Sore tadi, Ciroyom Des 2017
Saya berencana untuk pulang menggunakan salah satu moda transport online. Saya mendapati pengemudi menggunakan salah satu motor Honda matic terbaik saat ini. Sebenarnya bukan itu, kita sebut Anon, nama sang driver tersebut. Mudah mudahan ada hikmah dalam cerita saya malam ini.
Seperti biasa, saya dari kecil di didik untuk bisa humble terhadap semua orang, terlepas dari muka saya yang jutek. Saya selalu memulai kepada setiap driver online dengan percakapan ringan. Percakapan ringa seperti orang mana? asli mana ? tinggal daerah mana? sudah punya anak berapa? ini sambilan atau utama? sampai kepada pertanyaan berkisar tentang keluarga. Umur saya 27 tahun jalan 28, sedangkan sang driver kang Anon umurnya beda 3 tahun dari saya.
Pertanyaan tertuju pada, Kang tos gaduh Murangkalih? (ini bahasa adalah bang sudah punya anak?) karena pertanyaan sudah nikah atau belum agak kurang lazim ditanyakan, namun pertanyaan sudah punya anak mungkin bisa menjelaskan beberapa pertanyaan yang tidak perlu ditanyakan. Beliau dengan ringan menjawab pertanyaan, teu acan gaduh kang. Saya pun bilang ya ikhtiar terus kang, akang nya pun bercerita iya istri teh tos 3x kaguguran kang. Naha kitu ? saya langsung bertanya kepadanya sesuai dengan informasi yang saya tahu tentang perempuan yang berbadan kurus sulit punya anak, terlebih apabila tidak memiliki pingul bentuk piano. Saya tanya berapa beratnya 45kg, tingginya berapa gitu ?ya setinggi saya. Saya imaji cukup kurus sepertinya, namun sang akang menjelaskan tidak ingin menyalahkan hal itu, tapi yang harus disalahkan adalah dirinya.
Kenapa harus dirinya?
sederhana kata abdi baheulana bangor kang, ngomong ke saya seperti itu. Maksudnya gimana kang anom? (kang anom ini juga bekerja sebagai salah satu pegawai lapangan BUMN Listrik di Bandung). Iya saya dulu nya bandel, sempet ngobat, nge ganja, bahkan minum minuman. Sontak saya bertanya bagaimana masih merokok? iya sih, tapi saya berhenti mengkonsumsi obat obatan setelah 2 tahun pernikahan saya. Kenapa bisa begitu kang? iya jadi saya udah banyak sekali konsul kepada beberapa dokter yang ada di Bandung. Ternyata ada masalah sperma (Quality of Sperm), jadi efek dari dulu mengkonsumsi obat obatan. Lalu saya pun sedikit menjelaskan beberap konsep teori tentang perkembang biakan sesuai yang saya pelajari saat kuliah. Sambil saya diawal menjelaskan bahawa saya seorang biologist. Kenapa sih harus diawali merek? karena orang orang zaman sekarang tidak ingin digurui bahkan selalu merasa lebih pintar dibanding lawan bicara. Saya hanya mengingatkan beda penyampaian suatu hal apabila mereka berkata tidak sesuai experience nya.
Usai menjelaskan, saya walau belum menikah, mencoba memberikan satu trend positif untuk terus berdoa, berikhtiar serta tawakkal kepada Allah SWT. Karena anak itu urusan Allah, Allah SWT yang mengatur kapan diberi amanah untuk anak atau mungkin belum diberikan amanah tersebut. Teringat adik kelas berkata bahwa anak merupakan amanah terbesar dari Allah SWT.
Semoga bisa menjadi hikmah buat saya pribadi dan kawan kawan yang sempet membaca tulisan ini.
Mudah mudahan kita bisa menjadi orang yang terus belajar untuk terus belajar memperbaiki kekurangan kita yang tiada habisnya.
Senin, 11 Desember 2017
Rabu, 06 Desember 2017
Ilusi
Merencanakan banyak hal dalam angan angan tetapi batal tidak terlaksana karena ketidaksesuaian pikiran.
Seumpama katak yang berenang sesuai dengan arah keinginnanya, namun bisa saja berubah arah karena hujan datang. Layaknya lumut yang ada dimana mana apabila kondisi lingkungan lembab, bahkan seperti bunga pukul empat Mirabilis jalapa yang memang akan berkembang bunganya waktu sore menuju petang.
Ilusi disini ada bisa jadi karena perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Ilusi ada setidaknya seperti teori kemungkinan yang mungkin ada untuk bisa dipecahkan jawabannya. Ilusi seperti telur di tengah tengah sayuran apa saja dengan bumbu kacang yang dikenal gado gado. Ilusi bukan hanya sebuah kata, namun terkadang orang orang suka menyebutnya dikala membutuhkan kata ini untuk dikeluarkan sebagai suatu jawaban diluar fakta serta logika. Ilusi bukan opini, bukan juga narasi yang tergiring untuk memberikan efek pemikiran sama sesuai sang subjektif kata.
Semua orang punya rasa, kata dan wicara. Nelangsa betul, apabila orang orang yang punya rasa, kata serta wicara harus di kerangkeng penyampaiannya. Terlihat aneh, seolah tidak bernyawa sebagai seorang manusia. Di lain sisi, banyak orang berkata kata dengan bayaran selebihnya via dunia maya. Entah itu orang ataupun bukan, sama saja mereka tidak menulis dengan hati yang bersih. Maksudnya apa? bukan bersih dari dosa, tapi kebebasan bernarasi mendeskripsikan apa yang didalam pikirannya untuk disampaikan sehingga ada 2 pilihan yakni bermanfaat atau tidak.
Selebihnya terserah anda,
Ini hanya ilusi, enteh benar atau salah
Seumpama katak yang berenang sesuai dengan arah keinginnanya, namun bisa saja berubah arah karena hujan datang. Layaknya lumut yang ada dimana mana apabila kondisi lingkungan lembab, bahkan seperti bunga pukul empat Mirabilis jalapa yang memang akan berkembang bunganya waktu sore menuju petang.
Ilusi disini ada bisa jadi karena perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Ilusi ada setidaknya seperti teori kemungkinan yang mungkin ada untuk bisa dipecahkan jawabannya. Ilusi seperti telur di tengah tengah sayuran apa saja dengan bumbu kacang yang dikenal gado gado. Ilusi bukan hanya sebuah kata, namun terkadang orang orang suka menyebutnya dikala membutuhkan kata ini untuk dikeluarkan sebagai suatu jawaban diluar fakta serta logika. Ilusi bukan opini, bukan juga narasi yang tergiring untuk memberikan efek pemikiran sama sesuai sang subjektif kata.
Semua orang punya rasa, kata dan wicara. Nelangsa betul, apabila orang orang yang punya rasa, kata serta wicara harus di kerangkeng penyampaiannya. Terlihat aneh, seolah tidak bernyawa sebagai seorang manusia. Di lain sisi, banyak orang berkata kata dengan bayaran selebihnya via dunia maya. Entah itu orang ataupun bukan, sama saja mereka tidak menulis dengan hati yang bersih. Maksudnya apa? bukan bersih dari dosa, tapi kebebasan bernarasi mendeskripsikan apa yang didalam pikirannya untuk disampaikan sehingga ada 2 pilihan yakni bermanfaat atau tidak.
Selebihnya terserah anda,
Ini hanya ilusi, enteh benar atau salah
Rabu, 22 November 2017
Ada etika dalam penyampaian teguran
Sore itu, di tempat bulu tangkis. Kami seperti biasa latihan sesuai dengan jadwal dan hari nya. Adzan Magrib berkumandang, kami pun langsung mengambil air wudhu kemudian melakukan salat. Saya, Al dan salah satu orang yang berjenggot menjadi makmum (masbuk tapinya) sebut saja X. Memang apabila melihat ke arah kenyataannya, kami pun melakukan kesalahan.
Begini ceritanya, Al menjadi imam salat magrib ketika itu. Makmum nya saya, mas Fajar kemudian X ikut gabung menjadi makmum masbuk. Namun setelah salam, X melanjutkan salat nya disaat mas Wahyu mulai masuk setelah wudhu sambil menunggu om Rk. Kami pun kloter pertama setelah selesai solat keluar kembali ke area lapangan.
Permasalahannya disini, mas Whyu di dalam ngobrol agak teriak dan becanda bareng Al yang di lapangan berbarengan dengan X yang masih salat. Saya sedang menggunakan sepatu di lapangan melihat ke arah mushola dimana mas Whyu seperti sedang ditegur. Saya ketawa, kenapa ketawa karena melihat ekspresi muka mas Whyu. Setelah selesai Mr X pun mengarahkan pandangannya ke kami agak ketus memang. Saya menanyakan pertannyaan tersebut ke Mas Whyu, apa yang terjadi? "Iya, gw di tegor sama orang itu (mr X), dia bilang orang lagi ngaji aja berhenti menghargai orang solat, lah kok ente malah bercanda." Yah menurut saya itu wajar sih.
Om RK pun datang setelah mas Whyu ke lapangan. Di saat mas Whyu pergi ngerokok sejenak. Saya tanyakan ke om Rk apa yang terjadi. Begini ceritanya versi om Rk, Ente kok ga ngelihat orang lagi salat malah bercanda teriak teriak dan ketawa tawa yang mengaji aja diem kalo orang lagi salat, kayak orang KAFIR ENTE! Ente ngaji ga?
Setelah itu saya sendiri agak kacewa sih, kenapa ya?
Padahal orang tersebut berjenggot dan celana isbal, mukanya bersih dan terlihat soleh rajin salat.
Pendapat saya sih, harusnya orang tersebut bisa menegur dengan etika yang lebih sopan dengan kapasitas penampilan dia yang lebih baik secara akhirat. Karena sudah barang tentu kapasitas orang yang ditegur memang tidak lebih baik dari beliau (mr X) akan tetapi apa harus menyebut kata kata itu.
Saya hanya berpendapat, karena penulis pun masih belajar.
Semoga permasalahan ini bisa selesai karena pekan depan pun akan ketemu Mr X karenan latihan bultang di jam yang sama.
Klarifikasi, dan adanya permohonan maaf, itu lebih menenangkan. Terlebih karena kita sesama muslim dengan Tuhan yang sama.
Wallahu alam
Begini ceritanya, Al menjadi imam salat magrib ketika itu. Makmum nya saya, mas Fajar kemudian X ikut gabung menjadi makmum masbuk. Namun setelah salam, X melanjutkan salat nya disaat mas Wahyu mulai masuk setelah wudhu sambil menunggu om Rk. Kami pun kloter pertama setelah selesai solat keluar kembali ke area lapangan.
Permasalahannya disini, mas Whyu di dalam ngobrol agak teriak dan becanda bareng Al yang di lapangan berbarengan dengan X yang masih salat. Saya sedang menggunakan sepatu di lapangan melihat ke arah mushola dimana mas Whyu seperti sedang ditegur. Saya ketawa, kenapa ketawa karena melihat ekspresi muka mas Whyu. Setelah selesai Mr X pun mengarahkan pandangannya ke kami agak ketus memang. Saya menanyakan pertannyaan tersebut ke Mas Whyu, apa yang terjadi? "Iya, gw di tegor sama orang itu (mr X), dia bilang orang lagi ngaji aja berhenti menghargai orang solat, lah kok ente malah bercanda." Yah menurut saya itu wajar sih.
Om RK pun datang setelah mas Whyu ke lapangan. Di saat mas Whyu pergi ngerokok sejenak. Saya tanyakan ke om Rk apa yang terjadi. Begini ceritanya versi om Rk, Ente kok ga ngelihat orang lagi salat malah bercanda teriak teriak dan ketawa tawa yang mengaji aja diem kalo orang lagi salat, kayak orang KAFIR ENTE! Ente ngaji ga?
Setelah itu saya sendiri agak kacewa sih, kenapa ya?
Padahal orang tersebut berjenggot dan celana isbal, mukanya bersih dan terlihat soleh rajin salat.
Pendapat saya sih, harusnya orang tersebut bisa menegur dengan etika yang lebih sopan dengan kapasitas penampilan dia yang lebih baik secara akhirat. Karena sudah barang tentu kapasitas orang yang ditegur memang tidak lebih baik dari beliau (mr X) akan tetapi apa harus menyebut kata kata itu.
Saya hanya berpendapat, karena penulis pun masih belajar.
Semoga permasalahan ini bisa selesai karena pekan depan pun akan ketemu Mr X karenan latihan bultang di jam yang sama.
Klarifikasi, dan adanya permohonan maaf, itu lebih menenangkan. Terlebih karena kita sesama muslim dengan Tuhan yang sama.
Wallahu alam
Senin, 13 November 2017
Ayo donk, Level Up kamu !!!
Ini tentang Level UP diri !
Pagi, tidak hujan dibawah atap asbes
kering saya mencoba duduk sambil menatapi 3 ekor ikan koi dalam
aquarium. Suara yang tenang didendangkan oleh air mengalir
serta buih gelembung udara yang dimainkan oleh mesin filter aquarium.
Suasana diri saat itu sedang gundah, bahkan hati ini seperti remuk
dihantam perkataan yang tajam. Walau tidak langsung mendengar apa
yang telah diucapkan sekiranya membayangkan sikap unmood
ini bukan soal perkara harian. Angin bertiup tenang, tidak ada kopi
di meja itu. Seandainya ada burung pun ia hanya lewat diantara pohon
mangga arumanis yang lebat tak berbuah dan pohon jambu air tunggal
dengan cabang lebat penuh buah. Hati seperti sebuah kotak box kecil
yang coba dibuka pelan-pelan untuk melihat isi didalamnya.
Kemarin
malam, ketika kata level up sudah muncul kemarin lusa dari hari ini.
Saya tidak paham akan kesederhanaan dalam mendengarkan orang
berbicara. Saya diajarkan saat mahasiswa bahwa mengangguk
menyatakan suatu paham terhadap apa yang disampaikan, atau bisa
bermakna bias menandakan 'nurut'. Mohon izin untuk cerita sejenak, ketika masa lalu
dihadapkan diskusi enam mata dengan Bu Dekan, PD3 tentang
menyampaikan aspirasi mahasiswa dari bawah ke atas (bottom up). Saya
mencoba untuk tenang dan sabar menghadapi orang yang lebih dewasa
dengan jabatan yang cukup besar di Fakultas MIPA. Namun disini saya
mendapatkan bagaimana kehati hatian bu Dekan serta pa PD3 untuk
berdiskusi kepada saya selaku perwakilan mahasiswa MIPA kala itu.
Tidak ada kesan merendahkan, ada penyamaan rata dalam bicara, alur
bicara yang tidak menggurui, bahkan ada ketenangan dalam penyampaian
kata demi kata. Walau pada kenyataannya bu Dekan saat itu sangatlah
sulit untuk diajak diskusi oleh mahasiswa.
2012
kala itu, saya berasama ketua BEMUNJ juga beberapa kadept menghadap
untuk diskusi dengan pak Rektor (Pak Bedjo) ditemani Kabag
kemahasiswaan dan bagian bagiannya. Saya tidak bisa cerita panjang
soal kejadian ini, namun ada keharmonisan dalam tutur kata
penyampaian. Ini saya catat!
Menangguhkan
cerita diatas, sedikit review tentang film THOR Ragnarok. Ada adegan
Hulk yang mudah tersulut emosinya serta mudah Baper istilah bahasa
anak kekinian. Baper bisa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan
suatu emosi. Menurut saya awal mulanya seperti itu hingga pada
akhirnya jadi semacam source bully. Contoh : Ah baper lu ! Dsb.
Antara realita dan bayangan baper diartikan sebagai suatu sikap mudah
tersinggung, mudah masuk di hati, gampang ngambek serta tidak lapang
dada. Kata terakhir yakni lapang dada menjadi hal menarik, yang bisa
dikorelasikan dengan kata sabar. Orang yang lapang dada apa sudah
menemukan arti sabar nya. Orang yang hebat adalah orang yang dapat
melawan amarahnya sendiri. Sandhi Sandoro bilang Tak Pernah Padam,
sama seperti emosi yang akan padam ketika tiba waktunya untuk reda.
Mengacu
pada beberapa saran dalam menanggapi pandangan diatas. Ada salah satu
teman yang sering dipanggil om Rk. Om yang satu ini memberikan
pandangannya atas dasar pengalaman pribadinya yang malang melintang
di dunia marketing. Bro, lu baru dibilang beloon, gw
didepan bos gw di tai tai ini (gw langsung mau resign ) abis itu gw
diajak makan juga bareng tim yang lain. Hati gw donkol dan bener
bener pengen resign. Agak
mengerat dahi saya, bener juga sih apa yang saya alami memang tidak
ada apa apanya. Efek domino yang terjadi adalah terlalu besarnya saya
menganggap ekspektasi besar terhadap beliau, namun disaat ada kalimat
yang merendahkan saya seolah saya tidak dihargai saya mulai merasa
tidak ingin lagi bekerja membantu anaknya disini. Setelah kejadian
kalimat terlontar tanpa perduli swing mood atau tidak, saya langsung
ambil air wudhu untuk salat Dzhur dan mencoba mengadu kepada sang
pencipta. Menurut saya ini bukan hal sederhana, tetapi ini menusuk
seolah manusia bodoh yang tidak memberikan kontribusi apa apa untuk
anaknya,
Demikian
cerpen singkat tentang suatu peristiwa yang minta untuk Level Up,
namun ada sarkasme TIDAK MENGHARGAI JERIH PAYAH SAYA(sorry to say)
terucap. Saya peduli pada anaknya, saya juga yakin bahwa setiap
usaha maksimal tidak akan mengkhianati hasil.
Selasa, 19 September 2017
Anak yang kurang beruntung
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oleh: Hasan Basri Tanjung
Sehebat apa pun seorang ayah, ia tidak mampu menggantikan peran ibu dalam mengasuh anak. Begitu pun sebaliknya, seorang ibu tidak bisa menggantikan peran ayah mengisi relung lubuk hati anaknya. Keduanya mesti hadir bersamaan dalam peran yang berbeda untuk menanamkan akidah tauhid, syariat, dan adab yang baik (QS 31:12- 19). Tentu saja setiap orang tua ingin anaknya menjadi penyejuk hati dan pemimpin umat (QS 25:74).
Anak yang kurang beruntung itu karena mengalami salah satu dari empat kejadian, yaitu: Pertama, anak yang ditinggal mati orang tuanya. Sebagian anak tak sempat bertemu orang tuanya kecuali selembar foto yang tersisa. Anak yang ditinggal ibu saat melahirkan atau ayah sewaktu masih dalam kandungan dan terlahir sebagai anak yatim atau piatu (QS.4:6). Ada pula anak yang tak tahu rupa dan gaya ayah ibunya, kecuali dari cerita kaum kerabat yang mengasuhnya. Namun, ia selalu mendoakan mereka dan tegar menjalani hidup dan menjadi orang yang berjaya.
Kedua, anak yang ditinggal lama orang tuanya. Kesulitan hidup sering kali menjadi alasan untuk bekerja ke negeri orang. Keinginan mengubah nasib itu membuat seorang ayah atau ibu rela berpisah dan meninggalkan anaknya. Jika ayah yang pergi, ibu mengasuh anak dalam kesendirian. Jika ibu yang pergi, ayah berubah menjadi ibu rumah tangga dan menanggung kesepian tanpa belaian istri. Anak pun tumbuh dalam ketimpangan kasih sayang orang tua seperti digambarkan dalam sinetron "DuniaTerbalik."
Ketiga, anak yang ditinggal pergi orang tuanya. Malang nian nasib anak semacam ini, karena orang tua yang melahirkan tak tahu rimbanya. Sungguh sedih anak ditinggal mati atau lama, tapi lebih sedih anak yang ditinggal pergi orang tua. Walau hidup dalam penantian, ia selalu berdoa agar suatu saat nanti ayah atau ibunya kembali. Mereka pergi karena perceraian atau lari dari tanggung jawab dan anaknya pun tumbuh dalam kegalauan dan ketidakpastian.
Keempat, anak yang ditinggal zamannya. Orang tuanya masih hidup, tapi mereka dibalut kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Tinggal jauh di pedesaan yang tidak terjangkau akses pendidikan dan kesehatan. Tertinggal oleh kemajuan zaman sebab ketidakadilan dalam pemerataan pembangunan. Begitu pula nasib anak-anak di negeri konflik seperti Myanmar yang menderita di pengungsian, mati kelaparan, atau tenggelam di lautan. Mereka lari dari kebiadaban penguasa zalim dan orang tuanya tak berdaya menyelamatkan.
Orang tua wajib menjaga anak-anaknya dari segala macam sengsara (QS.66:6). Jika orang tua tidak mampu mengendalikan keadaan, tentulah apa yang terjadi atas izin Allah SWT, dan semua kembali kepada-Nya (QS.64:11,2:156). Namun, jika orang tua abai, tentu akan ada balasannya. Segeralah mohon ampun, sebab setiap kejahatan akan kembali kepada pelakunya. (HR Tirmidzi). Allahu a'lam bishawab.
Anak yang kurang beruntung itu karena mengalami salah satu dari empat kejadian, yaitu: Pertama, anak yang ditinggal mati orang tuanya. Sebagian anak tak sempat bertemu orang tuanya kecuali selembar foto yang tersisa. Anak yang ditinggal ibu saat melahirkan atau ayah sewaktu masih dalam kandungan dan terlahir sebagai anak yatim atau piatu (QS.4:6). Ada pula anak yang tak tahu rupa dan gaya ayah ibunya, kecuali dari cerita kaum kerabat yang mengasuhnya. Namun, ia selalu mendoakan mereka dan tegar menjalani hidup dan menjadi orang yang berjaya.
Kedua, anak yang ditinggal lama orang tuanya. Kesulitan hidup sering kali menjadi alasan untuk bekerja ke negeri orang. Keinginan mengubah nasib itu membuat seorang ayah atau ibu rela berpisah dan meninggalkan anaknya. Jika ayah yang pergi, ibu mengasuh anak dalam kesendirian. Jika ibu yang pergi, ayah berubah menjadi ibu rumah tangga dan menanggung kesepian tanpa belaian istri. Anak pun tumbuh dalam ketimpangan kasih sayang orang tua seperti digambarkan dalam sinetron "DuniaTerbalik."
Ketiga, anak yang ditinggal pergi orang tuanya. Malang nian nasib anak semacam ini, karena orang tua yang melahirkan tak tahu rimbanya. Sungguh sedih anak ditinggal mati atau lama, tapi lebih sedih anak yang ditinggal pergi orang tua. Walau hidup dalam penantian, ia selalu berdoa agar suatu saat nanti ayah atau ibunya kembali. Mereka pergi karena perceraian atau lari dari tanggung jawab dan anaknya pun tumbuh dalam kegalauan dan ketidakpastian.
Keempat, anak yang ditinggal zamannya. Orang tuanya masih hidup, tapi mereka dibalut kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Tinggal jauh di pedesaan yang tidak terjangkau akses pendidikan dan kesehatan. Tertinggal oleh kemajuan zaman sebab ketidakadilan dalam pemerataan pembangunan. Begitu pula nasib anak-anak di negeri konflik seperti Myanmar yang menderita di pengungsian, mati kelaparan, atau tenggelam di lautan. Mereka lari dari kebiadaban penguasa zalim dan orang tuanya tak berdaya menyelamatkan.
Orang tua wajib menjaga anak-anaknya dari segala macam sengsara (QS.66:6). Jika orang tua tidak mampu mengendalikan keadaan, tentulah apa yang terjadi atas izin Allah SWT, dan semua kembali kepada-Nya (QS.64:11,2:156). Namun, jika orang tua abai, tentu akan ada balasannya. Segeralah mohon ampun, sebab setiap kejahatan akan kembali kepada pelakunya. (HR Tirmidzi). Allahu a'lam bishawab.
Maka,,, saya pun bersyukur menjadi seorang anak dari Papah dan Mamah yang selalu membuat saya hidup.
Kangen papah,,,,
Minggu, 23 Juli 2017
Janji para Lelaki
Ini merupakan tulisan yang diambil dari buku Janji para lelaki karya Saiful Ardi Imam,
Cuplikan tulisan ini tidak serta nyerta mengkritik tubuh, justru saya banyak berterimakasih kepada penulis yang menggugah semagat dalam rangka memenuhi janji seorang lelaki.
Di awali dengan seseorang yang bernama Syahdan, beliau diziinkan untuk menikah apabila sudah membelikan tanah untuk adiknya Salma oleh ibunya. Ini merupakan syarat yang tidak mudah berhubung suasana dalam cerita buku ini berlatar perang Paderi di Sumatera Barat.
Perdagangan yang begitu deras dilingkupi oleh para kompeni Belanda yang ingin mengambil alih Indonesia.
Susah sulit menjadi gambaran jelas titik nadir seorang Syahdan yang rela bekerja keras demi menuntaskan janjinya kepada sang Ibu. Padahal ibarat keringat sudah di ujung ingin sekali Syahdan melamar untuk menikahi wanita impiannya. Namun tetap saja sang Ibu selalu mengingatkan dengan tegas akan janji seorang Syahdan.
Saya sebagai pembaca akhirnya menemukan titik jelas dalam isi buku ini , pertanyaan Mengapa Syahdan harus memenuhi dulu janjinya kepada Ibu nya sebelum menikah?
Ini jawabannya :
Rustam (isteri Salma) tidak mengerti jalan pikir mertuanya. Walaupun Syahdan pernah berjanji. Tetapi sangat susah untuk menepatinya. Salah satu sebab lelaki lingkar janji adalah karena sudah menikah. Setelah menikah, lelaki akan sibuk dengan urusan keluarganya. Dengan isterinya, dengan anaknya. Sudah banyak kasus laki-laki yang lupa pada keluarga besarnya setelah menikah. Ia tenggelam dalam kesibukan hidupnya.
Andai kehidupannya nanti susah, menepati janji itu akan semakin sulit. Anaknya mungkin sakit, istrinya mungkin hamil dan seterusnya. Amak memaksa Syahdan membelikan sawah sebelum menikah hanya karena menyayangingya. Agar ia kelak bisa menikah tanpa beban. Agar ia tidak terganggu lagi dengan janji yang belum ia penuhi.
Itulah jawabnya, oleh sang Ibu....
Cuplikan tulisan ini tidak serta nyerta mengkritik tubuh, justru saya banyak berterimakasih kepada penulis yang menggugah semagat dalam rangka memenuhi janji seorang lelaki.
Di awali dengan seseorang yang bernama Syahdan, beliau diziinkan untuk menikah apabila sudah membelikan tanah untuk adiknya Salma oleh ibunya. Ini merupakan syarat yang tidak mudah berhubung suasana dalam cerita buku ini berlatar perang Paderi di Sumatera Barat.
Perdagangan yang begitu deras dilingkupi oleh para kompeni Belanda yang ingin mengambil alih Indonesia.
Susah sulit menjadi gambaran jelas titik nadir seorang Syahdan yang rela bekerja keras demi menuntaskan janjinya kepada sang Ibu. Padahal ibarat keringat sudah di ujung ingin sekali Syahdan melamar untuk menikahi wanita impiannya. Namun tetap saja sang Ibu selalu mengingatkan dengan tegas akan janji seorang Syahdan.
Saya sebagai pembaca akhirnya menemukan titik jelas dalam isi buku ini , pertanyaan Mengapa Syahdan harus memenuhi dulu janjinya kepada Ibu nya sebelum menikah?
Ini jawabannya :
Rustam (isteri Salma) tidak mengerti jalan pikir mertuanya. Walaupun Syahdan pernah berjanji. Tetapi sangat susah untuk menepatinya. Salah satu sebab lelaki lingkar janji adalah karena sudah menikah. Setelah menikah, lelaki akan sibuk dengan urusan keluarganya. Dengan isterinya, dengan anaknya. Sudah banyak kasus laki-laki yang lupa pada keluarga besarnya setelah menikah. Ia tenggelam dalam kesibukan hidupnya.
Andai kehidupannya nanti susah, menepati janji itu akan semakin sulit. Anaknya mungkin sakit, istrinya mungkin hamil dan seterusnya. Amak memaksa Syahdan membelikan sawah sebelum menikah hanya karena menyayangingya. Agar ia kelak bisa menikah tanpa beban. Agar ia tidak terganggu lagi dengan janji yang belum ia penuhi.
Itulah jawabnya, oleh sang Ibu....
Selasa, 04 Juli 2017
28 & 29
Kita lanjutkan cerita 2 hari terakhir sebelum mudik.
Apa yang saya lakukan ?
2 hari ini menunggu malam ganjil, nongkrong di At Takwa bareng anak2, walau beberapa ada yang lagi bagahia ada juga yang sedang durjana.
Tak apa lah, terpenting kita bisa kumpul sebelum lebaran tetap menguatkan persaudaraan.
so bijak ye,,,
Klise dalam fase akhir perjuangan puasa di bulan penuh berkah menjadikan gw serasa orang yang paling menikmati rasa syukur yang Allah kasih. Perihal kesehatan, rezeki bahkan keluarga yang diberikan kenikmatan sehat walafiat. Teruntuk yang baca tulisan gw di blog, sebelumnya gw mengucapkan Taqbalallahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Mengacu pada buku pedoman yang gw jarang baca. Biasanya mudik itu identik dengan wangi kampung. Maksudnya apa bang wangi kampung? Nih jiwa raga kita masih di Jakarta Negara Indonesia WIB akan tetapi nyawa kita serasa sudah di kampung halaman. Kalian berasa ga? gw sih dulu ngerasa ketika masih ada nenek,kakek, saudara saudara sepuh yang ingin dijenguk dan lain halnya.
Secara sadar 1 per satu orang pergi meninggalkan kita di dunia ini tanpa sisa atau sajak perantara. Hanya pesan pesan kebaikan yang terekam dalam ingatan singkat ini. Kita bukan apa apa tanpa kata, tetapi kita bisa hidup dalam sisa kematian dalam rangkai pesan. Saat ini kita hanya ingin bertemu orang orang baru yang keluar dari mulut rahim ke dalam dunia maya ini. Inget banget ketika konsep manajemen, ada input proses dan output. Begitu pula hidup ada yang lahir (natalitas), mati (mortalitas), pindah tempat (migrasi) ketiganya serumpun seirama memiliki kekuatan batasan yang hingga.
Tak apa tidak bersua fisik, tapi doa tetaplah menjadi jembatan kalimat kebaikan yang selalu diberikan kepada orang yang sudah tiada.
Aduh terlalu serius,
begini aja,
2 hari ini (waktu itu #latepost) bener bener prepare segala kebutuhan untuk pulang mudik, walau hanya ke Bandung. Tapi gw bener-bener seriusi itu ya namanya juga laki satu satunya, kalo bukan kite ye siape lagi..????
Kita sekeluarga memiliki kebiasaan membawa kerupik bawang yang belinya di dekat SMA 16 Jakbar. Handai taulan di Bandung senang jika di bawa keripik bawang ini.
Lain halnya, ketika tidak bawa apa apa tuh kayak gimana gitu.
Intinya sih ketika senang berbagi maka berbagilah, walau hanya 1 biji kerupuk.
Setiap hari saya mengikuti berita via Twitter, TV atau media online yang menginfokan tentang arus mudik. Sebetulnya karena mendengarkan saran untuk pergi mudik pada saat malam takbiran ternyata lowong dan hanya 2,5 jam beserta buka puasa di rest area. Berangkat pukul 17.00 - 20.00 dengan istirahat salat magrib dan buka puasa selama 30 menit. Bandung pun terlampaui ketika malam tiba, bahkan ketika nge drop ibu dan adik, saya lanjutkan sendiri ke Buah Batu (disitu perjalanan nya memakan waktu hampir 1 jam dikarenakan macet banget) padahal banyak polisi yang berlalu lalang, namun agak kurang efektif.
Sesampainya disana, seperti biasa bercerita tentang perjalanan serta rencana esok Lebaran.
Kita keluarga di Bandung memiliki kebiasaan sejak zaman dahulu saya SD, salah kami usahakan di Masjid Raya Bandung. Sebenarnya sih sudah usul ke ibu supaya tahun ini lebaran dulu di Jakarta , salat di Lap Hankam, namun ibu bilang kasian di Bandung sekarang sudah tidak banyak orang.
Lanjut besok hari...masih ada 2 atau 3 tulisan yang mau gw share di awal bulan Juli ini.
Apa yang saya lakukan ?
2 hari ini menunggu malam ganjil, nongkrong di At Takwa bareng anak2, walau beberapa ada yang lagi bagahia ada juga yang sedang durjana.
Tak apa lah, terpenting kita bisa kumpul sebelum lebaran tetap menguatkan persaudaraan.
so bijak ye,,,
Klise dalam fase akhir perjuangan puasa di bulan penuh berkah menjadikan gw serasa orang yang paling menikmati rasa syukur yang Allah kasih. Perihal kesehatan, rezeki bahkan keluarga yang diberikan kenikmatan sehat walafiat. Teruntuk yang baca tulisan gw di blog, sebelumnya gw mengucapkan Taqbalallahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Mengacu pada buku pedoman yang gw jarang baca. Biasanya mudik itu identik dengan wangi kampung. Maksudnya apa bang wangi kampung? Nih jiwa raga kita masih di Jakarta Negara Indonesia WIB akan tetapi nyawa kita serasa sudah di kampung halaman. Kalian berasa ga? gw sih dulu ngerasa ketika masih ada nenek,kakek, saudara saudara sepuh yang ingin dijenguk dan lain halnya.
Secara sadar 1 per satu orang pergi meninggalkan kita di dunia ini tanpa sisa atau sajak perantara. Hanya pesan pesan kebaikan yang terekam dalam ingatan singkat ini. Kita bukan apa apa tanpa kata, tetapi kita bisa hidup dalam sisa kematian dalam rangkai pesan. Saat ini kita hanya ingin bertemu orang orang baru yang keluar dari mulut rahim ke dalam dunia maya ini. Inget banget ketika konsep manajemen, ada input proses dan output. Begitu pula hidup ada yang lahir (natalitas), mati (mortalitas), pindah tempat (migrasi) ketiganya serumpun seirama memiliki kekuatan batasan yang hingga.
Tak apa tidak bersua fisik, tapi doa tetaplah menjadi jembatan kalimat kebaikan yang selalu diberikan kepada orang yang sudah tiada.
Aduh terlalu serius,
begini aja,
2 hari ini (waktu itu #latepost) bener bener prepare segala kebutuhan untuk pulang mudik, walau hanya ke Bandung. Tapi gw bener-bener seriusi itu ya namanya juga laki satu satunya, kalo bukan kite ye siape lagi..????
Kita sekeluarga memiliki kebiasaan membawa kerupik bawang yang belinya di dekat SMA 16 Jakbar. Handai taulan di Bandung senang jika di bawa keripik bawang ini.
Lain halnya, ketika tidak bawa apa apa tuh kayak gimana gitu.
Intinya sih ketika senang berbagi maka berbagilah, walau hanya 1 biji kerupuk.
Setiap hari saya mengikuti berita via Twitter, TV atau media online yang menginfokan tentang arus mudik. Sebetulnya karena mendengarkan saran untuk pergi mudik pada saat malam takbiran ternyata lowong dan hanya 2,5 jam beserta buka puasa di rest area. Berangkat pukul 17.00 - 20.00 dengan istirahat salat magrib dan buka puasa selama 30 menit. Bandung pun terlampaui ketika malam tiba, bahkan ketika nge drop ibu dan adik, saya lanjutkan sendiri ke Buah Batu (disitu perjalanan nya memakan waktu hampir 1 jam dikarenakan macet banget) padahal banyak polisi yang berlalu lalang, namun agak kurang efektif.
Sesampainya disana, seperti biasa bercerita tentang perjalanan serta rencana esok Lebaran.
Kita keluarga di Bandung memiliki kebiasaan sejak zaman dahulu saya SD, salah kami usahakan di Masjid Raya Bandung. Sebenarnya sih sudah usul ke ibu supaya tahun ini lebaran dulu di Jakarta , salat di Lap Hankam, namun ibu bilang kasian di Bandung sekarang sudah tidak banyak orang.
Lanjut besok hari...masih ada 2 atau 3 tulisan yang mau gw share di awal bulan Juli ini.
Rabu, 21 Juni 2017
Day 27
Ketika pamit menjadi satu alasan untuk kembali ke kampung halaman, maka Bulan Ramadhan diibaratkan proses management yang berkelanjutan.
Sesuai dengan Surat Al Baqarah 183 : bahwa ada input > proses > output.
Bagaimana maksudnya ?
Inputnya adalah kita sebagai orang yang mengaku beriman sudah sepatutnya menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan beserta dengan ibadah ibadah sunnah,zakat dan amalan baik lainnya. Proses disini maksudnya adalah dilakukannya selama 1 bulan penuh menjadikan suatu proses pembelajaran yang kaya akan pahala. Output yakni dijadikanlah kita orang yang bertakwa seperti orang orang sebelum kamu, yang sepemahan saya kita bisa menambah kualitas ibadah kita pasca ramadhan.
Seusai itu pula, pimpinan Bin Roh RSCM, Asy Syifa dan Departemen Orthopaedi FK UI selaku pelaksana (panitia) Semarak Ramadhan memohon maaf yang sebesar besarnya apabila sampai saat ini masih banyak sekali kekurangan dalam pengaplikasian kepada para Jamaah.
Maka atas dasar inilah mari kita terus mensyukuri apa saja nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Jika ada suatu masalah coba ingat kembali bagaimana kita memulai komitmen tersebut. Teringat kajian yang disampaikan Ust Hanan Attaki bahwa kita tak boleh membandingkan istri (Saya sih belum) dengan istri Rasul. Pertama adalah karena wanita perfeksionis di dunia ini ada 4 yakni Ibunda Rasul, Siti Khadijah, Siti Aisyah, dan istri Firaun. Apabila membandingkan istri dengan mereka ber empat jelas tidak adil. Karena setiap manusia memiliki kekurangan bahkan kita harus membiasakan memupuk kebaikan yang telah diberikan oleh istri (begitu kata nya).
Selanjutnya, malam suntuk kemarin ditemani diskusi dengan sahabat Amirullah. Ada 1 kalimat dimana kita sepakat bahwa rezeki yang kita dapat itu bernilai baik dan manfaat yakni sejak kita berani membagikan rezeki yang kita punya untuk kebahagiaan orang lain. Karena disitulah titik barokah atau tidaknya rezeki kita.
Selain itu evaluasi besar pada diri saya yakni harus terus belajar untuk berani menjalani kehidupan meskipun gambaran kemungkinan serta ancer ancer yang dikhawatirkan sudah diketahui, tapi namanya manusia hanya bisa menulis dengan pena di kertas kosong, Allah SWT lah yang memiliki penghapusnya. Allah lah yang nanti akan meng acc atau tuidak keinginan yang kita tulis.
Maka bersegeralah beristighfar.
Karena tidak banyak orang yang mau menerima kekurangan kita.
Apabila ada orang yang hanya mau dengan kelebihan kita, sudah barang tentu itu bukan orang yang accepted buat kita.
Maka teruslah berevaluasi diri dan minta masukan sahabat terdekat untuk kebaikan diri kita.
Karena seseorang terus merasa benar dan baik pada diri sendiri, maka haram baginya untuk bisa memperbaiki diri.
Buku itu dibaca bukan ditaruh begitu saja, begitu pula hidup bukan hanya melihat dan acuh begitu saja.
Buku harus jadikan sumber acuan untuk dibuka tiap lembarnya, memberikan suatu informasi tiap untai kalimatnya.
Maka jadilah pembaca buku agar tahu tentang isi dunia. Karena kata sabahab Umar Bin Khattab kita harus menggenggam dunia, bukan dunia menggenggam kita.
Selamat mudik bagi yang mudik hari ini,,,,
Untuk kalian kawan maupun lawan....
Sesuai dengan Surat Al Baqarah 183 : bahwa ada input > proses > output.
Bagaimana maksudnya ?
Inputnya adalah kita sebagai orang yang mengaku beriman sudah sepatutnya menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan beserta dengan ibadah ibadah sunnah,zakat dan amalan baik lainnya. Proses disini maksudnya adalah dilakukannya selama 1 bulan penuh menjadikan suatu proses pembelajaran yang kaya akan pahala. Output yakni dijadikanlah kita orang yang bertakwa seperti orang orang sebelum kamu, yang sepemahan saya kita bisa menambah kualitas ibadah kita pasca ramadhan.
Seusai itu pula, pimpinan Bin Roh RSCM, Asy Syifa dan Departemen Orthopaedi FK UI selaku pelaksana (panitia) Semarak Ramadhan memohon maaf yang sebesar besarnya apabila sampai saat ini masih banyak sekali kekurangan dalam pengaplikasian kepada para Jamaah.
Maka atas dasar inilah mari kita terus mensyukuri apa saja nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Jika ada suatu masalah coba ingat kembali bagaimana kita memulai komitmen tersebut. Teringat kajian yang disampaikan Ust Hanan Attaki bahwa kita tak boleh membandingkan istri (Saya sih belum) dengan istri Rasul. Pertama adalah karena wanita perfeksionis di dunia ini ada 4 yakni Ibunda Rasul, Siti Khadijah, Siti Aisyah, dan istri Firaun. Apabila membandingkan istri dengan mereka ber empat jelas tidak adil. Karena setiap manusia memiliki kekurangan bahkan kita harus membiasakan memupuk kebaikan yang telah diberikan oleh istri (begitu kata nya).
Selanjutnya, malam suntuk kemarin ditemani diskusi dengan sahabat Amirullah. Ada 1 kalimat dimana kita sepakat bahwa rezeki yang kita dapat itu bernilai baik dan manfaat yakni sejak kita berani membagikan rezeki yang kita punya untuk kebahagiaan orang lain. Karena disitulah titik barokah atau tidaknya rezeki kita.
Selain itu evaluasi besar pada diri saya yakni harus terus belajar untuk berani menjalani kehidupan meskipun gambaran kemungkinan serta ancer ancer yang dikhawatirkan sudah diketahui, tapi namanya manusia hanya bisa menulis dengan pena di kertas kosong, Allah SWT lah yang memiliki penghapusnya. Allah lah yang nanti akan meng acc atau tuidak keinginan yang kita tulis.
Maka bersegeralah beristighfar.
Karena tidak banyak orang yang mau menerima kekurangan kita.
Apabila ada orang yang hanya mau dengan kelebihan kita, sudah barang tentu itu bukan orang yang accepted buat kita.
Maka teruslah berevaluasi diri dan minta masukan sahabat terdekat untuk kebaikan diri kita.
Karena seseorang terus merasa benar dan baik pada diri sendiri, maka haram baginya untuk bisa memperbaiki diri.
Buku itu dibaca bukan ditaruh begitu saja, begitu pula hidup bukan hanya melihat dan acuh begitu saja.
Buku harus jadikan sumber acuan untuk dibuka tiap lembarnya, memberikan suatu informasi tiap untai kalimatnya.
Maka jadilah pembaca buku agar tahu tentang isi dunia. Karena kata sabahab Umar Bin Khattab kita harus menggenggam dunia, bukan dunia menggenggam kita.
Selamat mudik bagi yang mudik hari ini,,,,
Untuk kalian kawan maupun lawan....
Selasa, 20 Juni 2017
Day 26
Sebaik-baiknya seseorang yang hidup di bumi ini adalah yang
bermanfaat. Agak tipis memang kata bermanfaat dengan menguntungkan. Karena
kedua kata ini memiliki makna positif yang tupoksi nya jelas membahagiakan
orang lain.
Materi hari ini disampaikan oleh Ust Apud Kusaeri M.Pd,
beliau menyampaikan beberapa hal yang di sampaikan pada kesempatan ini.
Penekanan disini adalah dimanapun kita bekerja cobalah bermanfaat untuk orang
lain, insyaallah. Terkait kondisi diri bisa dinilai bermanfaat atau tidaknya,
yakni ketika dia datang ada suasana beda, ketika ditunggu sangat ditunggu
sekali harapan beliau untuk hadir. Saking bermanfaatnya beliau.
Ilustrasi sederhana misal ketika kita kedatangan
ketua,pemimpin, atasan, bahkan gubernur atau presiden kita pasti benar-benar
mempersiapkan semua halnya dengan total. Tapi terkadang kita tidak adil
menyambut ramadhan, apalagi sudah memasuki 10 malam hari terakhir.
Habluminannas lebih penting dibanding Hablumminallah. Seharunya ada titik
seimbang antara keduanya. Maka kebermanfaatan orang yang ditunggu ini menjadi
satu keadaan baik sehingga bisa merubah suatu keadaan menjadi lebih baik.
Ada salah satu kisah perawat yang ada di daerah Kalimantan.
Posisi nya di pulau kecil dipinggir bawah kaki pulau. Bahkan ketika harus
menyebarangi lautan untuk mengobati serta merawat orang yang sedang sakit
tersebut. Bahkan dijuluki dokter Apung. Uniknya ibu ini tidak hanya memberikan
rujukan kepada sang pasien, beliau betul betul mengantar sang pasien sampai ke
rumah sakit rujukan. Alasan sederhananya karna harus jelas, banyak pasien yang
tidak sampai ke rumah sakit rujukan ini karena tidak tahu alamat bahkan selama
perjalanan masih dalam kondisi sakit. Bayangkan perjalanan yang cukup jauh dari
satu tempat ke titik tersebut untuk sampai rujukan.
Disini, ada hikmah. Yakni kebaikan yang manfaat akan
menghasilkan limpahan kebaikan yang juga manfaat. Selain ada batin puas bahagia
ketika bisa menolong orang lain serta sang orang yang ditolong oleh Allah SWT
melalui perantara dokter/perawat tersebut.
Maka, jadilah orang manfaat.
Insyaallah
Day 25
Ini satu kritikan untuk WC Pria di Central Park (CP) Jakarta
Barat dikarenakan washing untuk membersihkan kotoran itu tidak ada, sehingga
sang pengguna wc tidak bisa dengan baik membersihkan kotoran hajatnya, walau
ada kertas tissu tapi tidak akan bersih karena orang muslim harus melaksanakan
salat jadi harus betul betul ada air mengalir.
Terimakasih
Senin, 19 Juni 2017
Day 24
Day 24
Dalam hal ini ada informasi menarik dimana ada 3 i yang
sangat penting kita terapkan dalam kehidupan kita. Bahkan bisa aja sih dibuat 5
i tapi di wajibkan untuk menerapkan 3 i dulu.
i yang pertama adalah : islam
i yang kedua adalah : iman
i yang ketiga adalah : ihsan
Muncul pertanyaan kenapa harus islam dulu baru iman?
Jawabannya adalah karena dengan berislam maka keimanan pun
akan semakin terbentuk. Apabila iman didahulukan namun islam nya di urutan
kedua, mau beriman kepada siapa>?
Betul memang ketika sahabat Umar Bin Khattab mendahulukan
Iman dulu baru Islam, beliau berislam ketika mendengarkan lantunan ayat suci Al
Quran yakni surat Taha. Beliau mengucapkan 2 kalimat syahadat langsung
berhadapan di depan Rasulullah SAW. Beliau beriman dulu baru memeluk agama
Islam. Namun ini case yang berbeda karena Umar adalah sahabat rasul
yang dijamin masuk Syurga oleh Allah SWT.
Jadi setelah ber Islam, maka beriman lah. Karena yang
membedakan antara islam yang satu dengan yang lainnya adalah tingkat
keimanannya. Iman menjadi satuan tolak ukur dalam beribadah kepada Allah SWT.
Ini menjadi satu kesatuan utuh yang menjadikan manusia bisa lebih menikmati
keislaman nya, yakni dengan meningkatkan keimanannya.
Ihsan disini berarti ikhlas. Ikhlas dalam beribadah juga
menjadi acuan bagaimana kita bisa menikmati sebagai seorang yang beragama
islam. Setiap ibadah tidak selalu diingatkan apa dan bagaimana, akan tetapi
ikhlas itu tanpa syarat serta tanpa harap.
Maka, marilah kita belajar untuk mengamalkan 3 i, jangan i
phone saja yang pake i, tapi diri kita juga mari terapkan 3 i...
Keep Semangat Kawan maupun Lawan....
Day 23
10 malam terakhir
yang semakin ramai dalam tuntutan mudik lebaran.
tidak banyak yang saya cermati dalam malam ini, karena cukup
tua yang ceramah jadi konsentrasi saya agak terpecah serta pola ceramah yang
bernotasi klasik tanpa rima tanpa semangat membakar para listener nya.
Day 22
Ada hikmah dalam kebersamaan
Ada nikmat dalam bingkai silaturahmi
Ada cinta dalam dekapan ukhuwah
Bukber rasa baru, karena beberapa yang sudah beristri,
bahkan tepat di hari ini salah satu anak PEkA (Aditya Wardhana ak Chombro)
melahirkan anak laki laki pertamanya. Kumpulnya udah bukan lagi bawa masalah
cinta, tapi udah bawa istrinya. Selagi beberapa singleres berjuang dalam ungkap
rezeki. Namun ada urai tawa bahagia saling mensyukuri akan nikmat yang Allah
SWT kasih tanpa henti. Melihat setiap saudara seiman, berarti melihat cerminan
diri. Pepatah asing pernah bilang seseorang bisa dilihat bagaimana kah teman
sepergaulannya. Ini sudut pandang cukup potensial apabila dilihat makna nya.
Makna yang terkandung dari pertemanan
adalah persatuan. Saling asuh saling rasa, penuh hormat tenggang rasa.
Ditemani lontong, beberapa gorengan, biskuit selamat,
cokelat wafer TOP, buah semangkan, melon serta es buah dan juga tidak lupa nasi
beserta gulai ayam kampung. Nikmat benar makanan yang disuguhkan di rumah Toriq
Hidayatullah. Sekaligus syukuran bahwa beliau di terima kerja di salah satu
BUMN yang ada di Jakarta. Diantara kami memang hanya beliau yang semangat betul
dalam mencari pekerjaan dengan status PNS atau BUMN. Alhamdulillah beliau
berhasil berkat kerja kerasnya. Semoga nanti ada yang ikut juga.Amin...
So, inilah nikmat nya punya teman. Maka bertemanlah kalian
karena secara kasar yang namanya teman mau kita "bego" in atau kita
berantem itu tidak akan lama. Karena teman adalah orang yang mengerti kebodohan
dan keburukan kita. Apabila ada teman yang hanya ingin mengambil keuntungan
saja, itu namanya bukan Teman.
Day 21
Syukur secara lisan terhadap limpahan rahmat dan karunia
yang diberikan oleh Allah SWT.
Nikmat yang didapatkan oleh satu orang dengan orang lain
pasti berbeda, jangan iri, tapi yakinlah bahwa setiap nikmat yang kita dapatkan
itu adalah nikmat terbaik yang kita dapatkan.
Mari saling mengingatkan tentang keutaman 10 hari /10 malam
terakhir di bulan Ramadhan. Realita serta fenomena masyarakat yang berlaku dari
tahun ke tahun selalu dilihat yakni begitu memasuki 10 malam terakhir dibulan
ramadhan maka semangat dan konsestrasi kita untuk beribadah mengisi ramadhan
baik siang dan malam itu mulai berkurang. Bisa dilihat di siang hari, nuansa
ramadhan di awal bulan sangat terlihat, tapi mendekati lebaran (paruh terakhir)
kita melihat nuansa ramadhan itu menghilang sudah seperti biasa lagi. Rutinitas
orang makan pada siang hari, pekerja-pekerja yang mulai berani membatalkan
puasa. Malam nya pun seperti itu bukan lagi meramaikan masjid, tadarus Al Quran.
Hampir semua tempat fenomena ini tidak bisa dipungkiri. Marilah saling mengingatkan tentang keutaman
10 malam terakhir ini. Ramadhan belum selesai, puasa pun belum selesai. Karena
10 malam ini yang utama. Kalau malam malam biasa Rasulullah jarang datang ke
mesjid namun di 10 malam terakhir Rasulullah SAW mengisi masjid di malam hari. Day
21
Syukur secara lisan terhadap limpahan rahmat dan karunia
yang diberikan oleh Allah SWT.
Nikmat yang didapatkan oleh satu orang dengan orang lain
pasti berbeda, jangan iri, tapi yakinlah bahwa setiap nikmat yang kita dapatkan
itu adalah nikmat terbaik yang kita dapatkan.
Mari saling mengingatkan tentang keutaman 10 hari /10 malam
terakhir di bulan Ramadhan. Realita serta fenomena masyarakat yang berlaku dari
tahun ke tahun selalu dilihat yakni begitu memasuki 10 malam terakhir dibulan
ramadhan maka semangat dan konsestrasi kita untuk beribadah mengisi ramadhan
baik siang dan malam itu mulai berkurang. Bisa dilihat di siang hari, nuansa
ramadhan di awal bulan sangat terlihat, tapi mendekati lebaran (paruh terakhir)
kita melihat nuansa ramadhan itu menghilang sudah seperti biasa lagi. Rutinitas
orang makan pada siang hari, pekerja-pekerja yang mulai berani membatalkan
puasa. Malam nya pun seperti itu bukan lagi meramaikan masjid, tadarus Al Quran.
Hampir semua tempat fenomena ini tidak bisa dipungkiri. Marilah saling mengingatkan tentang keutaman
10 malam terakhir ini. Ramadhan belum selesai, puasa pun belum selesai. Karena
10 malam ini yang utama. Kalau malam malam biasa Rasulullah jarang datang ke
mesjid namun di 10 malam terakhir Rasulullah SAW mengisi masjid di malam hari.
10 malam terakhir Rasulullah SAW mengencangkan ikat
pinggannya. Nabi juga setiap malam mengajak keluarganya untuk itikaf di masjid.
Beliau fokus beribadah kepada Allah SWT, meninggalkan keluarganya ketika
beritikaf.
Bersungguh - sungguh dalam beribadah adalah suatu kesiapan
dalam melakukan kegiatan ibadah terbaik untuk dilaksanakan pada bulan Ramadhan
Day 20
Harakah islam selepas bulan Ramadhan.
Ada pertanyaan sederhana mengapa banyaknya jamaah haji
Indonesia sampai berjuta juta orang namun tidak ada efek dakwah nya di
lingkungan masyarakat?
Bulan ramadhan sebagai bulan pembelajaran agar nantinya di
bulan bulan selanjutnya bisa diterapkan di lingkungan masyarakat.
Day 19
Ada bincang tentang kehidupan diatas meja pantry ditemani
lontong, gorengan serta mie rebus indomie yang expire date.
Yup bersama 3 orang beda generasi, yang satu 27 tahun, yang
kedua 32 tahun, yang ketiga 40 tahun.
Unik memang, saling bercerita menceritakan kondisi, namun
ada banyak hikmah patut dipelajari disetiap cerita.
Dulu gw pernah mikir kenapa orang tua itu suka bercerita ya
karna memang massanya. Massa dimana kata yang disebut pengalalam sudah tidak
terbendung serta dilingkupi oleh aplikasi kegiatan yang sudah berkurang, maka
yah berceritalah mereka.
Masing masing orang memiliki tanggung jawab dalam
keluarganya baik yang sudah berkeluarga atau masih tinggal dengan orang tuanya.
Seorang anak hanya bisa berusaha membahagiakan orang tuanya, tidak kenal waktu.
Bakti sesungguhnya memberikan arti yang tidak dinilai dari harta tapi
kebahagian yang tidak ternilai sulit untuk diungkap. Pastinya seimbang antara
dunia dan akhirat.
Day 18
Akhirnya gw bisa denger gaya ceramah seorang habib.
belum bisa gw ceritain,, karna cuma punya 1
referensi..........
Gomen
Minggu, 18 Juni 2017
Day 17
Hari ini alhamdulillah mendengarkan kajian yang dibawakan oleh K,H Arifin Ilham di Masjid Asy Syifa RSCM.
Tema yang diangkat mengenai Nuzulul Quran,
Diingatkanlah oleh sang ustad untuk membiasakan mengamalkan Ayat Qursi setelah salat Wajib. Karena hal ini juga dilakukan oleh Rasululloh SAW. Fungsi selanjutnya agar kita juga dimudahkan dalam melakukan hal, intinya adalah di jauhkan dari Syaitan,
Arah kajian lebih memahami makna bersyukur karena kita memiliki Al Quran.
Di RSCM ini juga Ust Arifin Ilham baru mendapatkan cucu pertama dari salah satu anaknya adalah Alvin. Lahir di hari Jumat bulan Ramadhan di RSCM pula. Beberapa dokter juga disebut namanya oleh sang Ustad, titik temunya lebih kearah bagaimana peran serta pahala seorang dokter yang betul betul ikhlas untuk menolong pasiennya.
Beliau mencontohkan seorang dokter yang membantu beliau untuk sehat ketika sakit di rawat RSCM. Lalu Ust berdakwah, maka pahala sehat untuk berdakwahnya pun akan mengalir kepada sang dokter yang membantu menyembuhkan penyakitnya tentunya dengan Izin Allah SWT.
Praktik mengamalkan Al Quran harus seimbang dengan teori yang ada di dalam nya.
Perbaikilah salat kita, apalagi untuk seorang pria terkait dengan salat shubuh berjamaah di masjid.
Malas adalah penyakit akut yang ada pada setiap pria yang malas salat shubuh berjamaah di masjid. Begadang nonton bola, meeting dan nongkrong berjam jam kita kuat. Tapi hanya untuk beribada kepada Allah SWT suka tidak adil kita.
Ada apa dengan kita ?
Kita ini sakit jiwanya,
Maka sehatlah dengan memebaca Al Quran, dekatlah dengan Al Quran,,,
Bacalah Al Quran dan terjemahannya ( Ust Arifin Ilham)
Tema yang diangkat mengenai Nuzulul Quran,
Diingatkanlah oleh sang ustad untuk membiasakan mengamalkan Ayat Qursi setelah salat Wajib. Karena hal ini juga dilakukan oleh Rasululloh SAW. Fungsi selanjutnya agar kita juga dimudahkan dalam melakukan hal, intinya adalah di jauhkan dari Syaitan,
Arah kajian lebih memahami makna bersyukur karena kita memiliki Al Quran.
Di RSCM ini juga Ust Arifin Ilham baru mendapatkan cucu pertama dari salah satu anaknya adalah Alvin. Lahir di hari Jumat bulan Ramadhan di RSCM pula. Beberapa dokter juga disebut namanya oleh sang Ustad, titik temunya lebih kearah bagaimana peran serta pahala seorang dokter yang betul betul ikhlas untuk menolong pasiennya.
Beliau mencontohkan seorang dokter yang membantu beliau untuk sehat ketika sakit di rawat RSCM. Lalu Ust berdakwah, maka pahala sehat untuk berdakwahnya pun akan mengalir kepada sang dokter yang membantu menyembuhkan penyakitnya tentunya dengan Izin Allah SWT.
Praktik mengamalkan Al Quran harus seimbang dengan teori yang ada di dalam nya.
Perbaikilah salat kita, apalagi untuk seorang pria terkait dengan salat shubuh berjamaah di masjid.
Malas adalah penyakit akut yang ada pada setiap pria yang malas salat shubuh berjamaah di masjid. Begadang nonton bola, meeting dan nongkrong berjam jam kita kuat. Tapi hanya untuk beribada kepada Allah SWT suka tidak adil kita.
Ada apa dengan kita ?
Kita ini sakit jiwanya,
Maka sehatlah dengan memebaca Al Quran, dekatlah dengan Al Quran,,,
Bacalah Al Quran dan terjemahannya ( Ust Arifin Ilham)
Senin, 12 Juni 2017
Day 16
Informasi shubuh disampaikan oleh imam salat shubuh yang muda. Alhamdulillah baik dalam membacakan lantunan bacaan salatnya.
Beliau menyampaikan membandingkan antara Islam di Indonesia dengan Islam di Australia.
Jangan pernah kita memarahi orang aneh yang masuk mesjid dan bertanya tentang agama Allah SWT.
Sepenggal kisah, di Australia ada perempuan dengan baju tidak menutupi auratnya. Datang ke dalam masjid, karena pada saat itu sedang salat, perempuan itu menunggu di masjid. Bayangkan jika di Indonesia biasanya diusir karena merasa risih dan tidak menghormati masjid. Namun ternyata seorang perempuan ini ingin mengenal Islam lebih dalam. Perlahan tapi pasti, sang perempuan ini pun akhirnya memeluk agama Islam.
Setitik keburukan dalam fase transformasi perubahan merupakan nilai pasti untuk suatu kebaikan.
Beliau menyampaikan membandingkan antara Islam di Indonesia dengan Islam di Australia.
Jangan pernah kita memarahi orang aneh yang masuk mesjid dan bertanya tentang agama Allah SWT.
Sepenggal kisah, di Australia ada perempuan dengan baju tidak menutupi auratnya. Datang ke dalam masjid, karena pada saat itu sedang salat, perempuan itu menunggu di masjid. Bayangkan jika di Indonesia biasanya diusir karena merasa risih dan tidak menghormati masjid. Namun ternyata seorang perempuan ini ingin mengenal Islam lebih dalam. Perlahan tapi pasti, sang perempuan ini pun akhirnya memeluk agama Islam.
Setitik keburukan dalam fase transformasi perubahan merupakan nilai pasti untuk suatu kebaikan.
Day 15
Hikmah hari ini engak sederhana.
Kalo masih ingat ramadhan yang lalu emosi saya terpancing ketika ribut dengan satpam di salah satun Bank BTPN di Bandung. Ternyata Allah menguji saya lagi, tapi emosi saya masih bisa menghajar sabar saya.
Begini ceritanya, ketika waktu buka bersama Biologi angkatan 2008 (kelas), kami menetapkan tempat bukber di Comic Cafe (Tebet Utara) Jakarta. Tempat ini dipilih berdasarkan musyawarah di grup WA. Mempertimbangkan beberapa hal seperti asap rokok, ada yang sedang hamil, bahkan ada yang membawa anak. Comic cafe sendiri dipilih diurutan terakhir karena beberapa tempat sebelumnya dipilih ketika coba di booking, ternyata penuh semua. Ya dipilih lah comic cafe. Alhamdulillah.
Saya berangkat dari Jakarta Barat sekitar pukul 17.00 karena melihat info di WA grup belum ada yang sampai. Anak-anak biologi ini unik, mereka membagi menjadi 3 clan. Clan Bekasi, Clan Depok dan Clan Tanggerang. Tapi siapa sangka ternyata clan Bekasi bisa sampai duluan. Terus Clan Jakarta kemana? santai donk jalannya menikmati kemacetan. Ada yang bawa mobil sampai saat buka pun belum sampai karena terjebak macet. KRL pada lancar, Transjakarta juga terjebak macet. Saya sih setia dengan my Vixioblack.
Sepanjang perjalanan saya pribadi agak sanksi, banyak banget kendaraan di sabtu ini. Untungnnya hanya sekitar Bunderan Slipi dan Semanggi. Tapi ketia sampai daerah dekat Tebet. Saya melihat para mahasiswa entah kampus apa membagikan takjil. Terbesit harapan bakal mendapat takjil tersebut, namun apa daya cuma lewat aja. Huft.
Sampai lah saya tepat di Comic Cafe pukul 17.30 WIB. Juru parkir muda meminta Vixioblack tidak di kunci stang. Oke saya nurutin. Acara pun berlangsung, saya tidak mengkritisi bagaimana kinerja dari Comic Cafe, alhamdulillah pada bawa air putih karena pas beduk belum ada minuman sama sekali. Syukurnya bisa mebatalkan dengan air putih, kita masih bisa salat Magrib berjamaah terlebih dahulu sebelum makan. Acara bukber berlangsung sekitar 1-2 jam, namun saya izin pulang duluan.
Ternyata disini saya di uji emosinya, dengan posisi maskeran. Ketika saya mengeluarkan motor ada juru parkir tua (seorang bapak2). Saya sudah menyiapkan uang 2 ribu rupiah, saya kasih kan ketika memundurkan motor. Kemudian bapak itu bilang 5 ribu dek!, saya bilang kok mahal banget pak! bapaknya terlebih dulu nyulut emosi saya dengan nada agak ngeselin dikit, "Saya bilang motor gede jangan masuk, berat dorong-dorongnya" (padahal vixioblack gak termasuk moge). Terus respon sederhana saya bertanya, kalo mobil memangnya kena berapa pak? 5 ribu jawabnya. Disitu saya terpancing langsung mengambil uang 2 ribu dalam genggaman bapaknya dengan sedikit kasar. Lalu bapaknya bilang "Dek! Jangan marah marah saya sudah bapak-bapak!". Disini saya langsung istigfar, ya Allah saya marah nih sama bapak nya. Meskipun saya sulit mengontrol momen emosi ini dengan baik managemen emosinya masih berantakan. Lalu saya keluarkan uang 50 ribu karena tidak ada 5 ribuan. Juru parkir bapak itu ketemu sama teman nya juru parkir lain( ini juru parkir yang menyuruh masuk motor saya), saya melihat gerak gerik bapak juru parkir itu ngobrol sama juru parkir muda. Saya sudah berfikir wah bakal berantem nih gw.... Lalu akhirnya dikembalikan uang kembalian saya. 40 ribu dengan sisa 5 ribu yang masih digenggam. Saya bilang mugkin terdengar masih dengan nada tinggi udah pak 5 ribu nya buat bapak saja. Bapaknya bilang saya gak mau, saya juga bilang saya juga ga mau pak. Ini buat bapak, saya bilang dengan sedikit agak tenang, pak saya tadi udah marah sama bapak, saya juga jarang sekali kesini, udah ini buat bapak aja ambil, Assalammualaikum dan saya melaju vixio black ke arah jalan. Mendengar sih sedikit bapaknya jawab salam saya. Syukur...
Dimana sih hikmahnya, ada statement saya sudah bapak bapak. In case saya anak Yatim dan ga punya ayah lagi. Kedua, saya ga mau karena cuma gara gara uang 5 ribu rezeki saya terhambat. Saya ingat beberapa tahun lalu kita anak PEkA juga sempat ribut dengan preman di Monas gara gara uang parkiran. Ketiga, saya gak ngebayangin kalo akhirnya berantem gara gara masalah parkir.
Memang sih disini saya mencium ketidak adilan, namun saya mencoba cepat sadar. Bersyukur sekali ketemu bapak ini, mengalikan 2 x dari jumlah yang dibayar itu dilakukan bukan untuk sombong, tapi punya tujuan memberi suatu alasan maaf agar diterima. Mungkin rejeki bapaknya markir itu bukan buat dirinya sendiri (Husnudzon) ada anak dan keluarga yang harus dinafkahi. Sedangkan diri saya, percaya ketika diniatkan baik, pasti Allah akan mengembalikannya dengan lebih baik. Semoga selau diberi kesehatan bapak (orang tua) juru parkir Comic Cafe.
Alhamdulillah
Kalo masih ingat ramadhan yang lalu emosi saya terpancing ketika ribut dengan satpam di salah satun Bank BTPN di Bandung. Ternyata Allah menguji saya lagi, tapi emosi saya masih bisa menghajar sabar saya.
Begini ceritanya, ketika waktu buka bersama Biologi angkatan 2008 (kelas), kami menetapkan tempat bukber di Comic Cafe (Tebet Utara) Jakarta. Tempat ini dipilih berdasarkan musyawarah di grup WA. Mempertimbangkan beberapa hal seperti asap rokok, ada yang sedang hamil, bahkan ada yang membawa anak. Comic cafe sendiri dipilih diurutan terakhir karena beberapa tempat sebelumnya dipilih ketika coba di booking, ternyata penuh semua. Ya dipilih lah comic cafe. Alhamdulillah.
Saya berangkat dari Jakarta Barat sekitar pukul 17.00 karena melihat info di WA grup belum ada yang sampai. Anak-anak biologi ini unik, mereka membagi menjadi 3 clan. Clan Bekasi, Clan Depok dan Clan Tanggerang. Tapi siapa sangka ternyata clan Bekasi bisa sampai duluan. Terus Clan Jakarta kemana? santai donk jalannya menikmati kemacetan. Ada yang bawa mobil sampai saat buka pun belum sampai karena terjebak macet. KRL pada lancar, Transjakarta juga terjebak macet. Saya sih setia dengan my Vixioblack.
Sepanjang perjalanan saya pribadi agak sanksi, banyak banget kendaraan di sabtu ini. Untungnnya hanya sekitar Bunderan Slipi dan Semanggi. Tapi ketia sampai daerah dekat Tebet. Saya melihat para mahasiswa entah kampus apa membagikan takjil. Terbesit harapan bakal mendapat takjil tersebut, namun apa daya cuma lewat aja. Huft.
Sampai lah saya tepat di Comic Cafe pukul 17.30 WIB. Juru parkir muda meminta Vixioblack tidak di kunci stang. Oke saya nurutin. Acara pun berlangsung, saya tidak mengkritisi bagaimana kinerja dari Comic Cafe, alhamdulillah pada bawa air putih karena pas beduk belum ada minuman sama sekali. Syukurnya bisa mebatalkan dengan air putih, kita masih bisa salat Magrib berjamaah terlebih dahulu sebelum makan. Acara bukber berlangsung sekitar 1-2 jam, namun saya izin pulang duluan.
Ternyata disini saya di uji emosinya, dengan posisi maskeran. Ketika saya mengeluarkan motor ada juru parkir tua (seorang bapak2). Saya sudah menyiapkan uang 2 ribu rupiah, saya kasih kan ketika memundurkan motor. Kemudian bapak itu bilang 5 ribu dek!, saya bilang kok mahal banget pak! bapaknya terlebih dulu nyulut emosi saya dengan nada agak ngeselin dikit, "Saya bilang motor gede jangan masuk, berat dorong-dorongnya" (padahal vixioblack gak termasuk moge). Terus respon sederhana saya bertanya, kalo mobil memangnya kena berapa pak? 5 ribu jawabnya. Disitu saya terpancing langsung mengambil uang 2 ribu dalam genggaman bapaknya dengan sedikit kasar. Lalu bapaknya bilang "Dek! Jangan marah marah saya sudah bapak-bapak!". Disini saya langsung istigfar, ya Allah saya marah nih sama bapak nya. Meskipun saya sulit mengontrol momen emosi ini dengan baik managemen emosinya masih berantakan. Lalu saya keluarkan uang 50 ribu karena tidak ada 5 ribuan. Juru parkir bapak itu ketemu sama teman nya juru parkir lain( ini juru parkir yang menyuruh masuk motor saya), saya melihat gerak gerik bapak juru parkir itu ngobrol sama juru parkir muda. Saya sudah berfikir wah bakal berantem nih gw.... Lalu akhirnya dikembalikan uang kembalian saya. 40 ribu dengan sisa 5 ribu yang masih digenggam. Saya bilang mugkin terdengar masih dengan nada tinggi udah pak 5 ribu nya buat bapak saja. Bapaknya bilang saya gak mau, saya juga bilang saya juga ga mau pak. Ini buat bapak, saya bilang dengan sedikit agak tenang, pak saya tadi udah marah sama bapak, saya juga jarang sekali kesini, udah ini buat bapak aja ambil, Assalammualaikum dan saya melaju vixio black ke arah jalan. Mendengar sih sedikit bapaknya jawab salam saya. Syukur...
Dimana sih hikmahnya, ada statement saya sudah bapak bapak. In case saya anak Yatim dan ga punya ayah lagi. Kedua, saya ga mau karena cuma gara gara uang 5 ribu rezeki saya terhambat. Saya ingat beberapa tahun lalu kita anak PEkA juga sempat ribut dengan preman di Monas gara gara uang parkiran. Ketiga, saya gak ngebayangin kalo akhirnya berantem gara gara masalah parkir.
Memang sih disini saya mencium ketidak adilan, namun saya mencoba cepat sadar. Bersyukur sekali ketemu bapak ini, mengalikan 2 x dari jumlah yang dibayar itu dilakukan bukan untuk sombong, tapi punya tujuan memberi suatu alasan maaf agar diterima. Mungkin rejeki bapaknya markir itu bukan buat dirinya sendiri (Husnudzon) ada anak dan keluarga yang harus dinafkahi. Sedangkan diri saya, percaya ketika diniatkan baik, pasti Allah akan mengembalikannya dengan lebih baik. Semoga selau diberi kesehatan bapak (orang tua) juru parkir Comic Cafe.
Alhamdulillah
Minggu, 11 Juni 2017
Day 14
Apabila engkau ditanya maka jawablah sesuai yang kamu tahu, jangan melebihkan atau menguranginya, apabila engkau tidak tahu jawaban apa yang ditanya sebaiknya diam karena khawatir salah dalam menjawab.
Itulah kenapa sekarang di Youtube para yutubers melakukan sesi Q&A (tanya jawab). Ternyata berlaku loh di kultum Shubuh. Tanya jawab, maksudnya gimana kang? jadi dari rumah para jamaah sudah menulis pertanyaan di secarik kertas. Kemudian kertas tersebut diberikan kepada Imam atau pemberi kultum. Setiap pertanyaan akan dibacakan secara jelas, begitu pula jawaban nya pun harus jelas. Disini bukan berarti menjadi 1 pintu informasi tapi memberikan dampak diskusi yang efektif dalam hal kebaikan, terlebih di bulan ramadhan ini so pasti bermanfaat.
Kebetulan, pertanyaan pada hari ini erat kaitannya dengan bid ah. Apa itu bid ah? bid ah itu mengadakan sesuatu ibadah yang tidak ada aturannya (berlebihan melakukan ibadah). Porsi utama diskusi ini ke arah Perayaan/Peringatan Isra Miraj. Ada beberapa hal menarik, mengapa redaksi kata dalam setiap kalimat menentukan kualitas penulis tersebut. Jika disimak lebih cermat, ada slahs (/) terlihat disini. Yakni antara Perayaan dan Peringatan. Perayaan yang memiliki arti umum merayakan, berarti ada euforia didalamnya. Namun, kata Peringatan memiliki arti umum yakni memperingati, mengingat, dengan mengingat berarti ada tanda syukur didalamnya.
Pertanyaannya adalah Bid ah atau tidak ? Perayaan/Peringatan Isra Miraj. Di jawab oleh KH. Hanafie Tamam yakni apabila perayaan Isra Miraj tidak boleh (anjurkan). Sedangkan Peringatan Isra Miraj, boleh karena tidak merayakan namun memperingatinya. Letak korelasi setiap kata beriringan memiliki arti yang beda. Namun penekanan kalimat Peringatan, yakni memperingati Isra Miraj.
Jadi teruslah belajar untuk hal baik, karena ukhrawi itu sungguh tidak ternilai dibanding duniawi.
Itulah kenapa sekarang di Youtube para yutubers melakukan sesi Q&A (tanya jawab). Ternyata berlaku loh di kultum Shubuh. Tanya jawab, maksudnya gimana kang? jadi dari rumah para jamaah sudah menulis pertanyaan di secarik kertas. Kemudian kertas tersebut diberikan kepada Imam atau pemberi kultum. Setiap pertanyaan akan dibacakan secara jelas, begitu pula jawaban nya pun harus jelas. Disini bukan berarti menjadi 1 pintu informasi tapi memberikan dampak diskusi yang efektif dalam hal kebaikan, terlebih di bulan ramadhan ini so pasti bermanfaat.
Kebetulan, pertanyaan pada hari ini erat kaitannya dengan bid ah. Apa itu bid ah? bid ah itu mengadakan sesuatu ibadah yang tidak ada aturannya (berlebihan melakukan ibadah). Porsi utama diskusi ini ke arah Perayaan/Peringatan Isra Miraj. Ada beberapa hal menarik, mengapa redaksi kata dalam setiap kalimat menentukan kualitas penulis tersebut. Jika disimak lebih cermat, ada slahs (/) terlihat disini. Yakni antara Perayaan dan Peringatan. Perayaan yang memiliki arti umum merayakan, berarti ada euforia didalamnya. Namun, kata Peringatan memiliki arti umum yakni memperingati, mengingat, dengan mengingat berarti ada tanda syukur didalamnya.
Pertanyaannya adalah Bid ah atau tidak ? Perayaan/Peringatan Isra Miraj. Di jawab oleh KH. Hanafie Tamam yakni apabila perayaan Isra Miraj tidak boleh (anjurkan). Sedangkan Peringatan Isra Miraj, boleh karena tidak merayakan namun memperingatinya. Letak korelasi setiap kata beriringan memiliki arti yang beda. Namun penekanan kalimat Peringatan, yakni memperingati Isra Miraj.
Jadi teruslah belajar untuk hal baik, karena ukhrawi itu sungguh tidak ternilai dibanding duniawi.
Kamis, 08 Juni 2017
Day 13
Mengenai seorang sahabat rasul yang ketika gigi nya rasul
tanggal dia pun sengaja menanggalkan nya hanya demi ingin sekali mengikuti
rasul. Diatas merupakan pembuka yang memberitahukan kepada kita bagaimana kita
harus cinta kepada Rasululloh SAW.
Dalam surat al Lail ayat 5-11 disini betul betul
menceritakan bagaimana solusi untuk dipermudahkan segala urusannya. Hampir
seluruh orang memiliki doa yang sama yakni agar dipermudah urusannya dunia dan
akhirat.
Al Lail ayat 5 - 11 (
5. Maka barangsiapa memberikan (hartanya dijalan Allah ) dan bertakwa; 6. Dan
membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga) ; 7. maka akan Kami mudahkan
baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan) ; 8. Dan apapun orang yang kikir dan
merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah ) ; 9. Serta mendustakan
(pahala ) yang terbaik ; 10 maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju
kesukaran (kesengsaraan); 11. dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia
telah binasa.
intinya bro, belajar lah untuk terus bersedekah dan meminta
sama Allah akan apa yang kita inginkan baik yang kita harapkan di dunia maupun
akhirat. Apabila kita kikir bakhil maka pastilah rezeki serta permasalahan yang
kita punya akan sulit didapat. Ini sudah ditegaskan dalam ayat ini, maka
sebaiknya jika kita banyak masalah maka segeralah bersedekah.
Rabu, 07 Juni 2017
Day 12
Kita semua adalah ikhwah (bersaudara),
boleh kita ingin masuk menjadi muhammadiyah, boleh masuk NU
. Tetapi jangan sampai terlalu ekstrimis. Islam kita adalah Islam rahmatan lil
alamin.
Beda halnya dengan syiah dan ahmadiyah, itu sudah jelas
bukan umat nabi Muhammad SAW.
Syiah mempercayai bahwa seharusnya yang diturunkan wahyu itu
kepada Ali, bukan kepada Rasul.
maka pererat lah persaudaraan, islam yang rahmatan lil
alamin.
Zakat adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan. Banyak
sekali hal yang harus kita perdalami terkait dengan hak hak yang harus di
zakatkan, Seperti zakat harta, zakat mal, zakat pertanian dsb.
Dengan memperhatikan hitungan 1 haul nya, maka wajiblah
berzakat.
maaf, jika masih ada kekurangan dalam penjelasan. Ini hasil
yang gw ingat....
Selasa, 06 Juni 2017
Day 11
Ada makna diantara kata yang menentukan sajak pertama
sampai terakhir apakah dapat memberikan korelasi hikmah.
Yup, hari ke 11 berarti udah masuk nih ke 10 hari kedua
di bulan Ramadhan. Dimana yang kita tahu bahwa 10 hari kedua merupakan
maghfiroh. Maghfiroh yang berarti pengampunan. Waktu shubuh sih ditekan kan
untuk tidak bercanda di bulan Ramadhan, manfaatkan lah sebaik baiknya seolah
ini menjadi puasa terakhir kita. Mendengar kalimat ini sebenarnya ada yang
janggal di otak gw. Realita sudah sering terlihat bahkan oleh para pembaca,
saya yakin. Beberapa diantaranya : Salat tarawih yang semakin maju syaf nya,
serta sudah banyak orang yang tidak berpuasa berani mengumbarnya di area area
makan pinggir jalan. Bener kan?
Bulan ramadhan, merupakan bulan penuh ampunan.
Perbanyaklah istighfar di dalam setiap keadaan. Sesederhana ini bisa kita
lakukan, tapi pasti akan banyak sekali godaannya untuk tidak mengucapkan
istighfar.
Saya kembali mencoba mengutip tulisan dari Republika
online yang ditulis oleh P Imran Natsuri Lc yakni :
Ramadhan disebut bulan penyucian diri, karena di bulan ini Allah
mencurahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada setiap hamba yang menunaikan ibadah
puasa dengan keimanan dan mengharap pahala dari-Nya, sebagaimana dijelaskan
dalam hadits:
Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala diampuni baginya dosa-dosa masa lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah adalah suri tauladan bagi seluruh umat, dimana kita ketahui bahwasanya Rasulullah senantiasa mengajarkan manusia pada kebaikan, kita tahu bahwasanya Beliau adalah seorang hamba yang sudah diampuni setiap dosa selama masa hidupnya, akan tetapi beliau senantiasa memohon ampunan kepada Allah, bahkan Rasulullah setiap harinya beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah sebanyak 70 sampai 100 kali dalam sehari sebagaimana dijelaskan dalam dua hadis shahih :
Dari Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).
Seperti itulah istighfar Rasulullah SAW sebagai manusia yang sudah diampuni setiap dosa selama hayatnya, maka sungguh harus ribuan bahkan jutaan kali kita memanjatkan istghfar kepada Allah karena diri kita penuh dengan tumpukan dosa yang dilakukan siang dan malam, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi:
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR Muslim ).
Sungguh maghfirah itu sangat luas dan sangat dekat asalkan kita mendekatkan diri kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah dan manjauhi setiap larangan-Nya.
Ketika Allah menjelaskan bahwasanya kita selaku manusia sering melakukan dosa siang dan malam, maka Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk mengajarkan sebuah doa yang dianjurkan untuk dibaca siang dan malam hari yang masyhur dengan sayyidul istighfar, sebagai doa pengakuan atas setiap dosa dan mengharapkan ampunan dari-Nya.
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta”
[Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari).
Harus diketahui bahwa ada tiga syarat dalam taubat; pertama, kita harus meninggalkan maksiat, kedua, kita menyesali maksiat, dan ketiga, ‘azam (tekad) yang kuat untuk tidak mengulanginya.
Jadikanlah kesempatan Ramadhan tahun ini sebagai sarana untuk meraih maghfirah Allah Swt. Sehingga kita berharap menjadi hamba yang suci dari dosa.
Wallahu a'lam.
Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala diampuni baginya dosa-dosa masa lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah adalah suri tauladan bagi seluruh umat, dimana kita ketahui bahwasanya Rasulullah senantiasa mengajarkan manusia pada kebaikan, kita tahu bahwasanya Beliau adalah seorang hamba yang sudah diampuni setiap dosa selama masa hidupnya, akan tetapi beliau senantiasa memohon ampunan kepada Allah, bahkan Rasulullah setiap harinya beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah sebanyak 70 sampai 100 kali dalam sehari sebagaimana dijelaskan dalam dua hadis shahih :
Dari Abu Hurairah RA berkata, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).
Seperti itulah istighfar Rasulullah SAW sebagai manusia yang sudah diampuni setiap dosa selama hayatnya, maka sungguh harus ribuan bahkan jutaan kali kita memanjatkan istghfar kepada Allah karena diri kita penuh dengan tumpukan dosa yang dilakukan siang dan malam, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi:
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR Muslim ).
Sungguh maghfirah itu sangat luas dan sangat dekat asalkan kita mendekatkan diri kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah dan manjauhi setiap larangan-Nya.
Ketika Allah menjelaskan bahwasanya kita selaku manusia sering melakukan dosa siang dan malam, maka Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk mengajarkan sebuah doa yang dianjurkan untuk dibaca siang dan malam hari yang masyhur dengan sayyidul istighfar, sebagai doa pengakuan atas setiap dosa dan mengharapkan ampunan dari-Nya.
“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta”
[Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari).
Harus diketahui bahwa ada tiga syarat dalam taubat; pertama, kita harus meninggalkan maksiat, kedua, kita menyesali maksiat, dan ketiga, ‘azam (tekad) yang kuat untuk tidak mengulanginya.
Jadikanlah kesempatan Ramadhan tahun ini sebagai sarana untuk meraih maghfirah Allah Swt. Sehingga kita berharap menjadi hamba yang suci dari dosa.
Wallahu a'lam.
Menurut gw
yuk kita perbanyak istighfar
Ramadhan jangan disia sia kan,,,
yuk semangat ....
Day -10
Sepuluh hari pertama telah usai menandakan pekan pertama di
bulan Ramadhan berhasil dilewati. Doa penuh harap agar segala hal baik yang
dilakukan di pekan pertama menjadi awalan amalan pahala yang dihitung baik
dikemudian hari. Pernyataannya sudah jelas bahwa 10 hari pertama di bulan
ramadhan (saya lebih enjoy bilang pekan walau salah kaprah) merupakan 10 hari
yang penuh akan "rahmat".
Gw sendiri berasa banget apa yang didapatkan di 10 hari
pertama penuh dengan hikmah. Terlebih
isu Indonesia yang dijadikan pokok untuk dijadikan rahmat yakni pesan
Pancasila. Betul, karena tanggal 1 Juni 2017 Presiden Republik Indonesia
menjadikannya hari lahir Pancasila. Banyak meme meme bertebaran yang
menyebutkan saya Pancasila. Padahal gw yang awam dalam pancasila mencoba
mencari tahu apa sih sebenarnya rumusan pancasila itu digagas. Gw mencoba
mengutip tulisan Ust Salim A Fillah berikut ini :
PANTJA-SILA dan AL MAQASHID
"Seorang kawan ahli bahasa". demikian konon
dikatakan Ir.Soekarno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPKI 1 Juni 1945,
"Menyarankan agar kelima pokok hal ini disebut Pancasila".
Pidat Bung Besar, rahimahumullah, kala itu memang menjawab
pertanyaan Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sang Ketua, yakni jika nanti negara
kita berdiri, diatas dasar apakah ia akan tegak?
Kawan ahli bahasa itu tentu saja adalah Mr.M. Yamin. Tokoh
dahsyat yang mengemukakan gagasan kesatuan Indonesia-nya dengan
membesar-jayakan Majapahit hingga tokoh Gajah Mada-pun wajah ilustrasinya
meminjam potret beliau.
Sesederhana itukah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945?
Tentu saja tidak.
Pancasila rumusan Bung Karno meletakkan kebangsaan sebagai
sila pertama dan ketuhanan sila terakhir. Lengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Sehari sebelumnya pada 31 Mei, Mr Soepomo mengajukan
rancangan lain :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan bathin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Adapun gagasan Mr. M Yamin pada 29 Mei berisi :
1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan sosial
Kesemua rumusan ini berbeda dengan yang akan ditetapkan
sebagai Dasar Negara pada 18 Agustus 1945. Untuk diketahui, selain Ir.
Soekarno, Panitia Sembilan Perumusan Dasar Negara sebagai amanat PPKI yang
menghasilkan piagam Djakarta beranggotakan pula Drs. Moh Hatta, KHA Wahid
Hasyim, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Abikusno Tjokrosuroso,
Ahmad Subardjo, Mr M Yamin dan A.A Maramis. Dari kentalnya komposisi
"Ulama dan Zu'ama ini, tak heran bahwa yang disahkan kemudian -sebelum
insiden dihapusnya 7 kata- adalah :
1. Ketoehanan dengan kewadjiban mendjalankan sjari;at islam
bagi pemeloek-pemeloek nja
2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
3. Persatoean Indonesia
4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan
dalam permoesyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia
Dari tulisan diatas setidaknya menjelaskan bahwa ada peran
Ulama dalam merumuskan pancasila. Bahkan ada yang dikaitkan dengan ayat Al
Quran di setiap sila nya.
Minggu, 04 Juni 2017
Day 9
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Mengutip tulisan dari Ust Fuad
Mengunjungi dan menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya. Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.
Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya Чαπƍ muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).
Atau doa:
أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)
Semoga ayahanda Sugiono (Bapaknya RD1) Bisa segera sembuh pasca operasi Jantung By Pass
Day 8
Ada beberapa kalimat hari ini yakni :
1. bagaimana kita belajar menyeimbangkan suatu hal baik untuk kedua keluarga kita
2. Belajar tentang cara menghargai waktu sehingga bisa menemukan berbagai hal potensial di hari hari yang dilewati
3. Belajar untuk kerja keras, cerdas dan efektif dalam membangun impian kelak.
4. Terus bersyukur, karena kita semua pasti selalu merasa kurang dan selalu merasa paling benar ketika berdialektika dalam adab diskusi keseharian kita.
1. bagaimana kita belajar menyeimbangkan suatu hal baik untuk kedua keluarga kita
2. Belajar tentang cara menghargai waktu sehingga bisa menemukan berbagai hal potensial di hari hari yang dilewati
3. Belajar untuk kerja keras, cerdas dan efektif dalam membangun impian kelak.
4. Terus bersyukur, karena kita semua pasti selalu merasa kurang dan selalu merasa paling benar ketika berdialektika dalam adab diskusi keseharian kita.
Day 7
Alhamdulillah hari ke 7 aja,,,
ada hikmah nih,,,
Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani sesorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
Hikmah ini yaitu tips agar orang tidak mudah bangkrut :
1. Perbanyaklah memohon maaf, karena akan percuma apabila kita rajin salat, rajin mengaji rajin bersedekah tapi suka marah2, suka membenci, dengki, mengghibah, maka segeralah memohon maaf kepada orang sekitar, tetangga atau orang orang terdekat.
2. Birrul walidain kepada orang tua dan mertua (apabila sudah menikah), kalo ingin hidup bahagia jangan lah mendahulukan suami, istri atau anak , tapi utamakan lah orang tua. Harus selalu berdoa untuk bisa selalu membahagiakan orang tua.
3. Perbanyaklah sedekah ketika miskin (penuh keterbatasan), maka Allah akan membalasnya dengan memberi rezeki dengan cara yang tidak di sangka sangka. Perbanyaklah sedekah setiap hari, itu akan menjadikan lebih baik agar bisa terus berinfaq. Orang yang berinfaq pasti cita citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Segala sesuatu meminta doa kepada Allah alangkah baiknya dengan diimbangi dengan sadaqah yang rajin agar segera dikabulkan.
4. Siapa yang rezekinya sempit, gajinya tidak cukup tolong Jangan pernah berhutang! ketika berada di situasi sulit yang memaksa harus berhutang maka bersedekahlah dengan sisa rezeki yang ada dan ikhlas, maka Allah SWT akan memberi rezeki dengan cara yang tak pernah di sangka sangka
Semoga bisa menjadi pengingat untuk kita semua,,,
Keep Seterong!!!
ada hikmah nih,,,
Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani sesorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
Hikmah ini yaitu tips agar orang tidak mudah bangkrut :
1. Perbanyaklah memohon maaf, karena akan percuma apabila kita rajin salat, rajin mengaji rajin bersedekah tapi suka marah2, suka membenci, dengki, mengghibah, maka segeralah memohon maaf kepada orang sekitar, tetangga atau orang orang terdekat.
2. Birrul walidain kepada orang tua dan mertua (apabila sudah menikah), kalo ingin hidup bahagia jangan lah mendahulukan suami, istri atau anak , tapi utamakan lah orang tua. Harus selalu berdoa untuk bisa selalu membahagiakan orang tua.
3. Perbanyaklah sedekah ketika miskin (penuh keterbatasan), maka Allah akan membalasnya dengan memberi rezeki dengan cara yang tidak di sangka sangka. Perbanyaklah sedekah setiap hari, itu akan menjadikan lebih baik agar bisa terus berinfaq. Orang yang berinfaq pasti cita citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Segala sesuatu meminta doa kepada Allah alangkah baiknya dengan diimbangi dengan sadaqah yang rajin agar segera dikabulkan.
4. Siapa yang rezekinya sempit, gajinya tidak cukup tolong Jangan pernah berhutang! ketika berada di situasi sulit yang memaksa harus berhutang maka bersedekahlah dengan sisa rezeki yang ada dan ikhlas, maka Allah SWT akan memberi rezeki dengan cara yang tak pernah di sangka sangka
Semoga bisa menjadi pengingat untuk kita semua,,,
Keep Seterong!!!
Jumat, 02 Juni 2017
Day-6
Alhamdulillah masih bisa menikmati liburan,,,
gak banyak yang bisa ditulis disini,,karena offside
tidurnya...
Informasi shubuh hari, sang pemberi informan mengajak bapak
dan ibu2 yang datan ke mesjid untuk "KAWIN". Kawin disini bukan yang
dimaksud umum oleh banyak kalangan orang. KAWIN memiliki singkatan yang cukup
menarik. Tapi sepertinya gw hanya ingat beberapa saja. Mohon dimaafkan ya.
K yang pertama adalah Kurangi dosa di bulan Ramadhan. Ya
betul sekali sang pemberi informan menyarankan untuk setiap malam di bulan
Ramadhan melakukan salat taubat. Dosa dosa kecil mah bisa dihapus dengan
melakukan salat dan amalan lainnya, namun apa dosa besar dengan mudah bisa
dihapus? Maka kita harus bertobat dan mengurangi dosa di Bulan Ramadhan (Suatu hal yang cukup sulit dilakukan menurut
gw, karena sekecil apapun pasti ada peluang kita untuk berbuat dosa apalagi di
bulan ramadhan ini cukup banyak godaannya, kudu kuat sabarnya)
A yang kedua adalah Ayo banyak membaca Al Quran di bulan
Ramadhan. Allah SWT memberikan banyak sekali Gift di bulan ini, ga hanya
Erafone or Samsung aja yang ngasih gift, mereka mah gift duniawi, tapi Allah
SWT memberikan Gift akhirat buat kalian yang mau baca Al Quran. Karena untung
nya berkali kali lipat lho.
W yang ketiga adalah dan gw lupa kelanjutannya. Mudah
mudahan besok inget.
Hari ini ga banyak hikmah, tapi ada sedikit sih mengenai
memilih makanan. Gw punya konsep sederhana mengenai makanan, bukan masa karena
ikut hits atau engga tapi kejelasan harga dan rasa menjadi daya tarik utama
buat gw. Karena kuatiti tidak menjadi arti, gw lebih milih masalah kualitaas
makanan yang bisa dimakan, Karena gw punya pengharapan akan setiap makanan yang
dimakan apabila nikmat berarti ada keberkahan dari uang yang dibayarkan untuk
setiap makanan. Kadang kita cuma belanja untuk hal yang disebut "PITA' {Pi
taien) in bahasa sunda adalah semua yang di beli bakal jadi ee(feses), ga
abadi. Ya itulan hidup kadang kita bekerja keras cuma buat membeli sesuatu yang
output akhirnya berupa feses akan tetapi termakan gengsi moderate akan
kebanggaan. Jadi makan karena bangga bukan karena barokah. Bahaya euy,,,apalagi
PERSIB kalah.Sedih gw....
So semangat buat besok, semoga banyak cerita seru yang bisa
dibagi
Kamis, 01 Juni 2017
Day 5
Nyaris gw lupa buat nulis hari ke 5, lagi lagi sedikit sih
yang bisa di share.
Intinya dihari kelima diingatkan akan beberapa hal. Tentang bagaimana kita
memanfaatkan peluang di Bulan Ramadhan ini dengan sepenuh hati. Semenjak kita
hidup sampai suatu saat jika ada umurnya kita akan tua. Kita harus memiliki
tujuan amalan sosial yang bisa diterapkan. Contohnya adalah seperti membuka
TPA, memebuka pengajaran bahasa Arab dan sebagainya. Yang pada intinya suatu
investasi kebaikan yang disiapkan untuk akhirat kelak. Bahkan sang penceramah
bilang bahwa imam besar mesjid Istiqlal "Prof Nazarudin Umar"
merupakan anak murid dari muridnya KH Hanafie Tamam, bayangkan deh ketika ilmu
bisa turun temurun di amalkan itu bisa ngalahin investasi dunia yang kita
punya, karena yang ditawarkan untuk didistribusikan adalah ilmu bukan harta.
Gw jadi ngebayangin mumpung belum 30 tahun, harus mateng nih
kumpulin metode apa yang mau dilakukan nanti jelang waktu 30-40 , 40-50, dan
50-60. Umur umat nabi Muhammad SAW pada umumnya antara 60-70 tahun.
Oh ya hari ini gw tetep olahraga bultang, ternyata gw baru
kuat 30 menit sebelum buka. Hanya karena kemampuan, gw coba tapi ya gamau
maksain, so maen semampunya aja yang penting fisik tetap terjaga.
Tapi ada hikmah kebersamaan disini, buka puasa dengan teh
manis panas dan beberapa gorengan bisa memberikan dampak siginfikan untuk bisa
bermain beberapa pertandingan sampe menunngu isya dan tarawih...
Udahlah ga banyak momen hari itu....
Selasa, 30 Mei 2017
Day 4
Alhamdulillah, hari keempat ini gw banyak banget dapat
hikmah serta informasi. Asal kalian tahu kalo ada informasi berbalut hikmah itu
namanya barokah. hrhrehehehe
Shubuh yang tetap sejuk ditemani angin semiris yang
menggetarkan rambut kulit. Melawan kantuk yang cukup alot, namun harus tetap
bisa diperjuangkan. Sebetulnya bulan Ramadhan adalah bulan nya latihan untuk 11
bulan kemudian di tahun ini. Oh gitu ya bang?
Informasi yang gw dapetin, terkait dengan pengisi ceramah
harus ada multi ilmu. Baik para anggota TNI yang memiliki basic ilmu kesehatan
(dokter) atau ilmu lainnya bisa bergantian mengisi sebagai penceramah setelah
shubuh. Asumsi pribadi gw adalah ini sebenernya memang wajar harus dilakukan
agar para jamaah tidak hanya mendapatkan informasi horizontal dari pelaku
informasi yang sama. Setidaknya jika memang tidak memiliki ilmunya, para jamaah
jadi tahu apa sih sebenarnya informasi yang disampaikan. Karena gw yakin banget
seorang laki laki itu harus kaya akan informasi (bukan masalah gengsi karena kudet)
tapi menjadi orang yang paham akan informasi bisa meningkatkan keharmonisan
dalam tutur kata bercengkrama.
Pagi harinya sih alhamdulillah, gw ga telat kekantor. Ya,
masih dalam tolak ukur lah gak lebih dari 15 menit, apabila lebih bisa kena
potongan tiap 5 menit pusingkan>? oh ya di office juga anak anak mengikuti
panitia ramadhan mengadakan ODOJ (One day One Juice?/One day One Juz) hehe.
Tapi unik disini secara umum 1 juz dalam alquran kurang lebih 20 halaman. Nah
20 halaman itu dibagi menjadi beberapa orang dalam grup, jadi dapatnya cuma
sekitar 9-10 ayat. Tapi , tak apa lah yang penting ada niatan kegiatan amalan
baik yang bisa dilakukan di bulan
Ramadhan ini, apalagi di office. Patut disyukuri adanya kebebasan dalam
beribadah dioffice gw ini, coba deh liat orang yang kerja trus buat salat dhuha
aja susah serta gak dikasih izin, hmm kebayang gimana tuh rejeki seret.
Siang hari, gw with bos kembali journey ke mall untuk
mencari tas koper buat mesin Sepax .
Akhirnya kami mendapat kan apa yang bos 2 bos kami inginkan, karena tas ini
bukan koper tapi memiliki extension sampai 2 level. Tinggal nanti di modif,
ditambahi busa steroform dan part part lainnya untuk melindungi dari benturan. Nah
habis ini ada hikmah unik nih. Si ipon4 kan udah hampir 2,4 tahun menemani
perjuangan gw gawe, nah dia lagi ngambek suaranya kalo mau dengerin musik gak
keluar. Awal sih gw coba service di ISpot Semanggi, katanya konektor flexibel
nya. Setelah di ganti bener sih dan gw bayar deh 150 ribu. 1 jam setelah itu
tiba tiba si ipon panas, nah gw balik lagi donk ke toko nya eh ternyata sudah
tutup. Akhirnya keesokan harinya gw izin sama bos untuk bisa kesana memperbaiki
ipon, 3 jam nunggu sampai flash ulang, 3x ganti flexibel tetap saja tidak bisa
dan batere panas. Beliau bilang ada IC sound nya yang kena. Yaudah deh gw
bilang kembalin aja ke part yang lama nya, tapi uang gw bis di refund tapi kena
charge bongkar sebesar 50 ribu. Tapi Ispot keren sih dia kasih garansi 30 hari,
kalo tukang servis lainnya cuma 1 minggu. Nah kembali ke kejadian hari ini di
salah satu mall, gw pilih natcha cell untuk service kebetulan lagi sepi.
Alhamdulillah dengan analisa sama, pergantian part yang sama, serta sedikit
mengganti bagian dalam button dan menekan bagian bawah kiri ipon akhirnya
kembali bisa mengeluar kan taring (Suara) nya. Bahkan tidak ada analisa IC sound
yang rusak, dan si abang gendut itu menanyakan kena berapa bang biaya di sana?
150 bang. Soalnya di Natcha Cell dikenakan 130 ribu saja. Gw juga sempet kaget
sih jangan2 bagian part home button yang dicabut tempel lepas itu juga kena
charge, ternyata engga. Uniknya disini, kan gw tanya nih sama dia bang menurut
abang vivo sama oppo mending mana? (informasi beliau HP nya iphone 6+ yang
rusak karena jatuh dari lantai 7 dan dibeli seharga 400 ribu serta diperbaiki
sendiri oleh dia sampai sekarang sudah 2 tahun masih lancar jaya). Lanjut ke
pertanyaan gw mengenai Vivo atau Oppo eh terus dia jawab bang saya mah ga suka
sama hp china, udah saya banyak ini service san hp cina, apalagi xiomi note 4
kata dia. (uniknya dimana lang?FYI: abang abang tukang service itu badan nya
gendut parah dan orang cina asli, tapi gak suka HP China, Kan lucu) gw sih cuma
ngomong dalam hati ajah.
Ditemani berbuka dengan bebek mitra 10 seharga 25 k, plus
leher 4 biji seharga 3k. Berbuka di office, serta dilanjutkan dengan salat trwh
di Asyifa. Nah ini nih ada informasi baik, dari salah seorang penceramah yang
berasal dari RSCM, dia menyampaikan malam kelima semakin banyak kemajuan (lagi
lagi hal ini). Dia menjelaskan tentang jangan sampai ada orang Islam yang tidak
pernah memegang serta membaca Al Quran. Dia teges banget tuh jelasinnya, gw
jadi inget gimana orang yang udah seumuran gw tapi belum bisa dan ga mau baca
Quran, ngeri sob. Trus juga ada koreksi sih dari gw, beliau salah menyebutkan
bahwa Menjalan kan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan itu rukun Islam ketiga,
seharusnya rukum islam yang keempat. Mohon koreksi kalo gw salah, setau gw yang
ketiga itu Zakat. Bacaan Alquran di bulan Ramadhan harus dijadikan candu, untuk
ibadah serta menjadi suatu kegiatan yang lebih potensial bermanfaat. Semoga
penulis juga bisa melakukanya dengan istiqomah.
Hari keempat ini agak hectic sih, karena lumayan padet. Tapi
Seru....
Selamat menjalankan ibadah puasa ke 5 yang untuk kalian
kawan maupun lawan!!!!
Follow
IG : ainanstagram
TW : @KerakTeloer
Senin, 29 Mei 2017
Day 3
Alhamdulillah kita berlanjut di hari ke tiga.
Hari ini diawali
dengan Shubuh yang memberikan informasi terkait
bagaimana menjadi pemimpin yang dicontohkan didalam kehidupan sehari
hari. Salah satu contohnya, untuk menjadi imam Mesjid ketika salat, sebaiknya
diisi misalkan oleh para pemimpin RT,
para pemimpin RT atau RW harus muslim, karena bisa memimpin salat di
Masjid. Harus ada pola bergantian, agar para rakyat (masyarakat) bisa mengenal
pemimpin nya.
Berlanjut ke waktu dhuha, telat sih gw kekantor nya, karena
hujan yang cukup mendinginkan suhu Jakarta kemarin. Unik sih dikala hujan,
jalanan tetap macet dimana para pengendara terlihat menikmati tiap buih jatuhnya
air hujan. Bukan lowong, tapi gw jadi inget Ustad Fikri (Putra Zainudin MZ)
pernah bilang, ketika waktu macet adalah waktu terbaik untuk berdzikir. Sabar,
menjadi satu ujian dalam menghadapi kemacetan.
Disiang hari, ada informasi selepas salat Dzuhur membahas
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan Al Quran. Uniknya pembahasannya
jadi mengerucut ke harta warisan. Kenapa harta warisan? karena hal ini menjadi
suatu permasalahan yang dapat menimbulkan masalah baru. Rasulullah SAW menjelaskan
perihal ini dengan cukup detail tidak langsung terburu buru. Timbul pertanyaan
jika mengingat pembagian harta warisan untuk anak pria dan wanita. Jika
mengikuti hukum di pengadilan tinggi peraturan syariah islam tentang warisan
tidak berlaku, ini dikarenakan mereka memperjelas persamaan gender antara
wanita dan pria. Warisan harus segera di urus apabila sudah ada ahli waris. 2/3
untuk pria dan 1/3 untuk wanita. Kenapa ya? karena seorang laki laki itu harus
mengurusi serta menghidupi istri anak dan ibunya. Wanita harta warisannya untuk
dirinya sendiri, tapi bisa digunakan juga untuk membantu suaminya apabila
membutuhkan. Selain itu sekarang ramai sekali apabila ada suatu perceraian
langsung segera menghubungi pengacara khusus perceraian. Padahal perceraian
adalah suatu yang halal namun tidak disukai oleh Allah SWT. Dalam Al Quran
sudah dibahas bagaimana cara menyelsaikan masalah apalagi masalah hubungan rumah
tangga yang menuju ke arah perceraian. Ada kalanya harus diselesaikan secara
musyawarah terlebih dahulu, jangan lansung menghubungi pengacara untuk
melakukan sidan perceraian. Karena apabila perceraian terjadi yang menjadi
korban adalah anak. Masa depan anak tergantung kedua orangtuanya karena mereka
yang bertanggung jawab dunia akhirat.
Malam hari nya, ada hal sederhana mengenai silaturahim antar
pemain Futsal. Walau berbeda agama tetap saja kita teman sepermainan. Mereka
tetap menghargai temannya yang muslim berpuasa.
Pola syukur akan terbentuk sebagaimana arah pikiran
membentuknya.
Jika kita merasa sulit itu dikarenakan kita berfikir untuk
menjadi sulit.
Namun yang baik adalah suatu hal yang diniatkan, dilakukan
serta di tawakkal kan berdasarkan core kebaikan dari dalam hati yang
dilindungin logika mumpuni serta analisa yang tepat.
Selamat menjalankan puasa hari ke 4 buat kawan serta lawan
!!!!
Follow
IG :@ainanstagram
TW :@KerakTeloer
Minggu, 28 Mei 2017
Day-2
Day -2
Alhamdulillah puasa tinggal 28 hari lagi, itu cengkrama
singkat yang dijadikan guyonan para moderator ceramah atau iklan iklan berjalan
hari ini. Awali Subuh hari dengan informasi tentang Nabi Ibrahim AS. Berbeda
dengan keturunan lainnya, sebelum Nabi Ibrahim ada nabi Nuh. Namun Nabi Ibrahim
disebut bapaknya para Nabi karena melahirkan Nabi Ismail AS. Padahal dengan
istri pertama yakni Siti Sarah nabi Ibrahim tidak diberikan keturunan oleh
Allah SWT. Sampai pada akhirnya istri kedua nya memeberikan keturunan yakni
Nabi Ismail AS. Singkat cerita kejadian ini merupakan suratan takdir yang di
buat oleh ALLAH SWT. Sudah ada sekenarionya, terang sang Ustad.
2nd half hari, gw cukup tercengah sih sama diskusi Whats app
yang singkat namun menurut gw pribadi agak menguras sedikit tenaga emosi.
Pancingan atau bisa disebut ujian yang di terangkan. Sabar sih, tapi terkadang
perlu ada act untuk memperjelas kejelasan yang harus dijelaskan. Bukan
memperibet atau mempersulit suku kata. tapi hendaklah sopan dalam bertanya. Sopanlah
dalam memberikan keterangan atau bahkan berkacalah jikalau sudah umurnya. Mau
seberapa mahal pelatihan Self yang diikuti namun jika tidak diikuti keimanan
tentunya pasti akan sulit develop dirinya. Gw pun masih belajar tentang
penguasaan diri ini. apalagi menghubungkan emosi dengan ketelitian otak. IQ
memang standar tapi berbalut SQ yang baik tentuntya akan ramah dalam bertindak.
Perumpamaan teori yang cukup tidak mudah untuk dilaksanakan. Gw selalu teringat
apa yang diajarkan oleh kedua orang Tua dan juga pengalaman gw selama ini dalam
dunia pendidikan dari rumah kerumah. Bahwa, manner kita yang akan menentukan
seberapa banyak kita punya teman.
Terakhir, kalo boleh jujur gw nulis sendirian di office,
berfikir tidak ada hantu yang mengganggu apalagi bulan Puasa kan dikunci tuh.
Pake gembok doa....wkwkwkw
Malam ini, ada pesan dari Ust Basyir (Imam tetap Masjid
Asyifa RSCM)
ada 5 amalan yang harus dilakukan dalam berpuasa yang harus
diniatkan dalam melakukannya:
1. Berpuasa (Seinget
gw tadi, akan percuma amalan puasa apabila melakukan puasa tapi tidak melakukan
salat 5 waktu, melakukan puasa tetapi gibah dan melakukan puasa tapi hanya
menahan lapar dan haus saja. )
2. Qiyamul Lail (Salah tarawih, kurang joss kalo misalnya lo
puasa tapi ninggalin salat tarawih. Lengkapila QL, selain salat tarawih juga
lakukan lah salat tahajud.
3. Shodaqoh (Membantu orang berbuka, pahalanya sangat besar
dan banyak dikalikan sesuai dengan para orang yang diberikan makanan)
4. Tilawah Al Quran ( Usahakah minimal hatam 1x 30 juz di
bulan ini, metode nya terserah yang penting laksanakan karena Allah SWT)
5. Bersilaturahim
Ingat kawan, ibadah yang hanya untuk Allah SWT yakni
termasuk puasa didalamnya, so kalian harus semangat untuk keep menjalankan
ibadah ini karena Allah SWT...
Follow
IG : ainanstagram
TW : @KerakTeloer
Sabtu, 27 Mei 2017
Day 1
Alhamdulillah,, diumur 27 tahun ini gw kembali lagi bertemu dengan Bulan Ramadhan. Bulan penuh ampunan, bulan penuh barakah serta bulan yang ngasih give banyak banget buat lo yang banyak ngelakuin amalan kebaikan di bulan ini. Insyaallah gw akan mencoba menulis di tiap harinya selama bulan Ramadhan. Baik berupa hikmah hari ini ataupun kejadian kejadian unik yang mudah mudahan bisa menginspirasi kalian para pembaca (kalo ada yang baca)
Day 1
Sesuai dengan judulnya gw mw ngelibatin keyakinan gaya puasa kalian dengan kebiasaan yang akan terjadi di hari pertama. Apa itu? Ya jawabannya adalah shaur dan berbuka bersama keluarga. Uniknya dimana ya? coba deh kalian perhatiin kalo misalnnya setelah hari pertama puasa berhubung hari ini juga hari Sabtu, jadi cukup amat mudah untuk berkumpul. Gak kebayang kalo di week day, kalian semua udah penuh dengan agenda bukber ataupun sahur diluar (kalo yang biasa ngelakuin). Khidmat deh lo buka bareng keluarga lu. Apalagi kalo udah punya keluarga kecil(sayangnya penulis baru bisa berandai2).
Hari ini gw nemuin beberapa momen unik, disamping kelengahan gw yang tidur siang kelamaan. Pagi hari sabtu tadi, gw langsung ngajar di Bimbel BBI, lagi lagi kelas x dan xi IPA yang pekan depan akan melaksanakan UAS (Klo ga salah). Materi nya cukup banyak, namun karena puasa gw mengalihkan cara mengajar dengan menganalisa. Yup, analisa disini seperti analisa gambar, PPT dan juga Youtube. It means, gw jadi ga harus berdiri dan menulis di papan tulis. Berhubung tulisan dan gambar gw sebagai guru ketika berkarya di papan tulis itu Bad banget ini solutif banget agar murid gw bahagia.
Hari ini juga alhamdulillah, sempet di bahas di TV One bahwa cuaca hari ini tidak terlalu panas. Bersyukur, karena antara panas dan mendung sedang berdilema ria. Curah aktifitas yang terjadi di hari ini hampir sama. Terlihat sih warteg di kasih kain. apalagi diberita di Pekan Baru satpol PP melakukan penggerebakan makanan yang buka di siang hari, karena disana peraturannya adalah buka dari jam 4 sore seharusnya. Namun MUI sudah memberikan informasi nya agar tidak terjadi perlakuan sweeping di bulan Ramadhan. Gw pikir inilah indahnya kebhinekaan, tinggal bagaimana yang suka teriak anti kebhinekaan bisa memahami hakikat kebhinekaan yang sesungguhnya di bulan yang penuh Berkah ini.
Terakhir, gw juga salut sama anak anak futsa kaskus Serenade yang didominasi non muslim, mereka respek untuk saling memaafkan dan juga menghormati kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan, walau ujungnya ada pesan ,futsal malam tetap jalan ya. Kita yang muslim ok,,,insyaallah tetap main yang penting ibadah salat Tarawihnya tidak ditinggalkan, kan masih bisa main setelah salat tarawih.
oh ya,,ini penting.
coba kalian inget bacaan niat puasa. Nawaitu Shouma Godhin .....
itu artinya adalah niat puasa untuk esok hari. Nah maka harus ngeh tuh kapan baca niat yang baik, sebaiknya di lakukan malam hari, bukan sebelum kita sahur, karena pada saat sahur waktu sudah berganti.
Sekian,,,
Semangat Puasa di hari ke 2 Esok kawan!!!!
maupun Lawan!!!
Follow
IG : @ainanstagram
Tw : @KerakTeloer
Day 1
Sesuai dengan judulnya gw mw ngelibatin keyakinan gaya puasa kalian dengan kebiasaan yang akan terjadi di hari pertama. Apa itu? Ya jawabannya adalah shaur dan berbuka bersama keluarga. Uniknya dimana ya? coba deh kalian perhatiin kalo misalnnya setelah hari pertama puasa berhubung hari ini juga hari Sabtu, jadi cukup amat mudah untuk berkumpul. Gak kebayang kalo di week day, kalian semua udah penuh dengan agenda bukber ataupun sahur diluar (kalo yang biasa ngelakuin). Khidmat deh lo buka bareng keluarga lu. Apalagi kalo udah punya keluarga kecil(sayangnya penulis baru bisa berandai2).
Hari ini gw nemuin beberapa momen unik, disamping kelengahan gw yang tidur siang kelamaan. Pagi hari sabtu tadi, gw langsung ngajar di Bimbel BBI, lagi lagi kelas x dan xi IPA yang pekan depan akan melaksanakan UAS (Klo ga salah). Materi nya cukup banyak, namun karena puasa gw mengalihkan cara mengajar dengan menganalisa. Yup, analisa disini seperti analisa gambar, PPT dan juga Youtube. It means, gw jadi ga harus berdiri dan menulis di papan tulis. Berhubung tulisan dan gambar gw sebagai guru ketika berkarya di papan tulis itu Bad banget ini solutif banget agar murid gw bahagia.
Hari ini juga alhamdulillah, sempet di bahas di TV One bahwa cuaca hari ini tidak terlalu panas. Bersyukur, karena antara panas dan mendung sedang berdilema ria. Curah aktifitas yang terjadi di hari ini hampir sama. Terlihat sih warteg di kasih kain. apalagi diberita di Pekan Baru satpol PP melakukan penggerebakan makanan yang buka di siang hari, karena disana peraturannya adalah buka dari jam 4 sore seharusnya. Namun MUI sudah memberikan informasi nya agar tidak terjadi perlakuan sweeping di bulan Ramadhan. Gw pikir inilah indahnya kebhinekaan, tinggal bagaimana yang suka teriak anti kebhinekaan bisa memahami hakikat kebhinekaan yang sesungguhnya di bulan yang penuh Berkah ini.
Terakhir, gw juga salut sama anak anak futsa kaskus Serenade yang didominasi non muslim, mereka respek untuk saling memaafkan dan juga menghormati kita untuk berpuasa di bulan Ramadhan, walau ujungnya ada pesan ,futsal malam tetap jalan ya. Kita yang muslim ok,,,insyaallah tetap main yang penting ibadah salat Tarawihnya tidak ditinggalkan, kan masih bisa main setelah salat tarawih.
oh ya,,ini penting.
coba kalian inget bacaan niat puasa. Nawaitu Shouma Godhin .....
itu artinya adalah niat puasa untuk esok hari. Nah maka harus ngeh tuh kapan baca niat yang baik, sebaiknya di lakukan malam hari, bukan sebelum kita sahur, karena pada saat sahur waktu sudah berganti.
Sekian,,,
Semangat Puasa di hari ke 2 Esok kawan!!!!
maupun Lawan!!!
Follow
IG : @ainanstagram
Tw : @KerakTeloer
Senin, 22 Mei 2017
Dulu cuma mengandai tapi sekarang udah ada,,,
Apa sih?
Gw termasuk anak yang emang ga bisa jauh dari musik, bahkan
sampai sekarang. Mulai dari Kaset, CD, MP3, dan jenis jenis file musik lainnya.
Seinget gw, dulu waktu SMA identik dengan MP3 player merk Creative 128MB yang
dapat dibeli pada saat ke Bandung. Gw rasa beda banget dengar suara mp3 di
gadget ini. Namun sayang, ketika dipinjamkan ke salah satu teman, MP3 Player
nya pun rusak, diganti dengan merek advan, lagi lagi tidak bertahan lama. Saat
ini masih identik sekali dengan iphone 3. Dimana orang yang mendengar lagu
lewat iphone/ipod terlihat keren. Bukan tidak ingin mengikuti, tapi kemampuan
keuangan yang membatasi kehidupan mahasiswa kampus, gw pun tetep konsisten
sebagai pengguna Nokia. Khususon N-Gage, dimulai dari N-Gage QD yang gw beli 2nd
saat itu. Sampai pada akhirnya mengetahui kemampuan hardware internal yang
dimiliki NGage Classic, membuat gw ingin memilikinya, saat itu QD rusak dikarenakan
jatuh. QD memiliki penggenggaman yang pas ditangan dan enjoy ketika bermain
game khusus N-Gage saat itu. Classic memang cukup besar namun worth it untuk memilikinya apalagi dari
suaranya yang maksimal ditemani dengan Headset yang mumpuni.
Nah dulu bisnis jual beli MP3 beserta paket gamesnya marak
sekali di Roxy mas. Ada paket 50 ribu, smpai 100 ribu. Tapi berhubung gw getol
otak atik komputer, ya gw bajak aja filenya untuk bisa dinikmati sendiri. Ini
best part nya, "Seandainya ada
aplikasi musik yang menawarkan kualitas suara yang baik, jadi tidak usah bajak
file mp3 dan bisa dinikmati semua gadget apa saja pasti keren". Hal
ini berlaku diakhir tahun 2012, dimana itunes merajai dunia musik, karena bisa
menjual 1 judul lagu Rp.6000. Coba deh pengen 10 lagu berarti 60 ribu, berapa
banyak keuntungan yang diperoleh oleh IPhone. Gw mengakui bahwa terjadi
monopoli dunia musik, disaat kaset pita menghilan serta harga kaset CD yang
cukup tinggi sehingga menimbulkan adanya penjual CD bajakan.
Konsentrasinya di awal tahun 2015, dengan kerjasama XL
muncul nama Guvera. Gw sempet menikmati musik yang ditawarkan, tapi kena biaya
Rp. 25.000,- . Lenovo yang gw gunakan terlindas mobil, ya pecah lah LCD nya
begitu pula menikmati musik Guvera menjadi terhenti. (info saja sudah 2x HP gw
kelindes mobil, yang pertama NGage Classic tapi tidak terjadi apapa, tapi
Lenovo A690 ini langsung hancur.
2016 mulai terjadi
penyempurnaan apps musik tidak berbayar. Muncul yang namanya Spotify,
JOOX. Menurut gw 2 apps ini sangat berguna, walau tetap menerapkan tarif
premium apabila ingin mendengarkan atau paket vip agar semua lagu bisa terbuka
serta didengarkan. Tapi bukan kesana sih gw arahin kalian, coba deh kembali ke
kalimat ini "Seandainya ada aplikasi
musik yang menawarkan kualitas suara yang baik, jadi tidak usah bajak file mp3
dan bisa dinikmati semua gadget apa saja pasti keren".
Jawaban nya adalah ini sudah terjadi, semua bisa menikmati
musik asalkan terkoneksi dengan internet.
Langganan:
Komentar (Atom)
Hari ke 7 Ada pertanyaan untuk apa Puasa? Pertanyaan dari seorang ustad ketika ceramah pada saat sebelum salat tarawih berjamaah di ma...
-
..............................................................................................................................................
-
Ada hikmah dalam kebersamaan Ada nikmat dalam bingkai silaturahmi Ada cinta dalam dekapan ukhuwah Bukber rasa baru, karena bebe...


