Hari Ketiga
Buka Bersama Keluarga Kecil
Bulan ramadan bulan penuh ampunan, semua orang berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas ibadanya. Jika seseorang ketika diluar bulan ramadan ibadah nya kurang, maka momen ramadan sering dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah nya.
Selain itu ada beberapa budaya yang biasa dilakukan ketika bulan ramadan. Budaya ini lebih ke budaya sosial, yakni Buka Bersama. Bukber disingkat dengan arti yang sama dari kalimat sebelumnya. Bukber juga sering diumpamakan sebagai ajang reunian. Reunian bisa dari SD, SMP bahkan SMA ada juga Kampus. Momen yang ditunggu beberapa orang untuk saling menjalin silaturahmi. Ini dari sisi positif nya.
Saya menulis disini ingin mengambil sudut pandan terbalik, yakni dari sudut pandang negatif. Pertama bukber bisa dijadikan ajang ingin menunjukkan pencapaian kita di hadapan kawan kawan lama kita. Apa saja yang menjadi tolak ukur, berangkat ke acara bukber naik apa, hp yang digunakan apa, bawa keluarga istri/suami atau anak, dan beberapa hal lain yang mungkin bisa ditambahkan. Kedua bukber bisa dijadikan tempat untuk menjelaskan status kita, kita bertanya ke teman yang mungkin dibawah kita sehingga kita bisa membanggakan apa yang sudah kita hasilkan. Ketiga bukber dapat menjadi tempat untuk memutus silaturahmi, karena tidak jarang dari acara bukber bukannya membangun komunikasi yang baik, malah jadinya melakukan ghibah pada orang-orang yang mungkin tidak hadir.
Ini sudut pandang subjektif saya pribadi, bisa salah bisa benar. Tapi ini wajar, semua punya rasa ingin diketahui.
Bukber dengan keluarga kecil di momen awal-awal ramadan menjadi pilihan utama bagi saya, karena tak bisa dibayar mahal dengan apapun. Melihat keberadaan kita di tengah tengah mereka bisa menjadi sesuatu momen tidak ternilai. Bukan dilihat buka dengan apa, tapi dengan siapa. Bagaimana cara berbuka dengan berdoa dan mensyukuri akan nikmat di hari tersebut bahwa kita telah berhasil melewati hari puasa dengan baik. Maka bukber boleh saja menjadi momentum kehangatan, tapi jangan lah lupa ada keluarga kita yang penuh harap ingin bukber bersama dengan kita. Dan yakinlah itu sungguh nikmat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar