Jumat, 14 April 2017

Footstep belakang

                Hal ini penting banget menurut saya ketika di jalanan bagi pengguna motor sekalian.   Maksudnya adalah tidak mengembalikan posisi footstep belakang ke tempatnya. Hemat saya, apa susahnya sih dilakukan apabila ketika motor digunakan tidak ada yang di boncengin. Mungkin kemalasan yang mendera begitu berat untuk orang mau menggerakan tangannya atau kakinya mengembalikan footstep belakang tersebut. Tapi kenapa saya memper masalahkannya ?

1. Ada bahaya tersangkut begitu besar, karena saya memiliki pengalaman pernah menyerempet tidak sengaja pengendara motor yang sedang diam di jalan (motor tidak bergerak) namun posisi mobil apv yang melaju di kecepatan 40km/jam saya bawa agak meminggir  dan mungkin saya bengong, maka tersangkut lah motor terdengar bunyi gedebuk cukup keras orang tersebut terpelanting dan jatuh ke tanah. Ada luka yang tidak begitu serius, tapi karena saya menggunakan mobil pelat B (Jakarta) maka kami bertiga di kerubutin oleh warga sekitar, saya ketika itu menggunakan jaket Biologi UNJ dengan PD mencoba bertanggung jawab membawa korban segera ke klinik terdekat. Cukup sampai situ aja ya ceritanya, nanti terkenang.

2. Motor buatan tahun 2015 keatas hampir semua motor memiliki desain footstep yang tidak dibuat dari karet namun besi yang ergonomis serta ujungnya runcing. Mengingat runcing, kita sebagai pengguna terkadang suka tersangkut sendiri bahkan berdarah karena robek kulit kita ketika menaikkan standar tengah secara terburu buru.

3. Sesama motor juga ketika macet sering bersinggungan, nah ini dia motor lain demen dah nih yang nempel-nempel ketika macet, kemudian membuat tersangkut satu sama lain, bisa membuat baret dengan segera.

4. Ibu-ibu itu super ketika di jalanan, kalian setuju ga? saya sih setuju banget, karena ibu yang melahirkan anak, polisi itu dulunya kan juga anak anak, sudah sepantasnya nurut sama ibunya kan ya? hahaha...unik. Ibu ibu pengguna motor dengan posisi duduk mojok agak kedepan padahal tidak menggunakan rok, memilih belok kanan padahal sen nya ke kiri, atau terobos perempatan tanpa melihat kanan kiri. Ini bisa terjadi terhadap orang orang yang sedang ngebut tiba tiba dikagetkan oleh ibu-ibu pengguna motor ini apalagi posisi footstep belakangnya nongol dan tidak dilipat, coba deh apa yang terjadi?

5. Part ini saya tulis  disebabkan tadi pagi saya mencoba melihat para motovlog menjelaskan equipment apa saja yang mereka gunakan ketika etika di jalan dengan motornya yang keren. Salah satunya ada sepatu, saya  sampai sekarang senang sekali menggunakan sendal ketika bermotor ke kantor, dari segi jarak tidak teralalu jauh. Asal kalian tahu salah satu motovlog menjelaskan mengapa perlunya menggunakan sepatu ketika bermotor. Apabila terjadi crash kaki kita tidak bolong? loh bolong gimana maksudnya? bolong tertusuk footstep depan, karena menggunakan sendal sehingga tidak ada pelindungnya foot step yang didepannya ada persneling gigi itu bisa patah atau bengkok yang secara otomatis bisa membuat kaki kita bolong dan berdarah.

Cukup ini dulu, untuk hari ini. Saya belum ada rencana nih buat meng upload beberapa hal yang ditemukan dalam perjalanan, bulan ini sampai Bulan Ramadhan fokus dulu ke hal yang di inginkan. Nanti jika sudah beres baru deh, jalan jalan,,,,mudah2an...amin






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...