Kehilangan (Hari ke 5)
Kehilangan dalam
tulisan ini tidak ada ikatan dengan kesedihan. Kehilangan disini lebih ke arah
sumber hilang. Cerita bermula dari jalan didepan wisma BNI 46, waktu itu
kondisi baru akan hujan. Saya dan istri saya segera meminggirkan motor untuk
mengambil jas hujan yang ada di dalam bagasi. Kebetulan hujan yang tadinya
rintik seirama dengan cepat membasahi badan ini. Saya tanpa pikir panjang
segera mengenakan jas hujan, namun di saat yang sama saya coba melepas helm
saya terlebih dahulu. FYI saya menggunakan kacamata ketika mengendarai motor,
setelah selesai melepas helm, lalu saya menaruh tas slempang merah ke dalam
bagasi. Perjalanan pulang dari Halimun menuju Slipi pun berlanjut, tanpa
disangka di karet hujan rintik berhenti dengan segera. Beberapa motor ada yang
kembali melepaskan jas hujan yang dikenakannya. Perjalanan pun tetap lanjut
dengan posisi saya mengenakan jas hujan. Seketika sampai dirumah saya melepas
jas hujan yang dikenakan, namun tak disangka kancing pengait yang menempel jadi
ikut tertarik sehingga menyebabkan jas hujan menjadi robek. Peristiwa
kehilangan belum terasa.
Lalu bagaimana
peristiwa kehilangan itu terjadi?
hal ini terjadi
dikarenakan kacamata yang saya kenakan bagian salah satu gagang kanan hilang.
Saya cukup bingung, saya mencari di dalam helm barangkali tersangkut, saya coba
cari di jas hujan siapa tau ketika jatuh pun masih ada di dalam jas hujan, saya
pun sempat berfikir untuk kembali ke jalanan di depan wisma bni 46, siapa tahu
masih menjadi rejeki saya. Namun setelah menghitung waktu serta kemungkinan,
akhirnya saya mencoba menerima kehilangan tersebut, dengan tetap ikhtiar untuk
mengakali bagaimana agar kacamata tersebut masih tetap bisa digunakan yakni
dengan kanibalisasi kacamata yang lama, walau jadi tidak terlihat estetik namun
setidaknya masih dapat menyangga di atas telinga.
Kehilangan yang tidak
dramatis, tapi kehilangan yang tentunya mempengaruhi perencanaan belanja barang
yang dibutuhkan di kemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar