Selasa, 28 Maret 2023

 

Siang ini hari ke 6 di bulan ramadhan, masjid Asyifa RSCM mengadakan acara kajian selepas dzuhur dengan pemateri Ust. Rendi Saputra. Kajian ini membahas tentang "Urgensi Wirausaha Dalam Islam untuk Mempercepat Penyebaran Kebaikan". Awalnya saya tidak mengenal siapa ust ini, sampai ketika saya menginfokan kepada rekan kerja, beliau bilang ini ust konsultan kondang. Perlahan saya coba mencerna dengan baik, gizi gizi yang disampaikan oleh beliau. Beliau alumni Perminyakan ITB angkatan 2004, asli Kalimantan, beliau sering mengisi kajian terkait dengan Wirausaha.

 

Pertama beliau menjelaskan tentang bagaimana seorang muslim bisa ada di market yang dibutuhkan oleh umat. Kita harus melihat demand, opportunity dan mau mencoba. Beliau mencotohkan bagaimana Abdurrahman bin Auf ketika ditanya apa yang dia mau, dia minta diberitahu dimana letak pasar. Diawali dengan bekerja sebagai penyalur, dalam waktu 3 hari secara bertahap Abdurrahman bin Auf memiliki lapak di pasar tersebut.

 

Kedua beliau mencontohkan tentang Wardah (saya baru tahu), wardah membuat Make Over sebagai pesaing maybelline, membuat Kahf sebagai pesaing baru vaseline dan juga akan membuat produk baru yang akan terus tumbuh. Ibu Hj. Nurhayati Subakat adalah seorang apoteker (farmasi), anak beliau cukup dekat dengan ustad Rendi. Ust Rendi bertanya pada tahun 2007, bisa nih wardah mendunia dan mengalahkan produk kosmetik lain? jawab anaknya bu Nurhayati menjawab, "Belum, masih jauh". Namun siapa sangka tahun 2023 Wardah menjadi perusahaan besar.

 

Ketiga, ust Rendi menjelaskan tentang bedanya Muhammadiyah dan NU. Muhammadiyah giat membuat Sekolah dan Rumah Sakit di Jawa, sedangkan NU banyak sekali membangun pondok pondok. Maka kita harus berterimakasih kepada Muhammadiyah dan NU, berkat mereka anak-anak yang membutuhkan sekolah dapat terpenuhi kebutuhannya. Masing-masing memiliki peranan berbeda namun dengan satu tujuan untuk kebaikan. Kebaikan yang dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak yang sekolah, memperkenalkan islam seperti apa sehingga kebaikan bisa terus di tularkan.

 

Keempat, setiap usaha mulai dari O bagaimana dengan modalnya? Peristiwa Hijrah akan menjelaskan banyak hal bagaimana Umar dan Usman meninggalkan semua hartanya di Mekah, ketika pindah ke Madinah. Ketika di Madinah semua mulai dari awal lagi, namun dengan niat itikad yang sangat kuat untuk berdakwah, sehingga Allah mudah kan dalam urusan tersebut.

 

Kelima, ada seorang penanya bertanya tentang usaha Mie Ayam, yang pada bulan awal itu ramai pembeli, bulan kedua sepi pembeli. Bagaimana solusinya? Jawabannya ada 3 hal yang kita mesti telaah dari hal kontuinitas dalam wirausaha. Market, Repeating dan Lakukan. Kebanyakan orang pinter lebih banyak membutuhkan waktu dalam menimbang atau memikirkan suatu hal untuk bisa memutuskan. Berbeda dengan orang yang tidak terlalu pinter, bisa melakukan eksekusi dengan siap menanggung resiko nya. Makanya orang pinter harus bisa partner dengan orang yang biasa (tidak terlalu pinter).

 

Terakhir beliau menjelaskan tentang Bimarista.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...