Kamis, 13 April 2017

Emosi

Di siang ini gw mencoba untuk memperkenalkan apa itu emosi.
Emosi menurut gw adalah keinginan seorang yang berlebihan namun tidak terlaksanakan membuat hati menjadi karam kepala gundah otak panas bahkan cenderung menampilkan mimik muka yang kurang bersahabat.
Solusi nya  ya bersabar.
Simpel namun sulit.
Sama aja kayak elo pengen makan pizza hut rasa air putih. Bisa aja dibikin tapi ya gimana.

Sulit buat diri gw sendiri menahan hal yang sedang gw bahas ini. Kecenderungan untuk mengungkapkan keinginan ini semakin besar disampaikan untuk memuaskan batin hati. Tak ada lengang ruang sejenak untuk menghampiri rasa sabar. Efektor tercermin dari aspek neuron sensori tersampaikan ke otak yang kemudian neuron motorik sebagai deliver massage ke otot untuk melakukan sesuatu apabila emosi. Emosi terjadi bukan karena gerak  refleks, gw amat yakin betul bagaimana ada sepersekian detik emosi dapat dikendalikan dengan otak. Itulah mengapa band NTRL membuat lagu pertempuran hati, dimana antara hati baik dan buruk saling menyapa menguntai kata. Sudut pandang berbeda mengenai karakter orang yang satu dengan yang lainnya berbeda. Merencanakan suatu emosi lebih mudah apabila dibanding dengan emosi yang berjalan begitu saja. Tanpa adanya hambatan, emosi itu bisa diluapkan dengan mudah sesuai dengan keinginan hati.

Gw inget buku yang sahabat gw pak Sekjend "Dede " memberi pinjaman buku Abs Asysyi bagaimana mengelola hati (kalau tidak salah). Hati adalah satu bagan formulatif yang menentukan ritme keinginan distabilkan oleh otak serta diikut sertakannya keenam indera yang manusia miliki. Hati itu bukan yang sering kalian makan bareng bubur atau pecel ayam. Gw bahas hati karena kalo gw mengambil sedikit dari film "Beuty and The Beast" salah satu filim khayal kartun yang di Manusiakan. Bahwa hati yang cantik bisa menentramkan keruhnya hati manusia buruk rupa. Pertanyaannya adalah apakah orang yang emosi disini buruk rupanya? silahkan anda jawab.

Hati mengukur dimana kita dewasa atau tidaknya apabila dapat dengan mudah memberi suntikan kedalam emosi agar tetap terjaga, boleh emosi keluar namun diatur ritme nya. Gw yakin orang yang marah atau menyampaikan emosi pasti memiliki keinginan/sebuah informasi yang ingin disampaikannya dengan cara yang berbeda. Gw memiliki 2 teman dengan karakter  0 emosi, entah ya apa mereka jarang emosi karena dipendam atau memang selalu berdzikir terus hingga hatinya tenang. Kalimat terakhir ini gw cb terus menerus sambil belajar. Tapi dari kedua nya itu gw ga mendapatkan gairah sosial dalam berkawan. Maksudnya gini. ya mereka betul betul kalem, ga aktif, yah jalan gitu aja, kayak snail. Bukan bermaksud menyindir, namun sumber subjektif yang bisa gw ambil ya itu tadi.

Jadi perlukah beremosi? gw rasa perlu sesuai dengan koridor dan ritme yang jelas. Inget loh buat kalian yang baca tulisan gw itu cowo, kalian akan menjadi pemimpin nantinya dimasing masing keluarga kecil kalian (i hope so ). Gw mencoba mengaitkan salah satu ceramah jumat, yang memberikan informasi bahwa kenapa para lelaki saja yang diwajibkan untuk salat jumat padahal wanita hanya salat zuhur saja dirumah. Jawabannya seperti ini, karena nanti tiap tiap orang yang ada di dalam mesjid ini yang salat jumat dan mendengarkan ceramah ini, sepulang salat jumat akan pulang ke rumahnya masing masing untuk menyampaikan isi ceramah jumat kepada keluarganya dirumah. Cowok itu pemimpin bro, bukan dipimpin sama cewe.

Kembali ke emosi, intonasi dalam berkomunikasi juga menandakan orang yang menjadi lawan bicara kita emosi atau tidak ( ini juga hal yang sulit gw perbaiki). Naik pitam istilahnya, dengan cepat mengungkapkan ketidaksukaannya dengan lantang tanpa berfikir nanti apa lawan bicaranya tersakiti atau dampak masa depan yang ditimbulkan ketika emosi itu ditumpahkan pada saat ini. Kematangan jiwa seseorang adalah bagaimana mengontrol emosi nya dalam ruang lingkup umum atau khusus. Karena ada efek domino apabila emosi itu tersalurkan dalam ruang lingkup publik. Ada ketidak inginan sang lawan bicara untuk diberikan sugest dengan nada emosi didepan banyak orang (lagi lagi hal sulit menurut gw). Ada lagi yang menarik dari dewasanya seseorang yakni ketika dia emosi biasanya hanya menarik nafas dan mencoba tersenyum (gila menurut gw ini dewa banget).

Kalimat terakhir di paragraph diatas gw perneh ketemu orang nya nih. Pertama PNS RSCM lantai 3 bagian farmasi. Kedua adalah driver grab car mantan pekerja perminyakan yang beralih ke Grab. Ketiga adalah driver grab car yang merupakan mantan pekerja bagian teknik spesifikasi AC di Merpati.

Mulai yang pertama, diawal gw ketemu orang ini di lift dan di masjid wajahnya sangat adem, tenang memberikan ketentraman. Wajah nya bersinar serta ketika ditanya beberapa hal menjawabnya dengan penuh ketenangan (-180 derajat gw banget). Eh ternyata, beliau beberapa kali ditemui sebagai seorang Imam di Asy Syifa dan juga memberikan ceramah jumat. Bacaan Quran beliau indah mengekspresikan ketenangannya. Gw ga mau banyak tanya sama beliau, tapi sampai menit gw nulis tulisan ini gw saling bertegur sapa jika ketemu di lift atau di Asy Syifa. Doa gw mudah mudahan suatu saat nanti gw bisa menjadi karakter seperti ini. Insyaallah.

Kedua, waktu itu gw bareng bos Ikbal on duty ke BATAN kalo gasalah, memesan grab car dan kebetulan kita dapatnya adalah Suzuki Ertiga, meskipun gw termasuk orang yang gak suka sama Ertiga, karena menurut gw Avanza/Xenia lebih tangguh dan berpengalaman. Lanjut ya, driver itu menyapa kita sekali selebihnya tidak banyak ngomong, terus karena gw adalah termasuk genus orang bawel ya gw ajak ngobrol tuh bapak bapak. Gw tanya keluarga, pekerjaan dan pengalamannya di grab seperti apa. Ternyata bapaknya mantan pekerja di perusahaan perminyakan asing. Bayangin deh kalo orang yang kerja di Perminyakan diotak gw adalah dia pasti banyak duitnya. Karena begitu kenyataaannya. Apa yang membuat gw dapat hikmah dari orang ini. Hikmahnya adalah setiap beliau berbicara ada kewibawaan, ada hangat dalam tutur kata serta suara perut yang dikeluarkan memantapkan subjektivitas kepada orang ini beliau tergolong orang yang hangat dalam keluarganya. Gw juga membandingkan hal ini kepada bos ikbal, menurut lu gimana bos? iya dia kayanya orang berpengalaman deh, driver juga bilang baru kali ini dia menggunakan mobil merk Jepang, sebelumnya gonta ganti mobil Eropa. Terus dia bilang mas cobain deh mobik Eropa, itu jauh lebih nyaman dan enak dibanding mobil buatan Jepang. Gw hanya tersenyum, dan lagi lagi berdoa siapa tau kelak gw bisa menjadi orang yang berwibawa dan juga hangat namun tetap humble. HUmble bee

Ketiga, ini unik karena pertama kalinya gw naik Grab car bareng adek gw si gendut (tapi sekrang krusan dikit). Cuaca kurang bersahabat kala itu hujan cukup deras akhirnya memaksa kita untuk naik grab car, sejatinya naik motor berdua untuk mengajar di TM. Jujur ya kita berdua udah ga ada bapak hampir 10 tahun lebih, dan ini bapak driver umur yang cukup bisa dibilang mirip lah sama papah. Biasa gw ngobrol duluan, ajak feed back dari bapaknya sampai pada satu momentum yakni gw bilang kita aja sering berantem pak adek kaka padahal kita beda 5 tahun. Dengan santai aja(berhubung beliau orang Aceh) itu wajar dan sewajarnya berantemnya itu sayang. Gw ma ade gw ya diem aja dengerin, karena konteksnya kejadian ini bapaknya lebih banyak share pengalaman ke kita. Posisi gw juga lagi demam waktu itu jadi ade gw rupanya menurun ilmu ajak ngobrol sama kayak gw, ya udah deh dilanjutin dan gw jadi pendengar. Hikmah nya adalah santai nya bapak ini dalam menjawab suatu permasalahan atau kejadian patut diacungi jempol. Serta keyakinannya dalam optimisme gw salut, kakinya pernah patah karena kena baling baling pesawat. Jadi dia drive dengan pen (penyangga) di kakinya. Selepas beliau di PHK dari Merpati Airlines, beliau jujur tidak akan mau melanjutkan pekerjaan seperti ini, jadi sekarang beliau jadi driver dan juga membukn usaha cv untuk perbaikan AC di kantor kantor. Unik memang, bapak dewasa yang tenang memiliki selera humor yang seru.

Emosi menentukan kematangan hidup itu sendiri.
Kematangan hidup ditemukan dari pengalaman pengalaman dalam perjalanan panjang.
Perjalanan penuh hikmah akan tercipta apabila seseorang berani berbuat walau salah tapi bisa dijadikan pelajaran untuk tidak diulangi di masa yang datang.

Emosi itu ada dan akan selalu ada.
Emosi itu bukan salah siapa atau gara gara siapa.
Emosi itu ada karena akibat dari manusia itu sendiri yang belum mau berdamai dengan takdir dan ketetapan Allah SWT...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...