Kamis, 17 Oktober 2013

Suhu mulai berubah dari kami datang sekitar 190C sekarang sudah 110C dan besok pagi insyaallah 80C, perjuangan makin berat menggapai Shubuh , tapi harus semangat, ini kayak pake ac tapi ac nya gak dimatiin. Tapi semua kekuasaan Allah SWT jangan lupa ya sob, tetap bersyukur. Di malam ini penulis kembali mengingatkan para pembaca untuk tetap optimis pada mimpi, dan inget moto hidup saya,,,,mungkin yang ikut EO, acara –acara yang ada sayanya pasti tertulis dengan lantang : “Ingatlah waktu karena waktu tidak akan pernah ingat kepada kita”. Itu serius sob dan terbukti dengan beberapa analisis mendalam, bahkan kepribadian yang lemah justru melunturkan mimpi kita untuk semakin hari berlari jauh dari visi hidup kita. Ingat para pembaca yang hari ini membaca harus punya visi hidup ya, karena hidup ini kita yang kerjakan masing masing dan kita punya tanggung jawab sama yang nyiptain kita yakni ALLAH SWT. Doakan ya teman teman pembaca mudah mudahan kondisi penulis dan tim UNJ GO GREEN 2 bisa tetap dalam kondisi sehat meskipun kian hari suhu semakin turun, bahkan jaket anti wind

, anti aer paling anget kalo dipake ke puncak pun tembus disini, kupluk Cuma berfungsi seadanya, kos kaki, bahkan baju yang didobel tidak menutupi kekurang kulit yang didalamnya terdapat beberapa istilah yakni (MPRUK )jadi kangen sama anak anak BBI waktu bermain tentang system eskresi ,semoga kalian makin semangat belajarnya. Yuk kita lanjut apa yang kita lakukan hari ini,
Intiya saja ya kawan, kondisi benar benar dingin,
1.       Kembali membuat media
2.       Menghtung koloni dan menyelamatkan nya dari kontaminasi “Save bactery from contamination” update twitter saya di siang hari.hehe
3.       Mengambil kembali oli yang baru untuk dijadikan media pertumbuhan bakteri tanah.
4.       Menggunakan alat AAS (Atomic Absoprtion Specthofotometri) akhirnya saya melihat langsung data skripsi saya, didalamnya terdapat uji kandungan pB (lead) di tanaman sekitar pekarangan sekolah yang saya ujikan di Lab Analisis Kimia UI. Tapi sekarang Alhamdulillah jadi tau.
5.       Menggunakan Spektrofotmeri(rada beda)
6.       Melakukan isolasi DNA bakteri dari dalam tanah untuk dilanjutkan ke PCR, ELfor dan UV serta plus di Foto, dulu di Sentra BD bayar nih, foto agarosenya.
7.       Melakukan pengamtan bakteri bakteri yang aneh dan siap untuk diinokulasikan didalam media yang sudah dibuat.

Lanjut aja ke curhatnya, seteelah makan malam usai, kami mencoba kembali ke Family mart atau sevel, yakni salah satu mart yang bisa kami beli dengan memilih ingradient sebisanya karena cukup sulit menemukan makanan halal 100% disiini. Mau bagaimana pun juga,,,,astagfirulloh..


Dan kami pun keluar dengan alat tempur dingin yang cukup lengkap mulai dari kos kaki bola, sepatu pantopel, training, baju panjang didobel jaket tebel, shal, sarung tangan dan kupluk. Yang terpenting ketika jalan disuhu dingin sambil mendengarkan MP3 with headset dengan suara cukup keras karena perasaan kita mengikuti alunan music sejenak akan melupakan diri kita bahwa kita sedang kedinginan. Masyallah, bener deh dingin…….besok 80C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...