Hari keempat di Miyagi Sendai, tanggal 10-10-2013
Hari yang cerah menanti pekerjaan kami yang sudah kami
rencanakan serta diskusikan untuk apa saja hal hal yang bisa kita dapat kan
dari negeri yang begitu tertib, negeri yang sangat menghargai sampah, negeri
yang tidak pernah menyerah untuk gigih bekerja, kehidupan politik yang tidak
semarak Indonesia serta iklan tv yang tidak sebanyak Indonesia. Ini mencerminkan
keseriusan hidup didalm setiap hati dan budaya mereka. Segala kegiatan criminal
sangat kecil, meskipun banyak majalah porno yang dijual bebas disiini. Namun tidak
mengurangi ketertiban mereka, mereka bebas, tapi mereka tertib, mereka punya
kebudayan minum sake tapi mereka tidak menimbulkan krimminal. Malam hening yang
selalu kami rasakan ketika kami ingin pergi cari cemilan ke Family mart atau
Sevel di Kota hening kota Murata,di Sendai Jepang.
Seperti biasa pak yabe menjemput ke penginapan (ryokan ) di
Murata, sepertinya searah dengan perjalanan keberangkatan pak yabe menuju ke
hazaka plant di Miyagi. Nissan silver siap ketika waktu tepat sekali pukul
07.30. karena kita harus sampai di kantor sebelum jam 8 disebebakan setiap hari
harus ada start meeting dan pulanngnya end meeting. Lalu kembali ke markas
besar kami, di Hazaka Plant Research Center. Kami melanjutkan pekerjaan kami,
tapi sebelumnya kami diberikan pengarahan oleh Pak Yabe dan Kang Sakai tentang
kegiatan yang hari ini harus kita lakukan apasaja.
Setelah proses inkubasi selama 24 jam, kami mencoba
mengamati beberapa sampel untuk melihat bakterinya dibawah mikroskop.
Ternyata yang kami dapat yakni :
1.
Sampel Miyagi 500C CG = ditemukan Streptomyces sp
2.
Sampel Bantar Gebang = ups rahasia…hehe
3.
Sampel Rawasari = ups wait ya
Dalam pengamatan tersebut dijelaskan tentang bagaimana
membedakan hifa jamur, melihat bakteri dan lainnya. Tapi tidak jauh beda yang
sudah diajarkan oleh tim dosen Mikrobiologi yang lebih dahulu menancapkan ilmu
ke diri kita. Yoi…
Kegiatan kedua kami kembali membuat media. Media yang dibuat
kali ini adalah media basic yang isinya ada NaCl 0,1%, MgSO4 0,1%, Yeast 0,1%,
Pepton 0,2% , Agar 1,5% dengan pH 7. Dibagi dua ada medium yang ditambahkan antibiotic
serta tidak, juga diletakkan yang satu di suhu 50oC dan room temperature.
Kegiatan ketiga kami melakukan tehnik pengenceran kalo di
Jepang n dibaca Ng jadi bacanya delusiong, jadi tuh sampel diambil 10 gr
kemudian dibawah LAF sudah disiapkan microtube dengan masing masing terisi air
100 µL masing masing sebanyak 5. Kemudian proses pengenceran dilakukan, pasti
kalian lebih paham dibanding saya. Jumlah semua plate yang akan dikerjakan jadi
ada 36 plate.
Sampelnya tuh ada Nuka (NK), Miyagi (HZK), fukui (FK),
Hokkaido (HK), Bantargebang (BG), Rawasari (RWS). Namun disayangkan sampel RWS
sangat sedikit sekali. Jadi tidak bisa begitu maksimal sampel tanah dari
rawasari.
Selanjutnya membuat media pewarnaan denga menggunakan RBBR
0,45% dan yeast 1%, langkah nya itu ditimbang, tambahkan aquades 100ml, mix, incubator
60oC selama 15 menit. Lalu didinginkan. Dan semuanya itu dibuat
dalam 5 botol.
Kegiatan setelah salah dzhur dan makan bento
yakni mengambil sampel sampah sisa serat kayu yang meleleh, kotor tapi seru, itu sampel dari yamazaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar