Senin, 03 April 2017

April nya punya siapa ?

Kembali di bulan April,
bulan yang menurut gw bulan labil karena cuaca di awal bulan April ini cukup labil. Entah karena suhu dan perubahan cuaca yang signifikan terjadi di Asia. Walaupun kondisi cukup memporak porandakan jas hujan yang sudah berumur cukup tua.

April, adalah sebuah nama dalam film TMNT. Jagoan wanita yang bekerja sebagai reporter ini, cukup membantu kerja dari Leonardo, Ralph, Donatello dan jagoann gw Michaelangelo. Sebetulnya tidak punya hubungan antara April TMNT dengan apa yang ingin gw tulis di blog ini pada bulan April.

Akhir bulan Maret mendapatkan kisah yang agak kurang mengenakan. Dimana Iron-max di heden(sunda bahasa) ama mobil Uber atau Grab xenia/avanza putih bernomor polisi 1351 WFR. Info yang saya dapat dari saksi mata yang merupakan supir mobil para dokter sedang asyik tidur siang di pos. Begini ceritanya, ketika siang bolong terdengar suara beledag kencang sekali, beberapa supir yang asyik tertidur lalu terbangun mengecek ada apa gerangan di luar sana. Ternyata ada mobil yang menabrak pembatas serta batu trotoar dan juga Iron-Max gw jatuh tergeletak tak berdosa di ujung sana. Sang supir saksi mata tersebut lalu menghampiri supir yang seperti orang ngantuk tersebut, supir pengguna xenia putih itupun langsung meminta maaf. Menurut keterangan saksi, mobil xenianya pun agak penyok di bagian depan (saya ga paham). Ini saya tahu ketika keesokan harinya saya konfirmasi ke pak Endang selaluk juru parkir no tipping (ceunah), saya bilang bapak kemaren geser motor saya pak. (FYI : motor Iron -max terparkir hanya sendiri tanpa ada motor lain mendampingi). Pak Endang dengan tegas nya enggak, kan cuma motor situ yang diparkir disana. Memangnya ada apa? ini pak Cover CVT saya pecah, itu ada bukti gesekan dengan batu berwarna hitam yang masih hangat terlihat di batu trotoar yang ditabrak sang mobil. Setelah itu sang saksi (supir) menghampiri kami dan menanyakan itu yang merah motornya mas ya? iya pak, memang ada apa? motornya di tabrak mas sama mobil kemarin. saya pingin marahin tapi bingung juga saya ga tau itu motor siapa nanti malah salah. Sang saksi tidak meminta nomor kepada pelaku, hanya mencatat plat nomor (yang itu tidak berguna sampai sekarang gw cari di Inet). Saya mencoba menerima keadaan ini, karena pagi nya saya sudah menyambangi beres Yamaha untuk memesan cover CVT. Ternyata harganya lumayan apalagi jika harus ditambah dengan busa yang ada dibagian dalamnya. Akhirnya saya coba akali dan tetap memesan cover CVT tersebut karena khawati akan adanya air masuk atau kebocoran yang disebabkan cover pecah. Saya mengakali sementara dengan menutupnya dengan lakban agar ketika hujan air tidak masuk ke bagian CVT.

Motor saya perhatikan ketika malam hari sepulang mengajar salah satu murid di daerah Dharmawangsa. Saya disuksi cukup panjang dengan satpam dan mencoba menelaah kronologi kejadian yang menyebabkan cover cvt tersebut pecah. Lalu esok harinya setelah konfirmasi dengan pak Endang. Sorenya saya memarkirkan Iron-max di bagian belakang Gedung A RSCM. Saya memperhatikan dengan seksama, astagfirulloh ternyata banyak sekali baret dibagian body samping dari belakang sampai depan. Entah apa yang terjadi jika saya ada ketika kejadian tabrak oleh xenia putih tersebut. naik pitam dan mungkin akan dengan tegas meminta pertanggung jawabannya. Bahkan ibu bilang untung kamu ga ketemu sama yang nabrak nanti kalo ketemu jadi bisa berantem.

Ketika mengetahui baret dan patah bagian samping body, maka gw coba untuk mencari tempat scotliet yang menyediakan warna merah maroon yang serupa. Alhamdulillan saya mendapatkan di tempat membeli helm iron man, dengan menggunakan politik sunda akhirnya harga nya bisa turun. Untuk pemasangan yang cukup rapih walau saya bingung si akang memasangnya tidak menggunakan hair dryer sama sekali, hanya bermodal korek api gas dan juga cairan kuning san polly. Namun alhamdulillah saya cukup puas dengan hasil pemasanggannya yang cukup rapih. Sebelumnya saya juga mengecek harga spare part di yamaha spare part catalogue, harga 1 cover body samping dilengkapi dengan emblem, bisa sampai 160 ribu. Berfikir jauh kedepan saya mantapkan untuk sementara menutupnya dengan scotlite, karena resiko motor di taroh dimana saja ya pasti akan menimbulkan baret, entah itu disebabkan oleh pengguna atau tukang parkir yang hobinya geser geser motor.

Selain itu di April ini juga saya mencoba untuk melakukan penelitian menggunakan jas hujan berbahan karet yang saya bandingkan dengan jas hujan berbahan pvc yang dilengkapi puring di bagian dalamnya. Merunut pada harga, asalkan asli produk terjamin itu belum cukup. Karena saya mendapatkan data yang cukup signifikan walau hanya dikirim via whats app. Ternyata 99% jas hujan berbahan PVC itu akan bolong dibagian selangkangan kebawah tepatnya bagian celannya. Kalo jas hujan yang berbahan karet tidak akan tembus bocor asalkan jas hujan tidak robek. Menurut data tersebut akhirnya dipilih jas hujan axioo karet yakni generasi ketiga dari  jas hujan axio. Saya juga mendapatkan rekomendasi dari seorang rekan futsal yang menggunakan jas hujan model karet axio cukup lama dan beliau bilang aman tidak bocor.


Masih banyak cerita yang akan tertera di bulan Apri, memang sih di tulisan kali ini lebih banyak flash back ke akhir Maret tapi mudah mudahan share tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk orang yang kebetulan mau baca tulisan saya ini.



Terimakasih,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...