Selasa, 06 Juni 2017

Day -10

Sepuluh hari pertama telah usai menandakan pekan pertama di bulan Ramadhan berhasil dilewati. Doa penuh harap agar segala hal baik yang dilakukan di pekan pertama menjadi awalan amalan pahala yang dihitung baik dikemudian hari. Pernyataannya sudah jelas bahwa 10 hari pertama di bulan ramadhan (saya lebih enjoy bilang pekan walau salah kaprah) merupakan 10 hari yang penuh akan "rahmat".
Gw sendiri berasa banget apa yang didapatkan di 10 hari pertama penuh dengan hikmah.  Terlebih isu Indonesia yang dijadikan pokok untuk dijadikan rahmat yakni pesan Pancasila. Betul, karena tanggal 1 Juni 2017 Presiden Republik Indonesia menjadikannya hari lahir Pancasila. Banyak meme meme bertebaran yang menyebutkan saya Pancasila. Padahal gw yang awam dalam pancasila mencoba mencari tahu apa sih sebenarnya rumusan pancasila itu digagas. Gw mencoba mengutip tulisan Ust Salim A Fillah berikut ini :
PANTJA-SILA dan AL MAQASHID
"Seorang kawan ahli bahasa". demikian konon dikatakan Ir.Soekarno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPKI 1 Juni 1945, "Menyarankan agar kelima pokok hal ini disebut Pancasila".
Pidat Bung Besar, rahimahumullah, kala itu memang menjawab pertanyaan Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sang Ketua, yakni jika nanti negara kita berdiri, diatas dasar apakah ia akan tegak?
Kawan ahli bahasa itu tentu saja adalah Mr.M. Yamin. Tokoh dahsyat yang mengemukakan gagasan kesatuan Indonesia-nya dengan membesar-jayakan Majapahit hingga tokoh Gajah Mada-pun wajah ilustrasinya meminjam potret beliau.
Sesederhana itukah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945?
Tentu saja tidak.
Pancasila rumusan Bung Karno meletakkan kebangsaan sebagai sila pertama dan ketuhanan sila terakhir. Lengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Sehari sebelumnya pada 31 Mei, Mr Soepomo mengajukan rancangan lain :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan bathin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Adapun gagasan Mr. M Yamin pada 29 Mei berisi :
1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan sosial
Kesemua rumusan ini berbeda dengan yang akan ditetapkan sebagai Dasar Negara pada 18 Agustus 1945. Untuk diketahui, selain Ir. Soekarno, Panitia Sembilan Perumusan Dasar Negara sebagai amanat PPKI yang menghasilkan piagam Djakarta beranggotakan pula Drs. Moh Hatta, KHA Wahid Hasyim, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Abikusno Tjokrosuroso, Ahmad Subardjo, Mr M Yamin dan A.A Maramis. Dari kentalnya komposisi "Ulama dan Zu'ama ini, tak heran bahwa yang disahkan kemudian -sebelum insiden dihapusnya 7 kata- adalah :
1. Ketoehanan dengan kewadjiban mendjalankan sjari;at islam bagi pemeloek-pemeloek nja
2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
3. Persatoean Indonesia
4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia


Dari tulisan diatas setidaknya menjelaskan bahwa ada peran Ulama dalam merumuskan pancasila. Bahkan ada yang dikaitkan dengan ayat Al Quran di setiap sila nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...