Selasa, 18 April 2017
Uniknya Jakarta ku
Banyak perbedaan, namun mengharuskan persatuan tanpa paksaan.
Banyak menginginkan kebebasan berteriak dalam lingkup bungkus kebhinekaan,
Banyak memberikan pernyataan bebas di sosial media tanpa data fakta pendukung, padahal seolah olah berita itu dibuat mereka sendiri agar terlihat kesalahan massive dibuat.
Banyak pengguna sosial media lebih percaya sama 1 3 patah kata yang di tweet hingga menjadi trending topik #, padahal media cetak jelas memberitakan sesuai dengan adanya bahkan lengkap tidak hanya 1 atau 3 kalimat. Tapi kita malas untuk membaca karena lebih dimudahkan oleh teknologi yang sebenarnya mempersempir arus informasi kita.
Banyak segelintiran orang berfikir takut nanti akan terkotak kotakan oleh kelompok-kelompok tertentu, padahal jika di telisik agak dalam segelintiran orang yang takut itu tidak pernah berfikir siapa yang memicu api kericuhan.
Banyak perbedaan keyakinan namun tetap bersatu padu, tapi ini perbedaan pilihan dalam pilkada bisa menjadi efek domino internasional.
Banyak berfikir lebih teori sebab akibat didalam diri para calon, padahal tidak ada yang sempurna semua pasti ada kurang atau lebihnya.
Banyak pula rakyat diberitahu oleh hoax yang entah dibuat siapa, sehingga ada istilah lapis bawah yang bergemuruh,lapis atas aman tentram, nah ini harusnya di pikirkan kenapa bisa begitu.
Bicara ini semua tidaklah selesai, tapi inti dari persoalan yang saya tulis diatas adalah bangsa Indonesia (Rakyat Indonesia asli ) harus berdiri tegak di atas tanah sendiri tanpa harus menyerah oleh pihak asing yang ingin mengambil negara ini dari yang punya.
Ada kekhusyuan dalam doa melapis bingkai perkara kebaikan, ada pula ketidakramaian pendapat demi mencoba memberikan satu asa harapan untuk rakyat kecil kebanyakan.
Bukan kaum millenial yang perlu ditingkatkan (karena hanya berfikir bagaimana mengelola gaji punya rumah dan hidup dengan investasi di masa depan).
Bukan pula kaum atas yang sudah berfikir hidup hari ini bukan untuk makan semata, tapi untuk seluruh keinginan bukan kebutuhan orang tersebut dalam hidupnya.
Tapi kaum rakyat kecil yang benar benar butuh di berikan sentuhan magis kebaikan sehingga,
Jakarta bisa maju semuanya tanpa adanya beban.
Pompa-pompa ikhtiar itu bisa diawali dengan pendidikan secara menyeluruh, benar benar disentu bukan hanya menyuruh pihak pihak yang memang pekerjaanya karena saya yakin hasilnya akan berbeda. Pompa selanjutnya mengenai hidup layak, sejahtera sehingga dibangun derajatnya untuk menjadi manusia berkualitas dan mumpuni. Saya pribadi tidak terlalu ingin Jakarta menjadi sehebat Singapura, percuma apabila jadi Singapura tapi kualitas rakyat kecilnya tetap menderita sehingga nanti hanya kaum millenial dan menengah atas yang mumpuni untuk sanggup ke level tersebut. Jakarta saat ini, lebih kepada betul betul pembentukan akar disiram kembali sehingga jaringan meristematisnya bisa terus berfungsi mengebor tanah. Apabila itu terlaksana Jakarta akan kuat, kuat bukan karena para pendatang dari luar Jakarta tapi dari dalam Jakarta itu sendiri yaitu rakyat Indonesia asli.
Saya bukan politisi, tapi saya hanya mengkritisi Jakarta yang saya cintai jangan rusak hanya karena 1 orang. Korupsi bebas bisa dibuat oleh media, tapi bicara Akhlak media tidak bisa membohongi rakyat. Rakyat yang mana? rakyat yang tidak dibeli oleh uang dan sembako, tapi rakyat yang Indonesia. Seandainya kita tahu, bahwa kita belum sepenuhnya merdeka.
Mari Ikhtiar, doa dan tawakkal untuk esok hari tanggal 19 April 2017.
Allah SWT yang akan menentukan siapa yang berhak memimpin ibukota ini dengan seutuhnya.
Apabila tidak dimenangkan oleh muslim, pasti ada hikmah dibalik ini, maka rakyat harus terus berusaha dan tidak pesimis untuk terus berdoa dan tawakkal. Ketika sebaliknya bisa menang, rakyat tidak boleh larut bangga, namun harus tetap memberikan amanah penuh dengan fungsi kontrol untuk menagih janji janji mereka ketika kampanye. Saya pikir inisiasi bersama antara Pemerintah Provinsi Jakarta, DPRD DKI Jakarta dan rakyat bisa ikut merumuskan serta saling mengontrol untuk terbentuknya kota Jakarta sebagai simbol negara. Karena DKI Jakarta adalah Ibu kota negara Indonesia.
Gilang Ainan,
Blogger Rakyat
Senin, 17 April 2017
Dialog pagi hari dengan mamah (mama+h)
Pagi, di minggu yang sejuk. Mamah bercerita banyak terkait beberapa hal yang saya tanyakan.
Awalnya bahas tetangga belakang yang mencari guru privat, dan gw di hubungin tapi ternyata ga jadi, setelah sang ibu bertanya berapa fee nya per sesi. Unik memang, baru kali ini gw juga menanggapi orang tua murid yang nanya les privat tapi menanyakan biaya sampe 2x karena belum langsung gw jawab. Menjalani usaha les privat sudah di mulai sejak gw semester 3 (profesional) sebenarnya dari SMA sudah pernah mencoba sedikit sedikit ngajar di anak2 eskul. Lanjutnya kemungkinan batal ibu-ibu tetangga itu meng haier gw, tapi gapapa walau anaknya sekolah di labscholl tapi ya tumben aja ko gini. Ceritalah saya dengan ibu saya (called emak) yang paling gw sayang...hahahah...
Beliau memberitahu karena ibu B*mb*n* ini adalah penghuni baru komplek Hankam. Waktu itu sempat mengadakan acara syukuran yang didalamnya terdapat rangkaian acara yang begitu banyak. Tapi apa daya, penghormatan berupa memberikan makanan benar benar ala kadarnya. Kurang mencerminkan tatanan bangunan rumah nan megah di sudut komplek. Bukan hanya jadi omongan orang terdekat, bahkan sampai beberapa tetangga cukup mengeluh tentang hal ini. Memang betul, salah satu buku menyatakan bahwa sesuatu tanpa terimakasih dan penghargaan dari orang lain ini merupakan awal ke ikhlasan ketulusan. In case sih menurut gw agak beda ya, karena bicara makanan definisi nya adalah suatu yang dimakan, semua sesuatu yang dimakan tidak hanya indah dilihat dengan mata lalu di forward ke otak untuk memberikan impuls imajinasi rasa dan kenikmatan. Tidak hanya itu, sesuatu yang dimakan juga dilihat dari ukuran, bentuk, jumlah rasa serta keberkahan. Nyangkut nih ke keberkahan, sampai kapanpun ketika gw punya rejeki terus yang di traktir itu bilang gila nih enak banget ya makanannya, gw selalu bilang ke teman alhamdulillah kalo gitu, berkah berarti gw nyari rejekinya. Betul itu, gw yakin banget karena seenaknya restoran ada fase makanan yang dimasak menjad 85%, sedangkan jika makanan itu dibeli dengan rejeki yang barokah maka kenikmatan menjadi 100% insyaallah. Karena rasa bukan formalitas, karena rasa adalah kejujuran dari sentuhan pertama dalam pelaksanaan.
Kembali ke diskusi awal,
Jujur ya, nenek gw itu adalah penjual gorengan di pinggir jalan kota Bandung. Nenek dan kakek bukan berasal dari orang kaya, tapi mereka menunjukkan mental kaya. Let see, gw adalah salah satu cucu yang paling di sayang sama almarhum nenek gw. Entah kenapa gw like a boss kalo lagi main ke Bandung, bahkan sampe sekarang (alhamdulillah ya bang). Mental kaya disini adalah kakek punya kebiasaan walau tidak punya pekerjaan tetap, kebiasaannya memberikan makanan dengan cara di gantung di depan pintu gerbang sering dilakukan. Dahulu sebelum berdagang gorengan, nenek dan kakek membuka usaha warung dirumah namun tidak terlalu berhasil. Oh ya kemana mana nantinya. Mental kaya disini yakni, setiap ada acara apapun itu syukuran atau nikahan bibi di Bandung, Nenek selalu mengutamkan hal penting yakni makanan. Kenapa makanan, karena orang menilai dan merasakan. Makanan juga menjadi taksiran kesanggupan bagi orang yang berfikir ke arah sana. "The point is biarpun kita bukan orang punya(kaya), tapi ketika membuat acara syukuran,nikahan dll usahakan lah berikan yang terbaik sebaik baiknya. "
Dari kalimat diatas jelaslah diskusi dengan ibu tentang hal ini. Cerminan buat gw cucunya serta anak dari mamah Kartini dan almarhum Pak Tomi. Gw inget banget Rasulullah SAW juga lebih mengutamakan hidangan makanan yang nikmat dan jangan sampai kurang (tidak berlebih), bukan dari bermegah megahan acaranya.
Ini tumpuannya, semoga ada keseimbangan dalam kelakuan. Amin
Bangga punya mamah yang selalu kuat, selalu menceritakan sejarah dengan papah, walau selalu diulang ulang gw gak pernah lelah mendengarnya, bahkan setiap hal baik buruk ketika papah ada waktu itu ibu or mama selalu bilang papah itu sayang sama kamu cuma ya caranya kayak gitu.
Gw yakin baik mamah dan papah sayang sama gw,,,
ada 1 kata lagi adalah inget yah yang kalo nanti pasangamu /istri kamu ngatur2 berlebih dan akhirnya kamu jadi lupa sama mamah itu jangan sampe terjadi. Anak yang lupa sama orangtuanya biasanya kena pengaruh istrinya, banyak pengalaman beberapa saudara seperti itu, terus gw nanya istri juga kalo nanti ngasih ke orangtuanya itu harus izin suami ya mah? kalo uangnya sendiri engga usah, kalo uang suaminya ya harus izin, (mama dari mama dedeh)
gw coba jwab sih,iya mah betul terkait istri yang mempengaruhi suaminya untuk jarang ketemu sama ortunya. Tapi kita bisa menilai terlebih dahulu dari anak perempuan itu bagaimana hubungan dengan orang tuanya, apabila baik perhatian dan sayang insyaallah juga pasti bisa mengerti dan memberikan yang terbaik untuk kedua orangtuanya..,
Seru, banyak teori yang gw tau, tapi prakteknya belum,,,,
Seru ya punya keluarga kecil, pasti banyak challange nya,,,
kalo lo tanya kenapa mama + h ? karena mamah gw itu sendirian urus kita berdua si Ainan dan Aini,,,
just kidding,,,,lol
semoga kalian tetap semangat dalam perjuangan hidup.....
Awalnya bahas tetangga belakang yang mencari guru privat, dan gw di hubungin tapi ternyata ga jadi, setelah sang ibu bertanya berapa fee nya per sesi. Unik memang, baru kali ini gw juga menanggapi orang tua murid yang nanya les privat tapi menanyakan biaya sampe 2x karena belum langsung gw jawab. Menjalani usaha les privat sudah di mulai sejak gw semester 3 (profesional) sebenarnya dari SMA sudah pernah mencoba sedikit sedikit ngajar di anak2 eskul. Lanjutnya kemungkinan batal ibu-ibu tetangga itu meng haier gw, tapi gapapa walau anaknya sekolah di labscholl tapi ya tumben aja ko gini. Ceritalah saya dengan ibu saya (called emak) yang paling gw sayang...hahahah...
Beliau memberitahu karena ibu B*mb*n* ini adalah penghuni baru komplek Hankam. Waktu itu sempat mengadakan acara syukuran yang didalamnya terdapat rangkaian acara yang begitu banyak. Tapi apa daya, penghormatan berupa memberikan makanan benar benar ala kadarnya. Kurang mencerminkan tatanan bangunan rumah nan megah di sudut komplek. Bukan hanya jadi omongan orang terdekat, bahkan sampai beberapa tetangga cukup mengeluh tentang hal ini. Memang betul, salah satu buku menyatakan bahwa sesuatu tanpa terimakasih dan penghargaan dari orang lain ini merupakan awal ke ikhlasan ketulusan. In case sih menurut gw agak beda ya, karena bicara makanan definisi nya adalah suatu yang dimakan, semua sesuatu yang dimakan tidak hanya indah dilihat dengan mata lalu di forward ke otak untuk memberikan impuls imajinasi rasa dan kenikmatan. Tidak hanya itu, sesuatu yang dimakan juga dilihat dari ukuran, bentuk, jumlah rasa serta keberkahan. Nyangkut nih ke keberkahan, sampai kapanpun ketika gw punya rejeki terus yang di traktir itu bilang gila nih enak banget ya makanannya, gw selalu bilang ke teman alhamdulillah kalo gitu, berkah berarti gw nyari rejekinya. Betul itu, gw yakin banget karena seenaknya restoran ada fase makanan yang dimasak menjad 85%, sedangkan jika makanan itu dibeli dengan rejeki yang barokah maka kenikmatan menjadi 100% insyaallah. Karena rasa bukan formalitas, karena rasa adalah kejujuran dari sentuhan pertama dalam pelaksanaan.
Kembali ke diskusi awal,
Jujur ya, nenek gw itu adalah penjual gorengan di pinggir jalan kota Bandung. Nenek dan kakek bukan berasal dari orang kaya, tapi mereka menunjukkan mental kaya. Let see, gw adalah salah satu cucu yang paling di sayang sama almarhum nenek gw. Entah kenapa gw like a boss kalo lagi main ke Bandung, bahkan sampe sekarang (alhamdulillah ya bang). Mental kaya disini adalah kakek punya kebiasaan walau tidak punya pekerjaan tetap, kebiasaannya memberikan makanan dengan cara di gantung di depan pintu gerbang sering dilakukan. Dahulu sebelum berdagang gorengan, nenek dan kakek membuka usaha warung dirumah namun tidak terlalu berhasil. Oh ya kemana mana nantinya. Mental kaya disini yakni, setiap ada acara apapun itu syukuran atau nikahan bibi di Bandung, Nenek selalu mengutamkan hal penting yakni makanan. Kenapa makanan, karena orang menilai dan merasakan. Makanan juga menjadi taksiran kesanggupan bagi orang yang berfikir ke arah sana. "The point is biarpun kita bukan orang punya(kaya), tapi ketika membuat acara syukuran,nikahan dll usahakan lah berikan yang terbaik sebaik baiknya. "
Dari kalimat diatas jelaslah diskusi dengan ibu tentang hal ini. Cerminan buat gw cucunya serta anak dari mamah Kartini dan almarhum Pak Tomi. Gw inget banget Rasulullah SAW juga lebih mengutamakan hidangan makanan yang nikmat dan jangan sampai kurang (tidak berlebih), bukan dari bermegah megahan acaranya.
Ini tumpuannya, semoga ada keseimbangan dalam kelakuan. Amin
Bangga punya mamah yang selalu kuat, selalu menceritakan sejarah dengan papah, walau selalu diulang ulang gw gak pernah lelah mendengarnya, bahkan setiap hal baik buruk ketika papah ada waktu itu ibu or mama selalu bilang papah itu sayang sama kamu cuma ya caranya kayak gitu.
Gw yakin baik mamah dan papah sayang sama gw,,,
ada 1 kata lagi adalah inget yah yang kalo nanti pasangamu /istri kamu ngatur2 berlebih dan akhirnya kamu jadi lupa sama mamah itu jangan sampe terjadi. Anak yang lupa sama orangtuanya biasanya kena pengaruh istrinya, banyak pengalaman beberapa saudara seperti itu, terus gw nanya istri juga kalo nanti ngasih ke orangtuanya itu harus izin suami ya mah? kalo uangnya sendiri engga usah, kalo uang suaminya ya harus izin, (mama dari mama dedeh)
gw coba jwab sih,iya mah betul terkait istri yang mempengaruhi suaminya untuk jarang ketemu sama ortunya. Tapi kita bisa menilai terlebih dahulu dari anak perempuan itu bagaimana hubungan dengan orang tuanya, apabila baik perhatian dan sayang insyaallah juga pasti bisa mengerti dan memberikan yang terbaik untuk kedua orangtuanya..,
Seru, banyak teori yang gw tau, tapi prakteknya belum,,,,
Seru ya punya keluarga kecil, pasti banyak challange nya,,,
kalo lo tanya kenapa mama + h ? karena mamah gw itu sendirian urus kita berdua si Ainan dan Aini,,,
just kidding,,,,lol
semoga kalian tetap semangat dalam perjuangan hidup.....
Jumat, 14 April 2017
Footstep belakang
Hal ini
penting banget menurut saya ketika di jalanan bagi pengguna motor sekalian. Maksudnya adalah tidak mengembalikan posisi
footstep belakang ke tempatnya. Hemat saya, apa susahnya sih dilakukan apabila
ketika motor digunakan tidak ada yang di boncengin. Mungkin kemalasan yang
mendera begitu berat untuk orang mau menggerakan tangannya atau kakinya
mengembalikan footstep belakang tersebut. Tapi kenapa saya memper masalahkannya
?
1. Ada bahaya tersangkut begitu besar, karena saya memiliki pengalaman pernah menyerempet tidak sengaja pengendara motor yang sedang diam di jalan (motor tidak bergerak) namun posisi mobil apv yang melaju di kecepatan 40km/jam saya bawa agak meminggir dan mungkin saya bengong, maka tersangkut lah motor terdengar bunyi gedebuk cukup keras orang tersebut terpelanting dan jatuh ke tanah. Ada luka yang tidak begitu serius, tapi karena saya menggunakan mobil pelat B (Jakarta) maka kami bertiga di kerubutin oleh warga sekitar, saya ketika itu menggunakan jaket Biologi UNJ dengan PD mencoba bertanggung jawab membawa korban segera ke klinik terdekat. Cukup sampai situ aja ya ceritanya, nanti terkenang.
2. Motor buatan tahun 2015 keatas hampir semua motor
memiliki desain footstep yang tidak dibuat dari karet namun besi yang ergonomis
serta ujungnya runcing. Mengingat runcing, kita sebagai pengguna terkadang suka
tersangkut sendiri bahkan berdarah karena robek kulit kita ketika menaikkan
standar tengah secara terburu buru.
3. Sesama motor juga ketika macet sering bersinggungan, nah ini dia motor lain demen dah nih yang nempel-nempel ketika macet, kemudian membuat tersangkut satu sama lain, bisa membuat baret dengan segera.
4. Ibu-ibu itu super ketika di jalanan, kalian setuju ga?
saya sih setuju banget, karena ibu yang melahirkan anak, polisi itu dulunya kan
juga anak anak, sudah sepantasnya nurut sama ibunya kan ya? hahaha...unik. Ibu
ibu pengguna motor dengan posisi duduk mojok agak kedepan padahal tidak
menggunakan rok, memilih belok kanan padahal sen nya ke kiri, atau terobos
perempatan tanpa melihat kanan kiri. Ini bisa terjadi terhadap orang orang yang
sedang ngebut tiba tiba dikagetkan oleh ibu-ibu pengguna motor ini apalagi
posisi footstep belakangnya nongol dan tidak dilipat, coba deh apa yang
terjadi?
5. Part ini saya tulis disebabkan tadi pagi saya mencoba melihat para motovlog menjelaskan equipment apa saja yang mereka gunakan ketika etika di jalan dengan motornya yang keren. Salah satunya ada sepatu, saya sampai sekarang senang sekali menggunakan sendal ketika bermotor ke kantor, dari segi jarak tidak teralalu jauh. Asal kalian tahu salah satu motovlog menjelaskan mengapa perlunya menggunakan sepatu ketika bermotor. Apabila terjadi crash kaki kita tidak bolong? loh bolong gimana maksudnya? bolong tertusuk footstep depan, karena menggunakan sendal sehingga tidak ada pelindungnya foot step yang didepannya ada persneling gigi itu bisa patah atau bengkok yang secara otomatis bisa membuat kaki kita bolong dan berdarah.
Cukup ini dulu, untuk hari ini. Saya belum ada rencana nih
buat meng upload beberapa hal yang ditemukan dalam perjalanan, bulan ini sampai Bulan Ramadhan fokus dulu ke hal yang di inginkan. Nanti jika sudah beres baru deh, jalan
jalan,,,,mudah2an...amin
Kamis, 13 April 2017
Emosi
Di siang ini gw mencoba untuk memperkenalkan apa itu emosi.
Emosi menurut gw adalah keinginan seorang yang berlebihan namun tidak terlaksanakan membuat hati menjadi karam kepala gundah otak panas bahkan cenderung menampilkan mimik muka yang kurang bersahabat.
Solusi nya ya bersabar.
Simpel namun sulit.
Sama aja kayak elo pengen makan pizza hut rasa air putih. Bisa aja dibikin tapi ya gimana.
Sulit buat diri gw sendiri menahan hal yang sedang gw bahas ini. Kecenderungan untuk mengungkapkan keinginan ini semakin besar disampaikan untuk memuaskan batin hati. Tak ada lengang ruang sejenak untuk menghampiri rasa sabar. Efektor tercermin dari aspek neuron sensori tersampaikan ke otak yang kemudian neuron motorik sebagai deliver massage ke otot untuk melakukan sesuatu apabila emosi. Emosi terjadi bukan karena gerak refleks, gw amat yakin betul bagaimana ada sepersekian detik emosi dapat dikendalikan dengan otak. Itulah mengapa band NTRL membuat lagu pertempuran hati, dimana antara hati baik dan buruk saling menyapa menguntai kata. Sudut pandang berbeda mengenai karakter orang yang satu dengan yang lainnya berbeda. Merencanakan suatu emosi lebih mudah apabila dibanding dengan emosi yang berjalan begitu saja. Tanpa adanya hambatan, emosi itu bisa diluapkan dengan mudah sesuai dengan keinginan hati.
Gw inget buku yang sahabat gw pak Sekjend "Dede " memberi pinjaman buku Abs Asysyi bagaimana mengelola hati (kalau tidak salah). Hati adalah satu bagan formulatif yang menentukan ritme keinginan distabilkan oleh otak serta diikut sertakannya keenam indera yang manusia miliki. Hati itu bukan yang sering kalian makan bareng bubur atau pecel ayam. Gw bahas hati karena kalo gw mengambil sedikit dari film "Beuty and The Beast" salah satu filim khayal kartun yang di Manusiakan. Bahwa hati yang cantik bisa menentramkan keruhnya hati manusia buruk rupa. Pertanyaannya adalah apakah orang yang emosi disini buruk rupanya? silahkan anda jawab.
Hati mengukur dimana kita dewasa atau tidaknya apabila dapat dengan mudah memberi suntikan kedalam emosi agar tetap terjaga, boleh emosi keluar namun diatur ritme nya. Gw yakin orang yang marah atau menyampaikan emosi pasti memiliki keinginan/sebuah informasi yang ingin disampaikannya dengan cara yang berbeda. Gw memiliki 2 teman dengan karakter 0 emosi, entah ya apa mereka jarang emosi karena dipendam atau memang selalu berdzikir terus hingga hatinya tenang. Kalimat terakhir ini gw cb terus menerus sambil belajar. Tapi dari kedua nya itu gw ga mendapatkan gairah sosial dalam berkawan. Maksudnya gini. ya mereka betul betul kalem, ga aktif, yah jalan gitu aja, kayak snail. Bukan bermaksud menyindir, namun sumber subjektif yang bisa gw ambil ya itu tadi.
Jadi perlukah beremosi? gw rasa perlu sesuai dengan koridor dan ritme yang jelas. Inget loh buat kalian yang baca tulisan gw itu cowo, kalian akan menjadi pemimpin nantinya dimasing masing keluarga kecil kalian (i hope so ). Gw mencoba mengaitkan salah satu ceramah jumat, yang memberikan informasi bahwa kenapa para lelaki saja yang diwajibkan untuk salat jumat padahal wanita hanya salat zuhur saja dirumah. Jawabannya seperti ini, karena nanti tiap tiap orang yang ada di dalam mesjid ini yang salat jumat dan mendengarkan ceramah ini, sepulang salat jumat akan pulang ke rumahnya masing masing untuk menyampaikan isi ceramah jumat kepada keluarganya dirumah. Cowok itu pemimpin bro, bukan dipimpin sama cewe.
Kembali ke emosi, intonasi dalam berkomunikasi juga menandakan orang yang menjadi lawan bicara kita emosi atau tidak ( ini juga hal yang sulit gw perbaiki). Naik pitam istilahnya, dengan cepat mengungkapkan ketidaksukaannya dengan lantang tanpa berfikir nanti apa lawan bicaranya tersakiti atau dampak masa depan yang ditimbulkan ketika emosi itu ditumpahkan pada saat ini. Kematangan jiwa seseorang adalah bagaimana mengontrol emosi nya dalam ruang lingkup umum atau khusus. Karena ada efek domino apabila emosi itu tersalurkan dalam ruang lingkup publik. Ada ketidak inginan sang lawan bicara untuk diberikan sugest dengan nada emosi didepan banyak orang (lagi lagi hal sulit menurut gw). Ada lagi yang menarik dari dewasanya seseorang yakni ketika dia emosi biasanya hanya menarik nafas dan mencoba tersenyum (gila menurut gw ini dewa banget).
Kalimat terakhir di paragraph diatas gw perneh ketemu orang nya nih. Pertama PNS RSCM lantai 3 bagian farmasi. Kedua adalah driver grab car mantan pekerja perminyakan yang beralih ke Grab. Ketiga adalah driver grab car yang merupakan mantan pekerja bagian teknik spesifikasi AC di Merpati.
Mulai yang pertama, diawal gw ketemu orang ini di lift dan di masjid wajahnya sangat adem, tenang memberikan ketentraman. Wajah nya bersinar serta ketika ditanya beberapa hal menjawabnya dengan penuh ketenangan (-180 derajat gw banget). Eh ternyata, beliau beberapa kali ditemui sebagai seorang Imam di Asy Syifa dan juga memberikan ceramah jumat. Bacaan Quran beliau indah mengekspresikan ketenangannya. Gw ga mau banyak tanya sama beliau, tapi sampai menit gw nulis tulisan ini gw saling bertegur sapa jika ketemu di lift atau di Asy Syifa. Doa gw mudah mudahan suatu saat nanti gw bisa menjadi karakter seperti ini. Insyaallah.
Kedua, waktu itu gw bareng bos Ikbal on duty ke BATAN kalo gasalah, memesan grab car dan kebetulan kita dapatnya adalah Suzuki Ertiga, meskipun gw termasuk orang yang gak suka sama Ertiga, karena menurut gw Avanza/Xenia lebih tangguh dan berpengalaman. Lanjut ya, driver itu menyapa kita sekali selebihnya tidak banyak ngomong, terus karena gw adalah termasuk genus orang bawel ya gw ajak ngobrol tuh bapak bapak. Gw tanya keluarga, pekerjaan dan pengalamannya di grab seperti apa. Ternyata bapaknya mantan pekerja di perusahaan perminyakan asing. Bayangin deh kalo orang yang kerja di Perminyakan diotak gw adalah dia pasti banyak duitnya. Karena begitu kenyataaannya. Apa yang membuat gw dapat hikmah dari orang ini. Hikmahnya adalah setiap beliau berbicara ada kewibawaan, ada hangat dalam tutur kata serta suara perut yang dikeluarkan memantapkan subjektivitas kepada orang ini beliau tergolong orang yang hangat dalam keluarganya. Gw juga membandingkan hal ini kepada bos ikbal, menurut lu gimana bos? iya dia kayanya orang berpengalaman deh, driver juga bilang baru kali ini dia menggunakan mobil merk Jepang, sebelumnya gonta ganti mobil Eropa. Terus dia bilang mas cobain deh mobik Eropa, itu jauh lebih nyaman dan enak dibanding mobil buatan Jepang. Gw hanya tersenyum, dan lagi lagi berdoa siapa tau kelak gw bisa menjadi orang yang berwibawa dan juga hangat namun tetap humble. HUmble bee
Ketiga, ini unik karena pertama kalinya gw naik Grab car bareng adek gw si gendut (tapi sekrang krusan dikit). Cuaca kurang bersahabat kala itu hujan cukup deras akhirnya memaksa kita untuk naik grab car, sejatinya naik motor berdua untuk mengajar di TM. Jujur ya kita berdua udah ga ada bapak hampir 10 tahun lebih, dan ini bapak driver umur yang cukup bisa dibilang mirip lah sama papah. Biasa gw ngobrol duluan, ajak feed back dari bapaknya sampai pada satu momentum yakni gw bilang kita aja sering berantem pak adek kaka padahal kita beda 5 tahun. Dengan santai aja(berhubung beliau orang Aceh) itu wajar dan sewajarnya berantemnya itu sayang. Gw ma ade gw ya diem aja dengerin, karena konteksnya kejadian ini bapaknya lebih banyak share pengalaman ke kita. Posisi gw juga lagi demam waktu itu jadi ade gw rupanya menurun ilmu ajak ngobrol sama kayak gw, ya udah deh dilanjutin dan gw jadi pendengar. Hikmah nya adalah santai nya bapak ini dalam menjawab suatu permasalahan atau kejadian patut diacungi jempol. Serta keyakinannya dalam optimisme gw salut, kakinya pernah patah karena kena baling baling pesawat. Jadi dia drive dengan pen (penyangga) di kakinya. Selepas beliau di PHK dari Merpati Airlines, beliau jujur tidak akan mau melanjutkan pekerjaan seperti ini, jadi sekarang beliau jadi driver dan juga membukn usaha cv untuk perbaikan AC di kantor kantor. Unik memang, bapak dewasa yang tenang memiliki selera humor yang seru.
Emosi menentukan kematangan hidup itu sendiri.
Kematangan hidup ditemukan dari pengalaman pengalaman dalam perjalanan panjang.
Perjalanan penuh hikmah akan tercipta apabila seseorang berani berbuat walau salah tapi bisa dijadikan pelajaran untuk tidak diulangi di masa yang datang.
Emosi itu ada dan akan selalu ada.
Emosi itu bukan salah siapa atau gara gara siapa.
Emosi itu ada karena akibat dari manusia itu sendiri yang belum mau berdamai dengan takdir dan ketetapan Allah SWT...
Emosi menurut gw adalah keinginan seorang yang berlebihan namun tidak terlaksanakan membuat hati menjadi karam kepala gundah otak panas bahkan cenderung menampilkan mimik muka yang kurang bersahabat.
Solusi nya ya bersabar.
Simpel namun sulit.
Sama aja kayak elo pengen makan pizza hut rasa air putih. Bisa aja dibikin tapi ya gimana.
Sulit buat diri gw sendiri menahan hal yang sedang gw bahas ini. Kecenderungan untuk mengungkapkan keinginan ini semakin besar disampaikan untuk memuaskan batin hati. Tak ada lengang ruang sejenak untuk menghampiri rasa sabar. Efektor tercermin dari aspek neuron sensori tersampaikan ke otak yang kemudian neuron motorik sebagai deliver massage ke otot untuk melakukan sesuatu apabila emosi. Emosi terjadi bukan karena gerak refleks, gw amat yakin betul bagaimana ada sepersekian detik emosi dapat dikendalikan dengan otak. Itulah mengapa band NTRL membuat lagu pertempuran hati, dimana antara hati baik dan buruk saling menyapa menguntai kata. Sudut pandang berbeda mengenai karakter orang yang satu dengan yang lainnya berbeda. Merencanakan suatu emosi lebih mudah apabila dibanding dengan emosi yang berjalan begitu saja. Tanpa adanya hambatan, emosi itu bisa diluapkan dengan mudah sesuai dengan keinginan hati.
Gw inget buku yang sahabat gw pak Sekjend "Dede " memberi pinjaman buku Abs Asysyi bagaimana mengelola hati (kalau tidak salah). Hati adalah satu bagan formulatif yang menentukan ritme keinginan distabilkan oleh otak serta diikut sertakannya keenam indera yang manusia miliki. Hati itu bukan yang sering kalian makan bareng bubur atau pecel ayam. Gw bahas hati karena kalo gw mengambil sedikit dari film "Beuty and The Beast" salah satu filim khayal kartun yang di Manusiakan. Bahwa hati yang cantik bisa menentramkan keruhnya hati manusia buruk rupa. Pertanyaannya adalah apakah orang yang emosi disini buruk rupanya? silahkan anda jawab.
Hati mengukur dimana kita dewasa atau tidaknya apabila dapat dengan mudah memberi suntikan kedalam emosi agar tetap terjaga, boleh emosi keluar namun diatur ritme nya. Gw yakin orang yang marah atau menyampaikan emosi pasti memiliki keinginan/sebuah informasi yang ingin disampaikannya dengan cara yang berbeda. Gw memiliki 2 teman dengan karakter 0 emosi, entah ya apa mereka jarang emosi karena dipendam atau memang selalu berdzikir terus hingga hatinya tenang. Kalimat terakhir ini gw cb terus menerus sambil belajar. Tapi dari kedua nya itu gw ga mendapatkan gairah sosial dalam berkawan. Maksudnya gini. ya mereka betul betul kalem, ga aktif, yah jalan gitu aja, kayak snail. Bukan bermaksud menyindir, namun sumber subjektif yang bisa gw ambil ya itu tadi.
Jadi perlukah beremosi? gw rasa perlu sesuai dengan koridor dan ritme yang jelas. Inget loh buat kalian yang baca tulisan gw itu cowo, kalian akan menjadi pemimpin nantinya dimasing masing keluarga kecil kalian (i hope so ). Gw mencoba mengaitkan salah satu ceramah jumat, yang memberikan informasi bahwa kenapa para lelaki saja yang diwajibkan untuk salat jumat padahal wanita hanya salat zuhur saja dirumah. Jawabannya seperti ini, karena nanti tiap tiap orang yang ada di dalam mesjid ini yang salat jumat dan mendengarkan ceramah ini, sepulang salat jumat akan pulang ke rumahnya masing masing untuk menyampaikan isi ceramah jumat kepada keluarganya dirumah. Cowok itu pemimpin bro, bukan dipimpin sama cewe.
Kembali ke emosi, intonasi dalam berkomunikasi juga menandakan orang yang menjadi lawan bicara kita emosi atau tidak ( ini juga hal yang sulit gw perbaiki). Naik pitam istilahnya, dengan cepat mengungkapkan ketidaksukaannya dengan lantang tanpa berfikir nanti apa lawan bicaranya tersakiti atau dampak masa depan yang ditimbulkan ketika emosi itu ditumpahkan pada saat ini. Kematangan jiwa seseorang adalah bagaimana mengontrol emosi nya dalam ruang lingkup umum atau khusus. Karena ada efek domino apabila emosi itu tersalurkan dalam ruang lingkup publik. Ada ketidak inginan sang lawan bicara untuk diberikan sugest dengan nada emosi didepan banyak orang (lagi lagi hal sulit menurut gw). Ada lagi yang menarik dari dewasanya seseorang yakni ketika dia emosi biasanya hanya menarik nafas dan mencoba tersenyum (gila menurut gw ini dewa banget).
Kalimat terakhir di paragraph diatas gw perneh ketemu orang nya nih. Pertama PNS RSCM lantai 3 bagian farmasi. Kedua adalah driver grab car mantan pekerja perminyakan yang beralih ke Grab. Ketiga adalah driver grab car yang merupakan mantan pekerja bagian teknik spesifikasi AC di Merpati.
Mulai yang pertama, diawal gw ketemu orang ini di lift dan di masjid wajahnya sangat adem, tenang memberikan ketentraman. Wajah nya bersinar serta ketika ditanya beberapa hal menjawabnya dengan penuh ketenangan (-180 derajat gw banget). Eh ternyata, beliau beberapa kali ditemui sebagai seorang Imam di Asy Syifa dan juga memberikan ceramah jumat. Bacaan Quran beliau indah mengekspresikan ketenangannya. Gw ga mau banyak tanya sama beliau, tapi sampai menit gw nulis tulisan ini gw saling bertegur sapa jika ketemu di lift atau di Asy Syifa. Doa gw mudah mudahan suatu saat nanti gw bisa menjadi karakter seperti ini. Insyaallah.
Kedua, waktu itu gw bareng bos Ikbal on duty ke BATAN kalo gasalah, memesan grab car dan kebetulan kita dapatnya adalah Suzuki Ertiga, meskipun gw termasuk orang yang gak suka sama Ertiga, karena menurut gw Avanza/Xenia lebih tangguh dan berpengalaman. Lanjut ya, driver itu menyapa kita sekali selebihnya tidak banyak ngomong, terus karena gw adalah termasuk genus orang bawel ya gw ajak ngobrol tuh bapak bapak. Gw tanya keluarga, pekerjaan dan pengalamannya di grab seperti apa. Ternyata bapaknya mantan pekerja di perusahaan perminyakan asing. Bayangin deh kalo orang yang kerja di Perminyakan diotak gw adalah dia pasti banyak duitnya. Karena begitu kenyataaannya. Apa yang membuat gw dapat hikmah dari orang ini. Hikmahnya adalah setiap beliau berbicara ada kewibawaan, ada hangat dalam tutur kata serta suara perut yang dikeluarkan memantapkan subjektivitas kepada orang ini beliau tergolong orang yang hangat dalam keluarganya. Gw juga membandingkan hal ini kepada bos ikbal, menurut lu gimana bos? iya dia kayanya orang berpengalaman deh, driver juga bilang baru kali ini dia menggunakan mobil merk Jepang, sebelumnya gonta ganti mobil Eropa. Terus dia bilang mas cobain deh mobik Eropa, itu jauh lebih nyaman dan enak dibanding mobil buatan Jepang. Gw hanya tersenyum, dan lagi lagi berdoa siapa tau kelak gw bisa menjadi orang yang berwibawa dan juga hangat namun tetap humble. HUmble bee
Ketiga, ini unik karena pertama kalinya gw naik Grab car bareng adek gw si gendut (tapi sekrang krusan dikit). Cuaca kurang bersahabat kala itu hujan cukup deras akhirnya memaksa kita untuk naik grab car, sejatinya naik motor berdua untuk mengajar di TM. Jujur ya kita berdua udah ga ada bapak hampir 10 tahun lebih, dan ini bapak driver umur yang cukup bisa dibilang mirip lah sama papah. Biasa gw ngobrol duluan, ajak feed back dari bapaknya sampai pada satu momentum yakni gw bilang kita aja sering berantem pak adek kaka padahal kita beda 5 tahun. Dengan santai aja(berhubung beliau orang Aceh) itu wajar dan sewajarnya berantemnya itu sayang. Gw ma ade gw ya diem aja dengerin, karena konteksnya kejadian ini bapaknya lebih banyak share pengalaman ke kita. Posisi gw juga lagi demam waktu itu jadi ade gw rupanya menurun ilmu ajak ngobrol sama kayak gw, ya udah deh dilanjutin dan gw jadi pendengar. Hikmah nya adalah santai nya bapak ini dalam menjawab suatu permasalahan atau kejadian patut diacungi jempol. Serta keyakinannya dalam optimisme gw salut, kakinya pernah patah karena kena baling baling pesawat. Jadi dia drive dengan pen (penyangga) di kakinya. Selepas beliau di PHK dari Merpati Airlines, beliau jujur tidak akan mau melanjutkan pekerjaan seperti ini, jadi sekarang beliau jadi driver dan juga membukn usaha cv untuk perbaikan AC di kantor kantor. Unik memang, bapak dewasa yang tenang memiliki selera humor yang seru.
Emosi menentukan kematangan hidup itu sendiri.
Kematangan hidup ditemukan dari pengalaman pengalaman dalam perjalanan panjang.
Perjalanan penuh hikmah akan tercipta apabila seseorang berani berbuat walau salah tapi bisa dijadikan pelajaran untuk tidak diulangi di masa yang datang.
Emosi itu ada dan akan selalu ada.
Emosi itu bukan salah siapa atau gara gara siapa.
Emosi itu ada karena akibat dari manusia itu sendiri yang belum mau berdamai dengan takdir dan ketetapan Allah SWT...
Rabu, 12 April 2017
Karena Gw Punya Uban
Ini faktanya,
DNA
DNA
REPUBLIKA.CO.ID, Mungkin Anda pernah mendengar, cara mencegah munculnya rambut beruban adalah dengan menjaga tingkat stres yang rendah. Namun ternyata, pernyataan tersebut tidaklah benar.
Stres tidak ada hubungannya dengan rambut beruban. Pada kenyataannya, faktor genetik tampaknya memainkan peran kuat, dalam menentukan kapan rambut Anda mulai kehilangan warna.
"Bagi sebagian besar orang, rambut beruban bukan untuk sesuatu yang telah Anda lakukan, tetapi faktor genetik di luar kendali Anda," kata Nina Goad, dari British Association of Dermatologists kepada BBC, yang dilansir dari laman Science Alert.
Stres tidak ada hubungannya dengan rambut beruban. Pada kenyataannya, faktor genetik tampaknya memainkan peran kuat, dalam menentukan kapan rambut Anda mulai kehilangan warna.
"Bagi sebagian besar orang, rambut beruban bukan untuk sesuatu yang telah Anda lakukan, tetapi faktor genetik di luar kendali Anda," kata Nina Goad, dari British Association of Dermatologists kepada BBC, yang dilansir dari laman Science Alert.
Beberapa penelitian pada hewan pengerat telah menyatakan adanya hubungan antara stres, dan penampilan dengan rambut abu-abu. Satu studi pada 2011 menyatakan, paparan jangka panjang terhadap stres, telah terbukti mempengaruhi DNA.
Selanjutnya, sebuah studi pada 2009 menunjukkan, alasan rambut kehilangan warnanya, karena seiring dengan bertambahnya usia. Manusia menghasilkan lebih sedikit dan kurang dari protein pelindung khusus, untuk melawan proses alami pemutihan dari dalam.
Untungnya, tikus bukanlah orang. Ada penelitian untuk mendukung gagasan bahwa temuan dari studi yang terjadi pada manusia.
"Tidak ada bukti untuk menghubungkan awal mulanya beruban dari stres, diet atau gaya hidup," ujar Rodney Sinclair, profesor dermatologi dari University of Melbourne.
Selanjutnya, sebuah studi pada 2009 menunjukkan, alasan rambut kehilangan warnanya, karena seiring dengan bertambahnya usia. Manusia menghasilkan lebih sedikit dan kurang dari protein pelindung khusus, untuk melawan proses alami pemutihan dari dalam.
Untungnya, tikus bukanlah orang. Ada penelitian untuk mendukung gagasan bahwa temuan dari studi yang terjadi pada manusia.
"Tidak ada bukti untuk menghubungkan awal mulanya beruban dari stres, diet atau gaya hidup," ujar Rodney Sinclair, profesor dermatologi dari University of Melbourne.
Senin, 10 April 2017
Kaos kaki dan sepatunya
Selamat pagi bagi yang membaca tulisan saya.
Terimakasih sudah menyempatkan waktunya.
Kali ini penulis ingin mengibaratkan dua benda yang cukup dibutuhkan oleh hampir setiap pelaku kerja. Keramaian orang yang menggunakan nya agak kurang peduli dengan warna. Warna sebagai simbol dari kebebasan,keceriaan, bahkan membuat orang bijaksana untuk memilih warna. Warna hitam adalah warna favorit bagi pria, lalu warna putih/krem menjadi tren pilihan wanita. Namun demikian, warna warni tidak lah menjadi lucu apabila digunakan di kesehariaan sehari-hari. Casual lebih cocok gaya yang diterapkan jika ingin menggunakan warna.
Ada pepatah ucapan seseorang tergantung buku apa yang telah dibacanya. Kosa kata penulis juga tergantung sudah berapa banyak buku yang dibacanya. Bahkan penulis senior Asma Nadia di acara Net TV waktu itu saya menontonnya, beliau menyampaikan untuk menulis sesuatu yang baik itu karena saya juga hampir setiap hari membaca lebih dari 3 atau 5 buku (pokoknya cukup banyak penulis agak lupa angkanya).
Seperti biasa, preambul diatas digunakan untuk menarit para pembaca di blog saya ini untuk lebih mengedepankan nalar berfikir setara dengan menimbang semangat antara kejujuran dan fakta yang ada. Titik leburnya adalah mencampurkan rima rima sederhana dengan tuaian kata kata menjelma.
Kondisi sampai pagi ini saya cukup melihat ibukota lengang, tidak terdistorsi sama sekali dengan hujatan media. Kenapa? karena banyak sekali keadaan di negara ini yang cukup seru untuk dibahas. Antara lain Pilkada, penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras sepulan salat shubuh, dan riuh ramai kegiatan Pak Jokowi di medsos dan masih banyak lagi.
Tahun ini lebih kepada simbolnya orang menceritakan sesuatu di media, baik konvensional atau modern. Beranggapan lebih eksis bahkan ada yang mendulang emas berlian dari profesi menjadi seorang eksis di sosial media. Akhir akhir ini saya mengamati banyak sekali para vlog yang sukses bahkan ada menjadi salah satu CEO makanan ringan. Luar biasa memang,tidak dipungkiri zaman semakin maju namun tidak diikuti dengan manner yang maju seperti negara lain. Kita lebih mengedepankan kemiripan dengan negara lain, bukan mengedepankan akar positif dari negara yang sudah maju. Saya cinta Indonesia serta saya tidak akan mau menjelekkan negara saya sendiri. Indonesia potensi luar biasa namun diredam juga disederhanakan oleh golongan politik tertentu yang ingin terus kaya dalam harta serta minim kontribusi nyata kepada warga.
Prosedur suatu kondisi akan terjadi ketika kita bisa membuat beberapa langkah yang terorganisir dengan baik. Tulisan pagi ini tidak mengena pada konten, tapi penulis ingin coba mengingatkan kembali bahwa kita harus terus berusaha untuk membuat perubahan di setiap harinya. Melalui tulisan ini, saya mencoba berkata pada kalian, ceritakanlah kisah kalian, karena ini cukup abadi (fana) siapa tahu tulisan ini bisa dibaca oleh anak cucu kita.
bahkan saya berkeinginan ketika nanti menikah yang akan saya bagikan ke para undangan adalah beberapa kata penyemangat agar bisa bermanfaat walau resiko kertas dibuang, namun saya yakin tulisan yang unik bermanfaat akan mudah diingat.
Karena kaos kaki dan sepatu sebanyak apapun kita punya, tapi kita selalu mengingat harus memadu padankan yang mana untuk dikenakan sesuai keadaan kita dalam berpakaian.
Salam, hangat, semoga manfaat
Terimakasih sudah menyempatkan waktunya.
Kali ini penulis ingin mengibaratkan dua benda yang cukup dibutuhkan oleh hampir setiap pelaku kerja. Keramaian orang yang menggunakan nya agak kurang peduli dengan warna. Warna sebagai simbol dari kebebasan,keceriaan, bahkan membuat orang bijaksana untuk memilih warna. Warna hitam adalah warna favorit bagi pria, lalu warna putih/krem menjadi tren pilihan wanita. Namun demikian, warna warni tidak lah menjadi lucu apabila digunakan di kesehariaan sehari-hari. Casual lebih cocok gaya yang diterapkan jika ingin menggunakan warna.
Ada pepatah ucapan seseorang tergantung buku apa yang telah dibacanya. Kosa kata penulis juga tergantung sudah berapa banyak buku yang dibacanya. Bahkan penulis senior Asma Nadia di acara Net TV waktu itu saya menontonnya, beliau menyampaikan untuk menulis sesuatu yang baik itu karena saya juga hampir setiap hari membaca lebih dari 3 atau 5 buku (pokoknya cukup banyak penulis agak lupa angkanya).
Seperti biasa, preambul diatas digunakan untuk menarit para pembaca di blog saya ini untuk lebih mengedepankan nalar berfikir setara dengan menimbang semangat antara kejujuran dan fakta yang ada. Titik leburnya adalah mencampurkan rima rima sederhana dengan tuaian kata kata menjelma.
Kondisi sampai pagi ini saya cukup melihat ibukota lengang, tidak terdistorsi sama sekali dengan hujatan media. Kenapa? karena banyak sekali keadaan di negara ini yang cukup seru untuk dibahas. Antara lain Pilkada, penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras sepulan salat shubuh, dan riuh ramai kegiatan Pak Jokowi di medsos dan masih banyak lagi.
Tahun ini lebih kepada simbolnya orang menceritakan sesuatu di media, baik konvensional atau modern. Beranggapan lebih eksis bahkan ada yang mendulang emas berlian dari profesi menjadi seorang eksis di sosial media. Akhir akhir ini saya mengamati banyak sekali para vlog yang sukses bahkan ada menjadi salah satu CEO makanan ringan. Luar biasa memang,tidak dipungkiri zaman semakin maju namun tidak diikuti dengan manner yang maju seperti negara lain. Kita lebih mengedepankan kemiripan dengan negara lain, bukan mengedepankan akar positif dari negara yang sudah maju. Saya cinta Indonesia serta saya tidak akan mau menjelekkan negara saya sendiri. Indonesia potensi luar biasa namun diredam juga disederhanakan oleh golongan politik tertentu yang ingin terus kaya dalam harta serta minim kontribusi nyata kepada warga.
Prosedur suatu kondisi akan terjadi ketika kita bisa membuat beberapa langkah yang terorganisir dengan baik. Tulisan pagi ini tidak mengena pada konten, tapi penulis ingin coba mengingatkan kembali bahwa kita harus terus berusaha untuk membuat perubahan di setiap harinya. Melalui tulisan ini, saya mencoba berkata pada kalian, ceritakanlah kisah kalian, karena ini cukup abadi (fana) siapa tahu tulisan ini bisa dibaca oleh anak cucu kita.
bahkan saya berkeinginan ketika nanti menikah yang akan saya bagikan ke para undangan adalah beberapa kata penyemangat agar bisa bermanfaat walau resiko kertas dibuang, namun saya yakin tulisan yang unik bermanfaat akan mudah diingat.
Karena kaos kaki dan sepatu sebanyak apapun kita punya, tapi kita selalu mengingat harus memadu padankan yang mana untuk dikenakan sesuai keadaan kita dalam berpakaian.
Salam, hangat, semoga manfaat
Selasa, 04 April 2017
Antara Kebutuhan, Teknologi, dan Kemacetan
Baik,
di pagi hari ini saya ingin mencoba untuk mengemukakan pendapat serta kritis saya terkait dengan kehidupan pagi di pusat kota Jakarta.
Kejadian ini membuat saya berfikir sederhana ketika dahulu saya SMA diajarkan tentang Bioteknologi. Bioteknologi yakni ilmu biologi yang dapat diterapkan untuk pengembangan teknologi terkini dari suatu sumber di proses kemudian mendapatkan hasil. Penerapannya dapat dikerjakan secara 2 cara yakni secara konvensional atau modern. Menariknya konsep bioteknologi dimana ada input-proses-output menjadi satu gagasan tersendiri ketika saya harus mencerna kejadian yang terjadi di Jakarta.
Kemudahan dalam proses dijadikan salah satu acuan kuat dalam penerapan teknologi masa kini. Bahkan, orang-orang merasa sangat dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi masa kini. Proses yang dilakukan para investor untuk memasok dana pendukung agar suatu perusahaan teknologi ini besar yakni dengan memperbanyak promo serta bekerjasama dengan beberapa artis agar mau menggunakan fasilitas ini. Ada yang membuat mudah, dengan tarif diskon nya atau dengan menggunakan cara berbayar elektornik supaya bisa lebih murah. Semakin hari semua dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi. Indonesia bukan negara munafik yang hanya diam, tapi Indonesia setia dalam mengikuti perkembangan teknologi di dunia. Tidak mudah menjadi Indonesia, saya tidak memperolok negara saya tercinta, namun pola komsumtif rakyat di negara ini amatlah besar. Apalagi adanya fasilitas kredit atau cicilan 0% yang membuat para konsumen semangat dalam membeli suatu barang atau produk (termasuk saya karena saya Indonesia). Pola seperti inilah yang kerap membuat rakyat semakin menderita. Jepang sebagai salah satu negara pembuat mobil atau motor, mereka benar benar memanfaatkan transportasi massal. Mobil atau motor disana menjadi barang yang amat mewah karena memiliki nilai pajak yang cukup tinggi. Beda dengan Indonesia dimana 1 keluarga bisa memiliki banyak kendaraan, maka POLRI lewat Samsat menetapkan kenaikan pajak kendaraan bermotor. Cukup cerdas mengingat beberapa aplikasi motor atau mobil online banyak yang mengambil motor baru /mobil baru dengan program cicilan. Bayangkan apabila cicilan mobil tiap bulan nya mencapai 4 juta rupiah, berapa uang yang harus dibawa setiap harinya agar cicilan tiap bulannya tertutup, belum lagi bensin atau pt cash dibawa pulang kerumah untuk anak istri. Padahal secara sadar ini telah di sandera dengan suatu syarat 5 tahun dari tahun sekarang, yang berarti para driver mobil online ini hanya memiliki waktu selama 5 tahun (mobil dari baru) untuk bisa melunasi kendaraannya dan mencari penghasilan lebih. Cukup adilkah?
Tetapan pemerintah dalam hal regulasi tarif taksi online ini juga sedang menjadi polemik, mereka berfikir cukup keras membuat satu sama lainnya saling terikat tanpa dibatasi. Istilah kampungnya sama sama untung aja. Saya cukup kaget ketika Mantan kapolri bapak Badrodin Haiti nyaris menjadi komisaris di salah satu perusahan taksi online.
Motor pun sama layaknya, semakin banyak warna hijau yang menangkring dijalan. Saya lebih senang menyebutnya sebagi ONEPANG (Ojek Online Pangkalan) mereka juga mangkal, bahkan mangkal nya sesuka mereka. Saya tidak mengerti baru baru ini di twitter saya melihat Polisi sedang memberikan penyuluhan kepada para driver ojek online. Kenapa tidak di awal, atau apakah polisi baru melihat makin menjamurnya ojek online, sehingga ini dilakukan. Belum lagi beberapa driver menggunakan teknik mumpuni untuk melawan arus atau bahkan menerobos lampu merah dengan gagahnya.
Saya belum membahas bagaimana padatnya, saya masih bicara secara manusiawinya. Orang disini bahkan saya juga sangat tertarik untuk ikut dalam pekerjaan ini, kita bisa mendapatkan uang lebih dari pekerjaan tetap kita. Namun diikat dari aturan yang dibuat regulasi dari pemerintah, belum jelas bahkan belum menentukan nafas panjang kedepannya. Jika ditelusuri secara hemat daya, ada pihak pihak yang diuntungkan bahkan ada yang dirugikan. Para ojek online pun kenapa mereka berani, karena semakin banyak bagai buih di lautan, mereka layaknya komunitas besar saat waktu yang tepat akan meledak meminta hak mereka. Bahkan blue bird, saat ini melakukan manuver untuk menjual oli dengan namanya sendiri bekerja sama dengan perusahaan minyak malaysia. Di claim cocok untuk mobil taksi dll. Menterjemahkan keinginan blue bird cukup ringkas untuk kembali menjual mobil yang sudah dipakai dengan KM yang tinggi namun dengan harga yang miring. Entah sampai kapan blue bird bisa bersaing dengan beberapa perusahaan. Tapi gedung baru Blue Bird sudah jadi entah bagaimana kedepannya.
Kembali ke perorangan, mereka yang ada diluar Jakarta datang ke jakarta hanya untuk menjadi driver online. Driver online juga tidak banyak yang hafal jalan, ketika ditanya saya baru 1 bulan di Jakarta. Kurang padat apalagi kota Jakarta ini ?
MRT dan LRT akan dibangun dibeberapa area sesuai dengan pak Gubernur sebelumnya, bukan yang saat ini. Lebak bulus ke pondok indah terlihat membentan jalur MRT/LRT yang cukup tinggi. Kurun waktu hampir 6 atau 7 tahun Jakarta akan terus macet. Pohon menjadi salah satu organisme biotik yang menjadi korban dalam pembangunan ini. Saya agak kecewa ketika RTH tidak dibangun selayaknya. Pada kemana kah orang orang BPLHD? apa sibuk dengan tugas ringannya, atau terbentur oleh aturan pemda yang fokus betul ke Kalijodo atau daerah daerah yang bisa dijual ke media dan membuat pencitraan besar atas kerja kerasnya. Padahal skenario itu gundah gulana, hampa karena tidak didasari rasa ikhlas dalam membangun bangsanya.
Padat atau tidak nya Jakarta menurut hemat saya di jam jam tertentu ketika anak anak bersekolah. Kenapa? Karena anak-anak bersekolah dari SD SMP dan SMA itu dianter jemput oleh supir. Satu orang murid 1 supir 1 mobil, coba deh hitung. Kalkulasinya cuma bisa disamakan sama para anak anak sekolah yang bersekolah diantar jemput motor (saya pun mengalaminya). Karena ketika anak anak masih pada libur sekolah sedangkan para pekerja masuk kantor, kemacetan tidak terlalu parah ini faktanya. Subjektivitas penulis cuma dari pandangan semata tanpa diperkuat data data setiap hari atau bahkan fase perubahan waktu nya. Disini hanya pendapat yang bisa dikemukakan, mengingat ada undang undang ITE yang cukup membatasi ruang mengeluarkan pendapat dan berfikir kritis.
Cuma itu saja, tolong pikirkan semakin banyak ojek online, taksi online apakah menjadi solusi dalam hingar bingar kemacetan Jakarta atau sebaliknya?
Para pelaku disini perlu berpikir cerdas apakah LRT /MRT betul betul akan menyelesaikan permasalahan ini?
Para orang yang mengambil rumah dengan proses KPR pun beberapa tahun kedepan akan berfikir lagi bagaimana bisa mengambil rumah sedangkan jarak diJakarta saja cukup padat dan sulit bergerak.
KRL sebagai solusi selama ini dengan dibukanya jalur jalur baru, bukan mempersepi tapi memperpadat para pengguna KRL.
Apa yang salah ? siapa yang salah? mengapa salah? Kenapa bisa salah? Dimana letak salahnya?
BAGAIMANA MENYELESAIKAN PERMASALAHANNYA?
di pagi hari ini saya ingin mencoba untuk mengemukakan pendapat serta kritis saya terkait dengan kehidupan pagi di pusat kota Jakarta.
Kejadian ini membuat saya berfikir sederhana ketika dahulu saya SMA diajarkan tentang Bioteknologi. Bioteknologi yakni ilmu biologi yang dapat diterapkan untuk pengembangan teknologi terkini dari suatu sumber di proses kemudian mendapatkan hasil. Penerapannya dapat dikerjakan secara 2 cara yakni secara konvensional atau modern. Menariknya konsep bioteknologi dimana ada input-proses-output menjadi satu gagasan tersendiri ketika saya harus mencerna kejadian yang terjadi di Jakarta.
Kemudahan dalam proses dijadikan salah satu acuan kuat dalam penerapan teknologi masa kini. Bahkan, orang-orang merasa sangat dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi masa kini. Proses yang dilakukan para investor untuk memasok dana pendukung agar suatu perusahaan teknologi ini besar yakni dengan memperbanyak promo serta bekerjasama dengan beberapa artis agar mau menggunakan fasilitas ini. Ada yang membuat mudah, dengan tarif diskon nya atau dengan menggunakan cara berbayar elektornik supaya bisa lebih murah. Semakin hari semua dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi. Indonesia bukan negara munafik yang hanya diam, tapi Indonesia setia dalam mengikuti perkembangan teknologi di dunia. Tidak mudah menjadi Indonesia, saya tidak memperolok negara saya tercinta, namun pola komsumtif rakyat di negara ini amatlah besar. Apalagi adanya fasilitas kredit atau cicilan 0% yang membuat para konsumen semangat dalam membeli suatu barang atau produk (termasuk saya karena saya Indonesia). Pola seperti inilah yang kerap membuat rakyat semakin menderita. Jepang sebagai salah satu negara pembuat mobil atau motor, mereka benar benar memanfaatkan transportasi massal. Mobil atau motor disana menjadi barang yang amat mewah karena memiliki nilai pajak yang cukup tinggi. Beda dengan Indonesia dimana 1 keluarga bisa memiliki banyak kendaraan, maka POLRI lewat Samsat menetapkan kenaikan pajak kendaraan bermotor. Cukup cerdas mengingat beberapa aplikasi motor atau mobil online banyak yang mengambil motor baru /mobil baru dengan program cicilan. Bayangkan apabila cicilan mobil tiap bulan nya mencapai 4 juta rupiah, berapa uang yang harus dibawa setiap harinya agar cicilan tiap bulannya tertutup, belum lagi bensin atau pt cash dibawa pulang kerumah untuk anak istri. Padahal secara sadar ini telah di sandera dengan suatu syarat 5 tahun dari tahun sekarang, yang berarti para driver mobil online ini hanya memiliki waktu selama 5 tahun (mobil dari baru) untuk bisa melunasi kendaraannya dan mencari penghasilan lebih. Cukup adilkah?
Tetapan pemerintah dalam hal regulasi tarif taksi online ini juga sedang menjadi polemik, mereka berfikir cukup keras membuat satu sama lainnya saling terikat tanpa dibatasi. Istilah kampungnya sama sama untung aja. Saya cukup kaget ketika Mantan kapolri bapak Badrodin Haiti nyaris menjadi komisaris di salah satu perusahan taksi online.
Motor pun sama layaknya, semakin banyak warna hijau yang menangkring dijalan. Saya lebih senang menyebutnya sebagi ONEPANG (Ojek Online Pangkalan) mereka juga mangkal, bahkan mangkal nya sesuka mereka. Saya tidak mengerti baru baru ini di twitter saya melihat Polisi sedang memberikan penyuluhan kepada para driver ojek online. Kenapa tidak di awal, atau apakah polisi baru melihat makin menjamurnya ojek online, sehingga ini dilakukan. Belum lagi beberapa driver menggunakan teknik mumpuni untuk melawan arus atau bahkan menerobos lampu merah dengan gagahnya.
Saya belum membahas bagaimana padatnya, saya masih bicara secara manusiawinya. Orang disini bahkan saya juga sangat tertarik untuk ikut dalam pekerjaan ini, kita bisa mendapatkan uang lebih dari pekerjaan tetap kita. Namun diikat dari aturan yang dibuat regulasi dari pemerintah, belum jelas bahkan belum menentukan nafas panjang kedepannya. Jika ditelusuri secara hemat daya, ada pihak pihak yang diuntungkan bahkan ada yang dirugikan. Para ojek online pun kenapa mereka berani, karena semakin banyak bagai buih di lautan, mereka layaknya komunitas besar saat waktu yang tepat akan meledak meminta hak mereka. Bahkan blue bird, saat ini melakukan manuver untuk menjual oli dengan namanya sendiri bekerja sama dengan perusahaan minyak malaysia. Di claim cocok untuk mobil taksi dll. Menterjemahkan keinginan blue bird cukup ringkas untuk kembali menjual mobil yang sudah dipakai dengan KM yang tinggi namun dengan harga yang miring. Entah sampai kapan blue bird bisa bersaing dengan beberapa perusahaan. Tapi gedung baru Blue Bird sudah jadi entah bagaimana kedepannya.
Kembali ke perorangan, mereka yang ada diluar Jakarta datang ke jakarta hanya untuk menjadi driver online. Driver online juga tidak banyak yang hafal jalan, ketika ditanya saya baru 1 bulan di Jakarta. Kurang padat apalagi kota Jakarta ini ?
MRT dan LRT akan dibangun dibeberapa area sesuai dengan pak Gubernur sebelumnya, bukan yang saat ini. Lebak bulus ke pondok indah terlihat membentan jalur MRT/LRT yang cukup tinggi. Kurun waktu hampir 6 atau 7 tahun Jakarta akan terus macet. Pohon menjadi salah satu organisme biotik yang menjadi korban dalam pembangunan ini. Saya agak kecewa ketika RTH tidak dibangun selayaknya. Pada kemana kah orang orang BPLHD? apa sibuk dengan tugas ringannya, atau terbentur oleh aturan pemda yang fokus betul ke Kalijodo atau daerah daerah yang bisa dijual ke media dan membuat pencitraan besar atas kerja kerasnya. Padahal skenario itu gundah gulana, hampa karena tidak didasari rasa ikhlas dalam membangun bangsanya.
Padat atau tidak nya Jakarta menurut hemat saya di jam jam tertentu ketika anak anak bersekolah. Kenapa? Karena anak-anak bersekolah dari SD SMP dan SMA itu dianter jemput oleh supir. Satu orang murid 1 supir 1 mobil, coba deh hitung. Kalkulasinya cuma bisa disamakan sama para anak anak sekolah yang bersekolah diantar jemput motor (saya pun mengalaminya). Karena ketika anak anak masih pada libur sekolah sedangkan para pekerja masuk kantor, kemacetan tidak terlalu parah ini faktanya. Subjektivitas penulis cuma dari pandangan semata tanpa diperkuat data data setiap hari atau bahkan fase perubahan waktu nya. Disini hanya pendapat yang bisa dikemukakan, mengingat ada undang undang ITE yang cukup membatasi ruang mengeluarkan pendapat dan berfikir kritis.
Cuma itu saja, tolong pikirkan semakin banyak ojek online, taksi online apakah menjadi solusi dalam hingar bingar kemacetan Jakarta atau sebaliknya?
Para pelaku disini perlu berpikir cerdas apakah LRT /MRT betul betul akan menyelesaikan permasalahan ini?
Para orang yang mengambil rumah dengan proses KPR pun beberapa tahun kedepan akan berfikir lagi bagaimana bisa mengambil rumah sedangkan jarak diJakarta saja cukup padat dan sulit bergerak.
KRL sebagai solusi selama ini dengan dibukanya jalur jalur baru, bukan mempersepi tapi memperpadat para pengguna KRL.
Apa yang salah ? siapa yang salah? mengapa salah? Kenapa bisa salah? Dimana letak salahnya?
BAGAIMANA MENYELESAIKAN PERMASALAHANNYA?
Senin, 03 April 2017
April nya punya siapa ?
Kembali di bulan April,
bulan yang menurut gw bulan labil karena cuaca di awal bulan April ini cukup labil. Entah karena suhu dan perubahan cuaca yang signifikan terjadi di Asia. Walaupun kondisi cukup memporak porandakan jas hujan yang sudah berumur cukup tua.
April, adalah sebuah nama dalam film TMNT. Jagoan wanita yang bekerja sebagai reporter ini, cukup membantu kerja dari Leonardo, Ralph, Donatello dan jagoann gw Michaelangelo. Sebetulnya tidak punya hubungan antara April TMNT dengan apa yang ingin gw tulis di blog ini pada bulan April.
Akhir bulan Maret mendapatkan kisah yang agak kurang mengenakan. Dimana Iron-max di heden(sunda bahasa) ama mobil Uber atau Grab xenia/avanza putih bernomor polisi 1351 WFR. Info yang saya dapat dari saksi mata yang merupakan supir mobil para dokter sedang asyik tidur siang di pos. Begini ceritanya, ketika siang bolong terdengar suara beledag kencang sekali, beberapa supir yang asyik tertidur lalu terbangun mengecek ada apa gerangan di luar sana. Ternyata ada mobil yang menabrak pembatas serta batu trotoar dan juga Iron-Max gw jatuh tergeletak tak berdosa di ujung sana. Sang supir saksi mata tersebut lalu menghampiri supir yang seperti orang ngantuk tersebut, supir pengguna xenia putih itupun langsung meminta maaf. Menurut keterangan saksi, mobil xenianya pun agak penyok di bagian depan (saya ga paham). Ini saya tahu ketika keesokan harinya saya konfirmasi ke pak Endang selaluk juru parkir no tipping (ceunah), saya bilang bapak kemaren geser motor saya pak. (FYI : motor Iron -max terparkir hanya sendiri tanpa ada motor lain mendampingi). Pak Endang dengan tegas nya enggak, kan cuma motor situ yang diparkir disana. Memangnya ada apa? ini pak Cover CVT saya pecah, itu ada bukti gesekan dengan batu berwarna hitam yang masih hangat terlihat di batu trotoar yang ditabrak sang mobil. Setelah itu sang saksi (supir) menghampiri kami dan menanyakan itu yang merah motornya mas ya? iya pak, memang ada apa? motornya di tabrak mas sama mobil kemarin. saya pingin marahin tapi bingung juga saya ga tau itu motor siapa nanti malah salah. Sang saksi tidak meminta nomor kepada pelaku, hanya mencatat plat nomor (yang itu tidak berguna sampai sekarang gw cari di Inet). Saya mencoba menerima keadaan ini, karena pagi nya saya sudah menyambangi beres Yamaha untuk memesan cover CVT. Ternyata harganya lumayan apalagi jika harus ditambah dengan busa yang ada dibagian dalamnya. Akhirnya saya coba akali dan tetap memesan cover CVT tersebut karena khawati akan adanya air masuk atau kebocoran yang disebabkan cover pecah. Saya mengakali sementara dengan menutupnya dengan lakban agar ketika hujan air tidak masuk ke bagian CVT.
Motor saya perhatikan ketika malam hari sepulang mengajar salah satu murid di daerah Dharmawangsa. Saya disuksi cukup panjang dengan satpam dan mencoba menelaah kronologi kejadian yang menyebabkan cover cvt tersebut pecah. Lalu esok harinya setelah konfirmasi dengan pak Endang. Sorenya saya memarkirkan Iron-max di bagian belakang Gedung A RSCM. Saya memperhatikan dengan seksama, astagfirulloh ternyata banyak sekali baret dibagian body samping dari belakang sampai depan. Entah apa yang terjadi jika saya ada ketika kejadian tabrak oleh xenia putih tersebut. naik pitam dan mungkin akan dengan tegas meminta pertanggung jawabannya. Bahkan ibu bilang untung kamu ga ketemu sama yang nabrak nanti kalo ketemu jadi bisa berantem.
Ketika mengetahui baret dan patah bagian samping body, maka gw coba untuk mencari tempat scotliet yang menyediakan warna merah maroon yang serupa. Alhamdulillan saya mendapatkan di tempat membeli helm iron man, dengan menggunakan politik sunda akhirnya harga nya bisa turun. Untuk pemasangan yang cukup rapih walau saya bingung si akang memasangnya tidak menggunakan hair dryer sama sekali, hanya bermodal korek api gas dan juga cairan kuning san polly. Namun alhamdulillah saya cukup puas dengan hasil pemasanggannya yang cukup rapih. Sebelumnya saya juga mengecek harga spare part di yamaha spare part catalogue, harga 1 cover body samping dilengkapi dengan emblem, bisa sampai 160 ribu. Berfikir jauh kedepan saya mantapkan untuk sementara menutupnya dengan scotlite, karena resiko motor di taroh dimana saja ya pasti akan menimbulkan baret, entah itu disebabkan oleh pengguna atau tukang parkir yang hobinya geser geser motor.
Selain itu di April ini juga saya mencoba untuk melakukan penelitian menggunakan jas hujan berbahan karet yang saya bandingkan dengan jas hujan berbahan pvc yang dilengkapi puring di bagian dalamnya. Merunut pada harga, asalkan asli produk terjamin itu belum cukup. Karena saya mendapatkan data yang cukup signifikan walau hanya dikirim via whats app. Ternyata 99% jas hujan berbahan PVC itu akan bolong dibagian selangkangan kebawah tepatnya bagian celannya. Kalo jas hujan yang berbahan karet tidak akan tembus bocor asalkan jas hujan tidak robek. Menurut data tersebut akhirnya dipilih jas hujan axioo karet yakni generasi ketiga dari jas hujan axio. Saya juga mendapatkan rekomendasi dari seorang rekan futsal yang menggunakan jas hujan model karet axio cukup lama dan beliau bilang aman tidak bocor.
Masih banyak cerita yang akan tertera di bulan Apri, memang sih di tulisan kali ini lebih banyak flash back ke akhir Maret tapi mudah mudahan share tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk orang yang kebetulan mau baca tulisan saya ini.
Terimakasih,,,
bulan yang menurut gw bulan labil karena cuaca di awal bulan April ini cukup labil. Entah karena suhu dan perubahan cuaca yang signifikan terjadi di Asia. Walaupun kondisi cukup memporak porandakan jas hujan yang sudah berumur cukup tua.
April, adalah sebuah nama dalam film TMNT. Jagoan wanita yang bekerja sebagai reporter ini, cukup membantu kerja dari Leonardo, Ralph, Donatello dan jagoann gw Michaelangelo. Sebetulnya tidak punya hubungan antara April TMNT dengan apa yang ingin gw tulis di blog ini pada bulan April.
Akhir bulan Maret mendapatkan kisah yang agak kurang mengenakan. Dimana Iron-max di heden(sunda bahasa) ama mobil Uber atau Grab xenia/avanza putih bernomor polisi 1351 WFR. Info yang saya dapat dari saksi mata yang merupakan supir mobil para dokter sedang asyik tidur siang di pos. Begini ceritanya, ketika siang bolong terdengar suara beledag kencang sekali, beberapa supir yang asyik tertidur lalu terbangun mengecek ada apa gerangan di luar sana. Ternyata ada mobil yang menabrak pembatas serta batu trotoar dan juga Iron-Max gw jatuh tergeletak tak berdosa di ujung sana. Sang supir saksi mata tersebut lalu menghampiri supir yang seperti orang ngantuk tersebut, supir pengguna xenia putih itupun langsung meminta maaf. Menurut keterangan saksi, mobil xenianya pun agak penyok di bagian depan (saya ga paham). Ini saya tahu ketika keesokan harinya saya konfirmasi ke pak Endang selaluk juru parkir no tipping (ceunah), saya bilang bapak kemaren geser motor saya pak. (FYI : motor Iron -max terparkir hanya sendiri tanpa ada motor lain mendampingi). Pak Endang dengan tegas nya enggak, kan cuma motor situ yang diparkir disana. Memangnya ada apa? ini pak Cover CVT saya pecah, itu ada bukti gesekan dengan batu berwarna hitam yang masih hangat terlihat di batu trotoar yang ditabrak sang mobil. Setelah itu sang saksi (supir) menghampiri kami dan menanyakan itu yang merah motornya mas ya? iya pak, memang ada apa? motornya di tabrak mas sama mobil kemarin. saya pingin marahin tapi bingung juga saya ga tau itu motor siapa nanti malah salah. Sang saksi tidak meminta nomor kepada pelaku, hanya mencatat plat nomor (yang itu tidak berguna sampai sekarang gw cari di Inet). Saya mencoba menerima keadaan ini, karena pagi nya saya sudah menyambangi beres Yamaha untuk memesan cover CVT. Ternyata harganya lumayan apalagi jika harus ditambah dengan busa yang ada dibagian dalamnya. Akhirnya saya coba akali dan tetap memesan cover CVT tersebut karena khawati akan adanya air masuk atau kebocoran yang disebabkan cover pecah. Saya mengakali sementara dengan menutupnya dengan lakban agar ketika hujan air tidak masuk ke bagian CVT.
Motor saya perhatikan ketika malam hari sepulang mengajar salah satu murid di daerah Dharmawangsa. Saya disuksi cukup panjang dengan satpam dan mencoba menelaah kronologi kejadian yang menyebabkan cover cvt tersebut pecah. Lalu esok harinya setelah konfirmasi dengan pak Endang. Sorenya saya memarkirkan Iron-max di bagian belakang Gedung A RSCM. Saya memperhatikan dengan seksama, astagfirulloh ternyata banyak sekali baret dibagian body samping dari belakang sampai depan. Entah apa yang terjadi jika saya ada ketika kejadian tabrak oleh xenia putih tersebut. naik pitam dan mungkin akan dengan tegas meminta pertanggung jawabannya. Bahkan ibu bilang untung kamu ga ketemu sama yang nabrak nanti kalo ketemu jadi bisa berantem.
Ketika mengetahui baret dan patah bagian samping body, maka gw coba untuk mencari tempat scotliet yang menyediakan warna merah maroon yang serupa. Alhamdulillan saya mendapatkan di tempat membeli helm iron man, dengan menggunakan politik sunda akhirnya harga nya bisa turun. Untuk pemasangan yang cukup rapih walau saya bingung si akang memasangnya tidak menggunakan hair dryer sama sekali, hanya bermodal korek api gas dan juga cairan kuning san polly. Namun alhamdulillah saya cukup puas dengan hasil pemasanggannya yang cukup rapih. Sebelumnya saya juga mengecek harga spare part di yamaha spare part catalogue, harga 1 cover body samping dilengkapi dengan emblem, bisa sampai 160 ribu. Berfikir jauh kedepan saya mantapkan untuk sementara menutupnya dengan scotlite, karena resiko motor di taroh dimana saja ya pasti akan menimbulkan baret, entah itu disebabkan oleh pengguna atau tukang parkir yang hobinya geser geser motor.
Selain itu di April ini juga saya mencoba untuk melakukan penelitian menggunakan jas hujan berbahan karet yang saya bandingkan dengan jas hujan berbahan pvc yang dilengkapi puring di bagian dalamnya. Merunut pada harga, asalkan asli produk terjamin itu belum cukup. Karena saya mendapatkan data yang cukup signifikan walau hanya dikirim via whats app. Ternyata 99% jas hujan berbahan PVC itu akan bolong dibagian selangkangan kebawah tepatnya bagian celannya. Kalo jas hujan yang berbahan karet tidak akan tembus bocor asalkan jas hujan tidak robek. Menurut data tersebut akhirnya dipilih jas hujan axioo karet yakni generasi ketiga dari jas hujan axio. Saya juga mendapatkan rekomendasi dari seorang rekan futsal yang menggunakan jas hujan model karet axio cukup lama dan beliau bilang aman tidak bocor.
Masih banyak cerita yang akan tertera di bulan Apri, memang sih di tulisan kali ini lebih banyak flash back ke akhir Maret tapi mudah mudahan share tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk orang yang kebetulan mau baca tulisan saya ini.
Terimakasih,,,
Langganan:
Komentar (Atom)
Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...
-
..............................................................................................................................................
-
Ada hikmah dalam kebersamaan Ada nikmat dalam bingkai silaturahmi Ada cinta dalam dekapan ukhuwah Bukber rasa baru, karena bebe...



