Hari ini tepat nya hari pertama di bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah. Saya kembali ingin memulai melakukan sesuatu hal berupa tulisan. Tulisan yang saya buat umumnya menumpahkan apa yang ada di otak saya sambil mencoba untuk mencari hikmah dalam setiap kejadian. Oh ya bulan Maret ini bertepatan di usia saya yang alhamdulillah sudah menginjak 33. Semoga kematangan, ketenangan dan keterikatan bisa menjadi satu dalam proses pendewasaan karakter. Sebenarnya, di usia ini sudah sampai di titik " yaudah", mencoba datar, tidak explosif atau emosi yang meledak-ledak.
Pada kesempatan yang bahagia ini disaat saya sendiri, saya ingin menceritakan mengenai "Kerjasama Kontemporer". Kerjasama erat hubungannya mirip dengan pengertian ekosistem yakni adanya hubungan timbal balik antar kelompok beserta faktor biotik dan abiotik nya di suatu tempat. Nah, kerjasama disini memiliki arti adanya hubungan timbal balik yang tentunya harus mengeksploitasi emosi positif demi terciptanya ritme padu dalam sebuah kegiatan. Kontemporer disini mungkin dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sama namun sederhana. Menurut KBBI kontemporer memiliki makna pada waktu, semasa, pada masa kini dan sekarang. Namun dalam arti seni, kontemporer memiliki makna kekinian.
Dua kata yang coba saya padukan sama - sama memiliki kekuatan di tiap katanya. Kata yang satu saling terikat, kata kedua sambil mengokohkan arti pentingnya kata pertama.
Apabila bicara tentang kecewa, tidak ada satu pun manusia disini tidak pernah kecewa. Bicara tentang percaya, butuh waktu untuk seseorang mendapat kepercayaan dari orang lain. Bicara tentang jujur, tidak semua orang berani jujur walaupun risiko yang tidak kecil dari berani jujur itu sendiri. Tapi apalah arti, mencoba menerima kecewa, mencoba membangun reputasi percaya serta memahami arti penting jujur dalam pikiran perkataan maupun perbuatan. Tidaklah sulit, mau dari level pendidikan apapun setiap orang pasti memiliki nilai yang berbeda. Bisa jadi tergantung sudut pandang orang yang menilai di mata nya sendiri. Apakah ada yang salah orang yang kecewa mencoba untuk membuat bangunan pikiran " Kerjasama Kontemporer" ?
Coba jawab buat yang sedang membaca tulisan ini...
Sedikit demi sedikit titik temu dalam setiap masalah pasti akan ketemu dimana masalahnya. Tergantung mau apa, mau cari masalahnya untuk mencari siapa atau cari masalahnya dan bicara solusi. Kedewasaan berpikir seseorang bisa dilihat dari nalar yang dibangun dalam menghadapi suatu masalah. Bukan berarti tidak cerdas, namun belum tahu kapan harus bertindak mencari masalah atau mencari solusi. Tidak semua orang bisa memahami dan mengintegrasikan keduanya ke hal positif. Lagi ke pertanyaan kedua, Apakah ada yang salah ketika ada masalah mencoba untuk membuat bangunan pikiran "Kerjasama Kontemporer"?
2 pertanyaan ini bukan tentang saya, ataupun sekitar saya. Tapi ini untuk semua orang yang secara logika pernah ada di posisi yang tidak nyaman. Kita sadar kondisi tidak nyaman dapat mendidik kita menjadi orang nyaman di suatu saat nanti. Kondisi tidak nyaman tidak dapat dibuat dengan sengaja, namun bisa terjadi karana adanya derita. Derita bukan hanya negatif namun ada derita positif yang barang tentu dapat mendewasakan diri yang tentunya akan terus terlatih menikmati salah.
Kerjasama kontemporer bisa dibangun dari sisi manapun, tergantung orang mau mencoba cara ini atau tidak. Kerjasama kontemporer bisa berhasil bukan dari visi perorangan namun dapat berhasil dari misi masing-masing orang dengan tujuan yang sama. Kerjasama kontemporer bisa dilakukan dalam berbagai cara, misalnya.....(bisa dijawab oleh hati masing-masing).
Kerjasama kontemporer sama dengan arti saling memiliki, saling membantu dan saling membahu demi tujuan satu.
Jadi, mau kah kalian jadi bagian itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar