Jumat, 11 Oktober 2013

Hari keempat di Miyagi Sendai, tanggal 10-10-2013


Hari yang cerah menanti pekerjaan kami yang sudah kami rencanakan serta diskusikan untuk apa saja hal hal yang bisa kita dapat kan dari negeri yang begitu tertib, negeri yang sangat menghargai sampah, negeri yang tidak pernah menyerah untuk gigih bekerja, kehidupan politik yang tidak semarak Indonesia serta iklan tv yang tidak sebanyak Indonesia. Ini mencerminkan keseriusan hidup didalm setiap hati dan budaya mereka. Segala kegiatan criminal sangat kecil, meskipun banyak majalah porno yang dijual bebas disiini. Namun tidak mengurangi ketertiban mereka, mereka bebas, tapi mereka tertib, mereka punya kebudayan minum sake tapi mereka tidak menimbulkan krimminal. Malam hening yang selalu kami rasakan ketika kami ingin pergi cari cemilan ke Family mart atau Sevel di Kota hening kota Murata,di Sendai Jepang.

Seperti biasa pak yabe menjemput ke penginapan (ryokan ) di Murata, sepertinya searah dengan perjalanan keberangkatan pak yabe menuju ke hazaka plant di Miyagi. Nissan silver siap ketika waktu tepat sekali pukul 07.30. karena kita harus sampai di kantor sebelum jam 8 disebebakan setiap hari harus ada start meeting dan pulanngnya end meeting. Lalu kembali ke markas besar kami, di Hazaka Plant Research Center. Kami melanjutkan pekerjaan kami, tapi sebelumnya kami diberikan pengarahan oleh Pak Yabe dan Kang Sakai tentang kegiatan yang hari ini harus kita lakukan apasaja.
Setelah proses inkubasi selama 24 jam, kami mencoba mengamati beberapa sampel untuk melihat bakterinya dibawah mikroskop.
Ternyata yang kami dapat yakni :
1.       Sampel Miyagi 500C CG = ditemukan Streptomyces sp
2.       Sampel Bantar Gebang = ups rahasia…hehe
3.       Sampel Rawasari = ups wait ya
Dalam pengamatan tersebut dijelaskan tentang bagaimana membedakan hifa jamur, melihat bakteri dan lainnya. Tapi tidak jauh beda yang sudah diajarkan oleh tim dosen Mikrobiologi yang lebih dahulu menancapkan ilmu ke diri kita. Yoi…
Kegiatan kedua kami kembali membuat media. Media yang dibuat kali ini adalah media basic yang isinya ada NaCl 0,1%, MgSO4 0,1%, Yeast 0,1%, Pepton 0,2% , Agar 1,5% dengan pH 7. Dibagi dua ada medium yang ditambahkan antibiotic serta tidak, juga diletakkan yang satu di suhu 50oC dan room temperature.
Kegiatan ketiga kami melakukan tehnik pengenceran kalo di Jepang n dibaca Ng jadi bacanya delusiong, jadi tuh sampel diambil 10 gr kemudian dibawah LAF sudah disiapkan microtube dengan masing masing terisi air 100 µL masing masing sebanyak 5. Kemudian proses pengenceran dilakukan, pasti kalian lebih paham dibanding saya. Jumlah semua plate yang akan dikerjakan jadi ada 36 plate.
Sampelnya tuh ada Nuka (NK), Miyagi (HZK), fukui (FK), Hokkaido (HK), Bantargebang (BG), Rawasari (RWS). Namun disayangkan sampel RWS sangat sedikit sekali. Jadi tidak bisa begitu maksimal sampel tanah dari rawasari.
Selanjutnya membuat media pewarnaan denga menggunakan RBBR 0,45% dan yeast 1%, langkah nya itu ditimbang, tambahkan aquades 100ml, mix, incubator 60oC selama 15 menit. Lalu didinginkan. Dan semuanya itu dibuat dalam 5 botol.
Kegiatan setelah salah dzhur dan makan bento

yakni mengambil sampel sampah sisa serat kayu yang meleleh, kotor tapi seru, itu sampel dari yamazaki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...