Senin, 10 April 2017

Kaos kaki dan sepatunya

Selamat pagi bagi yang membaca tulisan saya.
Terimakasih sudah menyempatkan waktunya.
Kali ini penulis ingin mengibaratkan dua benda yang cukup dibutuhkan oleh hampir setiap pelaku kerja. Keramaian orang yang menggunakan nya agak kurang peduli dengan warna. Warna sebagai simbol dari kebebasan,keceriaan, bahkan membuat orang bijaksana untuk memilih warna. Warna hitam adalah warna favorit bagi pria, lalu warna putih/krem menjadi tren pilihan wanita. Namun demikian, warna warni tidak lah menjadi lucu apabila digunakan di kesehariaan sehari-hari. Casual lebih cocok gaya yang diterapkan jika ingin menggunakan warna.

Ada pepatah ucapan seseorang tergantung buku apa yang telah dibacanya. Kosa kata penulis juga tergantung sudah berapa banyak buku yang dibacanya. Bahkan penulis senior Asma Nadia di acara Net TV waktu itu saya menontonnya, beliau menyampaikan untuk menulis sesuatu yang baik itu karena saya juga hampir setiap hari membaca lebih dari 3 atau 5 buku (pokoknya cukup banyak penulis agak lupa angkanya).

Seperti biasa, preambul diatas digunakan untuk menarit para pembaca di blog saya ini untuk lebih mengedepankan nalar berfikir setara dengan menimbang semangat antara kejujuran dan fakta yang ada. Titik leburnya adalah mencampurkan rima rima sederhana dengan tuaian kata kata menjelma.

Kondisi sampai pagi ini saya cukup melihat ibukota lengang, tidak terdistorsi sama sekali dengan hujatan media. Kenapa? karena banyak sekali keadaan di negara ini yang cukup seru untuk dibahas. Antara lain Pilkada, penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras sepulan salat shubuh, dan riuh ramai kegiatan Pak Jokowi di medsos dan masih banyak lagi.

Tahun ini lebih kepada simbolnya orang menceritakan sesuatu di media, baik konvensional atau modern. Beranggapan lebih eksis bahkan ada yang mendulang emas berlian dari profesi menjadi seorang eksis di sosial media. Akhir akhir ini saya mengamati banyak sekali para vlog yang sukses bahkan ada menjadi salah satu CEO makanan ringan. Luar biasa memang,tidak dipungkiri zaman semakin maju namun tidak diikuti dengan manner yang maju seperti negara lain. Kita lebih mengedepankan kemiripan dengan negara lain, bukan mengedepankan akar positif dari negara yang sudah maju. Saya cinta Indonesia serta saya tidak akan mau menjelekkan negara saya sendiri. Indonesia potensi luar biasa namun diredam juga disederhanakan oleh golongan politik tertentu yang ingin terus kaya dalam harta serta minim kontribusi nyata kepada warga.

Prosedur suatu kondisi akan terjadi ketika kita bisa membuat beberapa langkah yang terorganisir dengan baik. Tulisan pagi ini tidak mengena pada konten, tapi penulis ingin coba mengingatkan kembali bahwa kita harus terus berusaha untuk membuat perubahan di setiap harinya. Melalui tulisan ini, saya mencoba berkata pada kalian, ceritakanlah kisah kalian, karena ini cukup abadi (fana) siapa tahu tulisan ini bisa dibaca oleh anak cucu kita.

bahkan saya berkeinginan ketika nanti menikah yang akan saya bagikan ke para undangan adalah beberapa kata penyemangat agar bisa bermanfaat walau resiko kertas dibuang, namun saya yakin tulisan yang unik bermanfaat akan mudah diingat.


Karena kaos kaki dan sepatu sebanyak apapun kita punya, tapi kita selalu mengingat harus memadu padankan yang mana untuk dikenakan sesuai keadaan kita dalam berpakaian.

Salam, hangat, semoga manfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...