Hari ke 4 puasa, malam ke 5 di salah satu masjid di Pondok Kelapa Jakarta Timur.
Unik memang, bangunan mesjid ini sedang dalam masa renovasi di bagian belakang. Bagian depan masih sama juga bisa digunakan untuk salat berjamaah. Saya faham beberapa kali mencoba salat jamaah di masjid ini pasti bacaan surat nya panjang-panjang. Selesai salat Isya, diumumkan adanya ceramah yang disampaikan oleh salah seorang ustad (saya lupa namanya).
Sebelumnya saya memberi informasi, di daerah Sl*pi Jakbar. DKM mesjid menjelakan bahwa kegiatan taraweh ramadhan berjamaah boleh namun tidak dilakukannya kultum atau ceramah, Bahkan ketika shubuh pun juga tidak boleh, ini sesuai informasi pemerintah.
Balik lagi ke pak ustad, beliau menyampaikan mukadimah yang baik, menjelaskan tentang perlunya kita bersyukur karena tahun kemarin kita tidak diziinkan oleh Pemerintah untuk melaksanakan taraweh berjamaah di masjid. Kondisi pandemi yang awal membuat kondisi hampir semua masjid tutup. serta membuat semua orang yang ingin melakukan salat taraweh berjamaah di rumah atau salat sendiri. Memang hukum salat taraweh adalah sunnah. Rosul waktu dulu melakukan salat taraweh sendiri, lalu kapan mulai adanya salat taraweh berjamaah? itu terjadi pada zaman sayyidina Umar bin Khattab.
Selesai mukadimah serta beberapa inti ceramah disampaikan sampai ke point terakhir, "Kita lebih nurut sama pemerintah dan WHO dibanding perintah ALLAH SWT untuk salat". Disitu saya menajamkan mata. Maksudnya gimana? Sang ustad biang kalo misal imam salat bilang lurus dan rapatkan shaf nya, berarti social distancing salat berjamaah akan tidak berlaku, nah ini membuktikan bahwa kita lebih menuruti pemerintah dan WHO.
Point ini saya agak kurang setuju dan ingin rasanya melakukan instruksi. Tapi tidak mungkin, karena hampir sama seperti sidang jumat (ceramah jumat) hanya mendengarkan bukan diskusi. Di dalam hati saya bilang bapak bisa bilang gitu karena bapak tidak dalam kondisi pernah kena ataupun berurusan dengan Covid 19. Memang betul, kita mengikuti pemerintah. Tapi pasti ada penjelasan dari beberapa ustad mengenai kondisi khusus karena sedang pandemi. Nah, maksud saya bukan berart memberikan tensi yang berkebalikan dalam penerapan 5M di masjid. Seharusnya pembicara Ustad bisa menjelaskan dengan baik terkait dengan protokol 5M sehingga kita masih bisa melaksanakan Salat Taraweh Berjamaa di Masjid.
Ingat ke mesjid tetap memakai masker, baik yang sudah vaksin. Hargai sayangi peduli diri sendiri dan orang lain di mesjid. Insyaallah ibadah juga bisa maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar