Selasa, 08 Oktober 2013

Bismillahirrahmanirrahim…
Ini kisah perjalanan dan catatan harian yang akan saya goreskan untuk membuktikan apa yang sebenarnya menjadi mimpi untuk orang orang yang yakin akan pertolongan ALLAH SWT.
Tulisan ini mulai dibuat tanggal 5 Oktober 2013 di Kota Sendai, Jepang.

Hari pertama di tanggal 4 Oktober 2013
                Hari jumat pukul 05.00 memulai perjalanan dari rumah (red : Palmerah Jakarta Barat ) di antar oleh Ibunda tercinta dan si gendut menuju bandara soekarno Hatta. Pak tono selaku supir terbaik sahabat alm papah yang bersedia mengantar setelah waktu subuh menuju bandara soekarno hatta. Ini menjadi sejarah yang telah terhapus sebelumnya, sejarah itu bernama belajar di Negara Jepang. Tepat pukul 06.00 saya sampai di Bandara Soetta, dengan kedua teman saya Nabila ( red: Mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang ) dan Irfan ( mahasiswa jurusan Biologi ak 2010) mereka didampingi orang tua yang disaat itu sedang berdiskusi santai dengan Dr Yabe dan Aiba ( red: Orang Jepang dari Hazaka Plant Jepang yang mengundang kami untuk training di Jepang ). Diperkenalkan keluarga saya dengan Dr yabe dan aiba, serta berjumpa dengan semua orang tua yang mengantarkan anaknya untuk bisa berjuang di Jepang ( Red : Ganbatte Kudasai !).
                Jujur ini pertama kalinya saya naik pesawat terbang. Jadi gak pernah tau bagaimana caranya check in, airpot tax, migrasi airport ( yang dikhawatirkan laptop saya karena tidak asli, tapi udah diakalin sih pake 2 linux and win 8 ), meskipun rada jutek tuh tukang jaga migrasi tapi akhirnya saya bisa lewat juga.  Tau juga akhirnya bagaimana caranya check in, dan timbangan kopernya itu ga boleh lebih dari 20 kg, bisa sih nambah tapi bayar, trus buat yang di kabin itu max 7 kg, disitu juga ada timbangan juga untuk ngukur, dan Alhamdulillah pas 6 kg, nah disitu saya dan ka isnin laper dan makan dulu sambil menunggu pesawat take off pukul 08.30. yang seru sih disitu Alhamdulillah bisa lakuin salat dhuha di bandara.
                Setelah itu perjalanan menuju ke pesawat Air Asia AK yang tujuan Malaysia, jadi tuh kita berangkat menuju ke Malaysia Airport di Kuala Lumpur. Di bandara itu yang lucu kita nyari untuk solat zuhur dan ashar di qodo’  nanya deh sama petugas disana padahal kan orang Malaysia yang seharusnya bisa dengan bahasa kita. Nah kitanya nih yang so so an pake bahasa Inggris nanya di mana musola itu berada. He ehe. Sambil nunggu kita makan lagi di Malaysia namanya Nasi Lemak Ayam Rendang harganya 13,9 Ringgit ( red: 1 ringgit = Rp 3500). Sama air minum biasa aja 3,5 ringgit so jadi bayangin berapa deh harganya ? tapi yaudahlah mau gimana lagi dari pada gak makan, dan mumpung lagi megang uang ringgit. Alhamdulillah. Nah tepatnya pukul 14.45 kita naik ke pesawat air asia yang lebih gude, Boeing kayaknya dengan ukuran 3 x lebih besar dari Air Bus (red: pesawat dari Indonesia menuju  Malaysia ), dan disana kita harus bersabar 8 jam untuk bisa sampai ke Haneda. Bandara yang ada di Jepang. Tapi bayangin deh 8 jam disana kita ngapain aja nunggu di pesawat. Pastinya feel nya beda banget karena kita cukup terbang tinggi, sayangnya sore menuju malam jadinya ga bisa liat dibawah dan tempat duduk kita ga on position  untuk bisa melihat di kaca pesawat. Tapi seru pramugarinya subhanallah, yang wanita beautiful yang laki handsome  keren kinerja mereka. Jadi biar pada tau nih, kerjaan pramugari dan  pramugara itu tidak hanya untuk membantu, tapi juga mereka jualan , jualan apa aja banyak, ada vodka, makanan, minuman, souvenir Air Asia dan lainnya tapi saya pribadi hanya berhasil membeli nescafe coffe seharga 5 ringgit. Di kursi pesawat rutiniitas yang kita lakukan mendengarkan music, main game, tidur, ngobrol, dan kalo saya memperhatikan orang orang yang ada disekitar saya, khususnya di sebelah saya ada orang Austria yang membawa anak dan istrinya, saat itu seorang pramugara bertanya anda akan kemana ketika nanti di jepang ( dalam bahasa inggris sih) si orang Austria itu bilang saya akan menghadiri konferensi di Yokohama. Luar biasa ya, banyak orang orang hebat yang mau ke Jepang.
                Alhamdulillah tepatnya pukul 11.00 kita sampai di Bandara Haneda dan kondisi disana cukup hujan, jadi kita dari pesawat di antar dengan bus menuju ke bandara. Disana kita langsung membeli tiket untuk naik monorail ( red : di Jakarta lagi mau ngembangin MRT dan disini gua naik loh). Serius cepet dan nyaman, ada beberapa hal unik yang bisa saya bagi, pertama orang jepang disaat tengah malam pun masih sibuk dengan rutinitas yang luar biasa, setiap orang memiliki dunianya masing masing, kenapa gitu karena hampir semua orang disini gak mau ngabisin waktunya hanya untuk ngobrol ketika jalan kaki. Dan ketika masuk kereta pun, mereka mempersilahkan orang yang ingin keluar dari kereta terlebih dahulu baru ketika sudah semua turun yang baru masuk bisa naik kedalam kereta. Nah saat itu saya bertanya pada Aiba San apa sih bedanya monorail dengan Shinkansen, katanya kalo mrt itu hanya untuk jarak dekat dengan rute yang berputar atau mengelilingi, sedangkan shinkansen bisa maju atau mundur dan kecepatanya very fast .
                Tepatnya pukul 13.30 waktu Jepang kita sampai di terminal Ueno, et dah tanya lagi kenapa kok lama. Ada yang seru ternyata irfan dan Dr Yabe itu udah turun duluan di stasiun Ueno eh tapi saya, ka isnin, Nabila dan aiba tidak kekejar untuk keluar karena waktu menutup dan membukanya si Pintu itu ga sampe 2 menit. Ya akhirnya kita turun di stasiun selanjutnya dan naik kembali ke stasiun yang kita kelewatan, nah info lagi nih untuk para pembaca system nya ticketing da nada kartu khusus (kyk kartu pelanggan naik kereta nah pa aibe punya tuh kartunya. Nah ketika ingin naik lagi tidak harus bayar kembali karena tiketnya hampir sama seperti system Busway di Jakarta. Akhirnya setelah kembali ke stasiun Ueno kita langsung berjalan kaki menuju hotel. Cukup tau dunia malam di Jepang disekitar jalannya, luar biasa banyak wanita wanita ……., tapi ya memang begitu kondisinya. HoteL Pine tujuan kita pun berhasil kita jelajah. Pa yabe dan irfan sudah menunggu duluan dan kita dapat 1 kamar tiap orang, luar biasa Alhamdulillah, biaya pa Yabe yang nanggung, kalo dilihat per malam harganya sekitar 800-900 yen. Jadi berapa tuh di rupiahin :::: 1 juta mungkin. Nah ketika sampai di kamar saya peribadi mempelajar wc dan beberapa colokan yang cukup berbeda dengan Indonesia. Dan Tivi nya pun saya gak ngerti bahasanya seperti apa. Tepat pukul  2 malam lewat saya beristirahat dengan selesai solat isya magrib. Kondisinya cukup dingin suhunya kurang lebih sampai 18 derajat Celcius. Lucunya fungsi ac dikamar itu bukan sebagai pendingin tetapi sebagai penghangat. Aneh ya.
                Salat subuh pukul 4 lewat sedikit dengan mencari jadwal solat via internet. Dan dapat deh jadwalnya kapan aja. Tau ga? Internetnya cepet banget. Setelah salat saya cukup lelah dan kasur yang cukup menggoda raga ini untuk ada diatasnya. Ya say a tidur lagi. Bangun pukul 07.30 dan langsung mandi dan bongkar pasang muatan. Setelah itu kita sudah bangun semua dan pa yabe sudah siap keluar dari kamarnya kita langsung mengangkat koper ke bawah. Dan dititip dibagian receptionis dan kita dapat 1 payung plastic yang keren menurut saya. Tapi ada yang seru nih dari cerita koper. Kopernya Nabila cukup besar dan kita harus bahu membahu untuk membantunya. Hehehehe. Tapi Alhamdulillah dengan kemampuan bahasa jepang diatas rata rata Nabila sangat luar biasa membantu kita untuk bisa berkomunikasi dengan pa yabe dan aiba. Sesuai dengan planning kemarin di Malaysia tujuan tempat jalan jalan di hari kedua yakni Ueno, Akihabara dan Tokyo Tower….Seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…

Hari kedua . dikisahkan perjalanan pada pukul 07.30 disaat kondisi hujan dan juga kita semua tidak mempunyai payung, alhamdulllah payung di pinjamkan oleh pihak hotel.  Aiba sudah menunggu dilob dengan pakaian santai dan siap untuk meng guide kita keliling kota Tokyo tepatnya di Ueno. Di ueno pertama kita diajak berkeliling jalanan dengan diperlhatkan kondisi kota Tokyo khususnya adalah pasar tradisionalnya yang cukup luar biasa. Kenapa ? karena disana sangat bersih padahal pasar tradisional, disana cukup banyak yang menjual ikan, bumbu dan lainnya.. bahkan ada yang menjual sepatu converse, jadi seperti ada toko sepatu gitu, dan harganya tidak jauh beda dengan Indonesia namun uniknya adalah ukuran sepatunya ada yang lebih kecil melebihi ukuran terkecil yang ada di Indonesia. Seetelah itu kita diajak menyeberang jalan. Nah uniknya di tempat ini tidak banyak orang yang berlalu lalang memanfaatkan mobil, hampir semua menggunakan kakinya untuk berjalan. Nah kita diajak pa aiba ke tempat dimana terdapat banyak teratai di danau yang terhampar cukup luas. Disana juga terdapat kuil tempat dimana orang jepang beribadah, terdapat banyak patung yang cukup unik dan dijelaskan sejarahnya satu persatu oleh pa ayabe. Setelah itu kita menanjak tangga yang cukup tinggi jadi cukup dibutuhkan daya jelajah yang cukup tinggi. Kita melihat peta daerah di Ueno dan jepang pada umumnya yang terpamapang di taman. Seru, kita bisa melihat budaya bagaimana anak sekolah ketika berangkat pagi berjalan ke sekolah dengan sangat rapih dengan berpasang pasangan dan jalanna menunduk loh…
                Di taman ini juga banyak terdapat burung gagak dan burung gereja. Ada yang unik dari burung gerejanya karena burungnya terlihat cukpu gendut, menurut isnin san kemungkinan karena cuaca yang dingin membuat burung ini perutnya terlihat agak kembung. Hehe. Setelah itu kita naik kereta ( red: train ya bukan monorail ) nah kita diajarkan oleh pak aiba untuk bagaimana caranya membeli tiket kereta di jepang. Dengan memasukkan koin lalu pilih tujuannya lalu lihat harganya sehingga kita bisa tahu berapa koin yang harus dimasukkan kemesin otomatis tersebut. Setelah itu tiket akan segera keluar dengan sendrinya, so tidak ada orang atau jasan manusia yang menjual tiket karena semuanya sudah menggunakan mesin. Nah setelah itu ada registrasinya dengan cara masukkan tiket ke tempat yang disediakan kemudian tiket itu nantinya akan keluar kembali, dan dimasukkan lagi ketika tempat yang dituju sudah selesai. Nah ketika sudah selesai tiketnya tidak kembali jadi tidak ada sama sekali sampah sisa tiket yang terbuang. Lalu masuk kereta dengan posisi berdiri, kenapa berdiri karena kalo di jepang jika jarak tempuh kita cukup dekat sebaiknya berdiri karena jika duduk cukup menghabiskan waktu untuk bangun dari tempat duduk dan keluar dari kereta. Di Jepang juga sangat mengutamakan orang hamil, membawa anak, orang tua untuk duduk di kereta di banding yang tua ( sudah sih diterapkan di INndonesia tapi apa semuanya sudah sadar ).
                Tempat kedua yang di kunjungi adalah Akihabara. Di Akihabara diibaratkan sebagai glodok atau harco manga duanya Jakarta. Disini banyak sekali toko yang berjualan alat alat elektronik dengan harga cukup terjangkau apabila kita memiliki uang yang banyak. Hehe. Kita berkeliling cukup lama untuk melihat kondisi toko tersebut . ada yang marketingnya dengan menggunakan artis yang berteriak dari atas dan memanggil kita lalu ada juga yang menggunakan penyebaran brosur dan sebagainya. Yang unik di Jepang hampir dikatakan semuanya hanya menggunakan hp I phone , Sony dan Hp asli jepang ( lupa mereknya apa ).  Nah di akihabara ini akhirnya dengan penuh penghormatan tinggi terhadap cacing yang ada di perut, kita akhirnya makan,.. masyaallah godaan cukup besar banyak BUTA ( red: babi) nah akhirnya karena ada Nabila san yang cukup paham akhirnya kita memilih ayam spicy dan nasi sama kuah atau sop ala Jepang. Cukup menghangatkan karena rasa lapar kita yang begitu kuat. Namun  minumnya teteap sama yakni air putih, hehe. Kalo tidak salah makan kita sampe berapa ratus yen gitu… Pa yabe yang bayarin…. Enak kan….
                Tempat ketiga yang kita kunjungi adalah Tokyo Tower, diibaratkan adalah monasnya Indonesia disana kita nanti bisa melihat kota Jepang dari atas ketinggian berapa ratus meter.  Tiketnya lagi lagi dibayarin lagi, Alhamdulillah nah untungnya pa yabe dan pa aiba tidak ikut keatas beliau menunggu dibawah. Nah diatas ada patung doreamon dan sempetin deh foto bareng doraemon. Disana juga kita bisa melihat menggunakan kaca dari atas untuk melihat kebawah. Nah di Tokyo tower bukan itu yang menarik tapi wc nya menarik karena cukup sulit menggunakan toiletnya karena di wc nya menggunakan sensor otomatis dan itu saya belum begitu paham bagaimana cara menggunakanya dengna baik. Nah terjadilah hal yang tidak diinginkan. Hehe. Disini kita menuju kembali ke Ueno dengan menggunakan kereta bawah tanah asli loh..
                Setelah dari Tokyo Tower kita kembali ke hotel untuk mengambil barang dan kembali check out menuju stasiun yang bikin kalian iri karena kami akan naik SHinkansen (red: kereta tercepat yang ada di Jepang dengan harga 10000 yen). Nah untuk kesana kita naik taksi. Taksi di jepang hampir sama dengan Indonesia yakni Toyota Crown. Setelah sampai di stasiun kita diberi tiket untuk naik kereta Shinkansen yang akan jalan tepat pada pukul 16.10. kata pa yabe membutuhkan waktu 2 jam untuk bisa sampai ke Sendai. Sambil menunggu keberangkatan kita mampir sejenak ke resto asli jepang dan disana ditawari welcome drink yang cukup aneh menurut saya dan karena ragu maka saya tinggalkan, lalu mesen deh orange juice ala jepang, nah pak yabe ternyata menunggu teman nya. Kaget sih ketika yang datang adalah 2 orang wanita yang cukup cantik mereka adalah teman pa yabe. Disaat itu kita diajak berbicara bahasa jepang dan hanya Nabila san yang bisa berdiskusi dengan mereka kita bertiga hanya menggunakan bahasa Inggris acak seadanya. Setlah itu kita lansung naik shinkansen. Cukup seru dan bersyukur karena bisa naik shinkansen. Setelah sampai distasiun kita langsung dijemput leh temannya pa yabe dengna menggunakan mobi l Nissan Serena. Mobil otomatis dan bertenaga, nah info serunya adalah bedanya ketika di Sendai itu banyak orang yang menggunakan mobil dan kotanya cukup beda rada crowded dibanding dengan Tokyo. Nah perjalanan 2 jam dari Tokyo ke Sendai itu menggunakan Shinkansen gimana ya kalo naik mobil atau bus pasti lebih dari 2 jam. Disepanjang perjalanan kita melewati terowongan yang biasa kita hanya lihat di film kartun, terowongan yang cukup panjang dan bentuknya jika dibanding dengan Jakarta yakni seperti terowongan isinya selokan tapi di Jepang isinya adalah jalanan, karena posisi setir mobil di kanan sama dengan Indonesia, Jalanan disini cukup sempit tapi mereka tidak ada yang saling mendahului dengan kecekapan yang cukup yakni 60 Km per jam. Ketika lampu merah pun ketika kosong tidak ada yang menyerobot benar benar disiplin sekali masyarakat disni. Akhirnya kita sampai ditempat penginapan yang bernama Ryokan. Disaambut dengan 1 orang temannya pa yabe saya lupa namanya. Nah di penginapan ini ada namanya Emi san dan Toshinori mereka yang mengurus penginapan ini serta koki yang dhasyat. Ketika malam waktu makan kami diminta untuk memperkenalkan diri dan disanalah Nabila san kembali berperan. Dan kita diperkenalkan dengan masakan Jepang, ada yang namanya shashimi yakni udan dan ikan tuna mentah, ketika saya disuru mencoba saya langsung enek karena cukup getir rasa mentahnya dan juga ada rasa lautnya yang cukup beda ketika di lidah orang Indonesia, nah menghilangkanya denganc ara banyak meminum air putih. Hehe. Nah saya bilang kalo makan udang terlalu banyak akan mudah pusing. Sebenarnya gak juga kalo udangnya di goreng dan enak pasti udah dimakan. Cukup lama kita makan sambil berdiskusi.  Pak yabe mencertakan kegiata Riki dan Abi san ( red: mahasiswa UI yang sebelumnya magang di Hazaka Plant ) mereka bilang kedua orang inin sangat bagus. Ketika pertama kali datang sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa Jepang tapi setelah 3 bulan mereka bisa dan itu yang membuat orang orang di Hazaka Plant cukup bangga. Ketika di UI pun pa Yabe memperlihatkan video yang dilakukan ketika mereka sedang di UI bersama professor Yokota.  Karena waktu terus berjalan kami pun dijelaskan untuk mengetahui Jepang yakni dengan menonton tivi ( red : terebi) dan ini yang saya lakukan sambil menulis diari ini. Sebelah kiri laptop sebelah kanan terebi. Karena ada banyak budaya yang diperlihatkan di acara tivi di Jepang beda dengan Indonesia yang Isinya hanya gossip sajah toh. Nah ketika tidur kita diperlihatkan kamar kita, teman teman tau doraemon kan, nah kamarnya kayak gitu seru banget deh. Tapi jangan salah tolletnya udah canggih dan juga ada pemandian air panasnya juga yang bisa kita pake ketika sore hari.
                Si Irfan san sakit dia langsung tertidur pulas, mengenai makanan cukup unik saya pribadi tidak menyukai sayur, si irfan tidak menyukai telur. Nah kita tukeran deh kalo nanti makan. Oyasuminasai ( selamat tidur )

Hari ketiga tepatnya hari ahad dimana kita semua masih dalam rangka libur. Kita mencoba meratapi nasib dengan makan di pagi hari dan cukup shock karena ada daging ham yang warnya pingki banget dan tau ga itu apa ternyata itu BUTA ( red : Babi) sob,,, untung aja kita tidak makan, Nabila cukup peka untuk bertanya dengan Emi sang selaku chef di hotel ini. Tapi ada telur yang kita makan dan sayuran, karena sayurannya kurang oke, saya makan nasinya, o iya nasi disini enak banget, pulen dan kenyangnya beda. Nah maka itu dibantu sama INDOMIE Soto di Gado, bumbunya pas banget ama lidah saya, jadi bumbu makanan di Jepang cukup beda dengan makanan yang ada di kita. Nah akhirnya setlah makan kita berencana untuk keluar belanja. Tapi di sini jam 10 pagi baru aktif berjualan, tapi entah mengapa cukup sepi di sekitar rumah ini, mungkin hari libur dijadikan hari keluarga dan hari untuk bersitirahat dengan santai. Jadi tidak ada aktifitas, nah karena dingin kurang lebuh 18 derajat , jadi fungsi ac utk menghangatkan jangan lupa ya bukan mendinginkan. Nah saya pribadi tertidur ayam dan jam 11 bersiap untuk berangkat menuju Sevel nawaitunya gitu, nah kita solat Dhzuhur plus Ashar jamaah di kamar, karena disini gak ada Masjid sama sekali sob dan gak ada ibu ibu pengajian ataupun suara Adzan yang kita dengar.

 Sampai sini dulu ya nanti dilanjut lagi….hehe.

1 komentar:

  1. Manteb lang.. Kesampean juga mimpi yang ini,,, Selamat.. semoga diberkahi Allah,

    BalasHapus

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...