Bismillahirrahmanirrahim,
Konbanwa ….
Maaf penulis baru sempat lagi untuk membuat catatan training
di Hazaka Plant. Sebelumnya terimakasih untuk rekan rekan yang sudah membaca
upload an terakhir meskipun videona jadi berubah menjadi format 3gp serta me
and dorameon belum selesai untuk ditulis.
Penulis coba untuk
mempersingkat kegiatan selama 2 pekan, selama 2 pekan akhir ini kami lebih
memfokuskan untuk melakukan isolasi DNA bakteri tanah, melakukan PCR serta sequencing
dan juga melakukan cloning DNA bakteri. Seru sih, kita melakukan berkali kali
dan akhirnya pun mendapatkan hasil yang Alhamdulillah.
Posisi kami sebagai seorang peneliti dan pelajar sangat
serius untuk berusaha keras bagaimana caranya kami bisa mendapatkan data
bakteri apa yang ada di tanah rawasari dan bantargebang. Tanpa kita sadari
dengan kekuatan penuh, kami bersama melakukan penelitian ini dengan penuh rasa
ikhlas dan kesabaran.
Penting nya kami mendapatkan banyak pelajaran teknik lab
yang luar biasa disini, terkait hal kecil sampai hal yang besar. Terpenting adalah
bagaimana hati kita bermain masuk kedalam hal yang kita teliti, dan juga dalam
melakukkannya jangan lupa zikir dan mengingat Allah SWT. Karena semua
penelitian yang kita lakukan hanyalah replika ikhtiar seorang manusia. Tapi konsep
serta finishing keberhasilan adalah milik ALLAH SWT. So mestinya, kami pun
penuh harap dengan berdoa dalam melakukan penelitian ini, memang bagi orang
yang lain menganggapnya biasa,namun penelitian kita bisa menjadi penelitian
yang cukup bisa membawa harum nama UNJ dan juga Indonesia tentunya.
Satulagi pesan yang coba saya kutip bersamaan dengan ceramah
Ustad Yusuf Mansur yang saya tonton via youtube. Semua ketika ada masalah atau
tidak, ketika bahagia atau sedih, ketika resah ataupun gelisah, janganlah ALLAH
SWT menjadi yang terakhir. Tapi harus menjadi yang palin gutama dari segalanya.
Kita suka lupa sebagai seorang peneliti baik mikrobiologi, genetika, zoologi
ataupun botani, kita sering lupa bahwa yang kita teliti adalah ciptaan ALLAH
SWT. Maka dari itu siapa yangb erhak mengerakan mikroorganisme dan makhluk
lainnya kecuali atas kehendak ALLAH SWT.
Penulis coba mengutip dari Sachou (Presiden) Hazaka Plant
bapak Masaru Hazaka, ketika ditanya mengapa staf di hazaka plant hanya sedikit.
Beliau mengatakan bahwa sanya pekerjaan kami sudah ada yang mengerjakan,
manusia sebenarnya tidak kerja. Yang kerja adalah bakteri (mikroorganisme,
mikrobiologi/biseibutsu). Jikalau kita merasakan keberadaan biseibutsu pastinya
mereka juga akan merasakan dan membantu kita. Maka alam harus terus di jaga,
dan biseibutsu lah yang dengan siap melakukan kegiatan kegiatan yang manusia
tidak bisa lakukan. Manusia hanya bisa meneliti dan mengembangkan, namun
biseibutsu lah yang memiliki peran lebih dalam berbagai hal seperti penguraian
sampah, penguraian limbah rumah tangga serta penguraian bahan-bahan yang ada di
bumi tanpa kita sadari. Luar biasa kalimat yang filosofis namun penuh arti.
Bagi penulis yang sampai hari ini masih bangga menjadi umat Islam serta seorang warga negara Indonesia
semua akan terasa lebih nyaman dan indah ketika kita lebih dekat dengan sang
pencipta biseibutsu tersebut. Kita tidak boleh kalah dari orang Jepang dengan
kepercayaannya negara bisa rapi bersih sehat dan warganya sangat bangga akan
negaranya.
Untuk semua pembaca, Allah SWT lah yang mengatur cerita
hidup kita, jangan lupakan dia sekecil apapun kerja keras kita.
Tetap berzikir
Subhanallah, walhamdulillah, walailaahailallah, allhu akbar.
Shalawat
Allahumma sholi ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayiidina
Muhammad.
Ryokan, Miyagi Sendai. Jepang 30 Oktober 2013
Gilang Ainan Drajatmartha, S.Si
Tidak ada komentar:
Posting Komentar