Kamis, 10 Oktober 2013

Selasa, 9 Oktober 2013.
 Hari kedua di training hazaka, hari dimana kita mendapatkan penjelasan awal tentang schedule hari ini oleh pa yabe, Pak yabe mempresentasikan terkait dengan bagaimana knedobacteria, hazakensis yaitu bakteri yang dapat tumbuh di tanah kompos hasil penguraian sampah. Kurang lebih 30 menit pak yabe menjelaskan sambil kita berdiskusi dan juga seperti biasa segala sesuatunya diartikan oleh Nabila meskipun kita yakin ada beberapa kata kata biologi yang Nabila tidak bisa terjemahkan kepada kami dari bahasa pak yabe. Nevermind, kita terus belajar secara semangat sambil selanjutnya mengikuti petunjuk teknis langkah kerja yang dijelaskan oleh kang sakai.
Di jepang banyak heavy metal yang dihasilkan dari sampah. Kita perlu juga mengetahui standarisasi seta pembuatan kompos dari material sampah yang diteliti disini. Dalam kondisi termal 25 hari bisa selesai. / Bakeri di kompos bisa dianalisis untuk dapat mengetahui bakteri apa saja yang ada dikompos. Bakteri yang berkembang biak dengan spora.
Medium yang digunakan dalam perkembang bisakan bakteri sampah yakni Gellan Gum dan Calsium Cloride, serta ditambahkan antibiotic spesifik, jadi antibiotic membatasi pertumbuhan bakteri tertentu untuk bisa tumbuh secara tidak langsung untuk mempermudah perkembangan bakteri yang diinginkan.
Sampel –sampel tanah yang digunakan ada 6 yakni: sampel hazaka di Nuka, Hokaido, Fukui, Miyagi(HZK), Bantargebang, dan Rawasari. Semua dibuat masing masing 10 plate. Jadi secara keseluruhan terdapat 60 plate. Sakai san menjelaskan dalam pembuatan medium 0,1% CaCl2 , 1,5% Gellan Gum. Masing masing dibagi 2, yang satu 5 plate sebanyak 500 C , 5 plate lagi dibuat dalam suhu ruangan. Medium laiinnya sama, tapi ditambahkan antibiotic. Antibiotiknya adalah Kanamisin (KM), Elitomisin (ELI), Sodium Asid (SA) sebanyak 50 ppm. PPM = Mg/L.
Langkah langkah kerja yang dilakukan.
1.       Membuat medium agardari gellan gum dan CaCl
2.       Menaruh di autoclave untuk medium yang sudah diukur pH nya, pH nya harus 7,20. Jika lebih ditambahkan asam (Nutric acid), dan jika kurang ditambah (NaOH).
3.       Menaruh media diatas cawan petri, apabila setelah selesai di autoclave selama 1 jam.
4.       Proses penaruhan medianya dilakukan dibawah LAF (Laminar Air Flow).
5.       Analisis kesalahan pembuatan media gellan gum, ketika dirauh serbuk gellam gum diatas aquades tidak boleh langsung diadukkan, tetapi lebih baik sedikit sedikit dan tidak diaduk pake spatula. Karena jika diaduk akan terjadi koagulasi.

Penjelasan Dr Yabe.
Thermofilia fusca
Thermactomycetes sp
Sptreptomycetes sp
Ketiiga ini merupakan predominant bakteri in composting process, yang memiliki fungsi sangat kuat untuk mendekomposer fiber seperti cellulose, xylon, chitin, dan lignin ( semua dinding sel).
Jenis jenis antibiotic yang bisa digunakan antara lain : kamamycine, elithomycin, Trimetomychin, Nalidixix acid, Sodium acid. Semua antibiotic ini nantinya harus dimasukkan kedalam medium agar.

Kode untuk sampel tanah :
1.       RWS       =             Rawasari
2.       BG          =             BantarGebang
3.       FK           =             Fukui
4.       HK          =             Hokaido
5.       NK          =             Nuka
6.       HZK        =             Hazaka

Yang dilakukan selanjutnya adalah membuat antibiotic dengan cara pengenceran (lanjutan yang tadi). Antibiotic yang digunakan adalah Kamamycine, Elitomycin dan Sodium Acid. Yang dibuat menjadi 100 ml, bahan utama ditimbang 1 gram bubuk Kamamycin dan Sodium Acid. Masing-masing diletakkan pada 1 tabung falcon, lalu ditambahkan 10x 100µL aquades steril.
Setelah itu melakukan shaker namun sebelum disheker harus menunggu kondisi medium yang baru saja diambil dari autoclave untuk dingin terlebih dahulu, hal ini dilakukan agar tidak terjadi rusaknya antibiotic, kita ketahui bahwa antibiotic bisa rusak dikarenakan panas. Setelah suhunya cukup dingin ketiga antibiotic tersebut dicampurkan kemudian medium di shaker. Setelah itu dituangkan kedalam plate sebanyak 60 tapi 3 plate gagal karena medianya tida berhasil dituangkan,
Untuk mengambil kompos hazaka plant kita harus mengambil lebih dari 10 titik secara acak yang dilihat dari tumbuhnya bekteri dan bukan jamur.
Untuk mengidentifikasi jamur atau bukan maka caranya dengan melihat ada/tidaknya miselium. Sedangkan bakteri tidak ada miseliumnya.
Setelah itu sampel tanah dimasukkan ke dalam plastic dengan mencampurnya.
Ada hal menarik ketika melakukan pengambilan sampel tanah yakni makin digali kebawah maka tanah makin panas yang kemudian akang Sakai menjawa karena semakin kebawah semakin panas diakibatkan oleh proses Fermentasi.
Hal yang menarik saya menemukan sejenis bakteri di tanah berwarna kuning.
Hal yang menarik ketiga saya menemukan jamur yang hifanya membentuk seperti kardus dan ketika diangkat dari tumpukkan sampah didalmnya masih terdapat jamur yang lebih banyak jumlahnya dilihat dari hifanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...