Siang ini hari ke 6 di
bulan ramadhan, masjid Asyifa RSCM mengadakan acara kajian selepas dzuhur
dengan pemateri Ust. Rendi Saputra. Kajian ini membahas tentang "Urgensi
Wirausaha Dalam Islam untuk Mempercepat Penyebaran Kebaikan". Awalnya saya
tidak mengenal siapa ust ini, sampai ketika saya menginfokan kepada rekan
kerja, beliau bilang ini ust konsultan kondang. Perlahan saya coba mencerna
dengan baik, gizi gizi yang disampaikan oleh beliau. Beliau alumni Perminyakan
ITB angkatan 2004, asli Kalimantan, beliau sering mengisi kajian terkait dengan
Wirausaha.
Pertama beliau
menjelaskan tentang bagaimana seorang muslim bisa ada di market yang dibutuhkan
oleh umat. Kita harus melihat demand, opportunity dan mau mencoba. Beliau
mencotohkan bagaimana Abdurrahman bin Auf ketika ditanya apa yang dia mau, dia
minta diberitahu dimana letak pasar. Diawali dengan bekerja sebagai penyalur,
dalam waktu 3 hari secara bertahap Abdurrahman bin Auf memiliki lapak di pasar
tersebut.
Kedua beliau
mencontohkan tentang Wardah (saya baru tahu), wardah membuat Make Over sebagai
pesaing maybelline, membuat Kahf sebagai pesaing baru vaseline dan juga akan
membuat produk baru yang akan terus tumbuh. Ibu Hj. Nurhayati Subakat adalah
seorang apoteker (farmasi), anak beliau cukup dekat dengan ustad Rendi. Ust
Rendi bertanya pada tahun 2007, bisa nih wardah mendunia dan mengalahkan produk
kosmetik lain? jawab anaknya bu Nurhayati menjawab, "Belum, masih
jauh". Namun siapa sangka tahun 2023 Wardah menjadi perusahaan besar.
Ketiga, ust Rendi
menjelaskan tentang bedanya Muhammadiyah dan NU. Muhammadiyah giat membuat
Sekolah dan Rumah Sakit di Jawa, sedangkan NU banyak sekali membangun pondok
pondok. Maka kita harus berterimakasih kepada Muhammadiyah dan NU, berkat
mereka anak-anak yang membutuhkan sekolah dapat terpenuhi kebutuhannya.
Masing-masing memiliki peranan berbeda namun dengan satu tujuan untuk kebaikan.
Kebaikan yang dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak yang sekolah,
memperkenalkan islam seperti apa sehingga kebaikan bisa terus di tularkan.
Keempat, setiap usaha
mulai dari O bagaimana dengan modalnya? Peristiwa Hijrah akan menjelaskan
banyak hal bagaimana Umar dan Usman meninggalkan semua hartanya di Mekah,
ketika pindah ke Madinah. Ketika di Madinah semua mulai dari awal lagi, namun
dengan niat itikad yang sangat kuat untuk berdakwah, sehingga Allah mudah kan
dalam urusan tersebut.
Kelima, ada seorang
penanya bertanya tentang usaha Mie Ayam, yang pada bulan awal itu ramai
pembeli, bulan kedua sepi pembeli. Bagaimana solusinya? Jawabannya ada 3 hal
yang kita mesti telaah dari hal kontuinitas dalam wirausaha. Market, Repeating
dan Lakukan. Kebanyakan orang pinter lebih banyak membutuhkan waktu dalam
menimbang atau memikirkan suatu hal untuk bisa memutuskan. Berbeda dengan orang
yang tidak terlalu pinter, bisa melakukan eksekusi dengan siap menanggung
resiko nya. Makanya orang pinter harus bisa partner dengan orang yang biasa
(tidak terlalu pinter).
Terakhir beliau
menjelaskan tentang Bimarista.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar