Bulan suci Ramadan, menjadikan kita semakin cinta beribadah dengan melakukan berbagai macam amaliyah (kerja) ibadah ramadan secara optimal. Begitu sebaliknya, ketika berbagai amaliyah ibadah ramadan dilaksanakan dengan baik, maka cinta itu akan menguat dan mengantarkan seseorang menjadi kekasih Allah SWT.
Nah, diantara amaliyah ibadah khas bulan suci Ramadan adalah :
Amaliyah Pertama, Shaum
Shaum tidap
bih, yaitu menjaga dari yang mebatalkan nilai dan pahala shaum. Apa yang mebatalkan nilai shaum. Apa yang membatalkan nilai shaum ? di antaranya berbohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian mata, telinga, lisan, tangan kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.
"Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendaptkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar adn dahaga semata. Dan betapa banyak orang yang menghidupkan malam Ramdan tiada mendapatkan dari perbuatannya tersebut kecuali hanya begadang semata." (HR. Ad Darimi Al-Abani mengatakan hadis ini sandanya Jayyid)
Amaliyah Kedua, Sahur
Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bahkan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan di akhir jelang waktu fajar. Disinilah waktu yang sangat maha, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmah dan kekeluargaan.
Rasulullah bersabda :
"Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan." (Muttabaqun 'alaih)
Amaliyah Ketiga, Ifthar atau Berbuka
Sunnah berbuka puasa itu disegerakan. Ketika mendengar kumandang adzan Maghrib segera lakukan buka puasa. Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda (masak di pohon). Berapa biji ? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan.
Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian menahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku itu tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justru dengan cara beralapar lapar itu kita merenungkan hikmah shaum.
Amaliyah Keempat, Shalat Tarawih
Tarawih berasal dari akar kata "raahayaruhu-raahatan-warwiihatan yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah sahalt yang dilaksanakan dengan thuma'ninah, santai, khusyu, dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rakaat nya saja, mau delapan, mau dua puluh, empat puluh silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib dan sunnah shalat.
Umat muslim hendaknya mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksnakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah secara langsung, sehingga dampak shalat pun belum bisa kita rasakan.
Amaliyah Kelima, Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an atau tadarus Al-Qur'an tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, namun juga dilakukan setiap hari di luar Ramadan, hanya saja pada bulan ini tadarus lebih dikuatkan, ditambah kuantitas, dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah bergantian bertadarus dan mengkhatamkan Al-Quran dengan Malaikat Jibril.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar