Rabu, 30 Oktober 2013


Bismillahirrahmanirrahim,
Konbanwa ….
Maaf penulis baru sempat lagi untuk membuat catatan training di Hazaka Plant. Sebelumnya terimakasih untuk rekan rekan yang sudah membaca upload an terakhir meskipun videona jadi berubah menjadi format 3gp serta me and dorameon belum selesai untuk ditulis.
Penulis coba  untuk mempersingkat kegiatan selama 2 pekan, selama 2 pekan akhir ini kami lebih memfokuskan untuk melakukan isolasi DNA bakteri tanah, melakukan PCR serta sequencing dan juga melakukan cloning DNA bakteri. Seru sih, kita melakukan berkali kali dan akhirnya pun mendapatkan hasil yang Alhamdulillah.
Posisi kami sebagai seorang peneliti dan pelajar sangat serius untuk berusaha keras bagaimana caranya kami bisa mendapatkan data bakteri apa yang ada di tanah rawasari dan bantargebang. Tanpa kita sadari dengan kekuatan penuh, kami bersama melakukan penelitian ini dengan penuh rasa ikhlas dan kesabaran.
Penting nya kami mendapatkan banyak pelajaran teknik lab yang luar biasa disini, terkait hal kecil sampai hal yang besar. Terpenting adalah bagaimana hati kita bermain masuk kedalam hal yang kita teliti, dan juga dalam melakukkannya jangan lupa zikir dan mengingat Allah SWT. Karena semua penelitian yang kita lakukan hanyalah replika ikhtiar seorang manusia. Tapi konsep serta finishing keberhasilan adalah milik ALLAH SWT. So mestinya, kami pun penuh harap dengan berdoa dalam melakukan penelitian ini, memang bagi orang yang lain menganggapnya biasa,namun penelitian kita bisa menjadi penelitian yang cukup bisa membawa harum nama UNJ dan juga Indonesia tentunya.
Satulagi pesan yang coba saya kutip bersamaan dengan ceramah Ustad Yusuf Mansur yang saya tonton via youtube. Semua ketika ada masalah atau tidak, ketika bahagia atau sedih, ketika resah ataupun gelisah, janganlah ALLAH SWT menjadi yang terakhir. Tapi harus menjadi yang palin gutama dari segalanya. Kita suka lupa sebagai seorang peneliti baik mikrobiologi, genetika, zoologi ataupun botani, kita sering lupa bahwa yang kita teliti adalah ciptaan ALLAH SWT. Maka dari itu siapa yangb erhak mengerakan mikroorganisme dan makhluk lainnya kecuali atas kehendak ALLAH SWT.
Penulis coba mengutip dari Sachou (Presiden) Hazaka Plant bapak Masaru Hazaka, ketika ditanya mengapa staf di hazaka plant hanya sedikit. Beliau mengatakan bahwa sanya pekerjaan kami sudah ada yang mengerjakan, manusia sebenarnya tidak kerja. Yang kerja adalah bakteri (mikroorganisme, mikrobiologi/biseibutsu). Jikalau kita merasakan keberadaan biseibutsu pastinya mereka juga akan merasakan dan membantu kita. Maka alam harus terus di jaga, dan biseibutsu lah yang dengan siap melakukan kegiatan kegiatan yang manusia tidak bisa lakukan. Manusia hanya bisa meneliti dan mengembangkan, namun biseibutsu lah yang memiliki peran lebih dalam berbagai hal seperti penguraian sampah, penguraian limbah rumah tangga serta penguraian bahan-bahan yang ada di bumi tanpa kita sadari. Luar biasa kalimat yang filosofis namun penuh arti.
Bagi penulis yang sampai hari ini masih bangga menjadi  umat Islam serta seorang warga negara Indonesia semua akan terasa lebih nyaman dan indah ketika kita lebih dekat dengan sang pencipta biseibutsu tersebut. Kita tidak boleh kalah dari orang Jepang dengan kepercayaannya negara bisa rapi bersih sehat dan warganya sangat bangga akan negaranya.
Untuk semua pembaca, Allah SWT lah yang mengatur cerita hidup kita, jangan lupakan dia sekecil apapun kerja keras kita.
Tetap berzikir
Subhanallah, walhamdulillah, walailaahailallah, allhu akbar.
Shalawat
Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayiidina Muhammad.


Ryokan, Miyagi Sendai. Jepang 30 Oktober 2013
Gilang Ainan Drajatmartha, S.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...