Selasa, 11 Agustus 2015

Mulai dari gigi bolong dan kacamata silinder (1)

Alhamdulillah angka 25 di tahun ini jadi perumpamaan jagung yang mulai matang namun belum enak rasanya. Pemaknaan sederhana ini membantu kita untuk faham bagaimana arti matang dalam asumsi awam. Layak diperhitungkan apabila jagung yang tumbuh dan akan dijual di pasar. Pastinya rasa jagung yang dijual tidak boleh mengecewakan pelanggan yang membelinya. Pernahkah kita berfikir apa pelanggan itu tau bagaimana proses jagung itu bisa menjadi makanan yang enak dan berkualitas?

Awali dengan kisah gigi bolong yang jadi tamparan sederhana, karena begitu tahu rasa sakitnya gigi bolong serta besar biaya pengobatannya. Makan makanan yang enak dan lupa akan kesehatan gigi dimana tidak pernah ingat untuk menyikatnya dengan tingkat disiplin maksimal. Termakanlah usia, barangkali kata sederahana yang terbesit di dalam otak ini untuk mendeskripsikan mengapa gigi ini harus berlubang/bolong. Ada Teknik unik yang saya gunakan untuk mendeteksi bolongan tersebut yakni dengan mengunyah permen karet Happydent White".  Tepat dibagian yang berlubang ketika menggigit permen karet ini terasa enak terhadap gigi yang berlubang ini. Makanan makanan yang menyelinap juga bisa terangkat karena harus menempel dengan bubble gum tersebut. Di malam itu sakit yang terasa sampai obat yang namanya Pondstan pun ditenggak oleh tenggorokan ini. Keeseokan harinya saya mencoba untuk memeriksa gigi saya ini ke klinik rumah sehat di Slipi (dekat tokem).

Proses pemeriksaan berlangsung cepat namun sebelumnya saya bersama dokter gigi menyempatkan diri untuk salat Isya di Masjid Attakwa sebelum akhirnya melakukan pemeriksaan gigi saya. Pengalaman sebelumnya saya ke dokter gigi hanya untuk membersihkan karang gigi yang ada menempel sekuat karang di gigi saya. Pembersihan karang ini dilakukan demi tuntutan job pada saat itu yang harus sering terlihat didepan umum untuk memimpin suatu acara non formal. Setelah itu saya baru sadar untuk pentingya merawat gigi. Kembali ke cerita tadi, usai salat Isya berjamaah saya bersama dokter kembali ke klinik untuk dilakukannya pemeriksaan gigi.
Nah ternyata betul dokter langsung menganalisa dengan cepat serta menyimpulkan bahwa gigi saya bolong dan harus ditambal. Proses penambalan yang lumayan lama, karena harus membersihkan kotoran yang menyempil di gigi bagian graham sebelah kiri. Satu setengah jam,cukup lama jika dibandingkan harus menonto pertandingan bola tanpa perpanjangan waktu. Masih belum selesai, karena diharuskan penambalan dobel dengan bahan GC(kalo tidak salah) dan proses pengidentifikasian dengan laser (gak ngerti saya ) karena yang saya kerjakan adalah membuka mulut selebarnya sambil berkali kali membuang air ludah hasil pengeboran dan pembersihan kotoran yang menyempil di lubang.
Selesai, gigi saya menjadi aneh lalu dokternya bilang nanti kalo terasa sakit segera bilang dan kembali kesini ya (itu garansi yang diberikan sepertinya). Ok dok!
Itu saya langsung to the point  berapa dok besar biayanya? . Dokter tersebut mengambil list biaya pengobatan. Lalu dia bilang dengan disertai penjelasan, maka Rp.  300.000,-  harga yang cukup berat sebagai diri saya( alhamdulillah tapi di rembous oleh kantor) .



Selasa, 16 Juni 2015

Dunia kerjaku (1)

Tulisan hari ini dibuat karena ada kekesalan, ketidak tahuan serta rasa ingin tahu tentang kehidupan dalam dunia. Dunia yang disebut pekerjaan,
Baru satu tahun beberapa hari saya merasakan apa yang disebut bekerja di kantoran. Sebelumnya kegemaran saya adalah bekerja berpindah tempat setidaknya ada 3 kegiatan dalam kegiatan saya. Sejauh ini kegiatan meskipun mencakup tiga, tapi mungkin dua yang masih efektif. Kegiatan mempunyai pekerjaan di ruang kantor, mengajar dan menjadi MC (EO) itu adalah kegiatan efektif yang saya dambakan dan saya senang melaksanakannya.
Dahulu saya bekerja di sebuah Bimbel yang hampir 4 tahun membantu saya dalam hal menambah penghasilan ketika saya berkuliah. Dunia Bimbel juga mengajarkan tentang bagaimana penerapan psikologi anak dalam lingkup kelas kecil. Sangat berbeda dengan dunia sekolah. Kita diminta untuk memiliki apresiasi lebih terhadap murid, karena mereka spesial setelah orang tuanya percaya dan menentukan Bimbel kita untuk menitipkan anaknya. Kepercayaan belajar tambahan di suatu bimbel menjadi guarantee yang harus diberikan kepada orang tua murid. Terkejut ketika mengetahui anaknya tidak maksimal di sekolah, maka bimbel lah yang harus bisa membantu meningkatkan kapasitas belajar mereka sampai dapat meraih nilai maksimal. Nilai bukan menjadi suatu acuan bimbel dengan target mumpuni. Terhindar dari nilai, ada aspek usaha, doa serta tawakkal yang harus terus disisipkan kepada murid, apabila dibayangkan di sekolah belum tentu seorang guru dapat intens memberikan dorongan positif kepada anaknya satu per satu.
Bimbingan belajar merupakan pekerjaan yang tidak mudah (red:guru) untuk bisa berjuang disini. Dunia ini unik. Karena ekslusif namun tuntutan Premium, belum lagi terkait kondisi bimbel itu sendiri. Kita harus sadar bahwa suatu perusahan pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Baik yang dilihat atau yang tertutupi, bimbel tetaplah suatu organisasi pendidikan provit yang mencari keuntungan untuk bisa memberikan hak kepada guru yang telah mengajar di bimbel. Prioritas utama dalam hal mengajar, saya sadar bahwa seorang guru sangat mencintai pekerjaannya sebagai guru. Guru tidak pandan berapa gaji mereka, karena mereka sadar ade harga yang lebih mahal dibanding besarnya gaji mereka, yakni ilmu mereka yang terus diamalkan menjadi kalkulasi pahala yang indah.
Bimbel memberikan arti lebih tentang bagaimana mengelola,mengarahkan dan memberikan saran terhadap seorang anak murid. Penjagaan seorang guru mapel bimbel terhadap murid menjadi hal penting yang menjanjikan untuk terus di kembangkan. Psikologi anak didik menjadikan seberapa penting bimbel berpengaruh terhadap seorang murid. Saran atau masukkan terhadap orang tua yang aranya timbal balik menjadi prasyarat dalam mendikte kondisi psikologi anak didik. Tak heran ada kata “kenyamanan” yang dijadikan target objektif dari pengelola bimbel untuk daya kembang anak didik.
Keberhasilan guru mendidik menjadi satu alasan keberlangsungan hidup guru tersebut. Benar atau tidak realita nya memang seperti itu. Beberapa pengelola dalam mengelola Bimbel yang mandiri tanpa aspek pendukung seperti komisaris atau dukungan keuangan yang mumpuni bisa menjadikan suatu bangunan itu runtuh tanpe bentuk. Harapan income yang masuk dari biaya anak saja belum dapat menjanjikan suatu bangunan kokoh tanpa bentuk. Butuh kerja keras ekstra dalam membangun suatu bangunan tanpa bentuk jika diibaratkan sebuah Bimbel. Pengalaman 8 tahun atau jatuh duduk bukan menjadi satu kebesaran hati dalam menjual produk tapi harus dijadikan sebagai acuan diamana alasan kenapa kita memulai untuk berbisinis Bimbel. Biaya bangunan yang setiap tahunnya meningkat, serta asumsi menaikkan harga yang kurang masuk akal karena harus bersaing dengan bimbel lain yang memiliki kualitas lebih wahid bahkan pertimbangan harga bbm yang terus naik semenjak pemerintah baru di tahun ini. Ini bukan saja dirasakan oleh saya sebagai penikmat dunia bimbel. Tapi saya akui orang yang berani berjuang di usaha ini harus memliki nilai kesabaran tak hingga serta kreatifitas tanpa batas untuk bagaimana caranya mendapatkan murid sebanyak banyak nya agar seluruh kebutuhan dalam pengembangan suatu usaha bisa maksimal.


Berlanjut......

Kamis, 11 Juni 2015

Hal yang tidak disadari namun kerap terulang


                Ini adalah suatu kejadian nyata, dimana kejadian yang berulang dan baru saya sadari bahwa ini akan terus berulang. Seketika kita sering mengandalkan rencana dalam setiap hal yang akan kita lakukan. Rencana rencana yang diatur sesuai dengan ritme keinginan yang dianalisa dengan segala resiko yang akan terjadi. Pada mulanya selalu terbiasa seperti itu, kadang gagal bahkan jatuh bangun dalam menentukan keberhasilan rencana. Tapi tanpa kita sadari ada hal diluar rencana yang kerap datang dan lewat begitu saja tanpa memberi teguran kepada kita. Saya paham kisah yang cukup menarik ini.
                Setiap pemuda pasti pandai dalam merencanakan segala sesuatunya karena logika lebih berperan penting dalam mengatur kehidupan pemuda (laki-laki). Hari demi hari, bulan demi bulan terlewat begitu saja sesuai dengan rencana yang dia buat. Jelas mengartikan bahwa logika perencanaan yang cukup berhasil. Sadar bahwa dirinya merasa cukup mumpuni dalam mengelola sesuatu, ia lupa ada lubang kecil yang belum tertambal dalam perencanannya. Hal ini diikuti dengan beberapa persen hal yang dia rencanakan hilang tanpa data yang jelas. Data ini memberikan pengaruh yang agak besar dikarenakan terjadi secara berulang. Maka dari keadaan lubang kecil yang belum ditambal ini, pemuda ini mencoba merekap kembali dengan tenang apa yang menyebabkan lubang kecil ini tidak tertambal. Kembali membuka lembaran perencanaannya,pemuda ini akhirnya sadar ada pengeluaran beberapa persen untuk hal yang tidak masuk rencana. Lembar berikutnya dibuka dilihat dengan begitu tenang, ternyata memang benar ada hal yang luput di luar rencana. Menyadari hal itu pemuda ini langsung mencoba mencari perhitungan ulang dalam menentukan arah perencanannya kedepan. Secara sadar ini mengartikan bahwa logika berpikir yang matang belum diseimbangi dengan ketelitian realita. Akhirnya pemuda ini mencoba berusaha kembali menata rencananya dan menutup lubang itu.
Lubang itu adalah lubang kecil yang agak sulit ditambal. Lubang itu adalah uang yang keluar (dalam jumlah persentase) tidak terkontrol karena dianggar remeh namun terjadi di tiap bulannya. Lubang itu ada dikarenakan kesalahannya, bukan aspek biotik dan abiotik sekitar yang mempengaruhinya. Teori Termodinamika belum berlaku disini sehingga mampu menjelaskan lubang itu harus ditambal. Sehingga pemuda ini membuat satu teori kasar yang dia sebut sebagai Infaq atau sedekah. Infaq atau sedekah ini adalah glue dan rubber untuk menambal lubang ini. Infaq inilah yang tanpa pemuda ini sadari menjadi cikal bakal hal yang tak terduga (lubang tadi) selalu berulang di luar perencanannya. Maka barang tentu ini rejeki disekitar lubang itu, atau bisa jadi (pasti) Allah SWT punya cerita lain dalam menegur pemuda ini untuk senantiasa harus bersyukur akan apa yang ia punya. Jangan sampai kata “Istidraj” menempel pada dirinya, yakni Allah SWT berikan dia rizki yang melimpah padahal ia sering sekali melakukan maksiat.

Wallahu Alam,,
Only natural human


Ainan

Jumat, 05 Juni 2015

JADILAH SEPERTI "KOPI" 👏👏👏☕☕☕


Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.
Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya. Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.
Sang ibu lalu memasak air sampai kemudian airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.
Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. 😃
Setelah menunggu beberapa saat, ia lalu mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
• WORTEL yang KERAS  menjadi LUNAK,
• TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS
• dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.
Lalu sang ibu menjelaskan, “Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. 😇
Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti Kopi. 😍
Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu, sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM. 😊
”Dalam setiap masalah selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan ALLAH SWT seolah tak kunjung datang? 😭
Ada 3 reaksi orang saat masalah datang :
• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri.
• Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya.
• Ada juga yang justru semakin harum (seperti kopi), menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.
Ada sebabnya mengapa ALLAH SWT menunda pertolonganNYA, Apa tujuannya?
Agar kita belajar untuk percaya dan sabar!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa ALLAH SWT selesaikan... 😇
Selamat menikmati secangkir kopi (bagi yg suka). ☕
***
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)
Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ
"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)
Kiriman oleh Yantie V. Scipio,,,,
INI BARU FILKOP,

Rabu, 03 Juni 2015

optimis

Hal yang tidak diinginkan bukan berarti selalu jadi harapan yang tertunda.(idiom)
Beginilah keadaan yang membuat suatu perumpamaan dasar bahwasanya air terus mengalir tanpa melihat ada apapun didepan, ia akan terus melaju tanpa perduli sebagaimana menggambarkan kondisi optimis.
Jika mengibaratkan segala sesuatu dengan mudah bisa kita lalui bukanlah berarti optimis. Optimis butuh perhitungan, bukan sekedar kata yang diucap dengan mudah. Optimis menjadi bahan baku untuk orang orang yang punya mimpi. Bukanlah mimpi bodoh yang datang begitu saja tanpa ada tanda dan menandakan apa yang sebenarnya terjadi. Optimis dijadikan suatu kata yang tidak diperuntukan untuk orang yang tanpa usaha. Tanpa usaha disini dijadikan realita kehidupan di sekitar masyarakat di pertengahan umur. Bukan berarti tidak ada kesempatan, tapi optimis tidak datang begitu ada kesempatan tapi kosong perlakuan. Layaknya variabel dalam suatu penelitian yang ingin membuktikan hipotesis dibuat. Secara logika tidak mungkin air bisa menghancurkan batu, namun karena dengan suatu usaha yang tidak berhenti maka air pun dapat menghancurkan batu yang begitu kuat. Optimis bukan untuk orang yang sibuk di sosial media.

Hubungan erat antara perilaku seseorang terhadap keadaan sosial nya di media internet. Sudah barang tentu, tidak jadinya keinginan dikarenakan suatu kegagalan dalam berharap. Khusus kata optimis menjadi hal spesial untuk mereka yang rela tidak pernah mengecap kata istirahat dalam meraih mimpinya. Banyaknya suatu harapan membuat kata optimis bisa berubah menjadi ion positif atau ion negati didalam diri ini. Hal ini layak di perhitungkan karena positif atau negatifnya yang akan menjemput satu gerakan dalam diri kita untuk mendapatkan hal itu.  Hal yang tidak diperuntukan untuk orang yang belum tau apa makna terpendam dari optimis.
Beras atau nasi keduanya bukti bahwa manusia membutuhkan makanan untuk dapat hidup. Tanpa itu banyak yang kelaparan , sakit bahkan ada yang meninggal. Kebutuhan primer di abad 20 ini menjadi primadona yang tidak mudah dihilangkan dari kebiasaan orang orang. Orang orang yang berada di semua strata kehidupan. Tapi apa yang bisa kita ambil dari beras yang menjadi suatu kebutuhan primer manusia saat disinkoronisasikan dengan optimis. Optimis hidup untuk memakan nasi dari beras ini menjadi standar yang tidak hilang agar satu manusia bisa hidup di bumi yang indah ini.

Optimis menjadi keharusan yang berat dikala banyak stigma negatif yang beredar diantara Cerebrum, Mesencephalon dan Celleblum ini.
Optimis dapat dikayuh antara otak menuju reseptor otot melalu sistem saraf sensori dan motorik yang saling bekerja sama didalamnya.
Optimis bagai rangkaian bait lagu yang disetiap katanya saling berhubungan demi menghasilkan keindahan lagu.

Optimis diharuskan,,karena kita sebagai manusia yang juga orang harus memiliki optimisme yang besar terhadap yang menciptakan manusia.
Optimis = Prasangka baik
Optimis = Ubah Otakmu untuk berpikir baik
Optimis 




Ainan

Selasa, 10 Maret 2015

KONDISI !!!

Kondisi
Kondisi adalah filosofi sebuah arti kata
Kondisi mengibaratkan suatu objek yang bergerak atau tidak bergerak
Kondisi menjadikan kisah menjadi lebih berada
Kondisi tersebut menjadi satu dengan sang subjek
Kondisi menggambarkan satu kejadian dalam artian mendalam
Kondisi bukan cerita yang disangkakan
Kondisi jadi penuh paradigma pandangan siapapun
Kondisi itu bukan tentang manusia ini, tapi tentang keadaan yang membuat dinamis menjadi statis yang tak ternilai
Kondisi itu dinilai manusia lain tentang apa yang mereka lihat
Kondisi tidak menggambarkan akan perjuangan dalam arti kata kehidupan
Kondisi adalah kalkulasi habluminannas dengan kekuatan habluminnallah.



Ainan

Rabu, 25 Februari 2015

23 Februari 2015

23 Februari 2015 tepat 10 Tahun Papa Meninggal

Kondisi tahun 2015 yang menggambarkan tahun penuh sensasi serta semangat yang bersatu padu menentukan satu tujuan yakni bahagia. Terlepas dari itu semua ada hal unik nan bersejarah yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja ketika memasuki bulan Februari 2015. Pagi itu disela sela keberangkatan saya kekantor dan gina ke kampus, mama sempat menyampaikan nanti tanggal 23 Februari papa sudah 10 tahun yank. Kalimat tersebut terucap begitu saja di sela sela waktu singkat tanpa memperdulikan suasana yang ada. Begitulah keluarga saya yang terdiri mama, saya dan si gendut Gina. Sesekali berbicara serius, sesekali berbicara santai namun tidak pernah direncanakan. Bayangkan 10 tahun di tanggal 23 Februari 2015 itu menandakan 10 tahun perjuangan mama sebagai single fighter dalam mengurusi kehidupan saya dan Gina.
Jika di lihat ulang 10 tahun yang lalu ketika Gina masih 4 SD dan saya kelas 3 SMP beberapa pekan akan menghadapi Ujian Nasional. Papa meninggalkan kami dengan beberapa cerita singkat serta kisah seorang ayah kepada para anak-anaknya. Keras, tegas, pemarah dan mengayomi itu warna yang begitu rumit selalu ada dalam kehidupan kami. Papa selalu mengajarkan Ibadah nomor 1, salat dll itu menjadi prioritas yang harus dibiasakan ketika saya dan Gina masih kecil. Disaat kondisi kaki papa sedang enakan(kondisi papa sakit rematik) papa langsung mengajak kami sekeluarga untuk bisa salat berjamaah. Beberapa surah Al Quran yang menjadi favorit papa ketika menjadi Imam, alhamdulillah sudah saya taklukan. Hal ini memberikan satu contoh dasar yang tanpa diberitahukan kita sebagai seorang anak laki laki yang kelak nanti menjadi Imam di keluarga harus bisa. Ad Dhuha menjadi salah satu surat di dalam Al Qur’an yang saya sangat ingat sekali dikarenakan papa langsung yang mengajarkan untuk saya hafal pada saat SD, saat itu ketika di mobil papa selalu mengetes saya.
Papa sebagai seorang PNS yang bekerja di RSPAD Jakarta, bekerja cukup santai dan sesekali pernah mengajak saya ke kantornya, meskipun disaat itu saya masih kecil serta memiliki penyakit asma yang cukup akut. Rekan rekan papa hampir semua perokok jadi ketika saya keruangan papa, pasti saya tidak tahan lama berada disana. Ketika pergi ke Mabes TNI di Cilangkap, papa pernah bilang Iyank, kamu salam ke orang yang lebih tua nanti ketika papa suruh ya, kalo papa ga bilang, ga usah sun tangan. Gilang kecil meskipun bandel selalu berusaha mengikuti perintah papa. Dahulu jika dibandingkan dengan Gina si gendut. Saya lebih mendapat perhatian lebih baik dibanding dia, ketika itu setiap ada Happy Meal di MCD pasti saya minta dibelikan oleh Papa sepulang dari kantor. Saya masih ingat ketika saya masih Tk, di malam itu saya, mama dan papa pergi ke mangga dua kalo tidak salah, saya tertidur di mobil, lalu ketika saya bangun saya kaget karena didepan muka saya sudah ada game SEGA (console game di zamannya). Ketika kelas 4 SD pun setelah saya di sunat, papa menjanjikan untuk membelikan Play Station. Saya ketika kecil memang sudah dijejali untuk bermain game, tanpa saya sadari sampai sekarang game yang saya suka yakni bola memang terbawa ketika dulu saya kecil. Bahkan teringat dahulu ketika bermain game Grand Turismo bersama papa. Mungkin hanya sekali main karena setelah itu jarang sekali bermain bersama papa lagi.

Berlanjut,,

Rabu, 11 Februari 2015

efek membaca buku Sabtu Bersama Bapak karya Adithya Mulya

Dalam beberapa hal peran ayah tidak akan mungkin dengan mudahnya diganti oleh seorang ibu. Hal ini jelas sekali ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi Besar Muhammad SAW, wahai rosul siapakah orang pertama yang harus saya hormati ? Umi. Yang kedua ? Umi. Yang ketiga ? Umi. Barulah yang keempat Abi (ayah). Konteks jelas ini menggambarkan arti kata sesungguhnya dalam etika serta aspek penting dalam berkeluarga.

Jangankan sebagai orang tua, kita sebagai anak pun kadang suka banyak melakukan dosa kepada orang tua , padahal jasa atau hal yang kita berikan kepada orang tua ketika nanti sudah bekerja atau berpenghasilan TIDAK AKAN PERNAH terganti jika dibandingkan perjuangan orang tua dengan ikhlas merawat kita hingga umur sekarang ini. Ada kisah seorang sahabat yang memiliki orangtua yang lumpuh. Setiap hari selalu digendong oleh anak tersebut, anak tersebut tidak menggendong ibu nya disaat ia sedang melakukan salat. Begitu ikhlas dan baktinya anak itu pada ibunda tercintanya. Suatu ketika sahabat tersebut bertanya pada Rasulullah SAW , wahai rasul setiap hari aku gendong ibu untuk melakukan hal yang baik untuknya. Aku hanya menaruh ibu (tidak mengendong) diwaktu aku melakukan salat, wahai Rasul apakah yang saya kerjakan ini setimpal atau bisa membalas kasih sayang ibu kita ? rasul menjawab tidak akan bisa hal apapun untuk membalas jasa jasa orang tua yang melahirkan kita.

Orang tua saya khusunya ayah selalu memberikan satu gertakan pembelajaran yang keras, meskipun disaat kecil saya agak kurang suka cara seperti itu. Namun pada akhirnya setelah hampir 10 tahun tanpa ayah, saya berfikir apabila pada waktu itu tidak dididik seperti itu bagaimana saya hari ini. Hikmah yang datang bukan tanpa perantara atau cerita alur yang deras. Hikmah akan terus datang dikala kita mensyukuri apa yang kita dapatkan disetiap harinya. Saya pada umur 11 tahun diajak ayah ke depan kursi teras, beliau bilang ayo sini nak ngobrol berdua secara laki laki. ( ketika menulis ini pun ingin sekali menangis) karena momen tersebut momen yang cukup mahal karena disaat sakit ayah masih ingin berdiskusi berdua secara jantan. ingin sekali rasanya di umur sekarang ada bahasan seperti itu, sini nak ayo kita diskusi berdua secara laki-laki, pasti saya bisa lebih baik karena mendapatkan arahan hidup yang jelas dari seorang ayah. Ayah yang emosi dan keras dalam berbicara ini memberikan arti ketegasan dalam bersikap. Sewaktu SMP saya ingin sekali merasakan memiliki ayah yang sehat, yang selalu ada untuk anak laki lakinya. Kisah air mata yang tidak akan saya lupa adalah ayah menangis (menitihkan air mata) ketika saya di SUNAT. Ini memen yang indah, dimana di hari itu ayah tidak sama sekali marah, hanya hari itu saja sih. Ketika melihat sebuah keluarga yang setiap pekannya bisa pergi berjalan jalan keluar dengan kendaraan mobil yang nyaman, ini sangat indah. Teringat dulu sewaktu kecil dikala memiliki mobil ayah sengaja mengajak mama, gendut dan supir nya rekan papah untuk pergi ke Bogor hanya untuk makan SOP Kaki Bang Kumis (sop yang sampai hari ini masih berjualan dan saya melihatnya). Jika hal yang dikenang memang sangat sangat indah. Mama pun selalu berulang mengatakan yang kalo ayah masih ada mungkin sekarang mama belum bisa berjualan serta urus Posyandu dll. Kerjaan mama yang urus papah saja. Kalimat unik pengandaian yang sebenarnya tidak boleh ada dalam kamus kehidupan. Namun mama sebagai seorang yang single fighter selama 10 tahun begitu senang ketika diceritakan tentang ayah pada masa dulu. Cerita bagaimana mama dikejar ayah sampai naik angkot ketika di Bandung. Serta pada akhirnya selepas SPG(SMA Guru) atas nasihat nenek (mama nya mama) mama pun nerima lamaran ayah. Saya berfikir bisa gitu ya,,,

24 menuju 25, di Februari ini akhirnya anak anak mama dan ayah semua setidaknya mencicipi menjadi seorang guru, meskipun si gendut baru saja mendapatkan 2 murid dan dia mengajar privat. Saya jujur sungguh senang karena dia bisa mendapatkan kesibukkannya yang lebih baik dibanding harus hanya tidur di rumah. Saya bilang ke mama, mah, kan mama yang sekolah guru ko anak anaknya sekarang pada jadi guru. mama juga tidak tahu yang, mama juga dulu tidak ingin jadi guru ya tapi masuk SPG karena mama bisa masuk SPG(Sekolah Pendidikan Guru)

sekilas cerita pribadi yang sangat berkesan yang harus ditulis di blog ini
selanjutnya buku Sabtu bersama bapak karya Adithya Mulia, merupakan buku yang pertama kali saya baca tentang bagaimana seorang ayah yang berjuang melawan kangker namun sudah yakin pasti sebentar lagi akan meninggal, maka mencari cara agar di saat anak anaknya besar nanti segala nasihat yang ingin ia sampaikan bisa terekam dalam Handycam ini.

kasih ayah sepanjang masa
anak tanpa ayah bukan anak tanpa arah
anak tanpa ayah adalah anak yang mencari arah
anak tanpa ayah adalah anak yang kuat untuk keluarganya
anak tanpa ayah bukan anak yang pasrah pada keadaan
anak tanpa ayah bukan anak yang tidak memiliki iman
anak tanpa ayah akan selalu membuat bangga ayahnya meskipun ayah nya telah tiada.


sekian,,
Ainan


Senin, 26 Januari 2015

Siklus Air, Molekul dan Zoon Politicon (1)


Siklus Air, Molekul dan Zoon Politicon
Banyak sekali hal yang berkaitan satu sama lain, layaknya molekul yang satu dengan molekul yang lainnya. Ibarat siklus air dalam konsep hidrologi yang tidak akan terputus meskipun cahaya yang diberikan oleh sinar matahari berkurang. Sama halnya seperti seorang Ayah yang rela menjemput bini dan anaknya selagi dia kerja, berperikemanusiaan namun agak melanggar hak seorang Ayah jika tidak paham hakikat antara pria dan wanita. Tulisan ini agak nakal namun cukup jelas menggambarkan realita yang terjadi dialam kehidupan kita sehari hari. Diluar zona bebas terkukung akan kotak sederhana yang bernama kesulitan. Seandainya berbicara terhitung setiap katanya 1 rupiah, berapa banyak uang yang harus kita bayarkan pada negara ini. Tapi terkadang setiap huruf, kata bahkan aksara lewat begitu saja dengan mudahnya tanpa menghiraukan tanda baca perumpamaan keinginan seroang manusia. Mungkin sulit dibedakan antara keinginan, ego serta rasa lewat begitu saja. "Bicara" menjadi senjata termurah dalam menggambarkan sikap kesatria seseorang dalam mengungkapkan sesuatu hal yang jelas. Penggambaran ini merencanakan katak dalam tempurung, tapi kita dibuat seolah berpikir kenapa harus katak yang ada di tempurung bukannya hewan lain yang memiliki hak yang sama. Sederhananya kita sudah diafirmasi oleh bahasa sederhana yang mudah kita cerna sejak kita kecil.
Lagi lagi saya ulangi tulisan ini agak nakal. Di suatu ketika saya mencoba untuk hadir bersama teman saya ke tempat seseorang yang ingin mendengar masukkan saya. Saya berfikir dua kali berkat kepercayaan besar yang diminta kepada saya.  Hibah sosial keuangan yang biasa diharapkan untuk mengganti literan bensin yang mengalir sampai ke tempat tujuan sirna begitu saja. Ini bicara aspek social dan membantu, karena saya agak bingung ternyata memang benar kita bisa buat orang senang, kita pun akan senang bukan oleh orang yang kita bantu tapi bisa siapa saja. Bahkan zoon politicon tidak pernah menggambarkan dengan jelas apa makna sosial sesungguhnya dalam keberagaman negara ini. Selanjutnya saya sampai ke rumahnya dan ternyata saya diminta untuk memberi masukkan terkait dengan masa depan seorang anak SMA yang sedang memilih kuliah yang terbaik. Hilir mudik kata per kata saya ceritakan, bahkan hal pribadi yang saya umpamakan orang lain coba untuk disampaikan agar tidak mengurangi rasa sombong akan diri ini agar tersadar saya bukan siapa siapa. Namun kata kata perkata itu luluh ketika orangtua tersebut meminta untuk memberikan masukkan untuk anaknya.
Hal pertama yang saya lakukan adalah saya mendengar apa yang harus anak SMA ini utarakan sampai selesai bahkan bisa saja dimuntahkan didepan saya asalkan lega.  Hal kedua saya akan mengikuti alur bahasan ringan yang diinginkan oleh kedua orang tua nya. Unik memang yang satu guru bahasa inggris dan yang satu adalah seorang kepala security di rumah ex mentri zaman Soeharto yang juga sekarang berprofesi sebagai seorang pengacara. Hal ketiga yang saya ucapkan adalah saya bersyukur kalian bisa berkumpul bukan berbicara bagaimana biaya untuk kuliah tapi kuliah yang bagus dimana dan strateginya untuk bisa ke luar negeri seperti apa.

Bersambung,,,








Ainan

Minggu, 11 Januari 2015

Kita Harus ‘mau’ Belajar Banyak dari Mereka (1)



       Dahulu saya pernah memberikan suatu tantangan kepada para calon pemimpin di suatu organisasi. Saya berikan beberapa kasus analisa yang harus dipecahkan. Saya meminta untuk setiap orang pergi ke suatu tempat di beberapa titik pada 5 koridor daerah yang ada di Jakarta. Salah satunya ada rumah sakit, tanah abang, parkiran, monas dll. Beberapa hal yang diminta adalah coba pikirkan ketika anda berada di sana apa yang anda pikirkan. Waktu yang tidak begitu lama untuk melakukan suatu analisa menjadi satu hambatan besar untuk berfikir apa yang harus dijelaskan. Setelah waktu habis akhirnya mereka bisa menceritakan apa yang mereka lihat ketika mereka berada di tempat tersebut dengan latar belakan kondisi yang cukup berbeda dan jauh dari kata nyaman.
          Setiap orang masing masing menceritakan banyak hal yang berbeda dengan ragam bahasa ala kadarnya. Namun tanpa tersadar bukan permasalahan apa yang harus diselesaikan, akan tetapi ini merupakan salah satu terapi untuk bisa memberikan gambaran pada mereka bahwa kondisi realitas berbeda dengan konsep, sehingga membangun rangsangan kekuatan analisa mereka terhadap suatu keadaan karena mereka berada disana, bukan diluar jauh dari sana. Ternyata apa yang dulu pernah saya lakukan kepada mereka ini memberikan gambaran besar hari ini ketika saya menulis tulisan ini.
          Apa ya? Kenapa? Kok Bisa?
          Beragam pertanyaan muncul dengan sengaja karena sedang berada dalam koridor orang lain. Ruang yang penuh pertanyaan namun pasti besar akan mendapatkan pembelajaran. Coba kalian perhatikan deh, semua orang yang dalam arti kerja mencari pekerjaan, bekerja, dan memberikan pekerjaan menjadi satu suratan yang begitu besar dan berarti dalam hidup ketika sudah berfikir dewasa sedang.
         Apa yang begitu besar, bayangkan deh banyak orang yang mencari pekerjaan setelah lulus kuliah, banyak orang yang mengumpulkan harta kekayaannya setelah mendapa pekerjaan demi menjalankan hidupnya. Indah namun tak sama semua. Kenapa? Karena gak semua yang kita inginkan bisa tercapai, sama seperti kita makan kerupuk yang selalu bunyi ketika masih baru, tapi melempem ketika sudah tidak baru lagi. Keinginan indah karena baru diinginkan, tapi sebenarnya setelah berfikir dengan pkiran dingin, ini adalah keinginan atau ego sekejap. Sehingga menjadikan semua harus dikejar tanpa berfikir apa itu yang dibutuhkan atau apa yang diinginkan.
          Kita harus mau belajar banyak dari mereka.  Saya ambil contoh adalah tukang Koran, tukang ojek, tukang sol sepatu, dll. Jika memperhatikan tukan Koran yang ada di lampu merah, coba deh kalian tanya abang jam berapa bangun tidur nya? Kok pagi begini sudah berdiri dengan tegak untuk berjualan Koran ketika lampu merah. Semua mobil dia tawari berharap ada mobil yang membukakan kaca mereka untuk membeli Koran itu. Cuaca pagi nan terik kadang panas atau hujan, mereka tetap berdiri tegak untuk menjual korannya. Saya pikir untuk mengejar mobil yang sudah jalan jauh dan memanggil abang tukang Koran itu, abang itu rela untuk berlari mengejar sang pelanggan tanpa melihat kiri kanan atau depan belakang apa ada kendaraan yang melintas atau tidak ini penuh resiko. Coba hitung deh berapa sih sebenarnya untung bersih yang  mereka dapatkan? Mungkin hanya bisa memenuhi untuk satu hari makan, akan tetapi kenapa mereka rela bangun pagi dengan segala resiko di jalanan pada saat mereka berjualan Koran tersebut?
Menurut kalian yang baca tulisan ini apa alasannya?
Insyaallah jika sudah menemukan jawabannya saya akan beri kelanjutan dari beberapa analisa bodoh saya terhadap suatu keadaan.

Terimakasih

Ainan

Senin, 05 Januari 2015

Ilmu itu akan terus diingat meski engkau sudah tiada

Ilmu itu akan terus diingat meski engkau sudah tiada

            Hari ini tepat tanggal 1 Januari 2015, dosen tercinta Almarhumah Ibu Lily meninggal. Sakit yang diderita tidak pernah ia ceritakan pada keluarganya. Beliau sakit pun diketehaui ketka beliau sedang salat dalam keadaan duduk. Apabila tidak ditanya mungkin beliau tidak akan bercerita penyakit apa yang di deritanya. Adik beliau langsung menawarkan untuk di cek ke rumah sakit. Ternyata setelah dianalisa beliau terkena penyakit yang cukup kronis (meskipun saya pribadi belum jelas penyakit apa sebenarnya) sudah hampir menggerogoti bagian kelenjar hati beliau. Badan beliau sudah kurus, menguning dan tertampak tidak berdaya. Info yang didapatkan seperti stengah sadar dan setengah tidak sadar. Keadaan ini yang membuat keluarga beliau sudah ikhlas jika harus diambil oleh maha Kuasa.
            Pukul 03.30 WIB 1 Januari 2015, beliau meninggalkan kita semua. Beralamat dijalan Panca warga Yoga no. 19 RT 05 RW 05 Cipinang Besar Selatan, Kebon Nanas Jakarta Timur. Beliau di mandikan dan dingajikan serta disolatkan di kediamannya. Jenazah akan di makamkan di Bandung hari ini juga. Begitu cepat, begitu tak terduga dan ini semua adalah kehendak Allah SWT. Semua akan kembali kepada sang pencipta.
            Para pembaca blog ini, penulis ingin mencoa memberikan pandangan bahwa kejadian ini banyak sekali memberikan hikmah besar yang sungguh sangat luar biasa. Beliau adalah dosen terbaik yang di miliki BIOLOGI FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Beliau adalah Pembantu Dekan 1 disaat saya menjabat menjadi Ketua BEMF MIPA 2011. Beliau juga dosen genetika, salah satu mata kuliah yang saya sangat gemari. Beliau mempunyai ciri khas semangat daya juang tinggi dalam meraih cita cita terutama ketika beliau bercerita ketika kuliah di Amerika. Ini memberikan inspirasi kepada kami para mahasiswa untuk gigih dalam menuntut ilmu serta tidak mengenal lelah dalam bermimpi.
            Sejarah menceritakan saya termasuk orang yang sering berselesih pendapat dengan beliau dalam menerapkan kebijakan di FMIPA terutama ketika saya memegan amanah sebagai ketua BEMF MIPA. Namun saya sadar kebijakan yang dibuat dari sudut pandang dosen serta kebutuhan fakultas yang bersandar pada aturan Universitas memberikan pro dan kontra di kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa yang ingin lulus kuliah. Termaktub jelas akan keinginan beliau untuk memajukan FMIPA UNJ.  Secara bijak dan agak kontroversial kami bisa berbincang membicarakan solusi terbaik untuk mahasiswa. Sosok yang tak pernah lelah memikirkan Fmipa disaat tugas beliau sebagai dosen pun tidak terabaikan.
Genetika sebagai mata kuliah penting di semester 6 beliau juga sangat mensupport mahasiswa aktif yang tetap memikirkan kuliah. Hal yang berbau ilmu tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika beliau menjelaskan tentang proses Domba Dolly dalam hal Bioteknologi. Kami diminta untuk menonton film tentang sejarah pembuatan Domba Dolly, video yang sampai hari ini saya manfaatkan ketika saya menjelaskan tentang bioteknologi didepan murid murid saya.
Kuliah Kerja Lapangan hal yang tak kan pernah saya lupakan karena saya berdampingan ketika saat menyebrang ke pulau Manjangan di Bali. Beliau ternyata welcome ketika diskusi dengan saya secara saya adalah mahasiswa nya dan bukan sebagai jabatan sebagai BEMF. Tapi ada hal yang saya cukup ingat bahawa ibu bilang kamu bagus bisa aktif di mahasiswa, kamu harus bermanfaat dan jadi orang yang lebih besar. Insyallah
Ini kejadian yang banyak hikmahnya, orang yang meninggal, ilmunya tidak akan pernah tertinggal, tetap ada di dalam otak ini.
Maka, ilmu akan terus diingat meski engkau sudah tiada,

Ini tulisan untuk almarhumah ibu Lily dan Ibu Tri
Terimakasih banyak bu, kalian akan selalu diingat.



TERIMAKASIH 2014

TERIMAKASIH 2014

            Alhamdulillah, kalimat yang patut diucapkan untuk tahun yang menurut Masehi begitu penting menganggap tahun baru saat tanggal 1 Januari tepat pukul 00.00 WIB.  Dalam Islam tahun baru Hijriyah lah yang sangat penting. Namun penulis mencoba untuk mengungkapkan secara detail tentang pengalaman baik atau pengalaman buruk di tahun 2014.
            Kerasnya mencari pekerjaan, pahitnya pengalaman dalam berkawan serta dinamika kehidupan yang bercampur aduk ada di tahun ini. Jalan yang tidak mudah serta beberapa usaha yang belum begitu keras dalam menerapkan arti kehidupan social didalam diri ini belum terlaksana maksimal. Masih banyak aspek aspek kehidupan yang belum tepat serta menyalahi aturan serta tidak sedikit untuk akhirnya kehilangan teman sementara sampai selesai apa yang diniatkan.
            Gelombang keinginan yang begitu besar lengkap tak sebanding dengan realitas keadaan yang menyapa hidup ini. Luntur namun deras bagai air yang tersapu ombak, ketika keinginan tidak ada hentinya mempengaruhi diri ini sehingga akhirnya menjadi partikel ego yang menyatu menjadi gelombang. Seolah menggambarkan keinginan yang tak terbendung, dengan nada keras ditikam ego besar untuk harus mendapatkannya. Jelas sudah inilah mengapa nabi Muhammad SAW berkata Jangan Marah! Memperjelas makna yang cukup mendalam bahwa lawan yang cukup sulit yakni melawan diri sendiri.
            Evaluasi besar yang terus termaktub dalam arti untuk perbaikan di 2015 menjadi dasar penulis mencoba untuk menuliskan, bukan untuk diriakan atau ditiru tapi untuk diambil hikmahnya. Beberapa point mendasar terkait diri ini untuk di evaluasi adalah rasa syukur. Satu kata berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Di 2014 kurang sekali ini mensyukuri nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT.
            Nikmat nikmat yang didapat bukan saja hanya nikmat yang membahagiakan, namun juga nikmat yang mengecewakan. Keduanya bagaikan dua lubang hidung yang saling melengkapi dalam menghirup dan mengeluarkan udara pernafasan. Nikmat yang membahagiakan patut disyukuri karena banyak sekali hal kecil atau pun besar lewat begitu saja tanpa kita sadari bahwa itu adalah nikmat yang Allah berikan. Nikmat yang mengecewakan, maksudnya bukan tidak bersukur tapi ada banyak kekecewaan yang kita dapati tanpa disadari itu adalah kenikmatan yang tiada tara. Allah mengajarkan satu pembelajaran besar dari menikmati rasa kecewa dengan mengambil hikmahnya.
            Kecewa tidak ada yang bahagia, kecewa itu pahit, kecewa itu satu hal yang gagal tidak memenuhi harapan. Kecewa bisa dibilang ujian cukup ringan, akan tetapi manusia menanggapi terlalu serius sehingga lupa akan kekuatan Nya. Tidak sadar bahwa ada kehendak Allah SWT yang bermain disini. Jika mengutip kalimat dari buku Ahmad Rifai Rifan, beliau memberitahu pada pembaca bukunya “Silahkan manusia menulis atau melukis sebanyak banyaknya impian dan keinginan, biarkanlah Allah SWT yang menghapusnya karena hanya Allah yang memiliki penghapusnya, sehingga tepat mana yang terbaik yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT”.
            Esok biarkan menjadi pertanyaan, namun berfikirlah esok diri kita bagaimana, jangan bagaimana besok tanpa ada usaha, kegigihan dan kepastian dalam kematangan rencana.


SEMANGAT KAWAN !!!

Ainan, 2015

  Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...