Sabtu, 01 April 2023

 

Hari ke 7

Ada pertanyaan untuk apa Puasa?

Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di masjid Nurussalam.

 

dari pertanyaan diatas banyak jamaah yang menjawab untuk menjadi orang yang bertakwa. Ustadz tersebut bilang bukan itu jawabanya, menjadi orang yang bertakwa adalah tujuan dari puasa. Lalu para jamaah mulai berfikir untuk memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sampai pada waktu dimana pak Ustadz menjelaskan bahwa siapa yang akan menilai puasa kita. Ibadah puasa adalah ibadah yang bukan hanya menahan lapar dan haus atau menahan hawa nafsu, tapi lebih tepat lagi bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang langsung di nilai oleh Allah. Karena puasa hanya Allah yang tahu seseorang tersebut berpuasa atau tidak. Bisa jadi orang di lingkungannya bilang sedang berpuasa di bulan ramadhan, namun di belakang ketika tidak banyak orang, ternyata orang tersebut sengaja menelan air keran ketika wudhu.

 

Umat nabi Muhammad mendapatkan tempat khusus dalam melaksanakan ibadah puasa, yakni sebulan penuh. Berbeda dengan Nabi - nabi sebelumnya, ada kisah nabi Nuh yang mengajak anaknya untuk mengikutinya naik Perahu lalu mengajak anaknya untuk tidak mengikuti ibunya. Namun sang anak memilih ikut ibunya, di saat itu lah bagaimana Nabi Nuh menahan. Jadi bukan berarti sebelum nabi tidak ada puasa, jadi sudah ada yang mungkin keistimewaanya berbeda dengan umat nabi Muhammad.

 

Jadi marilah sama-sama menikmati ibadah di bulan ramadhan. Ibadah puasa, adalah ibadah yang istimewa karena dinilai langsung oleh Allah SWT. Bulan yang penuh pengampunan, bulan yang dilipatgandakan pahalanya.

 

Selasa, 28 Maret 2023

 

Siang ini hari ke 6 di bulan ramadhan, masjid Asyifa RSCM mengadakan acara kajian selepas dzuhur dengan pemateri Ust. Rendi Saputra. Kajian ini membahas tentang "Urgensi Wirausaha Dalam Islam untuk Mempercepat Penyebaran Kebaikan". Awalnya saya tidak mengenal siapa ust ini, sampai ketika saya menginfokan kepada rekan kerja, beliau bilang ini ust konsultan kondang. Perlahan saya coba mencerna dengan baik, gizi gizi yang disampaikan oleh beliau. Beliau alumni Perminyakan ITB angkatan 2004, asli Kalimantan, beliau sering mengisi kajian terkait dengan Wirausaha.

 

Pertama beliau menjelaskan tentang bagaimana seorang muslim bisa ada di market yang dibutuhkan oleh umat. Kita harus melihat demand, opportunity dan mau mencoba. Beliau mencotohkan bagaimana Abdurrahman bin Auf ketika ditanya apa yang dia mau, dia minta diberitahu dimana letak pasar. Diawali dengan bekerja sebagai penyalur, dalam waktu 3 hari secara bertahap Abdurrahman bin Auf memiliki lapak di pasar tersebut.

 

Kedua beliau mencontohkan tentang Wardah (saya baru tahu), wardah membuat Make Over sebagai pesaing maybelline, membuat Kahf sebagai pesaing baru vaseline dan juga akan membuat produk baru yang akan terus tumbuh. Ibu Hj. Nurhayati Subakat adalah seorang apoteker (farmasi), anak beliau cukup dekat dengan ustad Rendi. Ust Rendi bertanya pada tahun 2007, bisa nih wardah mendunia dan mengalahkan produk kosmetik lain? jawab anaknya bu Nurhayati menjawab, "Belum, masih jauh". Namun siapa sangka tahun 2023 Wardah menjadi perusahaan besar.

 

Ketiga, ust Rendi menjelaskan tentang bedanya Muhammadiyah dan NU. Muhammadiyah giat membuat Sekolah dan Rumah Sakit di Jawa, sedangkan NU banyak sekali membangun pondok pondok. Maka kita harus berterimakasih kepada Muhammadiyah dan NU, berkat mereka anak-anak yang membutuhkan sekolah dapat terpenuhi kebutuhannya. Masing-masing memiliki peranan berbeda namun dengan satu tujuan untuk kebaikan. Kebaikan yang dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak yang sekolah, memperkenalkan islam seperti apa sehingga kebaikan bisa terus di tularkan.

 

Keempat, setiap usaha mulai dari O bagaimana dengan modalnya? Peristiwa Hijrah akan menjelaskan banyak hal bagaimana Umar dan Usman meninggalkan semua hartanya di Mekah, ketika pindah ke Madinah. Ketika di Madinah semua mulai dari awal lagi, namun dengan niat itikad yang sangat kuat untuk berdakwah, sehingga Allah mudah kan dalam urusan tersebut.

 

Kelima, ada seorang penanya bertanya tentang usaha Mie Ayam, yang pada bulan awal itu ramai pembeli, bulan kedua sepi pembeli. Bagaimana solusinya? Jawabannya ada 3 hal yang kita mesti telaah dari hal kontuinitas dalam wirausaha. Market, Repeating dan Lakukan. Kebanyakan orang pinter lebih banyak membutuhkan waktu dalam menimbang atau memikirkan suatu hal untuk bisa memutuskan. Berbeda dengan orang yang tidak terlalu pinter, bisa melakukan eksekusi dengan siap menanggung resiko nya. Makanya orang pinter harus bisa partner dengan orang yang biasa (tidak terlalu pinter).

 

Terakhir beliau menjelaskan tentang Bimarista.

 

Kehilangan (Hari ke 5)

 

Kehilangan dalam tulisan ini tidak ada ikatan dengan kesedihan. Kehilangan disini lebih ke arah sumber hilang. Cerita bermula dari jalan didepan wisma BNI 46, waktu itu kondisi baru akan hujan. Saya dan istri saya segera meminggirkan motor untuk mengambil jas hujan yang ada di dalam bagasi. Kebetulan hujan yang tadinya rintik seirama dengan cepat membasahi badan ini. Saya tanpa pikir panjang segera mengenakan jas hujan, namun di saat yang sama saya coba melepas helm saya terlebih dahulu. FYI saya menggunakan kacamata ketika mengendarai motor, setelah selesai melepas helm, lalu saya menaruh tas slempang merah ke dalam bagasi. Perjalanan pulang dari Halimun menuju Slipi pun berlanjut, tanpa disangka di karet hujan rintik berhenti dengan segera. Beberapa motor ada yang kembali melepaskan jas hujan yang dikenakannya. Perjalanan pun tetap lanjut dengan posisi saya mengenakan jas hujan. Seketika sampai dirumah saya melepas jas hujan yang dikenakan, namun tak disangka kancing pengait yang menempel jadi ikut tertarik sehingga menyebabkan jas hujan menjadi robek. Peristiwa kehilangan belum terasa.

 

Lalu bagaimana peristiwa kehilangan itu terjadi?

hal ini terjadi dikarenakan kacamata yang saya kenakan bagian salah satu gagang kanan hilang. Saya cukup bingung, saya mencari di dalam helm barangkali tersangkut, saya coba cari di jas hujan siapa tau ketika jatuh pun masih ada di dalam jas hujan, saya pun sempat berfikir untuk kembali ke jalanan di depan wisma bni 46, siapa tahu masih menjadi rejeki saya. Namun setelah menghitung waktu serta kemungkinan, akhirnya saya mencoba menerima kehilangan tersebut, dengan tetap ikhtiar untuk mengakali bagaimana agar kacamata tersebut masih tetap bisa digunakan yakni dengan kanibalisasi kacamata yang lama, walau jadi tidak terlihat estetik namun setidaknya masih dapat menyangga di atas telinga.

 

Kehilangan yang tidak dramatis, tapi kehilangan yang tentunya mempengaruhi perencanaan belanja barang yang dibutuhkan di kemudian hari.

Minggu, 26 Maret 2023

 Hari 4

Mensyukuri apa yang sudah kita punyai.


Barang siapa yang pandai bersyukur maka Allah akan menambahkan nikmat nya. Itu adalah salah satu arti ayat dalam Al Quran. Boleh kerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal, boleh gigih dalam bekerja. Tapi jangan sampai lupa sekecil apapun hal yang kita dapati, itu sungguh nikmat. Sudah barang tentu, sesuatu hal bisa menjadi positif jika dibangun dari logika yang positif. 


Kenapa harus mensyukuri yang kita punya?

Setiap orang sudah diatur oleh Allah SWT bagaimana rejekinya. Jadi sudah tertulis, maka jangan terburu-buru. Terburu-buru bisa menjadi malapetaka (misal kecelakaan pada saat datang bekerja). Jadi jika memang sudah rejeki mau terburu-buru atau lambat sekalipun pasti tidak akan tertukar. Yang tidak boleh adalah bermalas-malasan dalam menggapai rejeki Allah SWT.

Mensyukuri apa yang sudah kita punya sungguhah nikmat. Kita boleh saja melihat orang lain yang memiiliki barang lebih baik dari kita dari segi harga kualitas dll. Yakinlah setiap orang berusaha untuk mendapatkan hal tersebut dan kita tidak mengetahui sedikitpun bagaimana usaha mereka itu, yang kita lihat hanyalah hasil yang memang sudah mereka dapati. 

Sekarang apa yang kita punya? fungsinya sama atau tidak ? itulah hal yang patut disyukuri dan dinikmati. Bisa jadi dengan kita mensyukuri apa yang kita punya, kita bisa lebih menikmati apa yang kita punya. Karena kita pun tidak tahu barang yang orang lain punya, apakah mereka sunggun menikmatinya, atau cuma karena gengsi semata. 

Ada pesan yang sederhana " Hidup itu mudah, gengsi yang kadang bikin susah"

 Hari Ketiga

Buka Bersama Keluarga Kecil


Bulan ramadan bulan penuh ampunan, semua orang berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas ibadanya. Jika seseorang ketika diluar bulan ramadan ibadah nya kurang, maka momen ramadan sering dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah nya. 

Selain itu ada beberapa budaya yang biasa dilakukan ketika bulan ramadan. Budaya ini lebih ke budaya sosial, yakni Buka Bersama. Bukber disingkat dengan arti yang sama dari kalimat sebelumnya. Bukber juga sering diumpamakan sebagai ajang reunian. Reunian bisa dari SD, SMP bahkan SMA ada juga Kampus. Momen yang ditunggu beberapa orang untuk saling menjalin silaturahmi. Ini dari sisi positif nya.

Saya menulis disini ingin mengambil sudut pandan terbalik, yakni  dari sudut pandang negatif. Pertama bukber bisa dijadikan ajang ingin menunjukkan pencapaian kita di hadapan kawan kawan lama kita. Apa saja yang menjadi tolak ukur, berangkat ke acara bukber naik apa, hp yang digunakan apa, bawa keluarga istri/suami atau anak, dan beberapa hal lain yang mungkin bisa ditambahkan. Kedua bukber bisa dijadikan tempat untuk menjelaskan status kita, kita bertanya ke teman yang mungkin dibawah kita sehingga kita bisa membanggakan apa yang sudah kita hasilkan. Ketiga bukber dapat menjadi tempat untuk memutus silaturahmi, karena tidak jarang dari acara bukber bukannya membangun komunikasi yang baik, malah jadinya melakukan ghibah pada orang-orang yang mungkin tidak hadir. 

Ini sudut pandang subjektif saya pribadi, bisa salah bisa benar. Tapi ini wajar, semua punya rasa ingin diketahui. 

Bukber dengan keluarga kecil di momen awal-awal ramadan menjadi pilihan utama bagi saya, karena tak bisa dibayar mahal dengan apapun. Melihat keberadaan kita di tengah tengah mereka bisa menjadi sesuatu momen tidak ternilai. Bukan dilihat buka dengan apa, tapi dengan siapa. Bagaimana cara berbuka dengan berdoa dan mensyukuri akan nikmat di hari tersebut bahwa kita telah berhasil melewati hari puasa dengan baik. Maka bukber boleh saja menjadi momentum kehangatan, tapi jangan lah lupa ada keluarga kita yang penuh harap ingin bukber bersama dengan kita. Dan yakinlah itu sungguh nikmat.

 Hari Ke Dua 

" Mental Daun Talas"


Ada yang pernah mendengar produk dengan iming-iming memiliki efek daun talas? 

Ya, memang ada beberapa produk terutama untuk kecantikan kendaraan roda empat agar kinclong atau ketika kena air, air akan kabur dengan segera. Itulah efek daun talas. Jika dilihat dari luas area permukaan lapisan epidermis daun talas memang cukup luas, selain itu juga daun memliki lapisan lilin yang membuat air akan segera jatuh ketika tersiram atau kejatuhan air (Hujan). Efek ini memiliki daya tahan yang cukup lama, bahkan membutuhkan perawatan yang cukup ekstra untuk menjaga konsistensi dari produk yang digunakan di kendaraan roda empat ini. 

Lalu apakah hubungannya dengan mental?

Mental menurut saya adalah suatu program default yang dimiliki setiap orang dalam menghadapi sesuatu. Sesuatu yang entah itu baik ataupun buruk. Ketahanan mental seseorang bisa dilihat dari gerak geriknya menghadapi sesuatu. Mental ini bukan gift, tapi tempaan, bentukan dari pengalaman yang buruk maupun baik. Pembelajaran terus menerus membuat mental menjadi terus terasah untuk bisa menjadi lebih kuat. Mental tidak bisa dibeli, mental juga tidak bisa diberi.


Bagaimana dengan mental daun talas?

ini yang saya sebut sebagai tempaan yang memiliki efek dua sisi. Bisa jadi seseorang memiliki mental kuat dan tahan banting atau seseorang memiliki mental lemah dan terkikis. Keduanya berlainan pihak sama halnya seperti kita memilih sesuatu dari dua sisi berbeda. Mental daun talas bukan lah pemberian sesorang, tapi orang tersebut akan ada pada level tersebut ketika sudah mengalami berbagai hal dalam hidupnya secara turun naik emosional atau makian bahkan hal-hal yang kecewa. Mental daun talas bisa dimiliki semua orang asalkan orang tersebut mampu mengontrol emosinya, memahami lawan bicaranya, dan cari peluang untuk balas atau memberikan argumen rasional agar lawan bicara yang sedang emosi atau bahkan tidak dapat mengontrol dirinya bisa dengan perlahan kita masuk memberikan penjelasan dari hal -hal yang tidak komunikatif. 


Caranya bagaimana?

Puasa...

Kamis, 23 Maret 2023

Hari 1 Ramadhan 1444 H ( Kembali Menulis), "Kerjasama Kontemporer"

Hari ini tepat nya hari pertama di bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah. Saya kembali ingin memulai melakukan sesuatu hal berupa tulisan. Tulisan yang saya buat umumnya menumpahkan apa yang ada di otak saya sambil mencoba untuk mencari hikmah dalam setiap kejadian. Oh ya bulan Maret ini bertepatan di usia saya yang alhamdulillah sudah menginjak 33. Semoga kematangan, ketenangan dan keterikatan bisa menjadi satu dalam proses pendewasaan karakter. Sebenarnya, di usia ini sudah sampai di titik " yaudah", mencoba datar, tidak explosif atau emosi yang meledak-ledak.


Pada kesempatan yang bahagia ini disaat saya sendiri, saya ingin menceritakan mengenai "Kerjasama Kontemporer". Kerjasama erat hubungannya mirip dengan pengertian ekosistem yakni adanya hubungan timbal balik antar kelompok beserta faktor biotik dan abiotik nya di suatu tempat. Nah, kerjasama disini memiliki arti adanya hubungan timbal balik yang tentunya harus mengeksploitasi emosi positif demi terciptanya ritme padu dalam sebuah kegiatan. Kontemporer disini mungkin dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sama namun sederhana. Menurut KBBI kontemporer memiliki makna pada waktu, semasa, pada masa kini dan sekarang. Namun dalam arti seni, kontemporer memiliki makna kekinian. 

Dua kata yang coba saya padukan sama - sama memiliki kekuatan di tiap katanya. Kata yang satu saling terikat, kata kedua sambil mengokohkan arti pentingnya kata pertama. 

Apabila bicara tentang kecewa, tidak ada satu pun manusia disini tidak pernah kecewa. Bicara tentang percaya, butuh waktu untuk seseorang mendapat kepercayaan dari orang lain. Bicara tentang jujur, tidak semua orang berani jujur walaupun risiko yang tidak kecil dari berani jujur itu sendiri. Tapi apalah arti, mencoba menerima kecewa, mencoba membangun reputasi percaya serta memahami arti penting jujur dalam pikiran perkataan maupun perbuatan. Tidaklah sulit, mau dari level pendidikan apapun setiap orang pasti memiliki nilai yang berbeda. Bisa jadi tergantung sudut pandang orang yang menilai di mata nya sendiri. Apakah ada yang salah orang yang kecewa mencoba untuk membuat bangunan pikiran " Kerjasama Kontemporer" ?

Coba jawab buat yang sedang membaca tulisan ini...

Sedikit demi sedikit titik temu dalam setiap masalah pasti akan ketemu dimana masalahnya. Tergantung mau apa, mau cari masalahnya untuk mencari siapa atau cari masalahnya dan bicara solusi. Kedewasaan berpikir seseorang bisa dilihat dari nalar yang dibangun dalam menghadapi suatu masalah. Bukan berarti tidak cerdas, namun belum tahu kapan harus bertindak mencari masalah atau mencari solusi. Tidak semua orang bisa memahami dan mengintegrasikan keduanya ke hal positif. Lagi ke pertanyaan kedua, Apakah ada yang salah ketika ada masalah mencoba untuk membuat bangunan pikiran "Kerjasama Kontemporer"?


2 pertanyaan ini bukan tentang saya, ataupun sekitar saya. Tapi ini untuk semua orang yang secara logika pernah ada di posisi yang tidak nyaman. Kita sadar kondisi tidak nyaman dapat mendidik kita menjadi orang nyaman di suatu saat nanti. Kondisi tidak nyaman tidak dapat dibuat dengan sengaja, namun bisa terjadi karana adanya derita. Derita bukan hanya negatif namun ada derita positif yang barang tentu dapat mendewasakan diri yang tentunya akan terus terlatih menikmati salah. 


Kerjasama kontemporer bisa dibangun dari sisi manapun, tergantung orang mau mencoba cara ini atau tidak. Kerjasama kontemporer bisa berhasil bukan dari visi perorangan namun dapat berhasil dari misi masing-masing orang dengan tujuan yang sama. Kerjasama kontemporer bisa dilakukan dalam berbagai cara, misalnya.....(bisa dijawab oleh hati masing-masing). 

Kerjasama kontemporer sama dengan arti saling memiliki, saling membantu dan saling membahu demi tujuan satu. 

Jadi, mau kah kalian jadi bagian itu? 

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...