuali hanya begadang semata." (HR. Ad Darimi Al-Abani mengatakan hadis ini sandanya Jayyid)

Amaliyah Kedua, Sahur

        Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bahkan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan di akhir jelang waktu fajar. Disinilah waktu yang sangat maha, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmah dan kekeluargaan. 

Rasulullah bersabda :

"Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan." (Muttabaqun 'alaih)

Amaliyah Ketiga, Ifthar atau Berbuka

        Sunnah berbuka puasa itu disegerakan. Ketika mendengar kumandang adzan Maghrib segera lakukan buka puasa. Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda (masak di pohon). Berapa biji ? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan.

        Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian menahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku itu tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justru dengan cara beralapar lapar itu kita merenungkan hikmah shaum. 

Amaliyah Keempat, Shalat Tarawih

        Tarawih berasal dari akar kata "raahayaruhu-raahatan-warwiihatan yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah sahalt yang dilaksanakan dengan thuma'ninah, santai, khusyu, dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rakaat nya saja, mau delapan, mau dua puluh, empat puluh silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib dan sunnah shalat. 

        Umat muslim hendaknya mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksnakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah secara langsung, sehingga dampak shalat pun belum bisa kita rasakan. 

Amaliyah Kelima, Membaca Al-Qur'an

        Membaca Al-Qur'an atau tadarus Al-Qur'an tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, namun juga dilakukan setiap hari di luar Ramadan, hanya saja pada bulan ini tadarus lebih dikuatkan, ditambah kuantitas, dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah bergantian bertadarus  dan mengkhatamkan Al-Quran dengan Malaikat Jibril. 

Minggu, 25 April 2021

Day 11 (Rem)

 Seperti cara kerja Rem yang meredam kecepatan. Mobil dengan kecepatan 80 km/jam dengan kecepatan yang konstan tanpa ada mobil didepannya bisa saja terus melaju bahkan bisa menambah kecepatan lebih tinggi. Namun, apabila dengan kecepatan 80 km/jam dan didepannya ada mobil dengan kecepatan yang lebih pelan, mobil akan berusaha untuk mengurangi  kecepatannya dengan melakukan pengereman. Rem bekerja untuk bagaimana gaya dalam bentuk kecepatan roda berputar di hambat oleh karet yang dialiri minyak rem dari master rem yang bekerja menjepit cakram roda dengan piston rem. Dengan kata lain, kecepatan menjadi berkurang dan kita sebagai pengendara bisa menjaga jarak aman dengan mobil di depan kita.

Ibarat manusia tanpa REM, sama saja dengan binatang. Binatang disini banyak jenis, mereka memiliki kebiasaan kebiasaan yang tidak membutuhkan rem dalam pengontrolan dirinya. Hewan diberi akal tidak lebih baik dari manusia. Maka, manusia bukan hewan adalah manusia yang mau menggunakan REM nya disetiap kegiatannya. Pertanyaannya adalah bagaimana cara REM ini bekerja? 

Jawabannya adalah agama Islam. Islam adalah REM bagi umat manusia dalam melakukan segala kegiatan dalam bentuk apapun. Bukan menghambat, namun di dalam Al Quran sudah diatur bagaimana manusia melakukan kegiatan seharusnya. Di Islam kita di ajari tentang batasan batasan agar hidup manusia menjadi sakinnah (tenang). REM yang baik tetap harus di maintenance, di ganti apabila habis, di cek cakramnya serta apakah minyak rem nya lancar atau mampat. Sehingga begitu pula tentang Islam yang ada di diri kita, harus selalu di Maintenance, di jaga, di motivasi serta terus ditingkatkan agar kita memiliki kualitas REM yang baik dalam menjalani kehidupan ini agar senantiasa tenang berkah dan halal. Mari kita jaga REM kita dengan usaha masing masing diri dalam peningkatan kualitas Islam kita. 

Jumat, 23 April 2021

Day 10 ( Melakukan hal kecil yang tidak terhitung)

Ust Warsito, ustadz yang pernah saya kenal dulu ketika kuliah di wilayah Palmerah. Kebetulan Jumat kemarin menjadi khotib di mesjid komplek. Materi yang disampaikan cukup sederhana dengan perawakan serta body language yang kalem itulah ciri khas beliau.

Beliau menyampaikan sesuatu tentang bagaimana di bulan ramadan ini kita bisa melakukan hal hal kecil yang berdampak besar. Contohnya, bila di mesjid ada pengumuman untuk membutuhkan bantuan dalam rangka pembangunan kanopi masjid dikarenakan butuh untuk perluasan area masjid, apalagi dengan kondisi social distancing yang membuat kapasitas mesjid hanya setengah namun dengan berjarak. Semisal kalian tidak bisa membantu dengan 1 sak semen, bantulah dengan beberapa besi atau baja ringan, apabila memang benar benar tidak bisa sumbanglah minimal 1 batu bata. Ini menjelaskan bahw tidak ada yang percuma apalagi dalam hitungan kebaikan. 

Dari banyak contoh yang bisa kita lihat dalam melakukan hal hal kecil ini, jadikanlah sebagai suatu kebiasaan untuk bisa melakukan kebaikan dalam hal kecil apapun. 

Day 9 ( Lemah Iman)

 Ada beberapa kata yang saya kutip dari Bos Saep (Preman Pensiun) dalam merekrut Mahasiswa Baru Copet. Jadi bos Saep memberikan beberapa syarat untuk orang orang yang ingin mencari kerja dan menjadi mahasiswa nya. Saep, menolak jika dipanggil oleh anak buahnya dengan sebutan pak, dia selalu meminta untuk di panggil Bos. Apa saja kata kata yang digunakan Saep? 

1. Tidak Punya Pekerjaan (Pengangguran)

2. Lemah Iman

3. Miskin

Jika diingat 3 kata ini menjadi indikator penting bahkan syarat untuk itu. Apabila dari 3 syarat itu tidak terpenuhi maka tidak bisa diangkat sebagai Mahasiswa dari Bos Saep yang mana berposisi sebagai bos Copet di Bandung. 

Siapa Saep, ya dia termasuk dalam 3 kata diatas tadi. Dia membujuk serta hunter orang-orang dengan nasib serupa. Dia berkelakar bahwa pernah terjun ke jurang kebaikan dan tidak ingin tenggelam lebih dalam di jurang tersebut. Lalu, bagaimana ilmu copet yang di turunkan ke mahasiswa Saep? 

Saep merupakan tipikil leader's Talk, dia ber orasi dengan susunan kata indah serta mengandung motivasi tinggi menggurihkan hasrat untuk teguh pendirian dalam mencuri. Kalau kata Gugum sang mantan copet yang bekerja di Showroom, omongan bos Saep itu beracun dan mudah mempengaruhi.

lho, kenapa dengan 3 kata ini, coba kalian cermati di nomor urut 2, "Lemah Iman". Ini bisa jadi sebagai indikator terendah dalam beberapa upaya untuk tercebur dalam hal yang tidak baik atau dikatakan kemaksiatan. Gimana sih bisa lemah iman, ya karena iman nya tidak dipertebal agar kuat. Bagaimana agar kuat? ya mendekat diri ke Allah SWT dengan mematuhi segela perintahnya serta menjauhi segala larangan nya. Simple bukan? memang, namun dalam pengaplikasian nya tidak semudah ungkapan kata kata saja. Jadi, mau jadi anak buah BoS Saep?

Rabu, 21 April 2021

Selasa, 20 April 2021

Day 7 (SYTD 3)

Film yang baru keluar di disney hotstar ini sungguh nutrisi. 
Di grup WA saya, saya bilang nonton SYTD3 bagus, langsung ada yang fast respon jawab, itu bukan film tentang Polygami? Saya jawab iya yang 1, tapi yang ke 3 engga. 
Saya sampai bilang saya menangis nonton nya. Kok bisa? iya, saya terbawa alur posisi Mas Pras, dimana terjadinya prahara rumah tangga. 

Bagaimana cara mereka bertengkar, pertama menutup rapat pintu kamar, kedua bahas pokok permasalahan, sampai kan sama sama jujur, di dalam lingkup emosi yang meledag tidak ada kata kata talak keluar dari mulutnya mas Pras terhadap Meirose. Ada dugaan Nusyuz, teman teman mas Pras juga menjelaskan dulu juga Mas Pras pernah melakukan nusyuz, (saya disini sama sekali belum mengerti apa itu nusyuz)

Setelah pertengkaran itu mereka berpisah untuk sama sama menenangkan diri, Mas Pras membawa anak perempuan nya, dan Meirose membawa anak laki-laki nya di rumah yang berbeda. Tujuan nya adalah untuk mencoba evaluasi diri, mencari solusi dan bukan sampai terjadi hal yang buruk. 

Sebelumnya apa itu Nusyuz? 
Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, halaman 106, mendefinisikan nusyuz dengan redaksi berikut:
 
ونشوز المرأة: عصيانها زوجها، وتعاليها عمّا أوجب الله عليها من طاعته…ونشوز المرأة حرام، وهو كبيرة من الكبائر

Artinya: “Nusyuz-nya seorang perempuan ialah sikap durhaka yang ditampakkannya di hadapan suami dengan jalan tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan padanya, yakni taat terhadap suami… nusyuz-nya perempuan ini hukumnya haram, dan merupakan satu dari beberapa dosa besar.”  

Jika sudah terbukti bahwa istri melakukan nusyuz dengan cara keluar rumah atau bepergian semaunya tanpa seizin suami atau menolak ajakan suami untuk berhubungan, maka tindakan yang perlu dilakukan oleh suami, sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, yakni:

 وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً 

Artinya: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz-nya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS an-Nisa: 34)
 
Cara pertama ialah suami menasihati istrinya bahwa apa yang dilakukan tersebut adalah haram dan bisa mengakibatkan terhentinya pemberian nafkah lahir. Jika masih nusyuz, maka langkah kedua ialah tidak memberikan nafkah batin kepadanya. Langkah terakhir jika masih tetap nusyuz ialah dengan memukulnya, namun memukul di sini tidak boleh sembarangan, pukulan yang dilakukan hanyalah pukulan yang sifatnya ancaman belaka, dan tidak boleh melukai. Wallahu a’lam bish-shawab.
 
Kembali ke film ini, setelah berpisah 3 hari akhirnya mereka berdua saling memaafkan, dan keluarga semakin harmonis. Ada hikmah di balik kejadian, ada nutris didalam isi juga ada contoh didalam sebuah film baik.  

Minggu, 18 April 2021

Day 6 ( Fisik umat hari ini jika dibanding umat terdahulu)

 Jika dibandingkan dengan umat lain, Fisik umat nya nabi Muhammad SAW lebih kecil, lebih lemah dan lebih pendek umurnya. Maka dari itu, kita harus tetap bersyukur karena umatnya nabi Muhammad SAW memiliki kejelasan mengenai ibadah ibadah yang harus dilakukan. Berbeda dengan umat umat lain, mereka sudah tau ada waktunya, tapi mereka tidak tahu harus kapan melaksanakan ibadahnya. Umur umat umat dahulu ada yang 1000 tahun, 300 tahun 500 tahun sedangkan kaum nabi Muhammad SAW antara 60-70 tahun. 

Kita sebagai umatnya, telah dikaruniakan segala yang terbaik sehingga umat ini banyak sekali mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. Atas diberikannya banyak kemuliaan harusnya membuat kita semakin semangat untuk melakukan ibadah ibadah apalagi sekarang di bulan Ramadan dimana akan dilipatgandakan pahala yang kita lakukan. Jadikan sebagai pemicu, pemberi semangat serta gairah untuk bisa beribadah secara maksimal.

Salah satu contohnya jika mata manusia dibandingkan dengan mata kamera webcame di laptop. Bandingkan 24 jam mata selalu berfungsi bahkan tidak pernah di servis atau rusak, bagaimana kamera di webcam laptop apakah akan bertahan dan kuat selama itu. 

Contoh yang kedua jika Jantung kita dibandingkan dengan pompa sanyo dalam memompa darah dan air. Pompa sanyo adalah salah satu pompa terbaik dapat bekerja awet bertahun-tahun, namun pada akhirnya nanti pasti akan ada masa dimana akan rusak dan harus di servis. Jantung kita setiap detik memompa darah bahkan selama kita hidup tidak pernah rusak dan lelah untuk memompa darah. 

Banyak sekali kenikmatan tak hingga yang kita dapat, tentunya harus menjadi berkah serta selalu disyukuri. 

Day 5 ( Pak Ustadz yang bilang kita lebih nurut sama WHO dan pemerintah dibanding perintah ALLAH SWT)

 Hari ke 4 puasa, malam ke 5 di salah satu masjid di Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Unik memang, bangunan mesjid ini sedang dalam masa renovasi di bagian belakang. Bagian depan masih sama juga bisa digunakan untuk salat berjamaah. Saya faham beberapa kali mencoba salat jamaah di masjid ini pasti bacaan surat nya panjang-panjang. Selesai salat Isya, diumumkan adanya ceramah yang disampaikan oleh salah seorang ustad (saya lupa namanya). 

Sebelumnya saya memberi informasi, di daerah Sl*pi Jakbar. DKM mesjid menjelakan bahwa kegiatan taraweh ramadhan berjamaah boleh namun tidak dilakukannya kultum atau ceramah, Bahkan ketika shubuh pun juga tidak boleh, ini sesuai informasi pemerintah. 

Balik lagi ke pak ustad, beliau menyampaikan mukadimah yang baik, menjelaskan tentang perlunya kita bersyukur karena tahun kemarin kita tidak diziinkan oleh Pemerintah untuk melaksanakan taraweh berjamaah di masjid. Kondisi pandemi yang awal membuat kondisi hampir semua masjid tutup. serta membuat semua orang yang ingin melakukan salat taraweh berjamaah di rumah atau salat sendiri. Memang hukum salat taraweh adalah sunnah. Rosul waktu dulu melakukan salat taraweh sendiri, lalu kapan mulai adanya salat taraweh berjamaah? itu terjadi pada zaman sayyidina Umar bin Khattab. 

Selesai mukadimah serta beberapa inti ceramah disampaikan sampai ke point terakhir, "Kita lebih nurut sama pemerintah dan WHO dibanding perintah ALLAH SWT untuk salat". Disitu saya menajamkan mata. Maksudnya gimana? Sang ustad biang kalo misal imam salat bilang lurus dan rapatkan shaf nya, berarti social distancing salat berjamaah akan tidak berlaku, nah ini membuktikan bahwa kita lebih menuruti pemerintah dan WHO. 

Point ini saya agak kurang setuju dan ingin rasanya melakukan instruksi. Tapi tidak mungkin, karena hampir sama seperti sidang jumat (ceramah jumat) hanya mendengarkan bukan diskusi. Di dalam hati saya bilang bapak bisa bilang gitu karena bapak tidak dalam kondisi pernah kena ataupun berurusan dengan Covid 19. Memang betul, kita mengikuti pemerintah. Tapi pasti ada penjelasan dari beberapa ustad mengenai kondisi khusus karena sedang pandemi. Nah, maksud saya bukan berart memberikan tensi yang berkebalikan dalam penerapan 5M di masjid. Seharusnya pembicara Ustad bisa menjelaskan dengan baik terkait dengan protokol 5M sehingga kita masih bisa melaksanakan Salat Taraweh Berjamaa di Masjid. 


Ingat ke mesjid tetap memakai masker, baik yang sudah vaksin. Hargai sayangi peduli diri sendiri dan orang lain di mesjid. Insyaallah ibadah juga bisa maksimal.

Day 4 (Guru yang tidak dikenal)

Bismillah, 
kalo kalian kenal saya hari ini, saya bisa jelaskan saya tidak akan bisa seperti hari  ini tanpa guru guru (tidak dikenal) saya. Mereka rela menyempatkan waktu untuk bisa memberikan nasihat, ilmu serta perdalam ilmu agama. Jika boleh menghitung biaya privat misalnya, sudah berapa yang harus saya bayar atas waktu yang mereka relakan untuk saya dan teman teman hebat saya yang sekarang sudah bekerja di bidang nya masing masing. Ada yang bekerja di Apoteker, dibidang IT ada 3 orang, ada yang bekerja di salah satu BUMN, ada yang wartawan dan yang terakhir the one and only PNS. Luar biasa. 

Tunduk hormat saya atas apa saja atas petuah serta nasihat dari guru guru kami. Mereka memang hanya manusia semata tidak sempurna. Ada metode adab mendengarkan, ada adab bercerita, ada adab untuk bisa menyampaikan keluh kesah bahkan ada adab untuk bisa menegur atau mengingatkan teman teman diantara ketidak hadiran nya.

Maaf atas kekurangan kami serta kekurangan saya, atas ketidakpatuhan bahkan kelancangan. Bukan berarti kita tidak hormat, namun ada beberapa alasan yang membuat jalan akhirnya berbeda akan tetapi tetap tujuan kita semua sama mencari Ridho Allah SWT

Sekali lagi, saya berdoa sebaik baiknya untuk kalian, semoga selalu barokah hidupnya, di jamin rezekinya oleh Allah SWT.
Tanpa kalian saya tidak ada apa apa nya. 
Terima kasih....

Rabu, 14 April 2021

Day 3 (Cengkrama dengan Ibu)

 Sahur pagi tadi sedikit berbincang dengan ibu. Saya bilang, "Mah, imsak itu cuma ada di Indonesia." Kemaren saya mendengarkan ceramah di podcast mengenai imsak yang merupakan kearifan lokal Indonesia. Karena di negera lain sesuai dengan sunnah nya sahur itu mendekat ke adzan shubuh. Tapi imsak sebagai batasan atau pengingat untuk rem makan sahur, agar tidak tergesa-gesa.

Ibu pun menjawab dengan menjelaskan tentang apa yang di jelaskan dari pengajiannya, iya  jadi ada 6 sunnah puasa. 

1. Makan Sahur

2.Mengakhiri sahur

3. Menyegerakan berbuka puasa

4. Berdoa ketika berbuka

5. Memberi makan orang yang berpuasa

6. Memperbanyak amal saleh


Dengan bahasa yang mudah ibu menjelaskan, makanya kenapa diminta untuk menyegerakan berbuka. Kadangkala kita menunggu adzan magrib dari mesjid, atau bahkan di tv masih iklan dan belum juga adzan tapi di aplikasi hp kita sudah adzan duluan. Jadi   mana yang di dahulukan? 

Melihat adzan di masjid pastinya sang muadzin membetalkan terlebih dahulu sedikit kemudian melaksanakan adzan, setidaknya ada jeda beberapa menit walau tidak lama. Pendapat saya pilih mana yang kita yakini, yang terpenting jangan lupa menyegerakan berbuka, bismillah, minum air putih, baca doa buka puasa, kemudian makan yang manis.

Simple tapi setidaknya mari biasakan mengikuti sunnah puasa.

Selasa, 13 April 2021

Day 2 (Tips Sederhana Membiasakan Anak Anak kita Berpuasa dan Menjalankan Ibadah Ramadan)

" Satu tindakan baik lebih manjur dari pada seribu kata-kata tanpa perbuatan nyata."

 Mengajak anak berpuasa tentunya diikuti untuk memberikan contoh. Karena mendidik tanpa contoh sama saja membakar tanpa menggunakan api.

Beberapa tips sederhana membiasakan anak-anak kita berpuasa dan menjalankan ibadah ramadan:

1. Motivasi anak-anak kita untuk berpuasa sehari, dua hari atau bahkan hingga setiap hari, tergantung pada usia mereka. Bagi anak-anak yang masih berusia 5-6 tahun mungkin belajar puasa setengah hari sudah cukup baik. Pujilah mereka di depan teman teman dan keluarga atas kemauan mereka berpuasa. 

2. Ajak anak anak kita ke mesjid untuk berbuka puasa bersama untuk membuat mereka merasakan kebesaran puasa ramadan dan kesatuan umat Islam dalam menyembah Allah

3. Kita ajari anak-anak kita berdoa ketika sahur maupun berbuka puasa

4. Kita bisaakan anak-anak kita untuk shalat tarawih sehingga mereka terbiasa dan tahu tentang hal itu sejak usia dini 

5. Beri contoh anak-anak kita untuk bersedekah. Kita bersedekah di depan merka dan memberitahu mereka jika kita melakukannya di bulan Ramadan pahalanya lebih besar di bandingkan hari biasa.

6. Ajaklah anak-anak kita tadarus Al Quran dan memberitahu mereka bahwa Nabi Muhammad SAW selalu melakukannya di bulan Ramadan

7. Bimbing anak-anak kita jika mereka berperilaku salah atau mengucapkan kata-kata kurang baik dan mengingatkan bahwa mereka sedang berpuasa, beritahukan mereka bahwa hal itu bisa mengurangi pahala puasa Ramadan

8. Bangunkan mereka untuk makan sahur, walaupun jika mereka tidak berpuasa dan ajaklah shalat Subuh berjamaah di masjid

9. Ajarkan mereka memberi berbuka bagi orang berpuasa, dan memberitahu besarnya pahala melakukan hal itu

10. Ketika Idul Fitri tiba, bantu anak-anak kita mandi, kita siapkan pakaian yang terbaik bagi mereka, dan berangkat shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan bersama-sama. Tunjukkab rasa suka cita denga hari besar untuk umat islam. Namun, tetaplah menjaga kekhusyuan. 


Diambil dari buku saku "Ada Ramadan di Rumah Kita" Masjid Asyifa RSCM

Senin, 12 April 2021

Day 1 (Tentang Keraguan)

     Malam itu, hujan cukup deras diringi posisi menunggu pengumuman dari KEMENAG tentang apakah 1 Ramadhan jatuh malam ini. Sampai adzan Isya terdengar hujan pun tak kunjung reda, mengingat waktu untuk segera melakukan salat setelah adzan. Awal tadi sebelum magrib, sudah mulai mempertimbangkan apakah ke Masjid untuk tarawih atau tidak. Kebimbangan ini bukan tanpa alasan, karena posisi orang orang dirumah sedang dalam kondisi tidak salat. Biasanya apabila ada jamaah nya dirumah kita pasti bisa melaksanakan salat tarawih berjamaah bersama keluarga. 

    Bumbu bumbu dalam merekatkan kekeluargaan dalam lingkup beribadah bisa diikuti dengan melaksanakan shalat berjamaah dirumah. Tahun lalu ini kejadian, kita berusaha untuk tidak bolong 1 hari pun taraweh walau dirumah. 2020 dilarang untuk melaksanakan salat berjamaah di Masjid.

    2021 pemerintah telah memberikan izin untuk bisa melaksanakan kegiatan salat tarawih berjamah di masjid. Tadi shubuh pun Khotib menjelaskan mengenai diperbolehkan nya salat berjamaah tarawih di mesjid namun tanpa khotbah atau kultum. Khotib shubuh tadi pun agak berbeda beliau ingin memanfaatkan momen 5 menit untuk bisa menyampaikan serta mengingatkan sesama tentang point penting puasa di bulan Ramadhan. Namun tidak bersifat memaksa, khotib juga menyampaikan apabila ada yang takut untuk berlama lama di mesjid juga dipersilahkan untuk pulang. Beberapa jamaah ada yag menahan pulang nya sebentar sambil mendengarkan kultum ada juga yang bergegas pulang kembali ke rumah. 

    Kembali melanjutkan paragraf 2 di atas, hujan yang cukup deras menimbulkan KERAGUAN. Baiknya saya salat tarawih sendiri dirumah, atau hujan hujanan untuk bisa salat tarawih berjamaah di mesjid. Seperti ada pertarungan hati, antara menutup menggembok pintu depan dengan mencari kunci motor untuk bisa menerobos hujan berangkat ke mesjid. Kita memiliki prinsip mengenai keraguan yang alangkah baiknya ketika memiliki keraguan untuk tidak bisa melakukan sesuatu lebih baik ditinggalkan. Jadi dilanjutkan maju atau tidak, lebih baik tidak.

    Namun momen malam itu keraguan yang hadir seperti berlawanan dengan konsep pemahaman selama ini. Dari kita kecil biasanya hari pertama sebelum pendemi orang salat tarawih di mesjid bisa sampai keluar luar area masjid. Sebenarnya apa yang dikejar? Kenikmatan berjamaah tarawih di mesjid. Memang tidak semua merasakan, marilah coba untuk bisa meresapi sebenarnya ngapain kita ke mesjid untuk salat sunnah toh dirumah juga bisa. Ada kenikmatan, kenikmatan itu biasanya tidak semua orang bisa menikmatinya tergantung bagaimana fenomena nikmat itu bisa dirasakan diri sendiri. Kenikmatan berjamaah di mesjid tidak bisa dipaksakan agar orang lain bisa merasakan. Jelas, kecenderungan untuk bisa menikmati kenikmatan salat tarawih berjamaah di mesjid bisa dirasakan semua orang. 

    Keraguan muncul dari dalam diri sendiri, bukan dari orang lain. Orang lain biasanya muncul memberikan afirmasi, pendapat bahkan kritikan. Tinggal bagaimana kita bisa memilih satu pilihan dalam keraguan tersebut. Maka, cobalah untuk memilih suatu hal baik diatara beberapa hal baik yang banyak terlihat.

Minggu, 11 April 2021

MEMAKMURKAN MASJID DI BULAN RAMADHAN (2021)

 

 

MEMAKMURKAN MASJID DI BULAN RAMADHAN

 

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahilladzi arsala rasulohu bil huda wa dinil haq,

Liyuzhhiro’ alad dini kullihi wa kafa billahi syahida.

Asyahadu anla ilaa ha ilallahu, wa asyhadu anna muhammada abduhu warasuluh la nabiya ba’da,

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad

Fa Qoola ta ala fil quranil karim, Audzubillah himinasyaitho nirrojim

Bismillahirrahmanirrahim

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 183 (At-Tafsiir Al-Wasiith) - Majalah El-Nilein

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Surat Al Baqarah ayat 183

Fa Qoola rasulullah sholallahu waalaihi wassalam

 

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat kepada kita semua, baik nikmat iman serta nikmat islam yang tentunya menjadi peningkat rasa syukur kita untuk tetap bisa maksimal dalam beribadah di bulan Ramadhan ini meskipun masih dalam kondisi pandemi.

Shalawat serta salam tidak lupa dihanturkan pada junjungan kita baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta para pengikutnya hingga yaumil akhir nanti.

 Proposal – MASJID BAITUSSALAAM CILANDAK

Innamaa ya’muru masaajidallohi man aamana billahi wal-yaumil-aakhiri wa aqomash-sholaata wa aataz-zakata wa lam yakhsya illalloh, fa’asaaa ulaa-ika ay yakuunuu minal- muhtadiin

“Hanyalah yang memakmurkan Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

Imam Ibnul Jauzi berkata: “Yang dimaksud dengan memakmurkan masjid(dalam ayat ini) ada dua pendapat:

- Selalu mendatangi  masjid dan berdiam di dalamnya (untuk beribadah kepada Allah Ta’ala)
- Membangun masjid dan memperbaikinya”.

 

Teringat sebuah realita

Banyak sekali masjid di bangun, tetapi isinya tidak sampai separuh nya

Ini menjadi pengingat untuk kita semua terutama diri saya sebagai seorang muslim yang sama-sama memiliki kewajiban untuk memakmurkan masjid dalam rangka meningkatkan keimanan kita kepada ALLAH SWT.

Banyak masjid disini tentunya bukan dihitung dari jumlahnya, tapi berapa orang yang salat berjamaah di dalamnya. Bulan Ramadhan sebagai bulan terbaik yang memiliki banyak sekali “Cashback” Pahala dari Allah SWT. Maksudnya adalah ibadah ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini banyak sekali Allah SWT janjikan pahala berlipat ganda dan tentunya amal ibadah yang ikhlas akan membuat kita mendapatkan “Cashback” pahala bahkan berlipat lipat.

Apa saja yang bisa kita lakukan dalam meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan  yakni salah satunya dengan memakmurkan masjid. Pandemi bukanlah halangan, pemerintah sudah mengizinkan untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid diperbolehkan. Ini menjadi kesempatan kita untuk bisa memaksimalkan peluang pahala ini. Selain melaksanakan salat tarawih berjamaah, kita juga bisa melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah, salat rawatib, shalat dhuha, membaca Al Quran dan perbanyak berdzikir di dalam masjid.

Berdiam diri di masjid pada bulan Ramadhan bisa menjadi penarik motivasi untuk diri kita. Terkadang kita iri melihat orang orang di masjid yang rajin sekali membaca Al Quran, tidak ketinggalan salat Sunnah serta tidak terlambat dalam melaksanakan shalat berjamaah. Ini iri hati yang baik, karena memiliki ambisi untuk berlomba lomba dalam kebaikan, dalam mendapatkan pahala serta berbagai “Cashback” kebaikan yang bisa kita dapatkan. Jangan hanya di dunia kita mengejar setiap “Cashback” yang diberikan di toko makanan, online makanan atau online shop namun kita malah lemah mengejar “cashback” pahala kebaikan di bulan Ramadhan.Kita mendaptkan “Cashback”  di dunia sangat senang dan kita kejar bagaimana dengan “Cashback” pahala ?  

Memakmurkan masjid menjadi suatu peluang untuk mendapatkan “Cashback” tersebut. Karena di dalam Masjid ada kebersamaan, semangat beribadah serta mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

 

Semoga kultum singkat ini bisa memberikan informasi kebaikan serta hikmah. Karena mendengarkan kultum namun kita tidak menemukan hikmah dalam mendengarkannya, maka belum tentu itu bisa kita terima dengan ikhlas dan berdampak kepada kehidupan kita sehari.

Maka makmurkanlah masjid, maka Allah SWT akan senang melihat hambanya yang sungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan

Lebih kurang nya mohon maaf,

Yang benar sudah pasti datang nya dari Allah SWT,  yang salah tentunya dari saya Pribadi

Wallahu alam bi showab

Wassalammualaikum wrwb



Gilang Ainan

 

Selasa, 06 April 2021

2013, Sendai... Ternyata ada di website Hazaka Plant

Ketika tinggal selama 30 hari di rumah Doraemon

 http://hazakaplant.co.jp/en/information/%e3%82%b8%e3%83%a3%e3%82%ab%e3%83%ab%e3%82%bf%e5%9b%bd%e7%ab%8b%e5%a4%a7%e5%ad%a6%e7%a0%94%e4%bf%ae%e7%94%9f%e3%81%ae%e7%a0%94%e4%bf%ae%e6%9c%9f%e9%96%93%e7%b5%82%e4%ba%86


Ketika di laboratorium Hazaka Plant Research Center



http://hazakaplant.co.jp/en/information/%e3%82%a4%e3%83%b3%e3%83%89%e3%83%8d%e3%82%b7%e3%82%a2-%e3%82%b8%e3%83%a3%e3%82%ab%e3%83%ab%e3%82%bf%e5%a4%a7%e5%ad%a6%e3%81%8b%e3%82%89%e7%a0%94%e4%bf%ae%e7%94%9f%e3%81%ae%e5%8f%97%e3%81%91%e5%85%a5

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...