Kamis, 01 Juni 2017

Day 5


Nyaris gw lupa buat nulis hari ke 5, lagi lagi sedikit sih yang bisa di share.
Intinya dihari kelima diingatkan akan  beberapa hal. Tentang bagaimana kita memanfaatkan peluang di Bulan Ramadhan ini dengan sepenuh hati. Semenjak kita hidup sampai suatu saat jika ada umurnya kita akan tua. Kita harus memiliki tujuan amalan sosial yang bisa diterapkan. Contohnya adalah seperti membuka TPA, memebuka pengajaran bahasa Arab dan sebagainya. Yang pada intinya suatu investasi kebaikan yang disiapkan untuk akhirat kelak. Bahkan sang penceramah bilang bahwa imam besar mesjid Istiqlal "Prof Nazarudin Umar" merupakan anak murid dari muridnya KH Hanafie Tamam, bayangkan deh ketika ilmu bisa turun temurun di amalkan itu bisa ngalahin investasi dunia yang kita punya, karena yang ditawarkan untuk didistribusikan adalah ilmu bukan harta.
Gw jadi ngebayangin mumpung belum 30 tahun, harus mateng nih kumpulin metode apa yang mau dilakukan nanti jelang waktu 30-40 , 40-50, dan 50-60. Umur umat nabi Muhammad SAW pada umumnya antara 60-70 tahun.
Oh ya hari ini gw tetep olahraga bultang, ternyata gw baru kuat 30 menit sebelum buka. Hanya karena kemampuan, gw coba tapi ya gamau maksain, so maen semampunya aja yang penting fisik tetap terjaga.
Tapi ada hikmah kebersamaan disini, buka puasa dengan teh manis panas dan beberapa gorengan bisa memberikan dampak siginfikan untuk bisa bermain beberapa pertandingan sampe menunngu isya dan tarawih...


Udahlah ga banyak momen hari itu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...