Ini kisah perjalanan dan catatan harian yang akan saya
goreskan untuk membuktikan apa yang sebenarnya menjadi mimpi untuk orang orang
yang yakin akan pertolongan ALLAH SWT.
Tulisan ini mulai dibuat tanggal 5 Oktober 2013 di Kota Sendai,
Jepang.
Hari pertama di tanggal 4 Oktober 2013
Hari
jumat pukul 05.00 memulai perjalanan dari rumah (red : Palmerah Jakarta Barat )
di antar oleh Ibunda tercinta dan si gendut menuju bandara soekarno Hatta. Pak
tono selaku supir terbaik sahabat alm papah yang bersedia mengantar setelah
waktu subuh menuju bandara soekarno hatta. Ini menjadi sejarah yang telah
terhapus sebelumnya, sejarah itu bernama belajar di Negara Jepang. Tepat pukul
06.00 saya sampai di Bandara Soetta, dengan kedua teman saya Nabila ( red:
Mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang ) dan Irfan ( mahasiswa jurusan Biologi ak
2010) mereka didampingi orang tua yang disaat itu sedang berdiskusi santai
dengan Dr Yabe dan Aiba ( red: Orang Jepang dari Hazaka Plant Jepang yang
mengundang kami untuk training di Jepang ). Diperkenalkan keluarga saya dengan
Dr yabe dan aiba, serta berjumpa dengan semua orang tua yang mengantarkan
anaknya untuk bisa berjuang di Jepang ( Red : Ganbatte Kudasai !).
Jujur
ini pertama kalinya saya naik pesawat terbang. Jadi gak pernah tau bagaimana
caranya check in, airpot tax, migrasi airport ( yang dikhawatirkan laptop saya
karena tidak asli, tapi udah diakalin sih pake 2 linux and win 8 ), meskipun
rada jutek tuh tukang jaga migrasi tapi akhirnya saya bisa lewat juga. Tau juga akhirnya bagaimana caranya check in,
dan timbangan kopernya itu ga boleh lebih dari 20 kg, bisa sih nambah tapi
bayar, trus buat yang di kabin itu max 7 kg, disitu juga ada timbangan juga
untuk ngukur, dan Alhamdulillah pas 6 kg, nah disitu saya dan ka isnin laper
dan makan dulu sambil menunggu pesawat take off pukul 08.30. yang seru sih
disitu Alhamdulillah bisa lakuin salat dhuha di bandara.
Setelah
itu perjalanan menuju ke pesawat Air Asia AK yang tujuan Malaysia, jadi tuh
kita berangkat menuju ke Malaysia Airport di Kuala Lumpur. Di bandara itu yang
lucu kita nyari untuk solat zuhur dan ashar di qodo’ nanya deh sama petugas disana padahal kan
orang Malaysia yang seharusnya bisa dengan bahasa kita. Nah kitanya nih yang so
so an pake bahasa Inggris nanya di mana musola itu berada. He ehe. Sambil
nunggu kita makan lagi di Malaysia namanya Nasi Lemak Ayam Rendang harganya
13,9 Ringgit ( red: 1 ringgit = Rp 3500). Sama air minum biasa aja 3,5 ringgit
so jadi bayangin berapa deh harganya ? tapi yaudahlah mau gimana lagi dari pada
gak makan, dan mumpung lagi megang uang ringgit. Alhamdulillah. Nah tepatnya
pukul 14.45 kita naik ke pesawat air asia yang lebih gude, Boeing kayaknya
dengan ukuran 3 x lebih besar dari Air Bus (red: pesawat dari Indonesia
menuju Malaysia ), dan disana kita harus
bersabar 8 jam untuk bisa sampai ke Haneda. Bandara yang ada di Jepang. Tapi
bayangin deh 8 jam disana kita ngapain aja nunggu di pesawat. Pastinya feel nya
beda banget karena kita cukup terbang tinggi, sayangnya sore menuju malam
jadinya ga bisa liat dibawah dan tempat duduk kita ga on position untuk bisa
melihat di kaca pesawat. Tapi seru pramugarinya subhanallah, yang wanita beautiful yang laki handsome keren kinerja
mereka. Jadi biar pada tau nih, kerjaan pramugari dan pramugara itu tidak hanya untuk membantu,
tapi juga mereka jualan , jualan apa aja banyak, ada vodka, makanan, minuman,
souvenir Air Asia dan lainnya tapi saya pribadi hanya berhasil membeli nescafe
coffe seharga 5 ringgit. Di kursi pesawat rutiniitas yang kita lakukan
mendengarkan music, main game, tidur, ngobrol, dan kalo saya memperhatikan
orang orang yang ada disekitar saya, khususnya di sebelah saya ada orang
Austria yang membawa anak dan istrinya, saat itu seorang pramugara bertanya anda
akan kemana ketika nanti di jepang ( dalam bahasa inggris sih) si orang Austria
itu bilang saya akan menghadiri konferensi di Yokohama. Luar biasa ya, banyak
orang orang hebat yang mau ke Jepang.
Alhamdulillah
tepatnya pukul 11.00 kita sampai di Bandara Haneda dan kondisi disana cukup
hujan, jadi kita dari pesawat di antar dengan bus menuju ke bandara. Disana
kita langsung membeli tiket untuk naik monorail ( red : di Jakarta lagi mau
ngembangin MRT dan disini gua naik loh). Serius cepet dan nyaman, ada beberapa
hal unik yang bisa saya bagi, pertama orang jepang disaat tengah malam pun
masih sibuk dengan rutinitas yang luar biasa, setiap orang memiliki dunianya
masing masing, kenapa gitu karena hampir semua orang disini gak mau ngabisin
waktunya hanya untuk ngobrol ketika jalan kaki. Dan ketika masuk kereta pun,
mereka mempersilahkan orang yang ingin keluar dari kereta terlebih dahulu baru
ketika sudah semua turun yang baru masuk bisa naik kedalam kereta. Nah saat itu
saya bertanya pada Aiba San apa sih bedanya monorail dengan Shinkansen, katanya
kalo mrt itu hanya untuk jarak dekat dengan rute yang berputar atau
mengelilingi, sedangkan shinkansen bisa maju atau mundur dan kecepatanya very fast .
Tepatnya
pukul 13.30 waktu Jepang kita sampai di terminal Ueno, et dah tanya lagi kenapa
kok lama. Ada yang seru ternyata irfan dan Dr Yabe itu udah turun duluan di
stasiun Ueno eh tapi saya, ka isnin, Nabila dan aiba tidak kekejar untuk keluar
karena waktu menutup dan membukanya si Pintu itu ga sampe 2 menit. Ya akhirnya
kita turun di stasiun selanjutnya dan naik kembali ke stasiun yang kita
kelewatan, nah info lagi nih untuk para pembaca system nya ticketing da nada
kartu khusus (kyk kartu pelanggan naik kereta nah pa aibe punya tuh kartunya.
Nah ketika ingin naik lagi tidak harus bayar kembali karena tiketnya hampir
sama seperti system Busway di Jakarta. Akhirnya setelah kembali ke stasiun Ueno
kita langsung berjalan kaki menuju hotel. Cukup tau dunia malam di Jepang
disekitar jalannya, luar biasa banyak wanita wanita ……., tapi ya memang begitu
kondisinya. HoteL Pine tujuan kita pun berhasil kita jelajah. Pa yabe dan irfan
sudah menunggu duluan dan kita dapat 1 kamar tiap orang, luar biasa
Alhamdulillah, biaya pa Yabe yang nanggung, kalo dilihat per malam harganya sekitar
800-900 yen. Jadi berapa tuh di rupiahin :::: 1 juta mungkin. Nah ketika sampai
di kamar saya peribadi mempelajar wc dan beberapa colokan yang cukup berbeda
dengan Indonesia. Dan Tivi nya pun saya gak ngerti bahasanya seperti apa. Tepat
pukul 2 malam lewat saya beristirahat
dengan selesai solat isya magrib. Kondisinya cukup dingin suhunya kurang lebih
sampai 18 derajat Celcius. Lucunya fungsi ac dikamar itu bukan sebagai
pendingin tetapi sebagai penghangat. Aneh ya.
Salat
subuh pukul 4 lewat sedikit dengan mencari jadwal solat via internet. Dan dapat
deh jadwalnya kapan aja. Tau ga? Internetnya cepet banget. Setelah salat saya
cukup lelah dan kasur yang cukup menggoda raga ini untuk ada diatasnya. Ya say
a tidur lagi. Bangun pukul 07.30 dan langsung mandi dan bongkar pasang muatan.
Setelah itu kita sudah bangun semua dan pa yabe sudah siap keluar dari kamarnya
kita langsung mengangkat koper ke bawah. Dan dititip dibagian receptionis dan
kita dapat 1 payung plastic yang keren menurut saya. Tapi ada yang seru nih
dari cerita koper. Kopernya Nabila cukup besar dan kita harus bahu membahu
untuk membantunya. Hehehehe. Tapi Alhamdulillah dengan kemampuan bahasa jepang
diatas rata rata Nabila sangat luar biasa membantu kita untuk bisa
berkomunikasi dengan pa yabe dan aiba. Sesuai dengan planning kemarin di
Malaysia tujuan tempat jalan jalan di hari kedua yakni Ueno, Akihabara dan
Tokyo Tower….Seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…
Hari kedua . dikisahkan perjalanan pada pukul 07.30 disaat
kondisi hujan dan juga kita semua tidak mempunyai payung, alhamdulllah payung
di pinjamkan oleh pihak hotel. Aiba
sudah menunggu dilob dengan pakaian santai dan siap untuk meng guide kita
keliling kota Tokyo tepatnya di Ueno. Di ueno pertama kita diajak berkeliling
jalanan dengan diperlhatkan kondisi kota Tokyo khususnya adalah pasar
tradisionalnya yang cukup luar biasa. Kenapa ? karena disana sangat bersih
padahal pasar tradisional, disana cukup banyak yang menjual ikan, bumbu dan
lainnya.. bahkan ada yang menjual sepatu converse, jadi seperti ada toko sepatu
gitu, dan harganya tidak jauh beda dengan Indonesia namun uniknya adalah ukuran
sepatunya ada yang lebih kecil melebihi ukuran terkecil yang ada di Indonesia.
Seetelah itu kita diajak menyeberang jalan. Nah uniknya di tempat ini tidak
banyak orang yang berlalu lalang memanfaatkan mobil, hampir semua menggunakan
kakinya untuk berjalan. Nah kita diajak pa aiba ke tempat dimana terdapat
banyak teratai di danau yang terhampar cukup luas. Disana juga terdapat kuil
tempat dimana orang jepang beribadah, terdapat banyak patung yang cukup unik
dan dijelaskan sejarahnya satu persatu oleh pa ayabe. Setelah itu kita menanjak
tangga yang cukup tinggi jadi cukup dibutuhkan daya jelajah yang cukup tinggi.
Kita melihat peta daerah di Ueno dan jepang pada umumnya yang terpamapang di
taman. Seru, kita bisa melihat budaya bagaimana anak sekolah ketika berangkat
pagi berjalan ke sekolah dengan sangat rapih dengan berpasang pasangan dan
jalanna menunduk loh…
Di
taman ini juga banyak terdapat burung gagak dan burung gereja. Ada yang unik
dari burung gerejanya karena burungnya terlihat cukpu gendut, menurut isnin san
kemungkinan karena cuaca yang dingin membuat burung ini perutnya terlihat agak
kembung. Hehe. Setelah itu kita naik kereta ( red: train ya bukan monorail )
nah kita diajarkan oleh pak aiba untuk bagaimana caranya membeli tiket kereta
di jepang. Dengan memasukkan koin lalu pilih tujuannya lalu lihat harganya
sehingga kita bisa tahu berapa koin yang harus dimasukkan kemesin otomatis
tersebut. Setelah itu tiket akan segera keluar dengan sendrinya, so tidak ada
orang atau jasan manusia yang menjual tiket karena semuanya sudah menggunakan
mesin. Nah setelah itu ada registrasinya dengan cara masukkan tiket ke tempat
yang disediakan kemudian tiket itu nantinya akan keluar kembali, dan dimasukkan
lagi ketika tempat yang dituju sudah selesai. Nah ketika sudah selesai tiketnya
tidak kembali jadi tidak ada sama sekali sampah sisa tiket yang terbuang. Lalu
masuk kereta dengan posisi berdiri, kenapa berdiri karena kalo di jepang jika
jarak tempuh kita cukup dekat sebaiknya berdiri karena jika duduk cukup
menghabiskan waktu untuk bangun dari tempat duduk dan keluar dari kereta. Di
Jepang juga sangat mengutamakan orang hamil, membawa anak, orang tua untuk duduk
di kereta di banding yang tua ( sudah sih diterapkan di INndonesia tapi apa
semuanya sudah sadar ).
Tempat
kedua yang di kunjungi adalah Akihabara. Di Akihabara diibaratkan sebagai
glodok atau harco manga duanya Jakarta. Disini banyak sekali toko yang berjualan
alat alat elektronik dengan harga cukup terjangkau apabila kita memiliki uang
yang banyak. Hehe. Kita berkeliling cukup lama untuk melihat kondisi toko
tersebut . ada yang marketingnya dengan menggunakan artis yang berteriak dari
atas dan memanggil kita lalu ada juga yang menggunakan penyebaran brosur dan
sebagainya. Yang unik di Jepang hampir dikatakan semuanya hanya menggunakan hp
I phone , Sony dan Hp asli jepang ( lupa mereknya apa ). Nah di akihabara ini akhirnya dengan penuh
penghormatan tinggi terhadap cacing yang ada di perut, kita akhirnya makan,..
masyaallah godaan cukup besar banyak BUTA ( red: babi) nah akhirnya karena ada
Nabila san yang cukup paham akhirnya kita memilih ayam spicy dan nasi sama kuah
atau sop ala Jepang. Cukup menghangatkan karena rasa lapar kita yang begitu
kuat. Namun minumnya teteap sama yakni
air putih, hehe. Kalo tidak salah makan kita sampe berapa ratus yen gitu… Pa
yabe yang bayarin…. Enak kan….
Tempat
ketiga yang kita kunjungi adalah Tokyo Tower, diibaratkan adalah monasnya
Indonesia disana kita nanti bisa melihat kota Jepang dari atas ketinggian
berapa ratus meter. Tiketnya lagi lagi
dibayarin lagi, Alhamdulillah nah untungnya pa yabe dan pa aiba tidak ikut
keatas beliau menunggu dibawah. Nah diatas ada patung doreamon dan sempetin deh
foto bareng doraemon. Disana juga kita bisa melihat menggunakan kaca dari atas
untuk melihat kebawah. Nah di Tokyo tower bukan itu yang menarik tapi wc nya
menarik karena cukup sulit menggunakan toiletnya karena di wc nya menggunakan
sensor otomatis dan itu saya belum begitu paham bagaimana cara menggunakanya
dengna baik. Nah terjadilah hal yang tidak diinginkan. Hehe. Disini kita menuju
kembali ke Ueno dengan menggunakan kereta bawah tanah asli loh..
Setelah
dari Tokyo Tower kita kembali ke hotel untuk mengambil barang dan kembali check
out menuju stasiun yang bikin kalian iri karena kami akan naik SHinkansen (red:
kereta tercepat yang ada di Jepang dengan harga 10000 yen). Nah untuk kesana
kita naik taksi. Taksi di jepang hampir sama dengan Indonesia yakni Toyota
Crown. Setelah sampai di stasiun kita diberi tiket untuk naik kereta Shinkansen
yang akan jalan tepat pada pukul 16.10. kata pa yabe membutuhkan waktu 2 jam
untuk bisa sampai ke Sendai. Sambil menunggu keberangkatan kita mampir sejenak
ke resto asli jepang dan disana ditawari welcome drink yang cukup aneh menurut
saya dan karena ragu maka saya tinggalkan, lalu mesen deh orange juice ala
jepang, nah pak yabe ternyata menunggu teman nya. Kaget sih ketika yang datang
adalah 2 orang wanita yang cukup cantik mereka adalah teman pa yabe. Disaat itu
kita diajak berbicara bahasa jepang dan hanya Nabila san yang bisa berdiskusi
dengan mereka kita bertiga hanya menggunakan bahasa Inggris acak seadanya.
Setlah itu kita lansung naik shinkansen. Cukup seru dan bersyukur karena bisa
naik shinkansen. Setelah sampai distasiun kita langsung dijemput leh temannya
pa yabe dengna menggunakan mobi l Nissan Serena. Mobil otomatis dan bertenaga,
nah info serunya adalah bedanya ketika di Sendai itu banyak orang yang
menggunakan mobil dan kotanya cukup beda rada crowded dibanding dengan Tokyo.
Nah perjalanan 2 jam dari Tokyo ke Sendai itu menggunakan Shinkansen gimana ya
kalo naik mobil atau bus pasti lebih dari 2 jam. Disepanjang perjalanan kita melewati
terowongan yang biasa kita hanya lihat di film kartun, terowongan yang cukup
panjang dan bentuknya jika dibanding dengan Jakarta yakni seperti terowongan
isinya selokan tapi di Jepang isinya adalah jalanan, karena posisi setir mobil
di kanan sama dengan Indonesia, Jalanan disini cukup sempit tapi mereka tidak
ada yang saling mendahului dengan kecekapan yang cukup yakni 60 Km per jam.
Ketika lampu merah pun ketika kosong tidak ada yang menyerobot benar benar
disiplin sekali masyarakat disni. Akhirnya kita sampai ditempat penginapan yang
bernama Ryokan. Disaambut dengan 1 orang temannya pa yabe saya lupa namanya.
Nah di penginapan ini ada namanya Emi san dan Toshinori mereka yang mengurus
penginapan ini serta koki yang dhasyat. Ketika malam waktu makan kami diminta
untuk memperkenalkan diri dan disanalah Nabila san kembali berperan. Dan kita
diperkenalkan dengan masakan Jepang, ada yang namanya shashimi yakni udan dan
ikan tuna mentah, ketika saya disuru mencoba saya langsung enek karena cukup
getir rasa mentahnya dan juga ada rasa lautnya yang cukup beda ketika di lidah
orang Indonesia, nah menghilangkanya denganc ara banyak meminum air putih.
Hehe. Nah saya bilang kalo makan udang terlalu banyak akan mudah pusing.
Sebenarnya gak juga kalo udangnya di goreng dan enak pasti udah dimakan. Cukup
lama kita makan sambil berdiskusi. Pak
yabe mencertakan kegiata Riki dan Abi san ( red: mahasiswa UI yang sebelumnya
magang di Hazaka Plant ) mereka bilang kedua orang inin sangat bagus. Ketika
pertama kali datang sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa Jepang tapi
setelah 3 bulan mereka bisa dan itu yang membuat orang orang di Hazaka Plant
cukup bangga. Ketika di UI pun pa Yabe memperlihatkan video yang dilakukan
ketika mereka sedang di UI bersama professor Yokota. Karena waktu terus berjalan kami pun
dijelaskan untuk mengetahui Jepang yakni dengan menonton tivi ( red : terebi)
dan ini yang saya lakukan sambil menulis diari ini. Sebelah kiri laptop sebelah
kanan terebi. Karena ada banyak budaya yang diperlihatkan di acara tivi di
Jepang beda dengan Indonesia yang Isinya hanya gossip sajah toh. Nah ketika
tidur kita diperlihatkan kamar kita, teman teman tau doraemon kan, nah kamarnya
kayak gitu seru banget deh. Tapi jangan salah tolletnya udah canggih dan juga
ada pemandian air panasnya juga yang bisa kita pake ketika sore hari.
Si
Irfan san sakit dia langsung tertidur pulas, mengenai makanan cukup unik saya
pribadi tidak menyukai sayur, si irfan tidak menyukai telur. Nah kita tukeran
deh kalo nanti makan. Oyasuminasai ( selamat tidur )
Hari ketiga tepatnya hari ahad dimana kita semua masih dalam
rangka libur. Kita mencoba meratapi nasib dengan makan di pagi hari dan cukup
shock karena ada daging ham yang warnya pingki banget dan tau ga itu apa
ternyata itu BUTA ( red : Babi) sob,,, untung aja kita tidak makan, Nabila
cukup peka untuk bertanya dengan Emi sang selaku chef di hotel ini. Tapi ada
telur yang kita makan dan sayuran, karena sayurannya kurang oke, saya makan
nasinya, o iya nasi disini enak banget, pulen dan kenyangnya beda. Nah maka itu
dibantu sama INDOMIE Soto di Gado, bumbunya pas banget ama lidah saya, jadi
bumbu makanan di Jepang cukup beda dengan makanan yang ada di kita. Nah
akhirnya setlah makan kita berencana untuk keluar belanja. Tapi di sini jam 10
pagi baru aktif berjualan, tapi entah mengapa cukup sepi di sekitar rumah ini,
mungkin hari libur dijadikan hari keluarga dan hari untuk bersitirahat dengan
santai. Jadi tidak ada aktifitas, nah karena dingin kurang lebuh 18 derajat ,
jadi fungsi ac utk menghangatkan jangan lupa ya bukan mendinginkan. Nah saya
pribadi tertidur ayam dan jam 11 bersiap untuk berangkat menuju Sevel
nawaitunya gitu, nah kita solat Dhzuhur plus Ashar jamaah di kamar, karena
disini gak ada Masjid sama sekali sob dan gak ada ibu ibu pengajian ataupun
suara Adzan yang kita dengar.
Sampai sini dulu ya
nanti dilanjut lagi….hehe.

Manteb lang.. Kesampean juga mimpi yang ini,,, Selamat.. semoga diberkahi Allah,
BalasHapus